Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

The Public Relations Acceptance Towards Press Release Application with Artificial Intelligence Pijar Suciati; Mareta Maulidiyanti; Ngurah Rangga Wiwesa
Communicare : Journal of Communication Studies Vol. 8 No. 1 (2021): Communicare : Journal of Communication Studies
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Institut Bisnis dan Komunikasi LSPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37535/101008120212

Abstract

Artificial Intelligence (AI) is gradually changing every industry, including the Public Relations industry (Afzal, 2018). Skills associated with conducting research, creating content, evaluating campaigns, tracking issues and countless work processes are being automated with AI. We believe, although never fully replace public relations professionals but will increasingly assist us and possibly do a better job. We are developing PR Bot, a tool that help PR to create an instant press release using an AI (machine learning). Before we continue building the app, we need to know whether the PR practitioners will accept this technology or not. To find the results we conduct a descriptive research, using interview and polling survey, convenient sampling among the PR professional in Greater Jakarta area. We use Technology Acceptance Model to develop the questionnaire. According to the interview, we found that the knowledge and skill of using new technology of the respondents is very good. The survey shows the acceptance of the perceived ease of use and perceived usefulness of the PR Bot is high. The conclusion, the target market is ready to use the technology, they feel that this tech will help them in daily basis task. Based on this result, we will continue developing and using the insight from the respondents to build the feature of this application.
Pengaruh Gaya Komunikasi Dosen dalam Proses Belajar-Mengajar Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa di Kelas pijar suciati
Jurnal Sosial Humaniora Terapan Vol 1, No 1: December 2018
Publisher : Program Pendidikan Vokasi UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.166 KB) | DOI: 10.7454/jsht.v1i1.35

Abstract

Kelahiran media online tak lepas dari booming m edia online yang terjadi di luar negeri pada pertengahan 1990-an. Orang melirik media online karena ada kejenuhan di pasar media cetak pasca reformasi 1998. Jurnalisme online semakin diminati, hal ini dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan kecenderungan orang yang lebih memilih hal-hal praktis, seperti kemudahan membaca berita online melalui gadget yang bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Portal berita online detik.com, kompas.com, dan tempo.co menempati posisi 20 media terpopuler di Indonesia (alexis.com). Berita politik adalah salah satu jenis berita yang diminati pembaca berita online di Indonesia. Berita politik yang mendapat sorotan di awal 2017 adalah berita tentang pemilihan gubernur DKI Jakarta. Sebelum pemilihan umum, KPU melakukan debat tiga calon gubernur dan wakil gubernur, dengan tujuan untuk mendidik para pemilih agar bisa memilih dengan bijak sesuai pilihan hati mereka. Saat debat terakhir (debat ke-3) terjadi, portal berita online ramai meluncurkan berbagai jenis berita mengenai debat tersebut. Dari kasus ini, peneliti menganalisis isi dari 3 media online yang melaporkan debat ketiga Pemilu DKI Jakarta 2017 pada tanggal 11 Februari 2017. Metodologi yang digunakan adalah pemantauan media (media monitoring), dengan menggunakan variabel: Jumlah Pemuatan Berita, Ketepatan Pesan, Perkembangan Distribusi Berita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui fokus dan keseimbangan berita di media online yang berkaitan dengan debat ke-3 pilkada DKI Jakarta sebagai sumber utama penentuan program atau pernyataan konfirmasi bagi dunia kehumasan politik. Salah satu data dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berita di 3 media online paling populer di Indonesia (detik.com, kompas.com, dan tempo.co) tentang debat terakhir gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017 adalah; 89% terfokus dan 45,5% seimbang. Hasil ini menandakan kurang seimbangnya portal berita online tersebut memberitakan sebuah tayangan politik, meskipun beritanya sudah sangat terfokus.Kata kunci: gaya komunikasi,pendidikan, vokasi
Chatbot : Inovasi Layanan Informasi Digital pada Humas Institusi Pendidikan mareta maulidiyanti; Pijar Suciati
Jurnal Sosial Humaniora Terapan Vol 2, No 1: December 2019
Publisher : Program Pendidikan Vokasi UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1566.044 KB) | DOI: 10.7454/jsht.v2i1.63

