Taufiq Taufiq
STMIK Banjarbaru

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Penerapan Metode Smoothing Untuk Peramalan Penghasilan Retribusi Toko Muhammad Abduh Jadid; Taufiq Taufiq; Rustati Rahmi
Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Vol 11, No 1: Pebruari 2015
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.066 KB) | DOI: 10.35889/progresif.v11i1.35

Abstract

Salah satu tugas Dinas Pengelolaan Pasar Kabupaten Tapin Rantau adalah melakukan retribusi sewa toko yang hasilnya akan menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di dalam pelaksanaannya pendapatan retribusi sewa toko dengan target retribusi yang sudah ditetapkan selalu tidak mencapai targetnya. Karena pendapatan retribusi sewa toko selalu mengalami naikdan turun tidak tetap maka dibutuhkan sebuah aplikasi untuk mengontrol dan memantau pencapaian pendapatan retribusi sewa toko secara berkala. Dibutuhkan sebuah metode peramalan untuk mengetahui pencapaian pendapatan retribusi sewa toko secara berkala. Metode single exponential smoothing adalah salah satu metode peramalan yang seringdigunakan untuk meramalkan data secara berkala dalam jangka waktu pendek. Dengan menggunakan metode single exponential smoothing didalam sistem maka akan menghasilkan akurasi yang lebih akurat daripada tidak menggunakan sistem. Dengan uji akurasi dengan menggunakan sistem 80% dan tidak menggunkan sistem 20%.Kata Kunci : Retribusi, Peramalan, Single Exponential Smoothing.
Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Tanaman Kakao Dengan Metode Breadth First Search Gea Ayu Rianty; Taufiq Taufiq
Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Vol 12, No 1: Pebruari 2016
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.116 KB) | DOI: 10.35889/progresif.v12i1.171

Abstract

AbstrakKakao merupakan salah satu tanaman hasil perkebunan yang memiliki nilai ekonomis tinggi selain itu juga dapat memberikan kontribusi yang besar sehingga dapat meningkatkan sumber devisa di Indonesia. Pada tahun 2010 Indonesia berhasil menduduki posisi nomor tiga setelah Ghana dan Pantai Gading sebagai penghasil kakao terbesar di dunia. Namun jumlah produksi kakao di Kalimantan Selatan mengalami penurunan yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan petani dalam merawat dan membudidayakannya. Hal itulah yang melatarbelakangi  dalam penelitian ini, dimana sistem pakar ini menggunakan metode Forward Chaining sebagai metode pencarian melalui gejala yang sudah dimasukkan disertai Breadth First Search (BFS) sebagai algoritma pelacakan setiap rule yang sudah ditetapkan. Sehingga  dapat menghasilkan sebuah sistem pakar diagnosa tanaman kakao yang tepat untuk para petani. Berdasarkan hasil uji pretest keakuratan petani dalam mendiagnosa adalah sebesar 11% sedangkan setelah menggunakan sistem (posttest) hasil keakurasian dalam mendiagnosa adalah sebesar 100%.Kata kunci: Sistem Pakar, Breadth First Search, Kakao AbstractCocoa is one of estate crops that have high economic value but it also can make a substantial contribution, thereby increasing source of income in Indonesia. In 2010, Indonesia managed to position number three after Ghana and Ivory Coast as the world's largest cocoa producer. But the amount of cocoa production in South Kalimantan decline caused by a lack of knowledge of farmers in caring for and cultivate them. That is the background of this research, which this expert system uses forward chaining method as a method of searching through the symptoms that have been inserted along Breadth First Search (BFS) as a tracking algorithm every rule that has been set. So as to produce a cocoa plant diagnosis expert system is right for the farmers. Based on the test results pretest accuracy in diagnosing farmers was 11%, while after using the system (posttest) accuracy in diagnosing result is at 100%.Keywords: Expert System, Breadth First Search, Cocoa
Pemilihan Pemenang Lomba Habsyi Dengan Metode Simple Additive Weighting Ahmad Rifa’i; Taufiq Taufiq
Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Vol 12, No 2: Agustus 2016
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.157 KB) | DOI: 10.35889/progresif.v12i2.188

