Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengaruh Faktor Individu, Organisasi dan Perilaku terhadap Kepatuhan Perawat dalam Melaksanakan Hand Hygiene di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Tk. II Dr. Soepraoen Malang Fauzia, Neila; Ahsan, .
Jurnal Aplikasi Manajemen Vol. 12 No. 4 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

This study aims to determine the effect of individual, organization and behavior towards hand hygiene compliance of nurses. The research design used analytic descriptive study design with cross sectional approach on 71 respondents. Then, the researcher tested using descriptive statistical test, multiple linear regression analysis, hypothesis testing, and test the dominant variable. Individuals, organizations and behaviors significantly influence hand hygiene compliance of nurses. Individual variable dominantly influence on hand hygiene compliance of nurses.
Psikoedukasi dalam Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Mental Remaja untuk Mencegah Perilaku Kecanduan Game Online Risna, Risna; Fauzia, Neila; Zaiturrahmi, Zaiturrahmi; Makfirah, Aula; Aiman, Ummul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21778

Abstract

ABSTRAK Kecanduan game sering ditandai dengan ketidakmampuan diri untuk mengendalikan keinginan bermain, sehingga susah atau tidak mampu menghentikan perilaku tersebut terlepas dari segala cara yang dilakukan untuk berhenti. Remaja dianggap lebih rentan kecanduan gamedari pada orang dewasa. Periode ketidakstabilan menjadikan remaja cenderung mudah terjerumus terhadap percobaan hal-hal yang dianggap baru. Fenomena kecanduan game online ini semakin meluas dan memprihatinkan, karena banyaknya remaja yang menjadi pecandu game online. Kenyataannya di Desa Linggong Sagoe saat ini tidak pernah para remaja mendapatkan edukasi mengenai dampak buruk dari kecanduan game online.Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengedukasi remaja tentang pencegahan perilaku kecanduan game online guna meningkatkan kesehatan mental. Pengabdian ini merupakan hibah Direktorat  Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat KEMDIKTISAINTEK skema pemberdayaan berbasis masyarakat dengan ruang lingkup pengabdian masyarakat pemula pendanaan tahun 2025. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberian materi dengan cara ceramah, diskusi, simulasi dan tanya jawab. Program pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada hari Sabtu 12 Juli 2025 di meunasah desa Linggong Sagoe kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie. Peserta yang hadir dalam pengabdian ini sebanyak 35 orang peserta dari kelompok mitra, kader, dan perangkat desa. Pada tahap pertama kegiatan dilakukan dengan penyampaian materioleh ketua tim tentang dampak perilaku kecanduan game online, faktor pemicu dan pencegahannya. Materi disampaikan denganmedia power point. Di akhir penyampaianmateri dilakukan diskusi dan tanya jawab dengan peserta. Tahap kedua adalah edukasi solusi untuk meningkatkan kesadaran mental kesehatan remaja dalam mencegah kecanduan game online dan simulasi penggunaan modul interaktif serta media WhatsApp Group untuk literasi digital.  Kata Kunci: Kesehatan Mental, Remaja, Kecanduan Game Online     ABSTRACT Game addiction is often characterized by an inability to control the urge to play, making it difficult or impossible to stop the behavior despite all efforts to stop. Adolescents are considered more vulnerable to game addiction than adults. This period of instability makes adolescents more likely to fall into experimenting with things they consider new. The phenomenon of online game addiction is increasingly widespread and concerning, because many adolescents are addicted to online games. In fact, in Linggong Sagoe Village, adolescents have never received education about the negative impacts of online game addiction. The purpose of this community service is to educate adolescents about preventing online game addiction behavior in order to improve mental health. Research and Community Service, Ministry of Education, Science, and Technology, community-based empowerment scheme with the scope of community service for beginners, funding in 2025. The methods used in this activity are providing material through lectures, discussions, simulations, and questions and answers. The community service program was held on Saturday, July 12, 2025, at the meunasah of Linggong Sagoe Village, Simpang Tiga District, Pidie Regency. 35 participants attended this service, consisting of partner groups, cadres, and village officials. In the first stage of the activity, the team leader delivered material about the impact of online game addiction behavior, triggers, and prevention. The material was delivered using PowerPoint. At the end of the presentation, a discussion and Q&A session with participants was held. The second phase included educational solutions to raise awareness of adolescent mental health and prevent online gaming addiction, as well as a simulation of using interactive modules and WhatsApp groups for digital literacy.Keywords: Mental Health, Teenagers, Online Game Addiction
EDUKASI PEMILIHAN JAJANAN SEHAT PADA SISWA SISWI SEKOLAH DASAR NEGERI IBOIH KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE Fauzia, Neila; Risna, Risna
Al Ghafur : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2023): Juli
Publisher : Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.744 KB) | DOI: 10.47647/alghafur.v2i1.1048

