Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP MINAT IBU DALAM PIJAT BAYI DI BPM BIDAN IDA LAILA KOTA BENGKULU RONALEN BR. SITUMORANG; YESI PUTRI
Journal Of Midwifery Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jm.v11i1.4439

Abstract

Pijat bayi secara tradisional lebih dahulu dikenal oleh masyarakat Indonesia dibandingkan dengan pijat bayi berdasarkan penelitian medis (Martin, dalam Uswatun, 2017). Di Indonesia cukup banyak bayi yang mengalami masalah gangguan tidur, yaitu sekitar 44,2% bayi mengalami gangguan tidur seperti sering terbangun di malam hari. Pijat bayi sudah lama dikenal dimasyarakat kita, namun masih banyak masyarakat kita yang belum mengerti dan belum mengetahui manfaat dari pada pijat bayi. Terapi pijat pada anak dan orang dewasa sudah berlangsung lama termasuk pijat pada bayi secara tradisional. Tujuan penelitian ini adakah untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Minat Ibu Dalam Pijat Bayi di BPM Bidan Ida Laila Kota Bengkulu. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi 1-12 bulan berjumlah 30 orang. Sampel dalam penelitian menggunakan metode total sampling. Hasil penelitian ini adalah Data hasil penelitian ini dapat digunakan dengan menggunakan SPSS statistics 25 dengan uji chi square dengan menunjukkan nilai signifikasi ρ=0,010 <α (0,05). Jadi dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan sikap dengan minat ibu dalam pijat bayi. Hasil uji chi square dengan menunjukkan nilai signifikasi ρ=0,007 <α (0,05). Jadi dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dengan minat ibu dalam pijat bayi di BPM Bidan Ida Laina di kota Bengkulu. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan pengetahuan dan sikap dengan minat ibu dalam pijat bayi di BPM Bidan Ida Laina di Kota Bengkulu tahun 2021. Hasil penelitin ini dapat Menambah sumber kepustakaan tentang materi Pengetahuan dan Sikap Ibu terhadap Minat Ibu dalam Pijat bayi serta sebagai referensi, masukan atau acuan informasi dalam mengembangkan penelitian dengan variabel-variabel yang lain dan metode penelitian yang berbeda.
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA, TEMAN SEBAYA, DAN KONSEP DIRI TERHADAP PERILAKU SEXTING PADA REMAJA DI SMA NEGERI X JAKARTA SELATAN TAUFIANIE ROSSITA; YATRI HILINTI; YESI PUTRI
Journal Of Midwifery Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jm.v11i1.4441

Abstract

Sexting merupakan salah satu penyimpangan seksual yang membuat, menerima ataupun mengirim foto atau video yang berkonten pornografi yang sering dilakukan oleh remaja karena adanya dorongan yang kuat untuk melakukannya yang dipengaruhi oleh pola asuh orang tua, teman sebaya dan konsep diri karena ketagihan oleh hal-hal yang berkonten porno. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh pola asuh orang tua, teman sebaya, dan konsep diri terhadap perilaku sexting pada remaja di sma negeri X jakarta selatan. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 90 remaja sebagai responden. Metode analisis menggunakan SmartPLS 2.0 dan SPSS 18. Hasil penelitian menunjukkan variabel Perilaku sexting pada remaja dipengaruhi langsung pola asuh orang tua 7,31,teman sebaya 19,26%, konsep diri 13,08%. Total pengaruh langsung dan tidak langsung perilaku sexting adalah sebesar 83,34%. Dengan demikian ditarik kesimpulan bahwa semakin besar pengaaruh teman sebaya yang didapat remaja maka semakin besar pula perilaku remaja untuk melakukan sexting dan sebaliknya semakin rendah sumber informasi yang didapat remaja maka semakin rendah pula perilaku sexting yang dilakukan. Saran peneliti adalah remaja dapat mengendalikan dirinya dari pengaruh teman yang tidak baik, menjauhi diri dari keterpaparan media massa yang berkonten pornografi, hal tersebut juga membutuhkan pengawasan dari orang tua dan guru.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERAN SUAMI DENGAN PELAKSANAAN PIJIT ENDORPHIN PADA IBU PASCA PERSALINAN DI BPM “J” BENGKULU YESI PUTRI; LEZI YOVITA SARI; TAUFIANIE ROSSITA
Journal Of Midwifery Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jm.v11i1.4443

