Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PERAN MAHASISWA DALAM MEMBANTU LITERASI, NUMERASI, ADMINISTRASI DAN ADAPTASI TEKNOLOGI DI SD NEGERI 73 KOTA BENGKULU MELALUI PROGRAM KAMPUS MENGAJAR RANI; Diah Khairiyah; Ahmad Sumarlan; Desi Fitria; Yulian Fauzi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (JIMAKUKERTA) Vol. 2 No. 2 (2022): JIMAKUKERTA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sekarang ini sedang membutuhkan tenaga mahasiswa untuk membantu Bapak/Ibu Guru Sekolah Dasar untuk dapat kesempatan belajar secara optimal. Kita dapat mengembangkan diri, khususnya kreativitas, kepemimpinan, dan kemampuan interpersonal lainnya melalui pengalaman ini. Untuk itu Bapak Menteri mencetuskan program Kampus Mengajar. Kampus Mengajar membuka ruang bagi mahasiswa untuk bisa mendarmabaktikan kecakapan untuk mengaktualisasikan passion, semangat dan keinginan mahasiswa serta ilmu pengetahuan mereka dalam membantu siswa sekolah dasar. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 bulan dan bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa mengembangkan diri, berperan serta membantu pihak sekolah memberikan pelayanan pendidikan kepada siswa sekolah dasar. Mahasiswa yang mengikuti program ini melalui beberapa tahap yaitu pendaftaran, seleksi, pembekalan, penugasan, dan terakhir penarikan mahasiswa. Pada saat penugasan, mahasiswa ditugaskan di berbagai lokasi sekolah terpilih. Salah satunya SD Negeri 73 Kota Bengkulu. Adapun mahsaiswa dapat membantu berperan dalam membantu guru mengembangkan pembelajaran di kelas, membantu dalam pengelolaan manajemen administrasi sekolah, serta membantu dalam teknologi kepada guru dan staf sekolah. Hasil dari kegiatan ini memberikan pengalaman bagi mahasiswa yang belum tentu didapat melalui bangku perkuliahan dan bermanfaat serta membantu guru-guru di sekolah. Pelaksanaan Program Kampus Mengajar ini dapat memberikan bekal kepada mahasiswa bagaimana menjadi pribadi yang memiliki dedikasi dan loyalitas yang tinggi pada negara melalui pendidikan. Kata Kunci: Kampus Mengajar, Mahasiswa, Sekolah Dasar
ANALISIS KEMISKINAN EKSTREM PROVINSI BENGKULU MENGGUNAKAN METODE GEOGRAPHICALLY WEIGHTED REGRESSION (GWR) DENGAN PEMBOBOT ADAPTIVE GAUSSIAN KERNEL DAN ADAPTIVE BI-SQUARE Riki Wahyudi; Yulian Fauzi; Jose Rizal
Journal of Mathematics UNP Vol 8, No 2 (2023): Journal Of Mathematics UNP
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/unpjomath.v8i2.14914

Abstract

Extreme poverty is a condition of inability to fulfill basic needs, namely the need for food, clean drinking water, proper sanitation, health, shelter, education, and access to information which is not only limited to income, but also access to social services (United Nations, 1996).Geographically Weighted Regression (GWR) model is used in mapping extreme poverty of all level 2 regions in Bengkulu Province using Adaptive Gaussian Kernel and Adaptive Bi-Square weights as well as finding the best GWR model and analyzing the model against extreme poverty mapping of Bengkulu Province. The data used in this study is the March 2022 Susenas data. Of the 18 variables that allegedly affect extreme poverty, only 6 variables support the assumption of spatial heterogeneity in GWR modeling. Based on the selection of the best model, it is known that the GWR model with Adaptive Bisquare Kernel weighting is a suitable model for the percentage of extreme poor people in Bengkulu Province with the smallest AIC value
MODEL DEPENDENSI HARGA-HARGA KOMODITAS EKSPOR UNGGULAN INDONESIA MENGGUNAKAN PENDEKATAN COPULA Riri Sesiati; Jose Rizal; Yulian Fauzi
Journal of Mathematics UNP Vol 8, No 2 (2023): Journal Of Mathematics UNP
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/unpjomath.v8i2.14860