Abstract

ABSTRAKMetode Simple Additive Weighting (SAW) merupakan salah satu model yang dapat digunakan pada proses pengambilan keputusan dan sering juga dikenal dengan istilah metode penjumlahan terbobot, salah satunya dalam penilaian Lomba Maulid Habsyi Puteri. Dalam penelitian ini, metode SAW digunakan untuk mencari nilai tertinggi dari setiap instrumen (kriteria) berdasarkan bobot yang sudah ditentukan.Adapun beberapa kriteria penilaian untuk menentukan peserta habsyi terbaik yaitu Vokal, lagu, koor, mawal, instrumen, ramal, penghayatan, harmonisasi, dinamika, dan aransir suara. Dari instrumen tersebut didapatkan hasil berupa urutan (ranking) berdasarkan nilai tertinggi.Pemilihan pemenang lomba habsyi puteri dengan metode simple additive weighting dalam penelitian ini berdasarkan 40 data kajian permasalahan yang diambil pada tahun 2014, metode SAW hanya mampu memperbaiki 7 data (17,50%).Kata kunci : Simple Additive Weighting, Pemilihan Pemenang, Lomba Maulid Habsyi  ABSTRACTSimple Additive weighting method (SAW) is one model that can be used in the decision-making process and often also known as a weighted summation method, one of them in the assessment of Maulid Habsyi Women Contest. In this study, SAW method used to find the highest value of each instrument (criteria) based on the weight of the already determined.As for some of the assessment criteria for determining the best habsyi participants are vocal, song, choir, mawal, instruments, forecaster, appreciation, harmony, dynamics, and aransir sound. Of these instruments is obtained in the form of the order (ranking) is based on the highest value.Selection of winners Habsyi women with a simple additive weighting method in this study is based on 40 studies problems of data taken in 2014, method SAW only capable of repairing 7 data (17,50%).Keyword: Simple Additive Weighting, Selection of winners, Competition Maulid Habsyi
Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Tanaman Semangka Menggunakan Metode Dempster Shafer Berbasis Web Mugirahayu Handayani; Taufiq Taufiq; Soegiarto Soegiarto
Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Vol 12, No 1: Pebruari 2016
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.409 KB) | DOI: 10.35889/progresif.v12i1.163

Abstract

AbstrakTanaman semangka (Citrullus vulgaris, golongan ketimun atau Cucurbitaceae) adalah tanaman merambat yang berasal dari daerah setengah gurun di Afrika bagian Selatan. Musim kemarau merupakan musim yang paling tepat untuk menghasilkan produksi optimal karena pada musim ini dapat menghasilkan buah semangka dengan rasa yang manis.Penanganan semangka ternyata tidak mudah, setiap pelaku usaha yang menanam jenis buah semusim ini selalu menemui hambatan, berupa serangan penyakit. Dalam hal ini untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan penanggulangan dan pengobatan secara dini agar segera ditanggulangi maka dibangun suatu sistem yang dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut berupa sistem pakar menggunakan metode Dempster Shafer dimana nilai densitas tiap gejala diperoleh dari pakar.            hasil uji metode Dempster Shafer menunjukkan akurasi kiner sebesar 86%, dari total 21 data yang diuji. Kata Kunci : Tanaman Semangka, Sistem Pakar, Dempster Shafer. Abstract             Watermelon plants (Citrullus vulgaris, class cucumber or Cucurbitaceae) is a vine plant that comes from semi-desert regions of southern Africa. The dry season is the most appropriate season to generate optimal production because of the season can produce watermelon fruit with a sweet taste.Handling watermelon was not easy, every business who grow these types of seasonal fruit are always obstacles, in the form of disease. In this case to facilitate the public in making prevention and early treatment in order to be addressed then built a system that can help solve these problems in the form of an expert system using Dempster Shafer method in which each symptom density values obtained from experts.Based on the test results, Dempster Shafer test results to 86% accuracy, for 21 data test. Keyword : Watermelon plants, Expert System, Dempster Shafer.
Model Aplikasi Pemetaan Kompetensi Pegawai PT PLN Wilayah Kalimantan Selatan Dan Tengah Doddy Perdana Putera; Taufiq Taufiq
Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Vol 11, No 2: Agustus 2015
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.841 KB) | DOI: 10.35889/progresif.v11i2.199

