Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

BIMTEKS PENDAMPINGAN PENYUSUNAN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA BELAJAR BAGI GURU SMK KUTAI TIMUR DAN KOTA BONTANG KALIMANTAN TIMUR Sugianto Sugianto; Rahayu Sri Waskitoningtyas; Casmudi Casmudi
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The curriculum in the world of education is designed to advance educational goals so that education in Indonesia can keep up with and develop according to the demands of the times. The purpose of this community service is to find out how BIMTEKS assists in the preparation of independent curriculum teaching modules for SMK teachers in East Kutai and Bontang Districts, East Kalimantan. This research is a qualitative research with purposive sampling. PKM of collecting data in community service uses documentation, observation and questionnaire methods. The validity of the data includes: (a) extending the data collection period, (b) making observations, (c) conducting triangulation, and (d) holding discussions with colleagues. From the results of the BIMTEKS study, the assistance in the preparation of the independent curriculum teaching modules for SMK teachers in East Kutai and Bontang Districts, East Kalimantan, went well. This can be seen in the questionnaire on the aspects of the object of implementing the independent curriculum learning plan that the understanding of the policy reaches 90%, the flow of learning objectives is 89%, and the teaching modules is 88%. East Kutai and Bontang Vocational School teachers need to be aware of the changes in the 2013 curriculum to the Independent Curriculum so that there is a need for an increase in teacher innovation and creativity in compiling independent curriculum teaching modules for SMK teachers in East Kutai and Bontang Districts, East Kalimantan which are more interactive for students and use learning methods right
Peningkatan Keterampilan Menggambar Siswa SMA Berbasis Kearifan Lokal di SMAN 6 PPU Sugianto Sugianto; Maryatin Maryatin
REKAGAMA Vol. 1 No. 2 (2026): REKAGAMA (Rekam Kegiatan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : CV Mazaya Cahaya Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menggambar siswa SMA melalui pendekatan berbasis kearifan lokal di SMAN 6 Penajam Paser Utara (PPU). Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada rendahnya eksplorasi nilai budaya lokal dalam pembelajaran seni rupa, sehingga siswa kurang memiliki identitas visual yang mencerminkan lingkungan sosial dan budaya siswa SMAN 6 PPU. Kegiatan pengabdian meliputi pelatihan, pendampingan, dan praktik langsung dengan mengintegrasikan motif, simbol, serta unsur estetika khas Kalimantan Timur ke dalam karya gambar siswa. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu identifikasi kebutuhan, pemberian materi tentang kearifan lokal Kalimantan Timur, demonstrasi teknik menggambar, serta evaluasi hasil karya siswa. Metode pengumpulan data kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan meliputi: (1) analisis kebutuhan melalui observasi dan wawancara, (2) pemberian materi terkait konsep kearifan lokal dan teknik dasar menggambar, (3) pelatihan dan praktik menggambar berbasis motif lokal, (4) pendampingan intensif selama proses berkarya, serta (5) evaluasi hasil melalui penilaian karya siswa. Subjek kegiatan adalah siswa kelas X SMAN 6 PPU pada mata pelajaran seni rupa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan teknis menggambar, kreativitas, serta pemahaman siswa terhadap nilai-nilai budaya lokal. Selain itu, siswa menjadi lebih percaya diri dalam mengekspresikan ide visual yang berakar pada lingkungan belajar siswa. Dengan demikian, program ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan keterampilan seni rupa, tetapi juga berperan dalam pelestarian kearifan lokal Kalimantan Timur melalui kegiatan pembelajaran.