Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potensi Sampah Organik Sebagai Media Tumbuh Maggot BSF (Hermetia illucens) Dwi Kusuma Purnamasari; Bq Julia M. Ariyanti; Syamsuhaidi Syamsuhaidi; Sumiati Sumiati; Erwan Erwan
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI)
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v7i2.96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan dan kualitas nutrisi dari berbagai media sampah organik yang berpotensi sebagai media tumbuh maggot lalat Black Soldier (BSF). Penelitian melalui 2 tahapan metode yaitu tahap pertama inventarisasi ketersediaan sampah organik rumah tangga, pasar, dan peternakan ayam di Kota Mataram, dan tahap kedua yaitu analisis kandungan nutrisi sampah organik. Variabel yang diamati yaitu tingkat ketersedian sampah organik per hari dan kualitas nutrisi berbagai sampah organik yang meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, dan kadar serat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan tingkat ketersediaan sampah organik per hari didapatkan produksi sampah Kota Mataram yang bersumber dari sampah rumah tangga, pasar, dan peternakan ayam berjumlah 181.976 kg sampah per hari, dimana proporsi sampah rumah tangga sebesar 85,23%, sampah peternakan ayam 10,59%, dan sampah pasar sebesar 4,18%. Kandungan nutrisi masing-masing sampah organik mengandung protein kasar yang tinggi yaitu sampah rumah tangga sebesar 13,10%, sampah pasar sebesar 15,95% dan tertinggi pada sampah peternakan ayam petelur sebesar 18,64%. Namun kadar air sampah organik rumah tangga dan pasar adalah tinggi yaitu 82.07% dan 88.30%, dimana kadar air media yang ideal untuk pertumbuhan maggot adalah 70-80%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sampah organik berpotensi untuk dijadikan sebagai media tumbuh dari maggot BSF berdasarkan ketersediaan sampah organik perharinya yang tinggi dan kandungan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan maggot.
Productivity and Feed of Laying Hens by Efficient Use of Concentrates: Ayam ras Petelur Dwi Kusuma Purnamasari; Syamsuhaidi Syamsuhaidi; Sumiati Sumiati; Gempa Maulana Aji Alfian
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI)
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v8i2.145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula konsentrat yang tepat dan efisien untuk menghasilkan produktivitas ayam petelur yang maksimal. Metode penelitian adalah action research di lokasi peternakan ayam petelur dengan membandingkan formula pakan yang diterapkan peternak dengan formula pakan yang disusun sesuai kebutuhan. Penelitian menggunakan ayam ras petelur usia 21 minggu jenis Lohman Brown sebanyak 75 ekor. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap pola satu arah dengan tiga jenis formulasi pakan yang berbeda yaitu P1 (jagung 33,3%+dedak padi 16,7%+konsentrat layer 50%), P2 (jagung 36%+dedak padi 26%+konsentrat layer 38%) dan P3 (jagung 42%+dedak padi 24,5%+konsentrat layer 33,5%). Parameter yang diamati adalah konsumsi pakan, produksi telur per hari (HDP), bobot telur, FCR dan biaya pakan. Analisis data menggunakan Analisis Varians (ANOVA) dan Uji Lanjut Jarak Berganda Duncan’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan mengurangi level konsentrat pada pakan sebanyak 16% dari yang biasa diterapkan oleh peternak, menghasilkan produksi telur, bobot telur, dan FCR yang berbeda tidak nyata (p>0,05), namun biaya pakan yang dikeluarkan lebih rendah berkisar Rp. 68,02-84,12 per ekor per hari. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dengan mengefisienkan penggunaan konsentrat dan pakan disusun sesuai kebutuhan menghasilkan produktivitas yang sama namun lebih efisien dibandingkan formula pakan peternak. Kata Kunci : Konsumsi Pakan, Produksi Telur, Bobot Telur, FCR, Biaya Pakan.