Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Islam Concept about Tolerance and Religious Freedom Rahmawati Caco
Al-Ulum Vol. 14 No. 2 (2014): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.155 KB)

Abstract

The discourse of tolerance and religious freedom become the impossibility which cannot be escaped in our plural society life. The main problem is how the concept al-Qur’an in explaining well the case of tolerance and religious freedom. Religious freedom naturally is the foundation for creating religion harmony between religious followers. Without religious freedom, it is impossible to create religion harmony. Religious freedom is the right of every people. The right to convey God is given, and nobody can take it out. Tolerance, freedom, and religion plurality implicitly and explicitly contain in al-Qur’an. The confirmation of al-Qur’an about social group plurality and life necessity amomg groups are developed without limitationas long as have benefits. The acknowledgement of al-Qur’an about social group plurality and the human necessity life is guided without limitation as long as it has profit and benefit. In the case of aqidah and belief, al-Qur’an contains very absolute boarded and there is no bargain, because belief and faith is the case relation between human and their Creature.
PEMBELAJARAN PAI BERBASIS KETERAMPILAN BERPIKIT ABAD 21 PADA PENGUATAN PERILAKU ISLAMI PESERTA SDN 4 BULAWA KABUPATEN BONE BOLANGO Fauzani Nento; Rahmawati Caco; Muhammad Nur Iman
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 5: September 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis keterampilan abad 21 dalam memperkuat perilaku Islami peserta didik di SDN 4 Bulawa Kabupaten Bone Bolango. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus penelitian terletak pada implementasi keterampilan 3C (Creativity, Collaboration, dan Communication) yang dipadukan dengan nilai-nilai Islami seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran abad 21 mendorong keterlibatan aktif siswa, meningkatkan kesadaran spiritual, serta menumbuhkan perilaku Islami dalam kehidupan sehari-hari. Namun, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan fasilitas, kurangnya konsistensi penerapan nilai Islami oleh siswa, serta pengaruh lingkungan luar sekolah. Dengan demikian, pembelajaran PAI berbasis keterampilan abad 21 berpotensi besar dalam memperkuat perilaku Islami jika didukung strategi pembelajaran yang tepat dan berkesinambungan
PENERAPAN MODEL TUTORIAL UNTUK MELATIH KETERAMPILAN NAGHAM TILAWAH PADA SANTRI DI PUSAT PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN AL-QURAN MASJID AL-ARDAN KABUPATEN GORONTALO Arya R. Usman; Rahmawati Caco; Anugrah Lestari
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 1 (2025): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v5i1.796

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu pendekatan yang berangkat dari kondisi alami di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni baca Al-Qur’an (nagham tilawah) di TPQ P3A Al-Ardan berlangsung terstruktur dan mendorong perkembangan santri, terutama dalam aspek tajwid dan irama. Model tutorial yang diterapkan melalui metode klasikal, privat, dan baca-simak membantu meningkatkan keterampilan melodi tilawah secara signifikan. Santri menjadi lebih percaya diri dan mampu menerapkan nagham yang diajarkan. Keberhasilan ini ditunjukkan oleh pencapaian santri yang mencapai 90–95%. Namun, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, seperti cakupan subjek yang terbatas pada satu lembaga, kendala waktu pengamatan, serta minimnya dokumentasi audio berkualitas, yang memengaruhi keakuratan penilaian kemampuan nagham secara objektif.