Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implikasi Kekuasaan terhadap Konstitusi dan Pilkada di Era Otonomi Daerah Arifuddin Siraj
Al-Ulum Vol. 18 No. 1 (2018): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1294.086 KB) | DOI: 10.30603/au.v18i1.341

Abstract

This paper aims to find out the impact and implications of power in the implementation of local autonomy in Indonesia. This study analyzes the constitutional and electoral changes as a form of good governance principle. The results of the study show that the implications and impacts of direct election in direct elections give the nuances of violating the constitution frequently. Similarly, the tendency to interpret the rules according to the will of the regional authorities. So that impact on the emergence of horizontal conflict society. Similarly, a growing number of interest conflicts arise, also giving extra work of the Constitutional Court (MK) to confirm to the constitution. This is exacerbated by the political elite who make politics as a means to seize power so often the political substance deviated from its true value. And this study shows that the election results are not optimal and make local leaders show behavior that is not pro-society with the growth of corruption. This article suggests a serious effort to address it by providing character education for local leaders with a nuanced sense of religious value and local wisdom.
Effect of Principal Supervision on Teacher Pedagogic Competencies Aswinda Aswinda; Arifuddin Siraj; Saprin Saprin
Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.208 KB) | DOI: 10.26858/jiap.v9i1.9331

Abstract

The research aims to Effect of Principal Supervision on Teacher Pedagogic Competencies at Public Elementary School 237 Aletellue in Soppeng Regency.This research use quantitative methodology with correlational ex post facto design to explain the research questions. To understand the issue, this research use methodological approach (quantitative-positivistic) and scientific approach (pedagogic and psychological). The participants of this reseach are 13 teachers at Publich Elementary School 237 Aletellue. The data were gathered using survey and dokumentasi, and then analysed through descriptive statistic with hypothesis testing using correlation and linear regression coefficient. The research reveals some key findings. The first finding shows that the supervision of principals shows a comparison of the competence of pedagogic teachers. This, seen from every activity of the teacher who is able to be effective in improving the competencies possessed. Helps develop science with innovation and creativity.
PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA AWAL DI KALIMANTAN, LEMBAGA DAN TOKOHNYA Hamzah, Rahma Ashari; Bahaking Rama; Arifuddin Siraj
JBI : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 1 No. 2 (2023): Desember
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jbi.v1i2.660

Abstract

Islam menjadi agama mayoritas di beberapa titik perbatasan seperti di daerah perbatasan Sambas dan Kapuas Hulu, Islam menjadi agama mayoritas yang dianut oleh masyarakat yang berasal dari Suku Melayu, suku Dayak yang sudah memeluk Islam dan berbagai suku pendatang. Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh pedagang-pedagang Arab dan Gujarat dari India yang tertarik dengan rempahrempah. Kemudian mereka membentuk koloni-koloni Islam yang ditandai dengan Komunikasi penyiaran dakwah dalam sejarah islamisasi di daerah perbatasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perkembangan pendidikan islam pada masa awal di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis liberary research. Berdasarkan penelitian dijelaskan bahwa kawasan Kalimantan adalah bagian dari Nusantara. Dalam interaksi dan relasi itu berbagai jaringan baik itu bersifat sosial-ekonomi, sosial-politik maupun sosial-intelektual telah terbentuk di kalangan umat Islam di Nusantara yang memungkinkan terjadinya saling mempengaruhi, saling berkontribusi, dan bahkan saling berkompetisi. Islam yang berkembang di kawasan Kalimantan memiliki kesamaan dengan wilayah lain di Nusantara di samping tentu saja perbedaan berupa varian dan kekhasan masing-masing wilayah. Meskipun ada beberapa perbedaan, namun pada dasarnya perkembangan pendidikan islam di awal khususnya wilayah Kalimantan memiliki banyak kesamaan. Tokoh pendidikan islam masa awal di Kalimantan adalah Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, Fatimah, Syekh Abdul Wahab Bugis, Datu Kandang Haji dan Datu Muning alias Datu Sanggul. Juga Syekh Muhammad Thayyib Bin Mas'ud Al-Banjari, Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari, dan Syekh Abdul Hamid Abulung.
PROSES PROSES PENGEMBANGAN ISLAM PADA MASA AWAL DI ASIA TENGGARA: - Mei, Reski; Rofia Masrifah; Bahaking Rama; Arifuddin Siraj
JBI : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): Juni
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jbi.v2i1.726