Abstract

  The export of non-oil and gas leading commodities (palm oil, rubber and cocoa) contributes the largest state revenue. Copula is used to model the dependency between two variables that have different marginal distributions. The data to be used is secondary data from the Commodity Futures Trading Supervisory Agency (BAPPEBTI) starting from January 1, 2018 - February 28, 2020 for the period before the Covid-19 pandemic and March 1, 2020 - November 26, 2021 for the period after the Covid-19 pandemic. The dependency of the two variables to be measured is the price of palm oil, rubber and cocoa before and after the start of the Covid-19 pandemic in Indonesia. The Copula that will be used are Joe, Gumbel, Frank, Gaussian, Clayton, and Student's t. The best Copula model obtained for palm oil and rubber dependencies is the Joe Copula, while palm oil and cocoa and cocoa rubber dependencies are the Clayton Copula.  
PEMODELAN POTENSI BENCANA BANJIR DI DAERAH PERKOTAAN MENGGUNAKAN SIG Studi Kasus: Kota Bengkulu: (Modeling of Flood Hazard Potential in Urban Areas using GIS, Case Study: Bengkulu City) Yulian Fauzi; Zulfia Memi Mayasari; Hana Taqqiyah Fachri
Geomatika Vol. 28 No. 1 (2022): JIG Vol. 28 No. 1 Tahun 2022
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bengkulu merupakan salah satu wilayah yang rawan terjadi banjir akibat luapan Air Bengkulu (Sungai Bengkulu). Penyebab utamanya adalah kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Air Bengkulu, serta luapan air sungai ketika musim penghujan tiba. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan wilayah yang rawan terhadap bencana banjir dan mengetahui seberapa besar tingkat kerawanan banjir yang dapat terjadi di daerah penelitian Kota Bengkulu berdasarkan Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini menggunakan metode overlay dengan scoring antara parameter-parameter penggunaan lahan, ketinggian lahan, kemiringan lereng, tipe tanah, jarak dari sungai dan curah hujan. Analisis terhadap pembobotan menghasilkan tiga variabel yang menjadi penentu tingkat kerawanan banjir yaitu penggunaan lahan, ketinggian lahan dan jarak dari sungai. Hasil penelitian menunjukkan wilayah yang sangat rawan bencana banjir tersebar di hampir seluruh daerah penelitian dengan rincian 1.726,91 ha (48,8%) berkategori sangat rawan, 1.804,11 ha (50,9%) cukup rawan dan 10,64 ha (0,3%) tidak rawan. Wilayah yang tergolong sangat rawan bencana banjir merupakan wilayah yang memiliki ketinggian lahan yang rendah dan penggunaan lahan yang cenderung sedikit vegetasi, karena sebagian besar wilayahnya adalah wilayah terbangun, terbuka tanpa vegetasi dan dekat dengan sungai. Kelurahan yang termasuk dalam kategori ini adalah Kelurahan Rawa Makmur, Beringin Raya, Tanjung Agung dan Tanjung Jaya.
Analisis Spasio-Temporal Kondisi Iklim dan Jumlah Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Tahun 2012-2021 di Bengkulu Khairinnisa, Khairinnisa; Fauzi, Yulian; Nugraheni, Enny
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 24, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.67945

Abstract

Latar belakang: Infeksi virus dengue dapat menyebabkan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Virus tersebut ditransmisikan melalui gigitan nyamuk Aedes sebagai vektor penting. Faktor perubahan cuaca, seperti curah hujan dan temperatur, memiliki dampak padapenyebaran DBD. Studi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika DBD di Provinsi Bengkulu serta hubungannya dengan kondisi iklim, sehingga dapat mendukung pengembangan strategi terkait pencegahan dan pengendalian yang adaptif terhadap perubahan iklim.Metode: Pendekatan observasional analitik dan desain studi ekologi time series study digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel kondisi iklim dengan persebaran jumlah kasus DBD di Provinsi Bengkulu dengan uji korelasi Pearson.Hasil: Hasil uji menunjukkan bahwa variabel curah hujan, kelembapan udara, temperatur udara, dan kecepatan angin tidak ada hubungan yang signifikan terhadap jumlah kasus DBD di Provinsi Bengkulu tahun 2012-2021. Semua variabel menunjukkan koefisien korelasi (r) mendekati nol, dan nilai probabilitas (p) melebihi tingkat signifikansi (p=0,05). Namun, di beberapa kabupaten menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara curah hujan, suhu udara dan kecepatan angin dengan jumlah kasus DBD.Simpulan: variabel kondisi iklim pada studi ini yaitu curah hujan, kelembapan udara, temperatur udara, dan kecepatan angin, menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan jumlah kasus DBD. Meskipun demikian, beberapa wilayah menunjukkan ada hubungan signifikan dengan curah hujan dan temperatur udara. ABSTRACT Title:  Spatial-Temporal Analysis of Relationship Between Climate Conditions and Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in 2012-2021 in BengkuluBackground: Dengue Hemorrhagic Fever or DHF is caused by Dengue virus (DENV) infection transmitted through the bite of Aedes mosquitoes, main vector. Climate change factors, like rainfall and temperature, impact the spread of infeksi dengue.Method: This research aims to provide a comprehensive study of DHF dynamics in Bengkulu Province and its correlation with climate conditions, supporting the development of adaptive prevention and control strategies against climate change. This study employs an observational analytical approach and a time series ecological study design to explore the relationship between climate variables and the distribution of DHF cases in Bengkulu Province, using Pearson correlation analysis.Result: The results indicate that rainfall, air humidity, air temperature, and wind speed variables do not significantly correlate with the number of DHF cases in Bengkulu Province from 2012 to 2021. All variables show correlation coefficients (r) close to zero, and the probability values (p) exceed the significance level (p=0.05). However, in some districts, there is a significant relationship between rainfall, air temperature, and wind speed with the number of DHF cases.Conclusion: Several areas show that the incidence of dengue hemorrhagic fever is related to rainfall and air temperature
Completion of the Diffusion Wave Flood Tracking Model Using the Method of Lines (MOL) Istikomah, Istikomah; Fauzi, Yulian; Nursalim, Rahmat
Diophantine Journal of Mathematics and Its Applications Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/diophantine.v3i2.39007

Abstract

The flood tracking model is a method that can be used to predict when a flood will occur. The flood wave model is developed using a diffusion equation consisting of mass conservation equations and momentum conservation equations. This research was conducted to determine the application of the Method of Lines (MOL) in solving flood tracking models using the diffusion equation. The steps involved are discretizing the flood wave diffusion tracking equation by replacing the spatial derivative using the central difference method, resulting in a system of ordinary differential equations. Then, solving the system of ordinary differential equations using the fourth-order Runge Kutta method. The approach used in this research is quantitative. Simulations are performed by inputting a sample case and entering the data into the MATLAB program. The flow discharge produced increases as the flow velocity increases, and the resulting graph becomes more concave as the velocity increases. Thus, by knowing the changes in flow velocity, flow width, and flow depth in the upstream area of the river, it can be predicted how much the water discharge will change at each observation point downstream of the river.