Articles
Budaya Politik dalam Masyarakat Pragmatis
Sumartono Sumartono
LUGAS Jurnal Komunikasi Vol 2, No 1: Juni 2018
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (284.068 KB)
|
DOI: 10.31334/jl.v2i1.119
General elections and regional head elections in Indonesia are conducted directly. The pattern of community participation is changed. The emergence of pragmatism or political pragmatism in society becomes an interesting political culture to study. Practically, pragmatism means a condition that encourages people to get benefits instantly. As a result, people take any actions to make it happen. In reality, pragmatism not only affects the upper classes (those with a high level of education) but also ordinary people (lower class society or those with low levels of political education). The development of money politics, cow trade politics, the sale of votes, or the existence of political dowry is a sign that there has been a political transaction becoming one of the indicators of pragmatism reality in society
Pemanfaatan Media Publikasi Dalam Membangun Citra Daya Mart
Sumartono Sumartono;
Muhammad Fariz Pratama
PRoMEDIA Vol 6, No 2 (2020): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52447/promedia.v6i2.4334
AbstractDaya Mart is a retailer that successfully launched a minimarketbased community economic empowerment program that is different from other minimarkets. The focus of this research is corporate communication with the aim of the research to find out the use of media publications in building Daya Mart image. This study uses a constructivist paradigm with a case study method. The number of informants was 5 people who were selected through a purposive technique. The results showed that Daya Mart used PR Writing by utilizing the media publications of online portals, social media, pamphlets, magazines, television and radio media. PR Writing by Daya Mart : (1) To educate the public through the concept of "shopping while sharing". (2) Make optimal use of online portals and social media. (3) To publish promotion and social activities through social media. Keywords: Utilization, Publication media, Image building AbstraksiDaya Mart adalah ritel yang berhasil meluncurkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis minimarket yang berbeda dengan mini market lainnya. Fokus penelitian ini adalah komunikasi korporasi dengan tujuan penelitian untuk mengetahui pemanfaatan media publikasi dalam membangun citra daya mart. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan metode studi kasus. Jumlah informan sebanyak 5 orang yang dipilih melalui teknik purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Daya Mart menggunakan PR Writing dengan cara memanfaatkan media publikasi portal online, media sosial, pamflet, majalah, media televisi dan radio. PR Writing yang dilakukan Daya Mart dengan cara, 1). mengedukasi masyarakat melalui konsep “belanja sambil berbagi”. 2). Menggunakan portal online dan media sosial secara optimal. 3). Melakukan publikasi promo-promo dan kegiatan sosial melalui media sosial. Kata kunci : pemanfaatan, media publikasi, membangun citra
Konstruksi Makna Hijab Syar’i di Kalangan Mahasiswa Universitas Ekasakti
Sumartono Sumartono;
Tiara Adornis
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35706/jpi.v4i2.3251
Kajian tentang hijab syar’i menjadi diskursus menarik saat ini. Diskursus kontemporer ini meskipun memunculkan kontroversi (sebab motif dan model tampilan berbeda-beda), tetapi secara kuantitatif pemakainya semakin marak terutama di Sumatera Barat. Fokus penelitian ini adalah fenomenologi mahasiswa Universitas Ekasakti (khususnya Mahasiswi yang menjadi anggota komunitas Lembaga Dakwah Kampus Forum Studi Islam Al- Hidayah). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi makna Hijab Syar’i di kalangan Mahasiswa Universitas Ekasakti dengan pendekatan kualitatif dan paradigma konstruktivis serta metode fenomenologi. Jumlah informan sebanyak 5 orang yang dipilih melalui teknik purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna pemakaian Hijab Syar’i di kalangan mahasiswa adalah sebagai 1) pelindung, penghalang, menjaga pandangan dari laki-laki, 2) Sebagai cara untuk menutup aurat. 3) Sebagai bentuk ketaatan dan kewajiban bagi seorang muslimah dalam menjalankan perintah Allah, dan 4). Sebagai cara untuk menjauhi larangan-Nya. Motif pemakaian Hijab Syar’i di kalangan mahasiswa universitas Ekasakti sejalan dengan pendapat Alfred Schutz terdiri atas in order to motive (keinginan menjadi pribadi muslimah yang lebih islami) dan because motive (munculnya kesadaran menjalankan syariah agama Islam yang benar). Selanjutnya pengalaman yang menyenangkan bagi mahasiswa Universitas Ekasakti selama memakai Hijab Syar’i adalah adanya pujian dan simpati dari lingkungan dimana pun mereka berada. Sedangkan pengalaman yang tidak menyenangkan adalah ketika munculnya suara-suara sumbang seperti meragukan konsistensi penampilan, cari sensasi, atau munafik.Kata Kunci: Makna, Pengalaman, Motif, Hijab Syar’i
