Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

POTENSI PRODUKSI BUAH MINDI BESAR (Melia azedarach L.) PADA BEBERAPA KELAS DIAMETER BATANG Yulianti Bramasto; Kurniawati Purwaka Putri
Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan
Publisher : Forest Tree Seed Technology Research & Development Center (FTSTRDC)/ Balai Penelitian dan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/bptpth.2014.2.1.29-36

Abstract

Mindi besar (Melia azedarach) mempunyai prospek untuk dikembangkan karena mempunyai pertumbuhan yang relatif cepat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kelas diameter terhadap produksi buah mindi besar, terdapat tiga kelas diameter yaitu 36,6 – 49 cm; 49,1 – 61,5 cm; dan 61,6 – 74 cm. Penelitian dilaksanakan di Desa Selaawi, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), untuk mengetahui tingkat keeratan dilanjutkan dengan analisis linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter batang berkorelasi nyata dan positif dengan produksi buah (p< 0,001) dengan nilai r = 0,589. Produksi buah mindi besar terendah dihasilkan oleh pohon berdiameter kecil (36,6 - 49,0 cm) dengan rata-rata produksi sebesar 32,67 ± 12,55 kg. Pendugaan potensi produksi buah mindi besar untuk lokasi Desa Selaawi dapat menggunakan model persamaan alometrik Log Y = -2.389 + 2.40 log X1 (R2adj=33,2; simpangan baku =0,19). Berdasarkan nilai koefisien determinasi (R2adj), menunjukkan bahwa variasi yang terjadi pada produksi buah mindi besar sebesar 29.9 %- 33.2 % dipengaruhi oleh adanya variasi diameter batang pohon, dan sebesar 66,8% – 72,1 % adalah faktor-faktor di luar diameter. Produksi buah tertinggi dihasilkan dari pohon dengan diameter diatas 49,1 cm dengan rata-rata produksi per pohon diatas 67 kg.
MORFOLOGI , ANATOMI DAN KANDUNGAN KIMIA BENIH MINDI DARI BERBAGAI ASAL BENIH Yulianti Bramasto; Nurheni Wijayanto; Iskandar Zulkarnaen Siregar
Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan
Publisher : Forest Tree Seed Technology Research & Development Center (FTSTRDC)/ Balai Penelitian dan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.134 KB) | DOI: 10.20886/bptpth.2015.3.1.9-19

Abstract

Perkecambahan benih mindi (Melia azedarach) masih mengalami kendala, yang terekspresikan dari masih rendahnya daya berkecambah benih, sehingga akan mempengaruhi penyediaan bibit mindi yang berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui struktur morfologi, anatomi serta kandungan kimia pada benih mindi. Struktur morfologi dan anatomi benih didasarkan pada struktur makroskopis dan mikroskopis, sedangkan kandungan kimia benih adalah lignin, lemak dan Abscisic acid (ABA). Berdasarkan hasil pengujian terhadap struktur anatomi benih mindi, ketebalan endocarp berkisar antara 331,4 –1448,2 µm dan tebal testa berkisar 41,9–148,6 µm, dengan kerapatan sel berkisar 2031-4635 sel per mm2. Benih mindi mengandung ABA cukup tinggi (0,0386- 0,0955 mg/g ) dengan kadar lignin pada kulit benih termasuk kategori sedang yaitu berkisar antara 22,26-26,57%. Keberadaan ABA pada benih dapat menjadi faktor penghambat dalam perkecambahan, demikian pula dengan ketebalan dan kekerasan endocarp yang disebabkan oleh adanya lignin. Oleh karena itu perlu dilakukan delignifikasi untuk dapat meningkatkan daya berkecambah benih mindi.
MODEL PENDUGAAN POTENSI PRODUKSI BENIH ACACIA MANGIUM PADA BERBAGAI BENTUK SUMBER BENIH Yulianti Bramasto; Kurniawati Purwaka Putri; Dede Jajat Sudrajat
Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan
Publisher : Forest Tree Seed Technology Research & Development Center (FTSTRDC)/ Balai Penelitian dan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/bptpth.2013.1.1.21-29

Abstract

Salah satu jenis tanaman hutan yang banyak diminati untuk dijadikan bahan baku industri kehutanan, khususnya industri pulp dan paper adalah Acacia mangium, sehingga kebutuhan benih berkualitas jenis ini cukup tinggi. Untuk itu telah dibangun berbagai model sumber benih jenis Acacia mangium, khususnya oleh Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan Bogor, diberbagai lokasi penanaman. Penanaman antara lain dilaksanakan di Kebun Benih Parungpanjang, Majalengka dan Gunung Kencana Banten. Bentuk sumber benih yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Tegakan Benih Provenan di Parungpanjang dan Tegakan Benih Uji Multilokasi di Gunung Kencana dan Majalengka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model pendugaan potensi produksi benih Acacia mangium pada berbagai tipe sumber benih.Metode yang digunakan adalah purposive sampling dengan menggunakan analisis regresi. Pendugaan potensi produksi berdasarkan peubah bebas yaitu diameter, tinggi, lebar tajuk dan jumlah cabang sedangkan peubah tetap adalah berat benih bersih dan berat benih kotor.Berdasarkan hasil uji t semua peubah bebas yang digunakan tidak berbeda nyata. Nilai korelasi pada setiap model sumber benih berkisar antara 0,179-0,409. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan peubah tinggi, diameter, lebar tajuk dan jumlah cabang dalam menduga potensi produksi benih Acacia mangium di tegakan benih provenan Parung Panjang, tegakan uji multilokasi Majalengka dan Gunung Kencana adalah berkisar 17,9 - 40,9%.
The Effect of Media and Mancozeb on the Percentage of Seedling Survival and Seedling Growth of Red Jabon (Anthocepalus macrophyllus) Tati Suharti; Yulianti Bramasto; Naning Yuniarti
Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan
Publisher : Forest Tree Seed Technology Research & Development Center (FTSTRDC)/ Balai Penelitian dan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.633 KB) | DOI: 10.20886/bptpth.2018.6.1.41-48

Abstract

The obstacles in a nursery are seedling death and un optimal growth of seedling. This study aims to determine the effect of immersion of seedling in mancozeb and media given Trichoderma sp. on the percentage of seedling survival and  seedling growth of red jabon (Anthocepalus macrophyllus). The design of experiment used was completely randomized design (CRD) with 2 factors ie root immersion with and without mancozeb, and seedling media of soil, soil: husk: compost, soil: husk: compost + Trichoderma sp. The results showed that seedling treatment with mancozeb and  media did not give significant differences in seedling survival, percentage of shoot-root ratio and the quality index. The seedling treatments without mancozeb and media of soil: husk: compost (1:1:1) plus Trichoderma sp. produced optimal diameter and biomass while for optimal height was achieved by treatment of mancozeb and media of soil: husk: compost (1:1:1) plus Trichoderma sp.