Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : AGRIEKONOMIKA

ANALISIS PENGEMBALIAN KREDIT KETAHANAN PANGAN DAN ENERGI (KKP-E) PETANI PADI DI KABUPATEN KUDUS Widhi Netraning Pertiwi; Irham Irham; Masyhuri Masyhuri
Agriekonomika Vol 6, No 2: Oktober 2017
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v6i2.3052

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui : (1) tingkat pengembalian KKP-E yang sudah dibayarkan oleh petani padi dan untuk mengetahui tingkat kelancaran serta kemampuan pengembalian KKP-E dan (2) faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengembalian KKP-E oleh petani padi di Kabupaten Kudus. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif. Sampel yang digunakan sebanyak 31 responden petani padi yang mengambil KKP-E yang telah jatuh tempo pengembalian kredit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengembalian KKP-E di Kabupaten Kudus dikategorikan lancar dan tepat waktu dengan persentase tingkat tunggakan adalah sebesar 8%, Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengembalian KKP-E padi di Kabupaten Kudus secara parsial signifikan berpengaruh adalah jumlah pinjaman, lama usahatani, luas lahan, serta umur. Sedangkan yang tidak signifikan berpengaruh adalah pendapatan usahatani, pendidikan, jumlah tanggungan keluarga dan dummy wilayah. Secara simultan, faktor-faktor independen bersama-sama mempengaruhi jumlah pengembalian KKP-E padi (F sig α = 5%). Nilai adjusted R2 adalah 0.883 atau 88.30%.ANALYSIS OF REPAYMENT OF ‘FOOD AND ENERGY SECURITY’ CREDIT AMONG RICE FARMERS IN KUDUS REGENCYABSTRACTThe aims of this study are (1) to find out various uses of ‘Food and Energy Security’ Credit (Kredit Ketahanan Pangan dan Energi—KKP-E) and its proportion used in rice farming among farmers in Kudus Regency, (2) to examine the repayment of KKP-E ever paid by the rice farmers as well as the smoothness and ability of repaying the credit and (3) to identify the factors affecting the repayment rate of KKP-E by rice farmers in Kudus Regency. This study to collect a sample of 31 respondents among rice farmers taking KKP-E with the expired credit repayment.. The results of the credit repayment rate in Kudus Regency was categorized as smooth and timely with a percentage of back payment was 8% and the factors affecting the success of credit repayment were the amount of credit, farming period, land size, and age, while the factors that did not affect it were farming income, education, number of family member, and dummy of regions. All the independent factors simultaneously affect the amount of KKP-E repayment for rice commodity was F α = 5%. The value of adjusted R2 was 0,.883 or 88,.30%.
Pemanfaatan Teknologi Komunikasi melalui Digital Marketing pada Petani Milenial di Kota Batu, Jawa Timur Eri Yusnita Arvianti; Herdiana Anggrasari; Masyhuri Masyhuri
Agriekonomika Vol 11, No 1: April 2022
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v11i1.10403

Abstract

Salah satu bentuk digitalisasi dengan menggunakan teknologi internet saat ini sedang berkembang pesat. Teknologi tersebut dapat membantu petani untuk mengefisienkan rantai pemasaran. Oleh karena itu pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan teknologi komunikasi melalui digital marketing oleh petani milenial di  Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian dilakukan di kota Batu dengan jumlah responden sebanyak 30 petani muda yang berusia antara 15-35 tahun. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive sampling dengan pertimbangan khusus bahwa di kota Batu terdapat banyak petani milenial yang sudah menggunakan teknologi komunikasi. Pada beberapa daerah kota Batu penggunaan teknologi komunikasi telah berkembang. Penggunaan teknologi komunikasi oleh petani milenial sebagian besar sudah cukup lama yaitu bekisar 6-10 tahun. Petani milenial sebagai generasi modern dapat menggunakan teknologi komunikasi untuk melakukan pemasaran produk pertanian sehingga produk pertanian dapat terdistribusi secara merata serta petani dan konsumen mendapatkan harga yang lebih efisien dibandingkan dengan harga produk dengan rantai pemasaran yang panjang.