Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

The Effect of Religious Activities on Criminal Thinking in Prisoners of the State Prison Class I Surakarta Maki Zaenudin Subarkah; Yorram Widyatama
JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi Vol 21 No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : LP2M STAI Miftahul 'Ula (STAIM) Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29138/lentera.v21i1.580

Abstract

Currently, the Class I Rutan in Surakarta has an average over capacity rate of 88.5% over the last 12 months. So the number of officers for 48 inmates. There are various causes that are a factor in the excess capacity in the Class I Rutan Surakarta, including the high crime rate and the fairly high prison sentence. From the existing data, in the city of Surakarta there were 26 recidivists out of 86 people who were involved in drugs in the Class I Rutan Surakarta in 2013, and increased to 38 recidivists from 125 drug offenders in 2014. The purpose of this study was to determine the effect of Religion towards criminal thoughts in inmates of the Class I State Detention Center (Rutan) Surakarta and to determine the level of influence of religious activities on criminal thoughts in the inmates of the Class I State Detention Center (Rutan) Surakarta. The study was conducted using quantitative methods that took a sample of 85 people to be respondents taken from the Surakarta Rutan. To analyze the data, a simple linear regression analysis was performed with the help of SPSS software with a significance level of 10%. From the test results, the correlation coefficient is 0.558 and the coefficient of determination is 0.331. From the significance test, a p value of 0.00 is obtained which is smaller than 0.05 and a value in a negative direction is obtained so that there is a significant and negative influence between Religious Activities on the level of Criminal Thoughts of the inmates of the Class I Rutan in Surakarta with the regression equation Y =99.356 – 0.668X. By knowing the results, it is hoped that it can be used as a reference that these activities can affect the criminal mind. So that efforts can be made for intensive spiritual development to be in accordance with the religion embraced in order to avoid criminal thoughts.
Hubungan Aktivitas Keagamaan dengan Kesehatan Mental Narapidana. Satria Agung Prabowo; Maki Zaenudin Subarkah
Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang) Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.658 KB) | DOI: 10.24036/rapun.v11i1.108509

Abstract

Kesehatan mental merupakan hal yang penting bagi manusia agar dapat menjalani kehidupannya dengan baik, begitupula dengan narapidana. Banyak kasus bunuh diri di lapas yang diakibatkan oleh stres menjadi masalah penting bagi pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas keagamaan terhadap kesehatan mental narapidana. Partisipan untuk penelitian ini adalah 60 narapidana beragama islam di lapas XYZ. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar narapidana sudah menjalankan aktivitas keagamaan dengan baik dan juga memiliki kesehatan mental yang baik. Nilai p value sebesar 0.004 (p < 0.05) artinya terdapat hubungan antara aktivitas keagamaan dengan kesehatan mental, di mana semakin baik aktivitas keagamaan yang dilakukan narapidana maka semakin baik pula kesehatan mental yang dimiliki. Dengan demikian diharapkan pihak lapas terus meningkatkan aktivitas keagamaan baik yang bersifat umum maupun pribadi untuk mendukung kesehatan mental narapidana.Kata kunci : Aktivitas Keagamaan, Kesehatan Mental, Narapidana.
THE EFFECT OF FRIENDS SOCIAL SUPPORT OF PRIVATE VOCATIONAL SCHOOLS (ANDIKPAS) AND SELF ESTEEM ON FUTURE ORIENTATION IN THE FIELD OF WORK ON ANDIKPAS IN BANDUNG CLASS III CHILDREN'S PRIVACY INSTITUTION Maki Zaenudin Subarkah; Isti Fatimah Nur Asya Bani
卷 2 编号 1 (2019): Journal of Correctional Issues (JCI)
Publisher : Polteknik Ilmu Pemasyarakatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jci.v2i1.22

Abstract

This study aims to determine the relationship of social support and self esteem towards future orientation in the field of work Andikpas at Class III Bandung LPA. This study is using quantitative with correlational methods design. Determination of the subject (N = 48) in the study used a purposive sampling technique. Data were obtained by modifying the Rosenberg Self Esteem Scale questionnaire made by Rosenberg, the social support questionnaire and the future orientation questionnaire in the field of work created by the researchers themselves from Weiss's social support characteristics and characteristics of future orientation created by Nurmi. The results of this study are: 1) social support among Andikpas friends, self esteem and future orientation in the field of work on Andikpas are in the medium category. 2) The results of the regression test of social support among Andikpas friends towards future orientation in the work field have a significance value of 0.042 which proves that there is a significant influence of the social support variables of Andikpas friends towards future orientation in the field of work on Andikpas. 3) The results of the self esteem regression test towards future orientation in the work field have a significance value of 0.333 which proves that there is no significant effect of the self esteem variable on future orientation in the work field at Andikpas.
THE EFFECT OF SOCIAL FAMILY SUPPORT ON PSYCHOLOGICAL ADJUSTMENT ON ASSIMILATION INTERESTED RESIDENTS IN ASSIMILATION OF INTERESTED CITIZENS IN CLASS II BAPAS PATI Maki Zaenudin Subarkah; Elsafira Maghfiroti Resyanta
卷 4 编号 2 (2021): Journal of Correctional Issues (JCI)
Publisher : Polteknik Ilmu Pemasyarakatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jci.v4i2.70

