Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Penerapan Metode Naive Bayes Untuk Penilaian Ujian Kenaikan Tingkat Olahraga Karate Rizky Kausar; Asep Budiman Kusdinar; Iwan Rizal Setiawan
Jurnal Teknik Informatika UNIKA Santo Thomas Vol 7 No. 2 : Tahun 2022
Publisher : LPPM UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karate merupakan olahraga bela diri dengan gerakan gabungan tangan dan kaki yang digerakan secara berurutan. Dalam olahraga ini ada ujian kenaikan tingkat dimana ujian ini terdapat beberapa tingkatan. Dalam proses penilaiannya menggunakan proses perhitungan dengan formulir kertas yang konvensional, sehingga memakan waktu perhitungan yang kurang akurat. Penelitian ini dilakukan untuk membantu mengklasifikasikan penilian dan penentuan lulus tidak nya hasil dari ujian yang telah di nilai oleh panitia. Dengan menggunakan metode Naive Bayes. Metode Naive Bayes ini digunakan dalam mengklasifikasikan perhitungan nilai yang kurang akurat dalam hasil yang diperoleh. Dimana proses perhitungannya adalah probabilitas teorema bayesian dengan asumsi bahwa setiap variabel atau parameter penentuan yang bersifat bebas sehingga keberadaan setiap variabel tidak ada kaitannya dengan keberadaan atribut yang lain. Metode ini juga terbukti memiliki akurasi dan kecepatan yang tinggi saat diaplikasikan kedalam database dengan data yang besar. Hasil penelitian ini menghasilkan website yang dapat membantu penilaian ujian kenaikan tingkat sabuk karate dengan mengklasifikasikan hasil penilian ujian dimana didapatkan dengan hasil nilai P(C0|X) = 0,008288 sedangkan nilai P(C1|X) = 0,18414. Berdasarkan nilai tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa P(C0|X) < P(C1|X). maka data uji tersebut diklasifikasikan kedalam kelas Rekomendasi Ya untuk penilaian ujian kenaikan tingkat sabuk karate.
Implementasi Metode Analytical Hierarchy Process untuk Menentukan Jenis Mobil Toyota Mauludin, Muhammad Yunus; Kusdinar, Asep Budiman; Lelah , Lelah
Jurnal Teknik Informatika UNIKA Santo Thomas Vol 7 No. 2 : Tahun 2022
Publisher : LPPM UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The community's need for four-wheeled vehicles to help move from one place to another continues to grow rapidly. Everyone has different desires for the type of car they want to have. Different types of cars have different features. When it comes to owning a car, there are many factors to consider before buying a car and it can confuse a person about the various options available. This is the background behind the construction of a decision support system (DSS) for cars, namely the decision system to choose Toyota vehicles. The most obvious impact of the above environmental factors that can influence voters is ambiguity in car buying decisions. Based on these problems, a car purchase decision support system has been developed so that prospective car buyers can make decisions to choose a car more easily and quickly. The method used to build a decision support system is the Analytical Hierarchy Process (AHP).
Implementasi Gamifikasi Untuk Meningkatkan Keterampilan Bahasa Sunda Melalui Aplikasi Android dengan Extreme Programming Prajoko; Al-Fachri, M Herdi; Asep Budiman Kusdinar
Journal of Informatics Management and Information Technology Vol. 5 No. 3 (2025): July 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jimat.v5i3.671

Abstract

Sundanese is one of the local languages taught at the elementary school level in West Java. Unfortunately, students’ enthusiasm and ability especially in understanding undak-usuk basa or speech level variations in Sundanese remain relatively low. This issue is generally caused by the lack of interactive teaching approaches and the absence of digital media that allow students to learn independently outside school hours. This condition poses a threat to the preservation of local languages among the younger generation. To address this problem, this study developed an Android-based Sundanese learning application using a gamification approach and the Extreme Programming (XP) method, with the goal of increasing students’ interest and understanding of undak-usuk basa independently. The development process involved five main stages: Planning, Design, Coding, Testing, and Release. Key features of the application include interactive quizzes, a coin-based point system, level progression, rewards, traditional Sundanese music, and a user interface designed to suit children. The application was developed using Android Studio with Kotlin and utilized Firebase Realtime Database for storage. To evaluate its effectiveness, pre-tests and post-tests were conducted on third-grade elementary students. The results showed an increase in the average score from 34 to 88 after using the application. These findings indicate that implementing gamification in an educational app based on the XP method can significantly enhance students’ interest and competence in learning the Sundanese language.
IMPLEMENTASI METODE TOPSIS DALAM MENENTUKAN PEMILIHAN GRADE MENTORING BTQ (BACA TULIS QURAN) STUDI KASUS DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI Gumilar, Ganjar; Kusdinar, Asep Budiman; Prajoko, Prajoko
JTIK (Jurnal Teknik Informatika Kaputama) Vol. 5 No. 2 (2021): Volume 5, Nomor 2, Juli 2021
Publisher : STMIK KAPUTAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59697/jtik.v5i2.568