KONSTRUKSI MAKNA MEDIA SOSIAL BAGI ANGGOTA DPRD KOTA PADANG
Sumartono
Al'Adalah Vol. 20 No. 1 (2017)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This study aims to determine the construction of the meaning of social media for members of the Parliament of Padang Town. This research is done through a paradigm approach konstuktivis using phenomenology method. The focus of this research is political communication with research subjects of DPRD Padang 2014-2019 as many as 6 orang. Informant determination through the technique of data collection is done through indepth interview, observation, and documentation study. The result of the research shows that members of Parliament of Padang Town (2014-2019) interpret social media as media of media, media of presentation, and media of self-image. Social media as a medium of friendship means social media has functioned as a means of interaction, information, and publication of members of the council to the community or vice versa from society to board members. Social media has been used as a medium of direct communication or media interaction between politicians with the netizens. While the meaning of social media as a media presentation means social media to be a platform for members of the Parliament of Padang Town to demonstrate its existence as a representative of the people. While the meaning of social media as a medium of self-image is how the efforts of members council in the activities of strengthening its position as a representative of the people which is worthy of community support.
KONSTRUKSI MAKNA MEDIA SOSIAL BAGI ANGGOTA DPRD KOTA PADANG
Sumartono
Al'Adalah Vol. 20 No. 1 (2017)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This study aims to determine the construction of the meaning of social media for members of the Parliament of Padang Town. This research is done through a paradigm approach konstuktivis using phenomenology method. The focus of this research is political communication with research subjects of DPRD Padang 2014-2019 as many as 6 orang. Informant determination through the technique of data collection is done through indepth interview, observation, and documentation study. The result of the research shows that members of Parliament of Padang Town (2014-2019) interpret social media as media of media, media of presentation, and media of self-image. Social media as a medium of friendship means social media has functioned as a means of interaction, information, and publication of members of the council to the community or vice versa from society to board members. Social media has been used as a medium of direct communication or media interaction between politicians with the netizens. While the meaning of social media as a media presentation means social media to be a platform for members of the Parliament of Padang Town to demonstrate its existence as a representative of the people. While the meaning of social media as a medium of self-image is how the efforts of members council in the activities of strengthening its position as a representative of the people which is worthy of community support.
Dinamika Perubahan Sosial dalam Teori Konflik
Sumartono
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 5 No 1 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Tarakanita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/k10ng203
Perubahan sosial secara umum dapat diartikan sebagai suatu proses pergeseran atau berubahnya struktur/tatanan di dalam masyarakat, meliputi pola pikir yang lebih inovatif, sikap, serta kehidupan sosialnya untuk mendapatkan penghidupan yang lebih bermartabat. Perubahan-perubahan yang terjadi pada masyarakat dewasa ini merupakan gejala yang normal. Pengaruhnya bisa menjalar dengan cepat ke bagian-bagian dunia lain berkat adanya komunikasi modern. Penemuan-penemuan baru di bidang teknologi yang terjadi di suatu tempat, dengan cepat dapat diketahui oleh masyarakat lain yang berada jauh dari tempat tersebut. Perubahan sosial senantiasa memunculkan dinamika yang tanpa disadari berhubungan dengan realitas konflik dalam masyarakat. Hal ini disebabkan perubahan sosial dan konflik sosial selalu melekat pada struktur masyarakat. Mengutip apa yang dikemukakan Soerjono Soekanto bahwa perubahan sosial dalam masyarakat dapat mengubah nilai sosial sehingga menimbulkan perbedaan pendirian atau mengakibatkan munculnya konflik. Dalam pandangan teori konflik dinyatakan bahwa sesuatu yang konstan atau tetap adalah konflik sosial, bukan perubahan sosial. Karena perubahan hanyalah merupakan akibat dari adanya konflik tersebut. Karena konflik berlangsung terus-menerus, maka perubahan juga akan mengikutinya.
