Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Dinamika Perubahan Sosial dalam Teori Konflik Sumartono
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 5 No 1: Oktober 2019
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/k10ng203

Abstract

Perubahan sosial secara umum dapat diartikan sebagai suatu proses pergeseran atau berubahnya struktur/tatanan di dalam masyarakat, meliputi pola pikir yang lebih inovatif, sikap, serta kehidupan sosialnya untuk mendapatkan penghidupan yang lebih bermartabat. Perubahan-perubahan yang terjadi pada masyarakat dewasa ini merupakan gejala yang normal. Pengaruhnya bisa menjalar dengan cepat ke bagian-bagian dunia lain berkat adanya komunikasi modern. Penemuan-penemuan baru di bidang teknologi yang terjadi di suatu tempat, dengan cepat dapat diketahui oleh masyarakat lain yang berada jauh dari tempat tersebut. Perubahan sosial senantiasa memunculkan dinamika yang tanpa disadari berhubungan dengan realitas konflik dalam masyarakat. Hal ini disebabkan perubahan sosial dan konflik sosial selalu melekat pada struktur masyarakat. Mengutip apa yang dikemukakan Soerjono Soekanto bahwa perubahan sosial dalam masyarakat dapat mengubah nilai sosial sehingga menimbulkan perbedaan pendirian atau mengakibatkan munculnya konflik. Dalam pandangan teori konflik dinyatakan bahwa sesuatu yang konstan atau tetap adalah konflik sosial, bukan perubahan sosial. Karena perubahan hanyalah merupakan akibat dari adanya konflik tersebut. Karena konflik berlangsung terus-menerus, maka perubahan juga akan mengikutinya.
Politisi dan Pemanfaatan Media Sosial Sumartono
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 5 No 1: Oktober 2019
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/f5mz2k78

Abstract

Tidak dapat dipungkiri, saat ini Fcebook telah menjadi saluran komunikasi politik di Indonesia. Bahkan Facebook telah menjelma menjadi kekuatan media baru yang diperebutkan para politisi atau komunikator politik dalam mensosialisasikan eksistensinya. Anggota legislatif sebagai pelaku komunikasi politik telah menggunakan atau memanfaatkan media sosial Facebook sebagai sarana sosialisasi atau informasi kepada masyarakat. Berdasarkan fakta lapangan Facebook telah banyak membantu mempromosikan keberadaan atau eksistensi seorang anggota legislatif kepada masyarakat di tengah berkembangnya fenomena money politics atau politik uang. Melalui pemanfaatan Facebook pengunaan atau pengeluaran keuangan dapat diminimalisasi. Artinya, media Facebook sangat membantu mensosialisasikan keberadaan anggota legisltatif (baik pada masa sebelum maupun setelah menjadi anggota legislatif) kepada masyarakat, sehingga media massa (terutama cetak) yang selama ini menjadi andalan dalam sosialisasi seakan tergantikan oleh Facebook. Kehadiran Facebook sangat membantu seorang kandidat dalam mengelola keterbatasan dana yang dimiliki dan menjadi trend baru saluran komunikasi politik.
Analisis Wacana Kritis Film Dokumenter “Sexy Killers” Karya Sutradara Dandhy Dwi Laksono Sumartono; Riyoli Sepnafahendry
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 6 No 2: April 2021
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/f458vy94

Abstract

Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan sutradara Dadhy Dwi Laksono. Hasil penelitian menunjukkan pemakai bahasa menggunakan pilihan kata yang bermetafora negatif. Pada tingkat relasi, pemerintah sebagai kekuatan dominan yang menguasai media memegang kuasa mengendalikan masyarakat dengan memanipulasi wacana bahwa pembangunan PLTU adalah untuk kemaslahatan bersama. Elemen praktik produksi wacana, mengindikasikan sutradara Film Sexy Killers memiliki prinsip daripada menggunakan uang untuk sekolah S2 atau S3, lebih baik menggunakan uang untuk memahami dan belajar dari “orang” Indonesia dan hasilnya bisa dishare ke orang lain.