Nadia Utami Larasati
Program Studi Kriminologi, Universitas Budi Luhur

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Penyebab Penyalahgunaan Tramadol oleh Remaja di Johar Baru Jakarta Pusat Berdasarkan Differential Association Theory Riska Syaira Kinsi; Nadia Utami Larasati
Anomie Vol. 1 No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This thesis discusses teenagers who abused tramadol. Where in doing the abuse of tramadol drugs, teenagers do voluntarily. Tramadol is one of narcotic analgesic drugs. The theory that is used by researchers to conduct analysis is Differential Association Theory. The theory states that the abuse of tramadol is learned. This research use qualitative method because researchers want to understand the phenomena that occured holistically and by describing events in the form of words and languages. The result of the data obtained by the researchers showed that the abuse of tramadol by adolescents is learned through personal communication and general learning techniques.
Upaya Diversi terhadap Anak yang Berkonflik dengan Hukum di Kepolisian Resort Jakarta Selatan Halimatu Sa'diah Palupi; Nadia Utami Larasati
Anomie Vol. 1 No. 3 (2019): Desember
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research discusses the children who are conflicted with the law or the perpetrator’s child. Psychologically, the child who committed a criminal act is still labile and can not responsibility to what he has done. Incorporating a child into a prison environment is the last solution. Another effect that occurs when the child enters the jail is a labelling as a convict committed by the public against a criminal offense. There are now regulations governing the children criminal justice system, LAW No 11 year 2012, in which there is an diversion. The data collection techniques used in this study were interviews. The concept of restorative justice defines that criminal settlement involves perpetrators, victims, families of victims/perpetrators, and other related parties to jointly seek a fair settlement by emphasizing recovery on the state of And not retaliation. The implementation of the diversion provides protection against children in order not to be in direct contact with formal criminal justice, it is the main principle of restorative justice and diversion.
Pembinaan Program Criminon Bagi Warga Binaan Kategori Pengguna Narkotika di Lapas Narkotika kelas IIA Jakarta Ahmad Zaimsyah; Nadia Utami Larasati
Anomie Vol. 2 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pembinaan narapidana dalam tindak pidana narkotika yang tergolong sebagai pengguna narkoba di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif dengan mendeskripsikan program Criminon sebagai pengobatan yang diberikan kepada narapidana tindak pidana narkotika yang tergolong pengguna narkoba. Durasi program selama 3 (tiga) bulan dan selama program berlangsung, para warga binaan akan ditempatkan di ruangan yang berbeda dengan warga binaan lainnya. Jika mengacu pada filosofi pemasyarakatan, maka program Criminon sejalan dengan filosofi pemasyarakatan yang bertujuan memulihkan narapidana agar menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi pelanggaran. Selain itu, materi yang diberikan dalam program Criminon seperti peningkatan rasa percaya diri, peningkatan komunikasi dan hubungan interpersonal juga sejalan dengan tujuan layanan pemasyarakatan yang berupaya membangun manusia yang dapat diterima kembali oleh masyarakat dan dapat berperan aktif dalam kehidupan.
ANALISIS CONTAINMENT THEORY TERHADAP PELAKU PELECEHAN SEKSUAL PADA ANAK Nilam Cahya; Nadia Utami Larasati
Anomie Vol. 2 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang kasus kejahatan terhadap anak yang cukup marak belakangan ini yaitu pelecehan seksual. Pelecehan seskual pada anak sering kali dilakukan oleh orang-orang dekat korban. yang dimaksud dengan orang-orang terdekat yaitu guru, teman bermain, tetangga korban, atau bahkan orang yang mereka percaya yaitu adik, kakak, dan orangtuanya sendiri. Tujuan penelitian ini yaitu ingin membahas atau mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi pelaku pelecehan seksual anak dilihat dari Containment Theory. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif yaitu dengan cara mewawancarai secara langsung pelaku tindak pelecehan seksual pada anak. Subjek penelitian berjumlah 9 orang 4 diantaranya para Pembimbing Klien (PK) yang terdapat di Balai Pemasyarakatan klas 1 Cipinang Jakarta Timur- Utara. Sedangkan 5 orang lainnya yaitu pelaku pelecehan seksual pada anak. Faktor yang mempengaruhi pelaku pelecehan seksual pada anak dikarenakan faktor internal yang tidak kuat seperti, karena stress dengan keadaan dan tidak bisa mengendalikan emosinya, merasa rendah diri, tidak mempunyai tujuan di dalam hidupnya, introvert (penyendiri) dll. Selain faktor internal yang buruk faktor eksternal juga dapat mempengaruhi seperti, faktor ekonomi, faktor keluarga yang buruk dll.
Fenomena Bunuh Diri Egostik di Indonesia dalam Perspektif Kriminologi Yosafat Kevin; Nadia Utami Larasati
Anomie Vol. 2 No. 3 (2020): Desember
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunuh diri dikenal secara umum secara umum sebagai tindakan kematian yang disengaja oleh pelaku dengan penyebab yang kompleks. Masyarakat memiliki norma dalam memahami tindakan bunuh diri sebagai perilaku menyimpang yang moralitas, beberapa norma melihat bunuh diri sebagai isu kesehatan mental, dan norma lain melihat bunuh diri sebagai kejahatan moral yang harus diberi hukum pidana. Banyaknya kasus bunuh diri di dunia, khususnya Indonesia dengan berbagai penyebab yang dapat diklasifikasikan dengan empat tipe bunuh diri milik Emile Durkheim dan pespektif relita sosial kejahatan milik Richard Qinney. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengumpulkan berbagai literatur atau penelitian terdahulu untuk mengkaji fenomena bunuh diri dan mengumpulkan kasus-kasus bunuh diri di Indonesia. Hasil penelitian melihat makna bunuh diri yang relatif, bisa menjadi kejahatan dan bisa menjadi penyimpangan sosial yang ditinjau dari reaksi masyarakat sebagai aktor sosial.
Analisis Teori Aktivtas Rutin terhadap Korban Eksibisionisme Rianti Zahrotul Aini; Nadia Utami Larasati
Anomie Vol. 3 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bagaimana Eksibisionisme dapat terjadi di berbagai tempat. Pelaku Eksibisionisme seharusnya mendapat perhatian khusus dari aparat berwajib maupun dari orang sekitarnya termasuk keluarga. Kebanyakan pelaku Eksibisionisme tidak menyadari bahwa apa yang dilakukannya akan merugikan dan meresahkan masyarakat khususnya bagi korban. Teori aktivitas rutin digunakan dalam penelitian ini untuk melihat bagaimana seseorang dapat menjadi korban Eksibisionisme yaitu karena adanya pelaku yang termotivasi, target atau korban yang sesuai, dan ketiadaan penjagaan. Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, hal tersebut karena dapat berinteraksi langsung dengan pelaku dan korban agar mendapatkan data yang valid. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Eksibisionisme terjadi ketika ada pelaku yang termotivasi, ini ditandai dengan rasa keinginan dalam diri guna memenuhi hasrat seksualitas, target yang sesuai yaitu korban yang masih berusia muda serta lingkungan sekitar yang tidak terlalu ramai, dan ketiadaan penjagaan yaitu saat korban yang biasanya berjalan sendirian.