Politisi dan Pemanfaatan Media Sosial
Sumartono
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 5 No 1 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Tarakanita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/f5mz2k78
Tidak dapat dipungkiri, saat ini Fcebook telah menjadi saluran komunikasi politik di Indonesia. Bahkan Facebook telah menjelma menjadi kekuatan media baru yang diperebutkan para politisi atau komunikator politik dalam mensosialisasikan eksistensinya. Anggota legislatif sebagai pelaku komunikasi politik telah menggunakan atau memanfaatkan media sosial Facebook sebagai sarana sosialisasi atau informasi kepada masyarakat. Berdasarkan fakta lapangan Facebook telah banyak membantu mempromosikan keberadaan atau eksistensi seorang anggota legislatif kepada masyarakat di tengah berkembangnya fenomena money politics atau politik uang. Melalui pemanfaatan Facebook pengunaan atau pengeluaran keuangan dapat diminimalisasi. Artinya, media Facebook sangat membantu mensosialisasikan keberadaan anggota legisltatif (baik pada masa sebelum maupun setelah menjadi anggota legislatif) kepada masyarakat, sehingga media massa (terutama cetak) yang selama ini menjadi andalan dalam sosialisasi seakan tergantikan oleh Facebook. Kehadiran Facebook sangat membantu seorang kandidat dalam mengelola keterbatasan dana yang dimiliki dan menjadi trend baru saluran komunikasi politik.
Analisis Wacana Kritis Film Dokumenter “Sexy Killers” Karya Sutradara Dandhy Dwi Laksono
Sumartono;
Riyoli Sepnafahendry
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 6 No 2 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Tarakanita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36914/f458vy94
Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan sutradara Dadhy Dwi Laksono. Hasil penelitian menunjukkan pemakai bahasa menggunakan pilihan kata yang bermetafora negatif. Pada tingkat relasi, pemerintah sebagai kekuatan dominan yang menguasai media memegang kuasa mengendalikan masyarakat dengan memanipulasi wacana bahwa pembangunan PLTU adalah untuk kemaslahatan bersama. Elemen praktik produksi wacana, mengindikasikan sutradara Film Sexy Killers memiliki prinsip daripada menggunakan uang untuk sekolah S2 atau S3, lebih baik menggunakan uang untuk memahami dan belajar dari “orang” Indonesia dan hasilnya bisa dishare ke orang lain.
Weaponization of Interdependence: Economic Dependency as a Tool of Global Power
Sumartono Sumartono;
Nurul Fadhilah
Synergisia Vol. 3 No. 1 (2026): Synergisia- May
Publisher : Pt. Anagata Sembagi Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62872/92cv0r04
This article examines the concept of weaponization of interdependence, a strategy whereby state actors exploit global economic interdependence networks as instruments of geopolitical pressure and power. The study analyzes how actors such as the United States, China, and Russia leverage dominance over financial networks, technology supply chains, and energy infrastructure to achieve their foreign policy objectives. Through a qualitative approach employing systematic analysis of recent scholarly literature, the study finds that economic interdependence is no longer neutral but has transformed into a strategic tool in great power competition. These findings carry significant implications for global governance architecture and the economic resilience of developing states
Komodifikasi Media dan Budaya Kohe
Sumartono Sumartono
Jurnal The Messenger Vol. 8 No. 2 (2016): July-December
Publisher : Universitas Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26623/themessenger.v8i2.342
The mass media which should serve as a channel of information, entertainment, education, and social control only able to portray itself solely as a medium of information and entertainment. Business dimension override seemed ideal dimensions that should go hand in hand. Commodification of the media has obscured the real function of the media. On behalf of the commercialization of value to media converted to market value. Not important quality of a program. Put forward is how a program backed by the financial strength or sponsorship. As a result, the commodification of the media has spawned society commodities. Society tends to be absorbed in the strength of an increasingly hegemonic pop culture with all its attributes. Lifestyle has become a commodity. Lifestyle embodied in Kohe culture.