Abstract

In the early of 2020, Indonesia was shocked with a new virus, namely SARS-CoV-2 or COVID-19. Many policies has taken by the government to preventing the spread of COVID-19. In overcrowded prison, there is limited space to have a safe distance. The option to reduce the spreading is creating acceleration of assimilation at home After serving their prison terms in prisons and detention centers and having their families returned due to the COVID-19 pandemic, they are certainly facing various psychological problems and problems in their daily life. To be able to survive with these conditions, humans must make psychological adjustments In the process of adapting to the environment, family social support is needed. The aims of this study to determine the relationship between family social support and psychological adjustment to asimilation clients at Class II Probation Board of Pati. This study uses a quantitative approach. The process of taking research samples is done by simple random technique, 93 study samples were obtained. Data collection was carried out with the distribution of questionnaires and literature study. Management of data was carried out using the SPSS 25 program. The data collection used the family social support scale and the psychological adjustment scale Data analysis used simple regression analysis with a determination coefficient =0,676 and a correlation coefficient=0,822 (p<0.05) with an effective contribution of 67,6%. This study found a strong positive relation between family social support and psychological adjusment in Probation Client.
PENGARUH KONTROL DIRI TERHADAP CRIMINAL THINKING TAHANAN DAN NARAPIDANA DI RUTAN KELAS I SURAKARTA Yuliana Novitasari; Maki Zaenudin Subarkah
Jurnal Studi Manajemen dan Bisnis Vol 9, No 2 (2022): Desember
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jsmb.v9i2.17156

Abstract

Criminal thinking dapat diartikan sebagai suatu kondisi pemikiran seseorang untuk melakukan tindakan kriminal yang diinginkan dengan melawan aturan yang ada melalui pembenaran-pembenaran tindakan yang dianggap benar dan umum terjadi. Proses criminal thinking dapat dikendalikan dengan diberikan penanganan yang tepat agar dapat mengembalikan proses berpikir sesuai norma dan aturan yang berlaku. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mengukur pengaruh kontrol diri terhadap criminal thinking tahanan dan narapidana di Rutan Kelas I Surakarta. Metode penelitian kali ini yaitu kuantitatif dengan menyebar kuesioner. Teknik pengambilan sampel yaitu stratified random sampling atau teknik penarikan sampel berlapis sebanyak 86 responden yaitu tahanan dan narapidana di Rutan Kelas I Surakarta. Pada kuesioner terdiri dari variabel kontrol diri dengan alat ukur Self-Control Scale dan variabel criminal thinking menggunakan TCU Criminal Thinking Scale (TCU CTS) masing-masing sebanyak 24 item pernyataan. Analisis data terdiri dari uji deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, uji regresi linear sederhana, uji signifikansi, dan uji determinasi dengan software IBM SPSS 26. Terdapat hasil penelitian yaitu nilai t hitung > t tabel (5,497 > 1,989) dimana t hitung bernilai negatif yang berarti berbanding terbalik. Sehingga Ho ditolak dan Ha diterima dimana terdapat pengaruh signifikan dan negatif pada kontrol diri terhadap criminal thinking tahanan dan narapidana di Rutan Kelas I Surakarta. Hasil uji determinasi diperoleh nilai R square sebesar 0,265 yang menunjukkan bahwa besaran pengaruh kontrol diri terhadap criminal thinking tahanan dan narapidana sebesar 26,5% kemudian untuk sisanya yaitu 73,5% dapat dipengaruhi oleh faktor lainnya.
Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Loneliness Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang Hanif Taufiqul Hakim; Maki Zaenudin Subarkah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8352

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan loneliness narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang dan mengetahui pengaruh dukungan sosial terhadap loneliness pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode kuantitatif. Penelitian kuantitatif dianggap sebagai suatu penelitian murni dimana terdapat ciri-ciri dengan menggunakan angka-angka pasti untuk memperoleh informasi yang sedang digali. Paham yang dianut dalam metode penelitian kuantitatif yaitu paham positivistik yang mana mengansumsikan bahwa setiap peristiwa terdapat variabel yang berbeda dan dapat berubah dari satu pengamatan ke pengamatan lainnya. Salah satu perubahan psikologis yang dirasakan narapidana adalah munculnya perasaan loneliness. Perasaan ini merupakan kondisi dimana narapidana merasa tidak bahagia yang disebabkan pengisolasian secara sosial. Adanya dukungan sosial akan berdampak pada peningkatan rasa percaya diri serta merasa dicintai, bisa berbagi beban, mengekspresikan perasaan secara terbuka dan dapat membantu narapidana dalam menghadapi permasalahan yang sedang terjadi selama menjalani masa hukuman. Berdasarkan penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa narapidana di Lapas Kelas I Semarang mengalami loneliness, Perasaan ini merupakan sebuah kondisi dimana narapidana merasa tidak bahagia dan sedih yang disebabkan oleh pengisolasian secara social. Adanya dukungan keluarga mampu mengikis perasaan tersebut dan menumbuhkan perasaan bahwa dirinya masih dibutuhkan dan dipedulikan oleh orang terdekatnya. Maka peran dukungan social sangat penting terhadap Loneliness.
Pengaruh Work Stress Terhadap Punitive Correctional Officers Pegawai di Rumah Tahanan Negara Kelas I Cipinang Aditya Akbar; Maki Zaenudin Subarkah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8567