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan pendalaman Focus Group Discussion (FGD) ditemukan bahwa pegawai tidak memahami peta kompetensi, manajemen memilih pegawai untuk menduduki jabatan struktural lebih karena berdasarkan usulan unit dan kesesuaian grade, dan regenerasi jabatan struktural tidak ada karena belum ada program pengembangan pegawai secara terstruktur. Ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola SDM di PLN Kalselteng untuk menanggulangi permasalahan dalam rangka promosi menduduki jabatan structural di lingkungan PLN Kalselteng. Berdasarkan analisa akar masalah menggunakan metode Root Cause Problem Solving (RCPS), penulis mengusulkan beberapa alternatif solusi dan yang utama adalah melalui program Talent Pool Management. Program ini memfokuskan pada pemetaan kompetensi pegawai, dimana outputnya adalah metriks peta kompetensi pegawai, dan melakukan program pengembangan sesuai peta kompetensi pegawai. Melalui program ini, diharapkan system promosi di PLN Kalselteng akan berjalan jauh lebih efektif.Kata Kunci : Sistem Informasi,  Pengolahan Data, Kompetensi Pegawai ABSTRACTBased on the Focus Group Disscussio  (FGD) is found that the employyes do not understand  the competence map., management chose employees for structural position based on the units' suggestion, suitability grade And regeneration structural position does not exist because there is no employee development program. It would be a challange for human resource managers in PT PLN South Kalimantan and Centeal Kalimantan to solve the problems in order to promote structural position in PT PLN South Kalimantan and Centeal Kalimantan. Based on root analysis problem using root cause problem solving (rcps), the author suggests several alternative solutions which one is throughthe talent pool management program. This program focuses on employee competency mapping where the output is employee competence metric map, and comduct the program in accordance to employee competence development map. Through this program, author hopes the promotion system in PT PLN South Kalimantan and Centeal Kalimantan will run more effectively.Keywords: Information System, Data Processing, Competency employee
Implementasi Metode Certainty Factor Dalam Diagnosa Dini Penyakit Hipertensi Taufiq Taufiq; Yulia Yudihartanti
Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Vol 18, No 2: Agustus 2022
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.754 KB) | DOI: 10.35889/progresif.v18i2.942

Abstract

Many people with hypertension do not know the early symptoms of the disease they are suffering from because of a lack of knowledge about the disease. It takes a tool to provide information to the public about the disease of hypertension in order to do early prevention. This study develops an expert system that can be used to diagnose hypertension. The reasoning method used by the expert system is Certainty Factor (CF), where CF or certainty factor is useful for overcoming uncertainty in determining diseases that have the same symptoms (evidence). In CF there is also the concept of Measures of Belief (MB) or a measure of trust and Measures of Disbelief (MD) or a measure of distrust. The system model is poured in the form of a Web-based Expert System application, which was developed using the PHP programming language. Testing the accuracy of the CF method is done by comparing the results of CF-based diagnoses with the results of diagnoses by experts on hypertension. The test results on 15 data samples showed that the accuracy of diagnosing the CF method reached 93%.Keywords: Expert System; Hypertension Disease; Certainty FactorAbstrak. Banyak penderita penyakit Hipertensi tidak mengetahui gejala awal penyakit yang diderita karena kurangnya pengetahuan mengenai penyakit tersebut. Dibutuhkan suatu alat bantu untuk memberi informasi kepada masyarakat mengenai penyakit Hipertensi tersebut agar dapat melakukan pencegahan dini. Penelitian ini mengembangkan Sistem Pakar yang dapat digunakan untuk mendiagnosa penyakit Hipertensi. Metode penalaran yang digunakan oleh sistem pakar adalah Certainty Factor (CF), dimana  CF atau faktor kepastian berguna untuk mengatasi ketidakpastian dalam menentukan penyakit yang mempunyai gejala (evidence) yang sama. Dalam CF juga terdapat konsep Measures of Belief (MB) atau ukuran kepercayaan dan Measures of Disbelief (MD) atau ukuran ketidakpercayaan. Model sistem dituangkan dalam bentuk aplikasi Sistem Pakar berbasis Web, yang dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman PHP. Pengujian akurasi metode CF dilakukan dengan membandingkan hasil diagnosa berbasis CF terhadap hasil diagnosa oleh pakar penyakit Hipertensi. Hasil pengujian terhadap 15 sampel data menunjukkan ketepatan mendignosa metode CF mencapai 93%.Kata Kunci: Sistem Pakar; Penyakit Hipertensi; Certainty Factor
Penerapan Model Analytical Hierarchy Process Untuk Pemilihan Perusahaan Jasa Ekspedisi Yulia Yudihartanti; Taufiq Taufiq; Ruliah Ruliah
Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Vol 19, No 1: Februari 2023
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/progresif.v19i1.1128