Abstract

Hubungan Masyarakat (Humas) merupakan fungsi manajemen yang strategis dalam sebuah institusi, termasuk di institusi pendidikan. Dalam menjalankan fungsi penyampaian informasi kepada publik, Humas ditantang untuk selalu inovatif untuk menghadapi perkembangan digital di era 4.0 ini. Penelitian ini menjelaskan tentang inovasi humas di Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) yang berupaya melayani publiknya dengan chatbot. Chatbot ditampilkan pada website resmi institusi pendidikan  yang merupakan backbone dari seluruh medium komunikasi institusi. Chatbot digunakan sebagai pendorong komunikasi dua arah dan inovasi atas menu “Kontak Kami” yang dinilai tidak efektif dalam interaksi dengan publik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan data sekunder (laporan statistik chatbot)  dan juga data primer yang diperoleh dari wawancara dengan Humas Vokasi UI. Penelitian menjabarkan bagaimana pengelolaan chatbot dan respon publik terhadap layanan chatbot ini. Data selama uji coba Chatbot dalam 5 bulan menunjukkan bahwa pengguna chatbot lebih besar 79% lebih banyak dibandingkan pengguna menu kontak kami. Sebelum ada chatbot, hanya kurang dari 49 pengunjung website yang meninggalkan pesan dan setelah ada chatbot, terdapat 429 pengguna yang meninggalkan pesan. Selain itu melalui chatbot, tim Humas mampu membangun databased pengunjung website sebagai upaya customer relationship management (CRM). Untuk penelitian lebih lanjut, penelitian ini dapat dikembangkan dengan metode kuantitatif yaitu untuk melihat bagaimana respon publik terhadap aplikasi chatbot yang digunakan. Penelitian kuantitatif dapat dikembangkan dengan Technology Acceptance Model (TAM). Kata kunci : Chatbot, Humas Digital, Humas, Layanan Informasi Digital 
School From Home (SFH): Perjuangan Para Orang Tua Siswa Usia Dini Di Masa Pandemi Covid-19 Pijar Suciati
Jurnal Sosial Humaniora Terapan Vol 3, No 2: January - June 2021
Publisher : Program Pendidikan Vokasi UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jsht.v3i2.129

Abstract

Pandemi Covid-19 mengharuskan para pelajar untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran secara jarak jauh. Orang tua pelajar pun turut merasakan dampaknya, mereka mengeluh karena tidak mampu mendukung kegiatan pembelajaran anaknya dari rumah. Berbagai kendala dihadapi oleh para orang tua, mulai dari tidak memiliki pengalaman mengajar, sistem pembelajaran daring yang kurang interaktif, hingga kurangnya motivasi belajar dari sang anak. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran permasalahan orang tua dalam memandu anak mereka belajar pada masa School From Home (SFH). Metode pada penelitian ini menggunakan paradigma berpikir positivisme dengan pendekatan kuantitatif deskriptif serta metode purposive, non-probability sampling. Kuesioner disebarkan kepada orang tua murid sekolah dasar (usia dini, kelas 1-3) yang saat ini anaknya sedang melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). 131 responden menjawab sejumlah pertanyaan seputar kesulitan yang dihadapi selama membantu anak belajar dari rumah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa minimnya pengalaman dan ilmu dalam mengajar anak, sistem belajar yang tidak interaktif dari sekolah, dan kurangnya motivasi belajar anak selama PJJ menyebabkan para orang tua kesulitan membantu anak belajar. Hasil dari riset ini dapat digunakan oleh seluruh pihak yang peduli mengenai PJJ bagi anak usia dini untuk membuat program dan solusi praktis dalam mengatasi masalah yang ada.Kata kunci: School From Home, E-learning; Pandemi Covid 19; Pendidikan Jarak Jauh (PJJ); Anak Usia Dini
Strategi Kampanye Sosial Anti Stigma & Perilaku Hidup Sehat Terhadap Penderita Kusta dan Orang yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) Mareta Maulidiyanti; Pijar Suciati
Jurnal Sosial Humaniora Terapan Vol 3, No 1: DESEMBER 2020
Publisher : Program Pendidikan Vokasi UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jsht.v3i1.113

