Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : MAGISTRA

HOW TO IDENTIFY THE FUNCTION OF PREPOSITIONAL PHRASE IN A SENTENCE Haryanti, Sri
MAGISTRA No 77 (2011): Magistra Edisi September
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.153 KB)

Abstract

Frasa preposisi merupakan sebuah frasa yang dimulai dengan preposisi dan diakhiri dengan kata gantibenda, kata benda, atau gerund. Frasa ini banyak digunakan dalam kalimat-kalimat di dalam suatu teks. Kadang-kadang  pembaca  menemui  kesulitan  ketika  diminta  menunjukkan  fungsi  dari  frasa  tersebut.  Pada  umumnyafrasa  ini  berfungsi  sebagai  keterangan  atau  adverbia  seperti  dalam  kalimat  The people are gathering in  thestadium. In the stadium sebagai frasa  preposisi yang menerangkan kata  kerja are gathering. Disamping  itu,frasa  ini  bisa  berfungsi  sebagai  ajektiva  dan  nomina.  Permasalahan  yang  dibahas  dalam  paper  ini  adalahbagaimana pembaca mengidentifikasi fungsi frasa preposisi dalam sebuah kalimat.Untuk  mengetahui  perbedaan  ketiga  fungsi  tersebut,  pembaca  dapat  mengenali  posisi  frasa  tersebutdisamping  maknanya.  Posisi  tersebut  diantaranya:  frasa  preposisi  yang  berfungsi  sebagai  ajektiva  selaludiletakkan sesudah kata benda atau nomina yang diterangkan, misalnya The boys in this village like playingfootball., frasa in this village  menerangkan kata benda boys; frasa preposisi yang berfungsi sebagai adverbialdapat diletakkan sesudah kata kerja sebagai predikat (We usually eat at home)atau sesudah kata benda sebagaiobjek (We always eat rice in the afternoon)(di akhir kalimat) maupun di awal kalimat (Before going to campus,Arina usually eats breakfast); frasa preposisi yang berfungsi sebagai kata benda dapat diletakkan di awal kalimatsebagai subjek  (After lunch is the appropriate time to have a rest), sesudah  linking verb  dan frasa  tersebutsebagai  pelengkap  subjek  (The appropriate time to have a rest is after  lunch), sesudah  kata  benda  sebagaiobjek sehingga frasa preposisi ini sebagai pelengkap objek (I found my wallet in a wet condition) atau sesudahpreposisi sehingga frasa preposisi ini sebagai objek dari preposisi (He will wait for until dark).Kata-kata Kunci: Frasa Preposisi, Mengidentifikasi, Fungsi Frasa Preposisi.
BERBAGAI VARIASI KATA KERJA BENTUK -ING Haryanti, Sri
MAGISTRA Vol 22, No 74 (2010): Magistra Edisi Desember
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.153 KB)

Abstract

The verb –ing form in English can be in several categories, such as verb, noun, adjective and adverb. As verb, verb –ing form is as a predicate showing progressive tense, e.g. “The children are playing football”. As noun, verb –ing form being given the name ‘gerund’ functions as subject, e.g. “Studying English is very important”, as subjective complement, “Our task is studying English”, as object of verb “The students enjoy studying English”, as object of preposition “All of us are interested in studying English”. As adjective, verb –ing form modifies noun, e.g. “The studying students look serious”. As adverb, verb –ing form modifies a clause, e.g. “Studying English, the students can know the references written in English”. Verb –ing form is also used in absolute construction, e.g. “The students studying English, their horizons become expanding. Key words: verb –ing form, adjective, gerund.
KINDS OF SUPRASEGMENTAL FEATURES AND THEIR IMPLEMENTATION IN TEACHING AND LEARNING PRONOUNCIATION Haryanti, Sri
MAGISTRA Vol 23, No 78 (2011): Magistra Edisi Desember
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.153 KB)

Abstract

Bahasa terdiri dari bunyi dan makna. Dalam komunikasi lisan manusia pasti memerlukan dua fitur yaitu segmental dan suprasegmental. Fitur suprasegmental terdiri atas titi nada, intonasi, durasi, dan tekanan. Paper ini membicarakan bagaimana mengimplementasikan fitur-fitur suprasegmental yang selalu menyertai fitur-fitur segmental dalam pembelajaran cara pengucapan. Titi nada terdiri atas empat tingkat: 1) nada rendah untuk mengakhiri suatu kalimat, 2) nada sedang untuk memulai kalimat, 3) nada tinggi untuk menyertai tekanan paling keras, 4) nada sangat tinggi untuk tuturan yang tegas. Nada adalah bunyi yang berkenaan dengan kualitas, titi nada, kekuatan. Intonasi mengacu pada penggunaan lagu dan naik turunnya suara dalam berbicara. Intonasi dapat menyampaikan makna gramatikal dan sikap penutur; dapat mengatakan apakah penutur membuat pernyataan atau bertanya; juga dapat menunjukkan apakah penutur percaya, ragu, malu, terganggu atau tidak sabar. Durasi mengacu pada periode waktu selama bunyi dihasilkan dalam tuturan. Tekanan mengacu pada sejumlah volume yang penutur berikan pada bunyi tertentu, suku kata atau kata ketika mengatakannya. Implementasi fitur-fitur suprasegmental dalam pembelajaran cara pengucapan dapat dilakukan di setiap tingkat pendidikan: SD, SMP, SMA, PT dengan menggunakan prinsip, teknik dan strategi tertentu. Kata-kata kunci: suprasegmental, implementasi, pembelajaran, cara pengucapan.
ENGLISH ELLIPTICAL CONSTRUCTION Haryanti, Sri
MAGISTRA Vol 22, No 73 (2010): Magistra Edisi September
Publisher : MAGISTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.153 KB)

Abstract

Konstruksi elipsis/pelesapan merupakan jenis konstruksi yang didalamnya penutur atau penulis menghilangkan satu atau lebih ememen. Tujuan pemaparan konstruksi elipsis adalah untuk memberikan gambaran tentang macam-macam elipsis dalam kalimat. Elipsis dibagi menjadi dua macam: elipsis berdasarkan konteks linguistik dan elipsis berdasarkan konteks non-linguistik. Elipsis berdasarkan konteks linguistik dapat terjadi pada klausa finit adverbia, klausa non-finit adverbia dan tanpa kata kerja, modifikasi akhir, dan klausa tambahan. Elipsis bedasarkan konteks non-linguistik banyak terjadi dalam dialog yang dapat berupa repetisi, perluasan dan penggantian. Elemen-elemen yang dapat dihilangkan dari suatu konstruksi diantaranya: artikel, pronomina kepemilikan dan orang, verba auxiliary, subjek, predikat, objek langsung atau pelengkap subjek. Kata-kata kunci: elipsis, linguistik, non-linguistik.