Abstract

Dalam kehidupan bersosial manusia saling membutuhkan manusia lainnya. Sebagai Petugas pemasyarakatan untuk menjalankan pekerjaannya harus berhubungan baik dengan objek pekerjaan yang kita jalani yaitu Warga Binaan Pemasyarakatan. Sebagai pekerjaan yang memiliki resiko tinggi diperlukannya situasi pekerjaan yang mendukung pekerjaan berjalan dengan lancar, apabila pekerjaan tidak maksimal maka akan timbul stress kerja yang berlebihan. Stress kerja yang tinggi mengakibatkan kita akan salah bertindak dalam pekerjaan yang dijalani. Perlakuan terhadap narapidana akan sangat berbeda dan memiliki resiko yang tinggi. Tindakan penghukuman yang seharusnya dtinggalkan akan timbul lagi dan biasa disebut sebagai sikap punitive atau Punitive Correctional Officers. Dijelaskan Punitive Correctional Officers merupakan tindakan atribusi kausal yang berhubungan dengan penghukuman yang harus dilaksanakan dan direpresentasikan dengan baik. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dalam rangka untuk menguji pengaruh antar variabelnya. Pada penelitian ini menggunakan variabel bebas yaitu Work Stress dan variabel terikat yaitu Punitive Correctional Officers di Rutan Kelas I Cipinang. Pengaruh variabel X dan Varibel Y menunjukkan hubungan positif karena berdasarkan hasil uji karena semakin tinggi Work Stress makan akan semakin tinggi Puniive Correctional Officers . Dengan demikian hipotesis alternative (Ha) peneliti dapat diterima.
Pengaruh Work Environment Terhadap Work Stress Correctional Petugasi di Rumah Tahanan Negara Kelas I Cipinang Muhamad Ega Setiawan Poetra; Maki Zaenudin Subarkah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8579

Abstract

Dalam melakukan pekerjaan di lingkungan UPT Pemasyarakatan yang penuh dengan resiko dan dapat terjadi hal yang tidak terduga sebagai bagian dari tugas pokok mereka. Di lingkungan UPT Pemasyarakatan, petugas secara tidak terduga dapat terkena situasi yang bisa membahayakan dirinya sendiri, dan juga mendapatkan perintah dari atasan pada waktu yang tidak menentu. Hal tersebut menyebabkan menurunnya produktifitas kerja karena penuhnya tekanan dan tuntutan dalam melaksanakan pekerjaan, sehingga dapat meningkatnya stres dalam bekerja. Stres kerja yang tinggi mengakibatkan petugas tidak dapat bekerja secara maksimal dan menghambat dalam menjalankan pekerjaannya sehari-hari. Beberapa factor atau item yang dapat menimbulkan munculnya stres terhadap petugas pemasyarakatan biasa disebut sebagai Work Stress Scale for Correctional Officers (WSSCO) dirancang untuk petugas pemasyarakatan. Skala ini merupakan instrument laporan diri dan terdiri dari 35 item yang mengacu pada efek dari kondisi yang diberikan pada pekerja. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dalam rangka untuk menguji pengaruh antar variabelnya. Pada penelitian ini menggunakan variabel bebas yaitu Work Environment dan variabel terikat yaitu Work Stress Correctional di Rutan Kelas I Cipinang. Pengaruh variabel X dan Varibel Y menunjukkan hubungan positif karena berdasarkan hasil uji karena semakin tinggi Work Environment maka akan semakin tinggi Work Stress Correctional. Dengan demikian hipotesis alternative (Ha) peneliti dapat diterima.
Pengaruh Religiusitas Terhadap Tingkat Stres Narapidana Rutan Kelas I Surakarta Sri Wardani; Maki Zaenudin Subarkah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9708

Abstract

Rutan Kelas I Surakarta mengalami angka over capacity mencapai 204% selama 12 bulan terakhir disertai dwi fungsi Rutan yang melaksanakan pembinaan karena di dalamnya terdapat narapidana. Hal ini menyebabkan tidak maksimalnya pembinaan kepribadian dan kemandirian sehingga menjadi pemicu stres narapidana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh religiusitas terhadap tingkat stres narapidana di Rutan Kelas I Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan populasi narapidana sebanyak 207 orang dengan jumlah sampel sebanyak 136 orang narapidana di Rutan Kelas I Surakarta. Dari hasil uji didapatkan persamaan regresi Y = 23,447 – 0,620X dengan tingkat signifikansi sebesar 5%. Kesimpulan penelitian terdapat pengaruh signifikan negatif religiusitas terhadap tingkat stres sebesar 38,4%. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan acuan upaya pemaksimalan pembinaan keagamaan sesuai keyakinan untuk meminimalisir tingkat stres narapidana.