Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Studi Keberlanjutan Ipal Komunal Melalui Perspektif Ekonomi, Kelembagaan, Dan Tata Kelola: Studi Kasus Di Pekon Margakaya Dan Pekon Margodadi Kabupaten Pringsewu Rahman Sumanto; Samsul Bakri; Sri Aryanti; Sutarto Sutarto; Hari Kaskoyo; Irma Lusi Nugraheni
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 6 No. 3 (2025): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v6i3.7611

Abstract

Instalasi pembuangan air limbah merupakan masalah krusial dalam lingkungan jika tidak dilakukan dengan baik. Isu-isu yang terkait dalam IPAL Komunal akan bedampak pada keberlanjutan IPAL Komunal. Pekon Margakaya dan Pekon Margodadi merupakan salah satu desa di Kabupaten Pringsewu yang memiliki Instalasi pembuangan air limbah lima tahun akhir ini. Tujuan pembangunan IPAL Komunal tersebut selain memperdaya masyarkat dan menyelesaikan isu lingkungan akan tetapi memiliki dampak berkelanjutan. melalui analisis Structural Equation Modeling merupakan gabungan antara analisis regresi dan analisis faktor dari indikator atas variabel latennya yang kemudian hasil rangkaian hubungan secara simultan. penelitian ini yang menunjukan korelasi atau hubungan yang kuat untuk keberlanjutan IPAL Komunal secara lansung terdapat pada, kelembagaan (p-value = 0,001) atau berkorelasi nyata 99,9% dan ekonomi berpengaruh (p-value = 0,033) atau berkorelasi nyata sebesar 96,7% terhadap keberlanjutan. Pengaruh Kelembagaan dan Ekonomi terhadap Tata kelola IPAL Komunal, yaitu Kelembagaan (p-value = 0,000) dan ekonomi berpengaruh (p-value = 0,000) berkorelasi nyata sebesar 100% terhadap keberlanjutan IPAL Komunal. Dalam penelitian ini yang tidak memiliki korelasi nyata terhadap keberlanjutan terdapat pada Tata kelola. Berdasarkan besaran pengaruhnya terhadap keberlanjutan, maka faktor prioritas yang memerlukan pengembangan adalah faktor ekonomi dan faktor kelembagaan.
PENGELOLAAN TUMBUHAN PORANG UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA TEGAL YOSO Riska Febrianti; Gunardi Djoko Winarno; Trio Santoso; Hari Kaskoyo
Journal of People, Forest and Environment Vol. 3 No. 2 (2023): November
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v3i2.7447

Abstract

 Porang (Amorphophallus muelleri) memiliki potensi besar untuk berfungsi sebagai penunjang kesejahteraan masyarakat sekitar hutan serta untuk upaya konservasi hutan yang tersisa maupun yang akan direboisasi. Tujuan dilakukannya  penelitian ini untuk mengetahui sumber benih porang, cara melakukan penanaman porang di lapangan, cara pemeliharaan porang dan cara menghindari kegagalan panen akiat akibat aktivitas gajah. Metode yang digunakan yaitu wawancara mendalam dan survey ke lapangan. Survei lapangan dilakukan untuk mengumpulkan data tentang luas lahan yang digunakan untuk budidaya porang, teknik budidaya yang digunakan, input yang diperlukan seperti bibit, pupuk, serta hasil panen yang dicapai. Desa Tegal Yoso, yang terletak di Lampung Timur masih sedikit petani yang melakukan budidaya porang. Pengelolaan porang baru dilakukan oleh 2 petani seluas ¼ ha. Padahal, budidaya porang di desa tersebut memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat dan juga diharapkan dapat dikembangkan di Tegal Yoso untuk mendukung mitigasi konflik gajah dan manusia pada masa depan. Pendapatan dari porang secara efisien sebesar Rp150.000.000.
POTENSI PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK (PNBP) SEKTOR KEHUTANAN MELALUI PERAN TENAGA TEKNIS PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI LESTARI (GANIS PHPL) Popi Tri Astuti; Hari Kaskoyo
Journal of People, Forest and Environment Vol. 4 No. 2 (2024): November
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v4i2.10015

