Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGOLAHAN IKAN NILA MENJADI ABON SEBAGAI INOVASI BARU DALAM MENUMBUHKAN EKONOMI DESA Abdi Akbar Idris; Herman Sjahruddin; Ansir Launtu; Aswar Aswar; Farhan Alif Kadir; Muklis Kanto; Elyas Albar; Sandi Karese
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.12490

Abstract

Pengolahan ikan nila menjadi abon nila merupakan pemanfaatan salah satu sumberdaya alam oleh masyarakat di Desa Pallantikang melalui tambak yang dimiliki masyarakat desa, yang diharapkan dapat dijadikan sebagai penghasilan tambahan warga, sehingga dapat meningkatkan kualitas ekonomi di Desa Pallantikang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan. Terdapat beberapa tahapan dalam proses pembuatan abon dan strategi yang digunakan warga desa dalam pemasarannya sehingga produk Abon Nila tersebut dapat diterima pasar. Sebelum pelaksanaan aktivitas Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilakukan, warga desa (petambak ikan nila) hanya menjual ikannya semata tanpa mencoba melakukan inovasi produk turunan dari ikan nila yang mereka miliki sementara harga pasaran dari ikan nila tergolong rendah (petambak hanya memperoleh keuntungan yang terbatas jika dibandingkan dengan biaya dan waktu yang mereka curahkan). Kondisi tersebut mendorong pelaksanaan PkM ini dengan menggandeng petambak ikan nila sebagai mitra. Proses pembuatan abon nila bermodalkan bahan-bahan yang mudah diperoleh dengan harga yang relatif murah. Pelaksanaan PkM ini terbukti memberikan manfaat pengetahuan dan ekonomi warga, bahwa dengan pengetahuan yang mereka miliki (warga) diharapkan dapat mereka kembangkan sesuai kebutuhan pasar dan denganĀ  pengetahuan tersebut warga dapat meningkatkan hasil produksinya dengan meningkatkan kualitasnya (daya tahan) serta varian rasa dari abon yang telah mereka ketahui pembuatannya danĀ  pemasarannya melalui pemanfaatan teknologi media online sehingga abon nila tersebut lebih dikenal oleh masyarakat luas.
Intensitas Penggunaan Smartphone dengan Kesejahteraan Psikologis Asnhi Asnhi; Aswar Aswar; Zulfikar Zulfikar; Andi Tajuddin
Jurnal Sublimapsi Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Sublimapsi
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v4i2.38084

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami korelasi antara intensitas penggunaan smartphone dengan kesejahteraan psikologis mahasiswa di Universitas Indonesia Timur Makassar. Populasi penelitian terdiri dari 4.791 mahasiswa, dan 98 mahasiswa berusia antara 18-25 tahun yang menggunakan smartphone sebagai sampel yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan menggunakan rumus slovin. Studi ini menggunakan metode kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan skala Likert pada setiap variabel. Data kemudian dianalisis menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara intensitas penggunaan smartphone dan kesejahteraan psikologis mahasiswa dengan korelasi sebesar 61%. Hubungan tersebut juga signifikan dengan nilai P <0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara intensitas penggunaan smartphone dengan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa.
Upaya Mencegah Perilaku Bullying dan Meningkatkan Self Esteem Siswa SMP YP PGRI Disamakan Makassar Dewi Angreini; Andi Tajuddin; Joko Purwanto; Munaing; Aswar
Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/intisari.v1i1.31