Abstract

Kedatangan Islam ke indonesia dilakukan secara damai. Berbeda dengan penyebaran Islam di timur tengah yang dalam beberapa kasus disertai dengan pendudukan oleh wilayah militer. Islam dalam batas tertentu disebarkan oleh para pedagang, kemudian dilanjutkan oleh para Da’i dan para pengembara sufi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangann Islam pada masa awal di asia tenggara, untuk mengetahui teori masuknya Islam pada masa awal di Asia Tenggara, dan untuk mengetahui pusat pendidikan Islam masa awal di Asia Tenggara. Dalam penelitian ini memperoleh data dari buku dan jurnal yang dikaitkan dengan proses pengembangan islam pada masa awal di asia tenggara. Referensi terkait proses pengembangan islam pada masa awal di asia tenggara merujuk pada buku-buku dan jurnal yang relevan. Penelitian ini mencakup berbagai metode termasuk studi kasus dan analisis literatur. Untuk memperoleh data, penulis mengumpulkan, membaca, menganalisis pembahasan yang relevan dengan penelitian. Islam di asia tenggara secara betahap yaitu dengan melalui para pedagang, bandar-bandar dan para wali songo yang mendakwahkan Islam ke berbagai tempat di Indonesia. kedatangan Islam ke Indonesia datang dalam kompleksitas artinya tidak berasal dari satu tempat, peran kelompok tunggal, dan tidak dalam waktu yang bersamaan.
PERKEMBANGAN PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM MASA AWAL DI PULAU SULAWESI: - Masrifah, Rofia; Reski Mei; Bahaking Rama; Arifuddin Siraj
JBI : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): Juni
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jbi.v2i1.728

Abstract

Kedatangan Islam dapat diterima dengan baik karena Islam datang dengan membawa prinsip-prinsip perdamaian, persamaan antara manusia (tidak ada kasta), menghilangkan perbudakan, dan yang paling penting juga adalah sangat mudah memeluk Islam karena hanya dengan membaca dua kalimat syahadat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses awal mula masuknya Islam di Pulau Sulawesi, untuk mengetahui lembaga pendidikan yang terbentuk pada awal masuknya Islam di Pulau Sulawesi, dan untuk mengetahui para tokoh yang berperan dalam pengembangan Pendidikan Islam di Pulau Sulawesi. Dalam penelitian ini memperoleh data dari buku dan jurnal yang dikaitkan dengan pekembangan pendidikan islam masa awal di pulau sulawesi. Referensi terkait pekembangan pendidikan islam masa awal di pulau sulawesi merujuk pada buku-buku dan jurnal yang relevan. Penelitian ini mencakup berbagai metode termasuk studi kasus dan analisis literatur. Untuk memperoleh data, penulis mengumpulkan, membaca, menganalisis pembahasan yang relevan dengan penelitian. Sejarah mengungkapkan bahwa masuknya Islam pertama kali di Sulawesi Selatan adalah dibawa oleh saudagar dan ulama dari Arab dan Melayu. Islamisasi di Sulawesi Selatan tidak dapat dipisahkan dari peran utama tiga muballig yang ditugaskan untuk menyebarkan agama Islam di daerah ini, yaitu Datuk Tallue (tiga datuk) yaitu ; (1) Abdul Makmur, (2) Sulaiman dengan sebutan Datuk patimang. (3) Abdul Jawad, yang lebih terkenal dengan nama Datuk ri Tiro. Dalam proses islamisasi, ketiga tokoh tersebut tidak dapat dipisahkan dari perannya pengislaman daerah Suawesi Selatan