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang kampanye sosial yang dilakukan oleh akademisi universitas. Kampanyesosial yang dilakukan merupakan kampanye Anti Stigma untuk menangkal Stigma Negatif untuk Orang YangPernah Mengalami (OYPMK) dan kampanye perilaku hidup sehat khususnya untuk kesehatan gigi dan mulut.Penelitian dilakukan secara deskriptif untuk melihat strategi kampanye sosial seperti apa yang diterapkansebagai upaya menghilangkan stigma negative serta mengajak perilaku hidup sehat. Data yang ditampilkanmerupakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif dari hasil observasi dan wawancara. Hasil temuan menunjukkanterdapat pesan kunci utama yang digunakan dalam kampanye kepada masyakarat baik para penderita, OYMPKmaupun masyarakat luas yaitu mencakup tanda lepra, fakta lepra, dan mitos lepra. Ketiga pesan kunci utama inimenjadi pesan yang perlu terus didengungkan agar masyarakat memperoleh literasi dan stigma dapatdihapuskan. Kampanye Sosial yang dilakukan oleh tim Katamataku UI sudah sesuai prinsip-prinsip KampanyeSosial yang dikemukakan para ahli yaitu mengandung penanaman Ide (belief, attitude & value) serta didukungoleh produk nyata untuk mendorong perubahan perilaku. Startegi kampanye yang digunakan berupa mediumcetak (kalender, booklet, dan poster infografis), video edukasi serta door to door campaign.Kata kunci : kampanye sosial, kusta, promosi kesehatan, anti stigma, stigma
KEKUATAN 7P BAURAN PEMASARAN TERHADAP PILIHAN MAHASISWA BERKULIAH DI PROGRAM PENDIDIKAN VOKASI UNIVERSITAS INDONESIA Pijar Suciati; Mareta Maulidiyanti
Jurnal Sosial Humaniora Terapan Vol 2, No 1: December 2019
Publisher : Program Pendidikan Vokasi UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.651 KB) | DOI: 10.7454/jsht.v2i1.61

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tujuh faktor bauran pemasaran (Product, Price, Place, Promotion, People, Physical Evidence, Process) yang mempengaruhi pengambilan keputusan mahasiswa untuk memilih berkuliah di Program Pendidikan Vokasi UI. Metode penelitian ini adalah kuantitatifdengan teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan survei. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia. Data tersebut dianalisis dan diinterprestasikan secara univariatdan multivariat. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah; mahasiswa memilih berkuliah di perguruan tinggi vokasi dipengaruhi oleh seluruh faktor bauran promosi, namun faktor Promotion yang berpengaruh paling kuat, walaupun kekuatannya adalah sedang. Promosi memberikan pengetahuan mengenai kurikulum dan program magang yang mereka jalani di Vokasi UI, maka hal itu yang menjadi alasan utama mereka dalam menentukan keputusan. Generalisasi penelitian ini masih belum sempurna, masih diperlukan untuk melakukan penelitian sejenis ke beberapa perguruan tinggi vokasi lainnya, untuk memvalidasi hasil dari penelitian ini. Saran praktisbagi praktisi Public Relations di perguruan tinggi vokasi adalah; rencanakan program-program sosialisasi yang lebih mengarah pada program sosialisasi kepada sekolah-sekolah yang menjadi target sasaran. 
PERSEPSI & SIKAP PUBLIK TERHADAP AKUN INSTAGRAM INSTITUSI PENDIDIKAN SEBAGAI SUMBER INFORMASI TERPERCAYA Mareta Maulidiyanti; Pijar Suciati; Khairunnisa Devani Putri; Barijani Mahesa Putra
Jurnal Sosial Humaniora Terapan Vol 4, No 2: January - June 2022
Publisher : Program Pendidikan Vokasi UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jsht.v4i2.217

