Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KONSTRUKSI REALITAS MEDIA TERHADAP SOSOK AFIQAH PADA PROGRAM HAFIZ INDONESIA 2020 RCTI Romi Syahril; Azhar Hutomo; Priatna Priatna
Jurnal Akrab Juara Vol 6 No 4 (2021)
Publisher : Yayasan Akrab Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media dalam hal ini RCTI memiliki peran penting mengkontruksi penonton maupun masyarakat. Seperti program Hafiz Indonesia yang ditayangkan setiap tahun di bulan Ramadhan. Ada yang melihat tayangan ini sebagai ajang cari untung, eksploitasi anak berkebutuhan, tapi ada juga yang melihat ini sebagai hal positif untuk selalu membaca dan menghafal Al Quran. Salah satunya digambarkan dalam episode 10 Season 8 berjudul Perjuangan Afiqah Membuat Ibunya Terharu. Tujuan penelitian untuk mengetahui cara RCTI mengkontruksi Program Hafiz Indonesia yang setiap episodenya menampilkan peserta dengan latarbelakang yang berbeda, khususnya Afiqah secara Eksternalisasi, Objektivasi dan Internalisasi. Teori yang digunakan Teori Konstruksia Realitasa Sosiala Peter L. Berger dan Thomas Luckmann serti dikombinasi dengan Konsep Burhan Bungin. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Hasil temuan penelitian pada dasarnya RCTI sebagai media berhasil mengkontruksi tayangan Hafiz Indonesia sehingga diminati penonton, membuat umat Islam tergerak membaca dan menghafal Al Quran serta ingin anak-anak mereka seperti peserta di Hafiz Indonesia seperti Afiqah.
KONSTRUKSI MAKNA PEMUDA PADA KEPEMIMPINAN SULTAN AL FATIH DALAM FILM BATTLE OF EMPIRES FETIH 1453 (Analisis Semiotika John Fiske) Priatna Priatna; Romi Syahril; Azhar Hutomo
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 6 No 3 (2021): Agustus
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58487/akrabjuara.v6i3.1550

Abstract

Banyak orang menganggap seorang pemuda belum layak menjadi pemimpin sekelas kepala negara atau raja. Keraguan dan ketidakpercayaan muncul dibenak rakyatnya karena dirasa belum memiliki pengalaman. Anggapan tersebut bagi sosok Sultan Al Fatih atau dikenal sebagai Mehmed II tidak berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Konstruksi makna pemuda pada kepemimpinan Sultan Al Fatih di film Battle of Empires Fetih 1453. Menggunakan metode Analisis Semiotika John Fiske penelitian ini memakai kode-kode sosial John Fiske yakni Level Realitas, Level Representasi dan Level Ideologi. Hasil penelitian yang diperoleh pada level realitas konstruksi makna pemuda yang dibentuk adalah seorang pemuda dalam kepemimpinan memiliki kecendrungan tampil sempurna dalam setiap kesempatan. Pada level representasi konstruksi makna pemuda yang dibentuk bahwa pemuda memiliki hasrat untuk memberikan kemampuan terbaiknya terhadap tugas dan wewenang yang dipercayakan kepadanya dalam memimpin kerajaan. Pada level ideologi konstruksi makna pemuda yang dibentuk adalah seorang pemuda memiliki sikap adil dalam mengambil keputusan bagi rakyatnya dan bersemangat dalam menggapai cita-cita yang belum terwujud untuk menundukkan kerajaan-kerajaan lain.
PENGARUH TERPAAN PROGRAM 86 DI NET TV TERHADAP CITRA KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA DI MATA WARGA TANGERANG SELATAN Azhar Hutomo; Priatna Priatna; Romi Syahril
Jurnal Akrab Juara Vol 5 No 4 (2020)
Publisher : Yayasan Akrab Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejauh ini televisi atau yang sering disebut TV merupakan salah satu media massa yang sangat berpengaruh terhadap masyarakat. Salah satu stasiun televisi yang berkembang di Indonesia pada tahun 2015 adalah NET. NET. memiliki sebuah program berita berjudul NET. 86. Program NET. 86 adalah program yang bekerjasama dengan Polri untuk menayangkan tentang tugas serta sisi humanis dari polisi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Program Net 86 terhadap Citra Polri. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan metode survey dengan populasi penonton berdomisili di Tangerang Selatan berjumlah 100 orang.Teknik sampling yang digunakan adalah nonprobability sampling yaitu teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Program Net 86 berpengaruh signifikan terhadap Citra Polri.
ANALISIS ISI DALAM KEGIATAN MEDIA MONITORING PROGRAM NASIONAL PNPM MANDIRI PEDESAAN YANG DIPUBLIKASIKAN MELALUI MEDIA DARING M. Ismail Alif; Azhar Hutomo; Priatna Priatna; Adianta Sebayang
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 5 No 1 (2020): Februari
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperlihatkan bagaimana metoda Analisis Isi digunakan dalam kegiatan Media Monitoring yang menjadi tugas Public Relations untuk menjaga citra dan memelihara reputasi sebuah organisasi, dalam hal ini Program Nasional PNPM Mandiri Pedesaan, melalui pemantauan dan analisis isi publikasi PNPM Mandiri Pedesaan yang disampaikan melalui pemberitaan yang dipublikasikan melalui media on line (daring) selama periode satu tahun pada tahun 2013
THE EFFECTIVENESS OF LEARNING COMMUNICATION TROUGH DIGITAL MEDIA Romi Syahril; Azhar Hutomo; Robbikal Muntaha Meliala; Priatna Priatna
Jurnal Scientia Vol. 12 No. 02 (2023): Education, Sosial science and Planning technique, edition March-May 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/scientia.v12i02.1491

Abstract

This study analyzes the effectiveness of learning communication trough digital media based on the theory of symbolic mediation communication. Qualitative research methods are used with a case study design to gain a deep understanding of the experiences of teachers and students in using digital media in learning. The results of the study show that the use of digital media in learning contributes positively to the effectiveness of communication between teachers and students. Symbols in digital media, such as pictures and videos, enrich students' understanding of learning concepts. Interaction and collaboration through digital media also increase student participation. However, there are some challenges that need to be overcome, such as distractions and technical difficulties that can interfere with effective communication.
Peran Ninik Mamak Sebagai Komunikator Budaya Dalam Pembagian Hak Waris Pada Sistem Matrilineal Di Keluarga Minangkabau Nada Aprilly Permata; Priatna Priatna
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4178

Abstract

The Minangkabau matrilineal system places women as the heirs of lineage and managers of inheritance called Harta Pusako Tinggi. The Ninik Mamak serves as a cultural communicator who regulates and conveys inheritance rights to nieces and nephews according to customary law or Islamic law, while also preventing conflicts among heirs. This system distinguishes Harta Pusako Tinggi, inherited following customary inheritance law, from Harta Pusaka Rendah, which follows Islamic inheritance law. This study examines how the cultural communication role of Ninik Mamak contributes to preserving the matrilineal customs, strengthening family harmony, and maintaining Minangkabau values amid social changes. The research aims to understand the role of Ninik Mamak as a cultural communicator in resolving inheritance conflicts within the Minangkabau community. It also explores the challenges faced by Ninik Mamak in facilitating communication and deliberation among heirs. The methodology used is qualitative descriptive, involving discussions and interviews to explore experiences and meanings of the cultural communication process. The results show that the matrilineal system protects women through Harta Pusako Tinggi, and the role of Ninik Mamak is effective in upholding customs and family harmony. Although ownership of property is held by women, control remains with men or Ninik Mamak.