Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

IMPLEMENTASI MODUL INFRARED PADA RANCANG BANGUN SMART DETECTION FOR QUEUE OTOMATIC BERBASIS IOT Lilis Pitriyanti; Yuliarman Saragih; Ulinnuha Latifa
Power Elektronik : Jurnal Orang Elektro Vol 11, No 2 (2022): POWER ELEKTRONIK
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/polektro.v12i1.3750

Abstract

Physical distancing salah satu cara efektif untuk menanggulangi penyebaran covid-19 karena perpindahan virus akan terjadi sangat cepat melalui mulut dan hidung, WHO mengintruksikan untuk melakukan physical distancing guna memutus mata rantai penyebaran virus covid-19. Satu orang yang terinfeksi virus covid-19 dan tidak melakukan physical distancing maka akan membuat 406 orang tertular pada jangka hari ke 30. Menilik dari dampak negative wabah covid-19 ini maka penulis memutuskan membuat alat untuk memantau kegiatan masyarakat dalam  melakukan physical distancing. Penelitian ini membuat alat pendeteksi jaga jarak otomatis menggunakan sensor inframerah dan sensor garis TCRT 5000. Dimana Sensor inframerah merupakan sensor yang dipergunakan untuk mendeteksi jarak dari satu badan manusia ke badan manusia yang lainnya, sedangkan sensor garis untuk menjalankan robot pada garis/ line follower pada alat tersebut. Dan jika objek tidak sesuai ketentuan maka untuk outputnya sendiri yaitu berupa speaker sebagai intruksi untuk orang tersebut agar menempati kotak yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kekurangan dari penelitian sebelumnya.Kata kunci : Sensor Infra Merah, Sensor Garis TCRT 5000, Physical Distancing, Covid-19
AKTIVASI PELANGGAN INDIHOME DENGAN PERBAIKAN DATA INVENTORY MENGGUNAKAN TOOLS NOSSF(NETWORK OPERATING SUPPORT SYSTEM FULFILLMENT) DI UNIT ASO TELKOM WITEL KARAWANG Arfianti, Selfi Arfianti; Ulinnuha Latifa
Jurnal JE-UNISLA : Electronic Control, Telecomunication, Computer Information and Power System Vol 8 No 2 (2023): JE-UNISLA
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/je-unisla.v8i2.1045

Abstract

Pada sisi perencanaan maupun implementasi dalam sebuah jaringan memerlukan pertimbangan dari kedua sisi. Tools NOSSF (Network Operating Support System Fulfillment) pada layanan Telkom Indonesia menggunakan perencanaan inventory. Dengan adanya perbaikan data Inventory, maka data pelanggan akan teraktivasi dan dapat menggunakan layanan Telkom Indonesia. Dalam melakukan aktivasi pelanggan Indihome terdapat alur pengolahan data yang dimulai dari perencanaan melalui data Inventory lalu di proses atau eskalasi menggunakan tools NOSSF (Network Operating System Fulfillment) melalui tahap fallout activation. Pada pengolahan data kiriman menggunakan tools NOSSF-UIM (Unified Inventory Management) , NOSSF OSM (Order Service Management) dan NOSSA (Network Operation Support System Assurance). Dimana ketiganya saling berhubungan untuk tercapainya status completed pada data pelanggan yang telah teraktivasi. Jika sudah mengikuti tahapan fallout activation tetapi status akhir belum ‘completed’ atau data pelanggan tidak teraktivasi , maka, kemungkinan besar data yang sudah di eskalasi terhambat. Sehingga kita perlu menggunakan web Telkom yaitu  POROS, agar status pelanggan dapat teraktivasi.
IMPLEMENTASI SISTEM PEMBERIAN PAKAN OTOMATIS TERJADWAL BERBASIS ESP32 DAN BLYNK UNTUK OPTIMASI MANAJEMEN PETERNAKAN Adimas Prasetyo Supriyadi; Regita Aulia Safitri; Tyo Bima Pratama; Ulinnuha Latifa
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 27 No 1 (2025): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tesla.v27i1.33371