Abstract

Pengetahuan manusia didasari oleh rasa ingin tahu, usaha dalam mencari tahu, dan dari pengalaman yang dimilik. Dalam kaitannya dengan pemeliharaan kesehatan, individu merespon perilaku lingkungan, perilaku kesehatan untuk dirinya sendiri. Munculnya endorfin dalam tubuh bisa dipicu melalui berbagai kegiatan, seperti pernafasan yang dalam, relaksasi dan mediasi. Sensasi relaksasi pada ibu disarankan melalui: terapi pijat, akupunktur, yoga, olahraga, relaksasi, hipnosis, music terapi dan aromaterapi. Melalui peningkatan peran suami pada masa nifas dalam memberikan pijat endorphin lembut penuh cinta, dapat membantmnu merangsang produksi hormone endorphin yang dapat membantu mengendalikan perasaan stress, melepaskan perasaan tidak nyaman setelah proses persalinan, meningkatkan relaksasi otot, melepaskan perasaan tidak nyaman dan meningkatkan system kekebalan tubuh sehingga dapat mencegah masalah psikologis selama masa postpartum. Tujuan Penelitian : Hubungan Pengetahuan Dan Peran Suami Dengan Pelaksanaan Pijit Endorphin Pada Ibu Pasca Persalinan di BPM “J” Bengkulu. Desain Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik yang digunakan adalah pendekatan Cross Sectional. Hasil Penelitian: Hasil Penelitian berdasarkan Chi-Square Test, hubungan pengetahuan dengan pelaksanaan pijit endorphin pada ibu pasca persalinan diperoleh p=0.001, dan hubungan peran suami dengan pelaksanaan pijit endorphin pada ibu pasca persalinan diperoleh p=0,000. Kesimpulan: Terdapat Hubungan pengetahuan dan peran suami dengan pelaksanaan pijit endorphin pada pasca persalinan di BPM “J” Bengkulu.
The Relationship Knowledge and Family Support With Pregnant Women's Class Participation Liya Lugita Sari; Taufianie Rosita; Yesi Putri
JURNAL KEBIDANAN KESTRA (JKK) Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Kebidanan Kestra (JKK)
Publisher : Fakultas Kebidanan Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkk.v6i1.1912

Abstract

Knowledge is a motivating factor for someone to change their behavior. If a pregnant woman knows about a class for pregnant women, it is likely that they will take the class. Family support is also very influential in determining a mother's health behavior. Pregnant women follow the advice given by their families. This study aims to identify the relationship between family knowledge and family support and the involvement of pregnant women in classes in the work area of the Manna City Health Center, South Bengkulu Regency. Analytical use as a cross-sectional research design This research involved 45 samples from all pregnant women in their third trimester in the Manna City Health Center work area, South Bengkulu Regency, from October to November 2022. Data analysis used univariate and bivariate analysis and the chi-square test. The results obtained were mostly with insufficient knowledge (42.2%), with families who were not supportive (62.2%) and who did not regularly attend classes for pregnant women (51.1%). The results of the chi-square test for the knowledge variable show that the calculated ?2 value (6.72) > ?2 table (5.491) and the value ?(0.035) <?(0.05), and for the family support variable, the calculated ?2 value (6.63) > ?2 table (3.481) is obtained. and the value ?(0.010)<?(0.05). This research concludes that there is a relationship between knowledge, family support, and class participation for pregnant women. It is recommended that midwives be more active in disseminating information about the pregnant mother class program to pregnant women and to husbands, partners, and families.
Hubungan Kelompok Umur dan Peran Suami dengan Tingkat Depresi pada ibu Postpartum Yesi Putri; Dilfera Hermiyati; Rafika Ramlis
Journal Of Midwifery And Nursing Studies Vol. 3 No. 2 (2021): Edisi November 2021
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v3i2.70

Abstract

Depression is a mood disorder which is characterized by deep and continuous moodiness and sadness so that the enthusiasm for life is lost, there is no disturbance in assessing reality (Reality Testing Ability), the personality remains intact (splitting of personality) behavior can be disturbed but within limits. normal limit. Post partum is the separation of the placenta from the uterine wall, so the mother will experience changes according to the amount of hormones, so the mother needs time to adjust. The purpose of this study was to determine the factors associated with the level of depression in post partum patients at BPM Jumita, SST, M.Kes. This type of research is an Analytical Survey with a Cross Cestional Syudy research design and a test design using the Chi Square test with a maximum error value of a 0.05. The sample consisted of 25 respondents who were taken from mothers during the Post Partum period. Sampling method using Total Sampling. Sources of data in this study using primary data derived from interviews using questionnaires and for measuring depression in postpartum mothers using the EPDS questionnaire (Edenburgh Postpartum Depression Scale) with the provision that if the stress level of postpartum mothers is mild depression is 2-7, the stress level is moderate depression. 8-10, depression stress level Major depression >10. The results of data analysis showed that there was a relationship between the age group and the level of depression in postpartum mothers with p value = 0.001. There is a relationship between the role of the husband and the level of depression in post partum patients with p value = 0.000.