Abstract

Lembaga Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) merupakan salah satu lembaga yang menangani masalah keislaman dan kemuhammadiyahan. Universitas Muhammadiyah Sukabumi membuat suatu kegiatan yang wajib diikuti oleh semua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) yaitu Mentoring Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Program mentoring ini dibentuk dengan sebuah kelompok-kelompok kecil mulai dari grade A, B, C, D dan E dengan satu pementor dari mahasiswa UMMI. Namun, terdapat beberapa kendala dalam menentukan pemilihan grade mentoring BTQ yaitu sering terjadinya kekeliruan ketika sudah ditentukan grade mentoring BTQ untuk mahasiswa dan itu sering terjadi setiap tahunnya karena dalam proses penilaian pemilihan grade mentoring BTQ belum menggunakan sistem yang terkomputerisasi dan proses yang dipakai untuk menghitung nilai pemilihan grade mentoring BTQ di Universitas Muhammadiyah Sukabumi masih menggunakan sistem manual dan tidak terstruktur, sehingga memungkinkan hasil yang diperoleh tidak akurat. Sehubungan dengan permasalahan diatas, maka dirancanglah sebuah sistem untuk menentukan pemilihan grade mentoring BTQ agar mempermudah instruktur dan lembaga AIK untuk menentukan pemilihan grade mentoring BTQ dengan tepat dan akurat. Metode yang digunakan untuk msenentukan pemilihan grade mentoring BTQ menggunakan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS).
PENERAPAN METODE PROFILE MATCHING UNTUK PENENTUAN PEMAIN IDEAL PESERTA O2SN CABANG OLAHRAGA SEPAK TAKRAW Permana, Muhammad; Kusdinar, Asep Budiman; Pri, George
JTIK (Jurnal Teknik Informatika Kaputama) Vol. 5 No. 2 (2021): Volume 5, Nomor 2, Juli 2021
Publisher : STMIK KAPUTAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59697/jtik.v5i2.577

Abstract

O2SN merupakan gelaran pekan olahraga nasional yang mempertandingkan berbagai macam olahraga antar siswa dengan jangkauan area nasional. Dalam gelaran pertandingan olahraga nasional tersebut sepak takraw merupakan salahsatu cabang olahraga yang dipertandingkan. Sepak takraw merupakan permainan bola besar lapangan yang bertemakan tim sehingga nilai-nilai tim harus dimiliki untuk memenangkan permainan kompetitif ini. Permasalahan yang biasa terjadi dalam lapangan ialah keputusan pelatih yang kadangkala tidak memiliki nilai tolak ukur dalam penentuan pemain yang akan bertanding. Sehingga dalam kombinasi tim yang dipasangkan tidak stabil dan kurang maksimal. Penelitian ini dilakukan untuk membantu penentuan kualifikasi pemain sepak takraw dalam mengikuti permainan kompetisi tersebut agar lebih mendapatkan hasil yang ideal. Pengklasifikasian yang dilakukan menggunakan metode profile matching, metode profile matching juga disebut sebagai metode gap atau jarak yang mekanisme perhitungannya adalah dengan mengasumsikan bahwa terdapat tingkat variabel prediktor yang ideal yang harus dipenuhi oleh subyek yang diteliti, bukan tingkat minimal yang harus dipenuhi atau dilewati. Hasil akhir dari penelitian ini adalah menghasilkan sistem yang dapat membantu nilasi potensi dari suatu pemain sehingga pelatih memiliki tolak ukur dalam mengklasifikasikan ketegori pemain berbobot dari calon pemain sepak takraw yang akan berkompetisi dengan pemenuhan nilai 16 prediktor nulai kompetensi yang ditentukan sebelumnya.