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan potensi sumber daya alam yang melimpah. Salah satu sektor dengan hasil sumberdaya alam terbanyak yaitu.sektor kehutanan. Sumber utama seperti kayu masih menjadi target pengelolaan hutan di Indonesia disamping beberapa produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) kian terus dikembangkan sebagai komodita dengan potensi nilai ekonomi yang tinggi   Semakin merosotnya hasil produksi kayu bulat hutan alam mengancam penurunan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor kehutanan.  Untuk mengantisipasi penurunan PNBP, Pemerintah kemudian berusaha menaikkan besarnya tarif Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) dan Dana Reboisasi (DR). Kondisi ini mampu diharapkan mampu untuk mengkaji secara rinci terkait produksi kayu bulat dan kompensasi dana PSDH, DR dan Izin Usaha Pemanfaatan Hutan (IUPH) secara berkala kepada setiap pemegang izin Hak Pengusahan Hutan (HPH)/Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK). Untuk itu, Tenaga Teknis Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (GANIS-PHPL) memegang peranan yang dimiliiki untuk mengantisipasi kemerosotan PNBP disektor kehutanan melalui keterampilan dan kompetensi yang dimilikinya. Hal ini juga dapat didukung dengan semakin berkembangnya teknologi, sehingga mampu memanfaatkan basis sistem teknologi dan sistem informasi.
Evaluasi Usability pada Web GIS Pemantauan Kesehatan Hutan Menggunakan Metode System Usability Scale (SUS) Agung Yoga Pangestu; Rahmat Safe'i; Arief Darmawan; Hari Kaskoyo
MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer Vol. 20 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/matrik.v20i1.709

Abstract

Pemantauan kesehatan hutan menjadi salah satu kriteria pada pengelolaan hutan yang lestari. Saat ini, data dan informasi mengenai persebaran lokasi dan hasil pemantauan kesehatan hutan dapat diketahui melalui Web GIS (Gheographic Information System) Pemantauan Kesehatan Hutan (Web GIS Simantan) yang masih dalam tahap pengembangan. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui kegunaaanya (usability). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui usability dari Web GIS Simantan menggunakan metode System Usability Scale (SUS) yang didalamnya terdiri dari 5 pertanyaan negatif dan 5 pertanyaan positif. Sebanyak 15 responden dilibatkan dalam penelitian ini yang berasal dari 33.33% atau setara 5 orang pegawai Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Way Seputih Way Sekampung, 33.33% pegawai Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rachman dan 33.33% Mahasiswa Kehutanan Unila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Web GIS Simantan memiliki nilai akhir System Usability Scale (SUS) sebesar 70,50. Dengan demikian, Web GIS Simantan memiliki acceptability ranges dengan kategori marginal high, grade scale dengan kategori D dan adjective rating dengan kategori good.
PENGARUH PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DAN HUTAN SERTA NILAI KURS TERHADAP PDRB SUB SEKTOR TANAMAN PANGAN DI PROVINSI LAMPUNG Faldo Titus Nugroho Nugroho; samsul Bakri; Hari Kaskoyo; Rudi Hilmanto
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) subsektor tanaman pangan di Provinsi Lampung memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan dan perekonomian daerah. Namun, kinerjanya dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan dan ekonomi, seperti perubahan tutupan lahan, curah hujan, dan nilai tukar mata uang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan tutupan hutan dan lahan, curah hujan, serta fluktuasi nilai tukar terhadap PDRB subsektor tanaman pangan di Provinsi Lampung. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Lampung pada Januari hingga Februari 2025. Data yang digunakan meliputi citra satelit Landsat untuk analisis tutupan lahan, data curah hujan dari NASA POWER, serta data PDRB subsektor tanaman pangan dan nilai tukar rupiah dari Badan Pusat Statistik (BPS). Metode yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan perangkat lunak Minitab untuk mengukur hubungan antara variabel-variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas hutan rakyat, sawah, dan permukiman memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB subsektor tanaman pangan, dengan koefisien masing-masing sebesar 1,064, 0,792, dan 1,010. Curah hujan juga berpengaruh positif dengan koefisien 0,983. Sebaliknya, nilai tukar mata uang berpengaruh negatif, di mana setiap kenaikan 1% dalam nilai tukar menyebabkan penurunan PDRB sebesar 0,09368. Sementara itu, hutan negara, pertanian campuran, dan perkebunan tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap PDRB subsektor tanaman pangan. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya optimalisasi hutan rakyat dan lahan sawah dalam meningkatkan produktivitas tanaman pangan. Pengelolaan curah hujan yang baik juga diperlukan untuk menjaga stabilitas hasil pertanian. Selain itu, kebijakan stabilisasi nilai tukar diperlukan untuk meminimalkan dampak negatif terhadap sektor pertanian.