Abstract

Tujuan kegiatan Pangabdian Kepada Masyarakat (PKM) yaitu 1) untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku bullying oleh siswa, 2). Untuk meningkatkan upaya pencegahan bullying pada lingkungan sekolah dan lingkungan teman sebaya, serta 3) mewujudkan sekolah yag sehat dan bebas bullying. Kegiatan PKM ini dibuat dalam bentuk Sosialisasi dan Workshop yang berlangsung pada tanggal 7-8 Februari 2023 bertempat di Aula Sekolah SMP YP PGRI Disamakan Makassar. Yang melibatkan peserta sebanyak 30 orang siswa. Metode kegiatan PKM terdiri dari kegiatan observasi, wawancara dan metode ceramah serta diskusi yang diawali dengan pre-test dan post-tes, yang terbagi dalam Empat Tahapan yaitu Persiapan, Perencanaan, Pelaksanaan dan Evaluasi. Hasil dari kegiatan sosialisasi siswa SMP YP PGRI Disamakan Makassar telah mampu memhami dan menjelaskan pengetian dan jenis-jenis, dampak perilaku bullying serta dapat mencegah dan menekan perilaku bullying melalui peningkatan self esteem siswa. dengan nilai kasar sebesar 53.3 %. Serta telah terbentuk kelompok siswa yang menjadi pelopor untuk mewujudkan sekolah bebas bullying.
KONSEP DIRI WARIA DALAM MEMAKNAI RELIGIUSITAS (AGAMA ISLAM) DI MAKASSAR Aswar Aswar; Kiky Resky
JURNAL PSIKOLOGI SKIsO (Sosial Klinis Industri Organisasi) Vol 1 No 1 (2019): JURNAL PSIKOLOGI SKIsO
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Timur (UIT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waria merupakan sebuah fenomena dari fakta sosial yang ada. Waria banyak menghadapi masalah dari dalam maupun dari luar sebagai konsekuensi pemilihan hidup sebagai waria. Mereka cenderung mengalami kebingungan identitas dan adanya ketidakterimaan sosial atas penentangan konstruksi gender dan mereka juga menghadapi rumitnya legalitas, hukum dunia dan keagamaan. Oleh karena itu rumusan masalah dalam penelitian ini ialah (1) bagaimana konsep diri waria ? (2) bagaimana makna religiusitas waria ?. tujuan penelitian ini untuk menggambarkan konsep diri waria dan makna religiusitas wariaPenelitian ini menggunakan metode kualitatif, karena diperlukan suatu analisis yang mendalam dan kajian situasi yang bersifat alami, situasi tanpa campur tangan peneliti dalam mendeskripsikan konsep diri waria dalam memaknai religiusitas Pencarian data dalam penelitian ini, dilakukan dengan observasi dan wawancara yang mendalam.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua subyek memiliki konsep diri yang positif kedua-duanya dapat memahami dan menerima sejumlah fakta yang sangat bermacam-macam tentang dirinya sendiri. Perasaan bersalah kepada Tuhan menyelimuti kedua subyek atas pilihan hidupnya menjadi waria meskipun terdapat perasaan bersalah, kedua subyek masih menjalankan perannya sebagai waria demi kenyamanan dan harga diri yang ia dapatkan.
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA PEREMPUAN YANG MENGALAMI PERJODOHAN DALAM PERNIKAHAN H Andi Tajuddin; Aswar Aswar
JURNAL PSIKOLOGI SKIsO (Sosial Klinis Industri Organisasi) Vol 1 No 1 (2026): Jurnal Psikologi
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Timur (UIT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36090/jps.v1i1.1586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan psychological well-being pada perempuan yang mengalami perjodohan dalam pernikahan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terhadap dua partisipan perempuan berusia empat puluh delapan tahun yang mengalami perjodohan di Kabupaten Luwu. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan psychological well-being pada kedua subjek. Subjek pertama memperlihatkan psychological well-being yang rendah, ditandai dengan penerimaan diri yang kurang baik, kesulitan membangun hubungan positif, otonomi yang lemah, penguasaan lingkungan yang terbatas, tujuan hidup yang kurang terarah, dan pertumbuhan pribadi yang rendah. Sebaliknya, subjek kedua menunjukkan psychological well-being yang tinggi, ditandai oleh penerimaan terhadap pengalaman hidup, hubungan interpersonal yang hangat, arah hidup yang lebih jelas, makna hidup yang kuat, dan perkembangan diri yang lebih baik. Temuan ini menunjukkan bahwa dukungan sosial, pola asuh keluarga, spiritualitas, kondisi sosial ekonomi, dan evaluasi terhadap pengalaman hidup berperan penting dalam membentuk psychological well-being perempuan dalam pernikahan hasil perjodohan.