Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Farabi

KONTROVERSI HADIS-HADIS TENTANG ISBAL (Telaah Kritis Sanad dan Matan Hadis serta Metode Penyelesainnya) Muhamad Nasir
Farabi Vol 10 No 1 (2013): Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini fokus kepada kajian hadis yang berkaitan dengan isbal, dengan mengkritik sanad dan matannya. Ada dua hadis yang dianggap bertentangan yaitu hadis yang melarang isbal secara umum dan hadis yang memberikan desfenisasi melakukan isbal bagi orang yang tidak ada rasa sombong dalam dirinya. Kedua hadis yang kontroversi ini dikompromikan dengan hasil komprominya yaitu kedua hadis ini tidak bertentangan karena hadis yang berlaku secara umum ditakhsis oleh hadis yang mentolerir orang yang melakukan isbal, tetapi tidak ada rasa sombong dalam dirinya. Pelarangan isbal dititik beratkan pada adanya sikap pemborosan yang dilakukan manusia, sedangkan orang yang menjulurkan pakaiaannya sampai kemata kaki atau dibawah mata kaki, maka itu ditolerir asalkan tidak ada rasa sombong dalam diri.
Kriteria Keshahihan Hadis Perpektif Syiah Muhamad Nasir
Farabi Vol 11 No 2 (2014): AL-Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study focused on the validity of hadith in the view of Shia, which during this portion of the discussion of hadith more in Sunni view. It is important to be studied further to enrich the scientific insights in the field of hadith that is not rigid in the face of difference. In view of Shia the hadith transmission is restricted on a track history of ahl al-bait or priest Ma'shum, and this criterion is one of the requirements for an authentic hadith assessed from the aspect sanad. In the aspect of honor, the validity of tradition criteria not mentioned explicitly by the Shiites, they just make the benchmark validity honor on the basis of conformity with the Qur'an, and not in conflict with the other authentic tradition.