Risky Syahputra
Universitas Negeri Padang

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Perbedaan Level Kemampuan Objek Kontrol Berdasarkan Jenis Kelamin dan Usia PAUD Aldo Anugrah Dilandes; Risky Syahputra; Oktarifaldi Oktarifaldi; Lucy Pratama Putri; Syahrial Bakhtiar
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpji.v18i1.48464

Abstract

Keterampilan gerak dasar penting untuk diajarkan pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), karena keterampilan gerak dasar tidak dapat berkembang secara alami seiring dengan bertambahkan usia. Salah satunya adalah kemampuan objek kontrol. Namun, kenyataanya guru belum memilki kemampuan yang memadai untuk memberikan pengajaran keterampilan gerak dasar. Berdasarkan kondisi ini, perlu diketahui sejauh mana level kemampuan objek kontrol anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level kemampuan objek kontrol anak PAUD berdasarkan usia dan jenis kelamin. Jenis penelitian ini adalah komparasi (perbandingan) dengan jumlah sampel sebanyak 48 orang yang didasarkan pada pertimbangan tertentu. Data level kemampuan objek kontrol didapatkan melalui sub tes TGMD-2 yang terdiri dari menangkap (catch), melempar (throw), menendang (kick) dan memukul bola (strike). Data dianalisis menggunakan teknik analisis varian (ANAVA). Hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan level kemampuan objek kontrol antara anak laki-laki dan perempuan dengan nilai Sig 0.000 0.05. 2) Terdapat perbedaan level kemampuan objek kontrol antara usia 6 dan 5 tahun dengan nilai Sig 0.019 0.05. 3) Terdapat interaksi antara usia dengan jenis kelamin terhadap level kemampuan objek kontrol dengan nilai Sig 0.019 0.05. Abstract: Fundamental motor skills (FMS) are crucial one to be taught in early years including Early Childhood Education (ECE), because basic movement skills cannot develop naturally with age. One of them is the ability of the control object. However, preliminary research shows that teachers are not qualified yet to teach FMS. Because of that, it is necessary to know the extent of the children control object ability. This study aims to determine the level of object control of ECE children based on age and gender in the City of Payakumbuh. This study is a comparison with a sample of 48 children based on certain considerations. Data of control object ability level was obtained through TGMD-2 sub-test comprising of catching, throwing, kicking and hitting the ball. Data was analyzed using analysis of variance (ANAVA) technique. The results of the study showed that: 1) There was a difference in the level of control object ability between male and female students with a Sig value of 0.000 0.05. 2) There was a difference in the level of ability of the control object between the ages of 6 and 5 years with a Sig value of 0.019 0.05. 3) There was an interaction between age and gender on the ability level of the control object with a Sig value of 0.019 0.05.
Establishing of Identification System in Pencak Silat: Coaches Perspective on Physical Performance Contribution Risky Syahputra; Syahrial Bakhtiar; Lucy Pratama Putri; Oktarifaldi Oktarifaldi; Romi Mardela
Halaman Olahraga Nusantara : Jurnal Ilmu Keolahragaan Vol 5, No 2 (2022): Halaman Olahraga Nusantara : Jurnal Ilmu Keolahragaan
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.672 KB) | DOI: 10.31851/hon.v5i2.7939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan tentang pentingnya kemampuan fisik yang ideal bagi atlet pencak silat. Data diperoleh melalui survei dengan menggunakan instrumen tes persepsi pelatih (I Need) yang terdiri dari 10 pertanyaan tentang kontribusi masing-masing item terhadap kemampuan atlet pencak silat profesional. Responden penelitian ini adalah 174 pelatih pencak silat berkualitas baik di tingkat nasional maupun internasional yang tersebar di 25 provinsi di Indonesia. Analisis data dengan menggunakan pendekatan statistik persentase.Berdasarkan hasil penelitian, (1) 86,78% responden menjawab daya tahan sangat diperlukan, (2) 81,61% responden menjawab perlu kekuatan, (3) 86,78% responden menjawab fleksibilitas sangat diperlukan, (4) 77,01% lari kecepatan diperlukan, (5) 88,51% responden menjawab bahwa kelincahan sangat diperlukan, (6) 84,48% responden menjawab perlu ketepatan inti, (7) 85,63% responden menjawab bahwa keseimbangan sangat diperlukan, (8) 55, 17% responden menjawab cukup perlu, (9) responden menjawab 74,12% tidak perlu mendaki, (10) 67,24% responden menjawab tidak perlu gantung. Berdasarkan indikator yang dijawab oleh responden, kemampuan fisik pertama yang dibutuhkan adalah kelincahan, daya tahan, kelenturan, dan keseimbangan. Sedangkan yang tidak diperlukan adalah panjat tebing dan gantung.(9) responden menjawab 74,12% tidak perlu mendaki, (10) 67,24% responden menjawab tidak perlu gantung. Berdasarkan indikator yang dijawab oleh responden, kemampuan fisik pertama yang dibutuhkan adalah kelincahan, daya tahan, kelenturan, dan keseimbangan. Sedangkan yang tidak diperlukan adalah panjat tebing dan gantung. (9) responden menjawab 74,12% tidak perlu mendaki, (10) 67,24% responden menjawab tidak perlu gantung. Berdasarkan indikator yang dijawab oleh responden, kemampuan fisik pertama yang dibutuhkan adalah kelincahan, daya tahan, kelenturan, dan keseimbangan. Sedangkan yang tidak diperlukan adalah panjat tebing dan gantung.
A Study of Sports Talent (Characteristics of Elite and Non-Elite Junior Tennis Athletes in Jambi City Based on Gender) Nadia Nadia; Syahrial Bakhtiar; Oktarifaldi Oktarifaldi; Risky Syahputra; Lucy Pratama Putri
Halaman Olahraga Nusantara : Jurnal Ilmu Keolahragaan Vol. 6 No. 2 (2023): Halaman Olahraga Nusantara (Jurnal Ilmu Keolahragaan)
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The biomotor skills held by junior tennis players in Jambi City were unknown at the time this research was done. Based on specific factors, this sort of research compares (compares) the results of 48 participants in a total sample. The anthropometry (height and weight), motion coordination (balance beam, jumping sideways, moving sideways, endurance shuttle run, and eye-hand coordination) and physical talents of junior tennis players were measured in order to determine their biomotor skills (shoulder rotation, sit and reach, standing broad jump, curl-ups, knee push-ups, 10x5m shuttle run and endurance shuttle run). Two-way analysis of variance (ANOVA) was used to assess the data with a 2x2 factorial design. The study that was carried out by the researchers produced the following findings: (1) In Jambi City, there were variations in the biomotor skills of elite and non-elite junior tennis players with a Sig value of 0.044 0.05. (2) There were biomotor differences between junior tennis players that were male and female with values Sig 0.000 0.05. (3) The athlete group and gender have an interaction on biomotor skills with a Sig value of 0.020 0.05.