Abstract

Peran Hubungan Masyarakat (Humas)  pada institusi pendidikan semaki strategis. Program yang dilaksanakan juga menggunakan berbagai medium, salah satunya dalah program kehumasan siber melalui media sosial. Program Pendidikan Vokasi UI melalui Kantor Humas menjadikan media sosial sebagai salah satu medium untuk berkomunikasi dengan publinya. Instagram @vokasi_ui menjadi media sosial utama yang dijadikan sebagai medium informasi utama setelah website resmi. Keberadaan akun instagram @vokasi_ui diharapkan mampu mendorong pengikutnya untuk tertarik membuka kanal informasi lainnya seperti website, youtube maupun facebook. Penelitian ini berusaha melihat bagaimana persepsi dan sikap publik terhadap aku ini Persepsi dilihat dalam Konteks, Komunikasi, Kolaborasi dan Koneksi. Sikap dilihat dalam dimensi kognitif, konatif dan afektif.  Metode yang digunakan adlaah kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan denga  survei kepada 208 pengikut akun @vokasi_ui yang dipilih secara acak dengan convinience sampling.Data kualitatif diperoleh dari jawaban pertanyaan terbuuka pada survei. Dari analisis deskriptif yang dilakukan, terlihabat bahwa masyarakat memiliki persepsi dan sikap positif terhadap akun @vokasi_ui sebagai sumber informasi resmi yang terpercaya. Data ini menunjukkan bahwa Humas Vokasi UI sudah berhasil menciptakan persepsi positif di media sosial dan dapat menjadikannya sebagai peluang untuk menciptakan pengikut yang loyal. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan uji pengaruh persepsi terhadap sikap untuk melihat apakah persepsi dan sikap positif ini saling mempengaruhi atau tidak. Saran praktis bagi Humas Vokasi UI adalah sinergi konten antara website dan instagram serta media sosial Vokasi UI lainnya perlu dilakukan untuk memperkuat citra positif tersebut. Kata kunci : Persepsi, Sikap, Media Sosial, Humas Pendidikan, Instagram
PEMAKNAAN PERJUANGAN PEREMPUAN DI SOCIAL MEDIA(STUDI KASUS ARTIKEL “IBU, 10 TAHUN PENJARA, 10 MILYARRUPIAH” DI DALAM BLOG WWW.ALANDAKARIZA.COM) Suciati, Pijar
Jurnal Vokasi Indonesia Vol. 3, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study, in general aimed to describe and know the meaning of the message women struggle by users of social media (Facebook and Twitter) to the blog article of Alanda Kariza. This study uses a critical paradigm of constructionism. The type is descriptive research using case study strategy. Data collection techniques used is by interview (interview), with the selection of informants using purposive judgmental convenience. The conclusion that can be drawn from this research is, in the end a meaning that appears in the mind of the reader to a blog written in social media is influenced by many things, including the background of the blog readers. Whether it's family background, educational background, ideology embraced, blog writing style and choice of words. Similarly, the meaning of which is trying to be revealed in this study, namely the meaning of the struggles of women was also influenced by the above factors. According to Stuart Hall, there are three kinds of readings / interpretations of the text, namely (meaning dominant / hegemonic code, negotiated meaning / code, oppositional decoding / code). All three appeared in this study.
MOTIVASI INTRINSIK YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN JURUSAN DAN UNIVERSITAS(Studi Pada Mahasiswa Baru Program Vokasi Universitas Indonesia Angkatan 2015) Lusia, Amelita; Suciati, Pijar; Setiowati, Endang
Jurnal Vokasi Indonesia Vol. 3, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalization affects all aspects of life. This concept creates a paradigm borderless world, the world that does not know the limits of the territorial sovereignty of a nation / state. The impact of these conditions are helped create intense competition in various aspects of community life, including education. In the world of education, management can not be done conventionally alone, but requires a special ability that the output of education in accordance with market needs, both nationally and internationally. In addition to the need for change in the management of the educational institutions, educational institutions marketing issues was absolutely necessary due to the competition of universities / university higher. It was seen from the emergence of various colleges / universities that always offers the advantages of each. Colleges as providers of education services need to learn and have the initiative to improve customer satisfaction (students) because in general education is an ongoing process. Marketing educational institutions, almost similar to the marketing of the economy or government agencies engaged in services. However, if true, all marketing programs that have been carried out by the university is a factor and the reason students choose majors and certain universities? The answer could be yes, no, or may be it turns out there are other factors that influence greater than exposure to marketing. As expected the start of this study, there may be factors word of mouth (WOM) or electronic word of mouth (e- WOM) which also affect their choices, such as research Shahid, Et.al of the University of Lahore, Pakistan, which are listed in the journal IISTE 2012. The aim of this study was to identify common factors and other factors such as word of mouth, which is the reason the new students choose majors and certain universities. To identify them, the research will perform a quantitative approach through field surveys to students-freshmen at the University of Indonesia. Results of this research is the formulation of the deciding factors in choosing majors prospective students and universities, which is expected to help PR and marketing practitioners to develop a more effective marketing programs and was well received by the target objectives.
KONSTRUKSI TOKOH DALAM PEMBERITAAN DI MEDIA ONLINE(Analisis Framing Pemberitaan Mundurnya Ahok dari Partai Gerindra di media online) Setiowati, Endang; Suciati, Pijar
Jurnal Vokasi Indonesia Vol. 7, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The resignation of Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) from the Gerindra Party for opposing Gerindra's decision to support the bill on regional head elections (PILKADA) through the DPRD was no longer directly by the people, causing controversy among the people which also served as media for discussion. This study will look at how news framing from three online media, Liputan6.com Vivanews.com, and Metronews.com. The selection of these three online sites is based on media ownership. The substantive theory used to analyze is the theory of social construction of reality from Berger and Luckmann, and the theory of influence hierarchy from Shoemaker and Reese. The research method will use framing analysis from Robert N. Entman. The unit of analysis is reporting on the resignation of Ahok from the Gerindra Party on the three online news sites above when officially resigning on September 10 to September 17 2014. The result was that the three media were quite neutral in framing the case, although in the figure Ahok VivaNews looked more leads to negative, while Metronews is more positive. What is surprising is that Liputan6 gave so much attention to this issue, its advantages were Liputan6 raised from various angles and different sources.