Abstract

Regular and controlled feeding is an important factor in the success of fish farming. However, manual methods of feeding are often less efficient and risk causing discrepancies in the amount of feed given. This research aims to design and develop an ESP32-based automatic feeding system controlled through the Blynk application. This system uses an RTC DS3231 sensor to determine the feeding time, an HC-SR04 ultrasonic sensor to detect the availability of feed, and a servo motor to automatically regulate feed distribution. If feed is available and the feeding time has arrived, the ESP32 will activate the servo motor to open the feed container and then close it again after the process is complete. The residual feed monitoring data is sent to the Blynk app, allowing the user to control and monitor the system in real-time via a mobile device. The test results show that the system is able to detect the amount of residual feed with high accuracy, with the difference between the ultrasonic sensor measurement and manual measurement ranging from 0.1-0.2 cm. In addition, the system successfully optimizes feeding efficiency by ensuring timely and appropriate distribution to the fish. Thus, the system can improve the effectiveness of feed management in fish farming as well as reduce manual intervention, thus providing a more practical and efficient solution for fish farmers. Pemberian pakan secara teratur dan terkontrol merupakan faktor penting dalam keberhasilan budidaya ikan. Namun, metode manual dalam pemberian pakan sering kali kurang efisien dan berisiko menyebabkan ketidaksesuaian jumlah pakan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem pemberian pakan otomatis berbasis ESP32 yang dikendalikan melalui aplikasi Blynk. Sistem ini menggunakan sensor RTC DS3231 untuk menentukan waktu pemberian pakan, sensor ultrasonik HC-SR04 untuk mendeteksi ketersediaan pakan, serta motor servo untuk mengatur distribusi pakan secara otomatis. Jika pakan tersedia dan waktu pemberian pakan telah tiba, ESP32 akan mengaktifkan motor servo untuk membuka wadah pakan dan kemudian menutupnya kembali setelah proses selesai. Data pemantauan sisa pakan dikirim ke aplikasi Blynk, memungkinkan pengguna untuk mengontrol dan memantau sistem secara real-time melalui perangkat seluler. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini mampu mendeteksi jumlah sisa pakan dengan akurasi tinggi, dengan perbedaan pengukuran sensor ultrasonik dan pengukuran manual berkisar 0,1–0,2 cm. Selain itu, sistem berhasil mengoptimalkan efisiensi pemberian pakan dengan memastikan distribusi yang tepat waktu dan sesuai kebutuhan ikan. Dengan demikian, sistem ini dapat meningkatkan efektivitas manajemen pakan dalam budidaya ikan serta mengurangi intervensi manual, sehingga memberikan solusi yang lebih praktis dan efisien bagi pembudidaya ikan.
COMPARISON OF ACCURACY AND PRECISION OF DISTANCE READINGS ON HC-SR04, JSN-SR04T, AND A02YYUW ULTRASONIC SENSORS Akbar Rizki Priadi; Regita Aulia Safitri; Tyo Bima Pratama; Ulinnuha Latifa
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 27 No 1 (2025): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tesla.v27i1.33372

Abstract

Ultrasonic sensors were created to be able to detect distance with ultrasonic sound in the 40 kHZ frequency range. The principle of work is to reflect the signal to the intended object and the results of the reflection will be received by the sensor, then processed to provide readings. Ultrasonic sensors have various types in the market. The importance of accuracy and precision in reading results makes one way to select sensors before use. The purpose of this research is to compare three different types of ultrasonic sensors to determine the level of accuracy and precision of the HC-SR04, JSN-SR04T, and A02YYUW ultrasonic sensors in reading distance. The method used is experimental and previous literature with similar topics. Tests were carried out directly in the room with distance readings between 25-70 cm, each data variation was repeated 5 times. Each sensor tested has its own specifications, especially the JSN-SR04T and A02YYUW sensors can be applied to water or can be labeled waterproof sensors. The test results show that the HC-SR04 sensor has varied distance reading results with accuracy
ANALYSIS OF 150KV BUSBAR B BAY COUPLING CONTACT RESISTANCE DISCONNECT SWITCH (DS) AT MALIGI SUBSTATION Yogi Aldi Saputra; Ananda Putra Utomo; Dimas Kisworo; Muhammad Rizki Fazryansah; Agung Priatama Pambudi; Ulinnuha Latifa
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v13i3.6769

Abstract

Pemisah (disconnecting switch) merupakan salah satu komponen vital dalam gardu induk yang berfungsi untuk memutus atau menghubungkan rangkaian listrik pada sistem gardu induk dalam kondisi tanpa beban serta memberikan indikator fisik bahwa peralatan telah bebas dari tegangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keandalan pemisah melalui pengukuran tahanan kontak pada masing-masing phasa (R, S, dan T) serta membandingkannya dengan standar yang ditetapkan PT.PLN (Persero). Metode yang digunakan meliputi studi lapangan di Gardu Induk Maligi 150 kV, dengan kegiatan utama berupa pemeriksaan, pembersihan, dan pengukuran tahanan kontak menggunakan alat digital berbasis metode tiga titik. Hasil pengukuran menunjukkan nilai tahanan kontak sebesar 5 µΩ untuk phasa R, 6 µΩ untuk phasa S, dan 3 µΩ untuk phasa T, yang seluruhnya berada jauh di bawah batas standar 100 µΩ. Nilai ini menunjukkan bahwa kondisi pemisah masih sangat baik dan mendukung keandalan sistem distribusi tenaga listrik. Penelitian ini menekankan pentingnya pemeliharaan rutin guna mencegah degradasi fungsi pemisah dan menyarankan pengembangan sistem monitoring berkelanjutan untuk keandalan jangka panjang.