Abstract

Goods delivery services are much needed during restrictions on people's mobility. Conditions like this have aroused entrepreneurs to pursue a freight forwarding service business, so that many shipping forwarding service businesses have emerged. This causes people to have difficulty determining freight forwarding services that suit their needs. This study uses the AHP (Analytical Hierarchy Process) method for the selection of freight forwarding services in the freight forwarding services business in the city of Banjarbaru. The criteria used are strategic location, speed, delivery guarantee and postage. After going through several stages in applying the AHP method for the selection of freight forwarding services, a conformity value of 60% was obtained, so it can be concluded that this application can be an alternative in helping and facilitating consumers to choose the appropriate expedition services according to their needs.Keywords: Expedition services; Delivery of goods; Analytical Hierarchy Process AbstrakJasa layanan pengiriman barang banyak dibutuhkan pada masa pembatasan mobilitas masyarakat.  Kondisi seperti ini yang membangkitkan para pengusaha untuk menekuni usaha jasa ekspedisi pengiriman barang, sehingga banyak muncul usaha jasa ekspedisi pengiriman. Hal ini menyebabkan masyarakat kesulitan menentukan jasa ekspedisi pengiriman barang yang sesuai dengan kebutuhannya. Penelitian ini menggunakan metode AHP (Analytical Hierarcy Process) untuk pemilihan jasa ekspedisi pengiriman barang pada usaha jasa ekspedisi pengiriman barang di kota Banjarbaru. Kriteria yang digunakan adalah lokasi strategis, kecepatan, garansi kirim dan ongkos kirim. Setelah melewati beberapa tahapan dalam penerapan metode AHP untuk pemilihan jasa ekspedisi barang ini, diperoleh nilai kesesuaian sebesar 60%, sehingga dapat disimpulkan bahwa aplikasi ini dapat menjadi alternatif dalam membantu dan memudahkan para konsumen untuk memilih jasa ekspedisi yang sesuai dengan kebutuhan.Kata kunci: Jasa ekpedisi; Pengiriman barang; Analytical Hierarcy Process
Rancangan Aplikasi Penilaian Kinerja Dosen Dan Karyawan STMIK Banjarbaru Yulia Yudihartanti; Ahmad Pahdi; Taufiq Taufiq; Nidia Rosmawanti
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 12, No 2: Agustus 2023
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/jutisi.v12i2.1446

Abstract

The presence application used at STMIK Banjarbaru has shown its performance for quantitative assessment of lecturers, namely based on the number and status of attendance such as WFO or WFH. This attendance application cannot be used to assess the quality of lecturers and employees, especially those related to the quality of work that has been done, such as suitability of work with job descriptions or job descriptions. Thus, it is necessary to develop existing attendance applications by adding features that can be used for evaluating the performance of lecturers and employees in quality. The feature that will be added is a feature where lecturers and employees can input the routine work that the employee does every day. The method used for the assessment is to compare the jobs written with the job descriptions that have been provided. After knowing the comparison, the staffing section can provide an assessment of the suitability of the work that has been done by the employee and the quality of his performance. Quality assessment results if the jobs entered are in accordance with the job description.Keywords: Performance appraisal; Job description; Lecturers and employees AbstrakAplikasi presensi yang digunakan di STMIK Banjarbaru sudah menunjukkan kinerjanya untuk penilaian dosen secara kuantitas, yaitu berdasarkan jumlah dan status kehadiran seperti WFO atau WFH. Aplikasi presensi ini belum bisa digunakan untuk melakukan penilaian dosen dan karyawan secara kualitas terutama yang berhubungan dengan kualitas pekerjaan yang telah dilakukan, seperti kesesuaian pekerjaan dengan job description atau deskripsi pekerjaan. Dengan demikian diperlukan pengembangan terhadap aplikasi presensi yang ada dengan menambahkan fitur-fitur yang dapat digunakan untuk penilaian kinerja dosen dan karyawan secara kualitas. Fitur yang akan ditambahkan adalah fitur dimana dosen dan karyawan dapat menginputkan pekerjaan rutin yang dilakukan pegawai tersebut setiap hari. Metode yang dilakukan untuk penilaian adalah dengan membandingkan antara pekerjaan yang dituliskan dengan job description yang telah disediakan. Setelah mengetahui perbandingannya bagian kepegawaian dapat memberikan penilaian kesesuaian pekerjaan yang telah dilakukan pegawai tersebut dan kualitas kinerjanya. Hasil penilaian berkualitas jika pekerjaan yang diinputkan sesuai dengan job description.