Abstract

Kebiasaan anak usia sekolah mengkonsumsi jajanan merupakan hal yang sering dijumpai diberbagai tingkat sosial ekonomi masyarakat. Makanan jajanan di lingkungan sekolah yang memiliki warna dan bentuk yang menarik menjadi pilihan anak tanpa mereka memperhatikan nilai gizi, kebersihan dan dampak bagi kesehatan. Oleh karena itu, perlu dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat melalui kegiatan penyuluhan tentang pemilihan jajanan sehat di lingkungan sekolah dan dampaknya bagi kesehatan, Dengan pelaksanaan kegitan ini, siswa diharapkan dapat mengetahui jenis jajanan yang berpotensi mengandung zat-zat makanan berbahaya dan memahami dampaknya. Dari hasil pelaksaan kegiatan ini didapatkan bahwa selama ini masih banyak siswa yang mengkonsumsi jajanan tidak sehat namun setelah dilakukan edukasi kesehatan siswa mulai memahami jajanan sehat sehingga dapat memilih jajanan yang akan dikonsumsi.Kata kunci: Penyuluhan,  Jajanan Sehat, Makanan Berbahaya, Siswa
UPAYA PENINGKATAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT ANAK MELALUI PENYULUHAN DAN DEMONSTRASI MENYIKAT GIGI DI SEKOLAH DASAR NEGERI 2 GIGIENG Risna, Risna; Fauzia, Neila
Al Ghafur : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.358 KB) | DOI: 10.47647/alghafur.v1i2.892

Abstract

Gangguan pada kesehatan gigi dan mulut dapat berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari di antaranya menurunnya kesehatan secara umum, menurunkan tingkat kepercayaan diri, dan mengganggu performa dan kehadiran di sekolah, tempat kerja, atau aktifitas lainnya. Masalah kesehatan gigi yang pernah dialami oleh hampir semua orang. Bahayanya, jika dibiarkan hingga parah, akan terjadi infeksi yang berujung pada kematian. Tujuan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah setelah mendapatkan penyuluhan dan demonstrasi diharapkan semua Murid SD Negeri 2 Gigieng dapat memahami dan menerapkan cara menyikat gigi yang baik dan benar sehingga dapat menjaga Kesehatan gigi dan mulut. Luaran yang di harapkan dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan kebersihan gigi dan mulut anak sekolah. Dari hasil pelaksanaan didapatkan bahwa lebih dari 55 % anak keadaan gigi dan mulutnya buruk. Kesimpulan: Kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah SD termasuk dalam kategori sedang.Kata Kunci: Penyuluhan, Demonstrasi, Kebersihan Gigi dan Mulut
PENGARUH SOSIALISASI SOP ALAT PELINDUNG DIRI (APD) TERHADAP PERILAKU PERAWAT RUANG ICU DALAM PENGGUNAAN APD Fauzia, Neila; Risna, Risna
Jurnal Sains Riset Vol 12, No 3 (2022): November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v12i3.862

Abstract

Nurses as health workers can protect themselves from contact with infectious materials or exposure to infectious diseases by having knowledge of the infection process and proper barrier protection. The high number of work accident cases and the high prevalence of infectious diseases are indicators of the importance of nurses applying standard precautions. The purpose of this study was to identify the effect of socializing the use of PPE on the behavior of ICU Nurses in the use of PPE (Handscoon, Mask, Gown). This study uses a pre-experimental design in the form of a one group pretest-posttest design. The research sample of 35 respondents was taken using saturation sampling technique. There is a significant difference between before and after the socialization of PPE SOPs on the behavior of nurses in the use of PPE (Handscoons, Masks, Gowns) both on the 3rd and 6th day observations after the intervention was carried out with a p value of 0.000. Suggestions for hospital management to routinely hold PPE SOP socialization once a month so that the safety behavior of nurses, especially in the use of PPE can be maintained or increased as an effort to prevent nosocomial infections.Keywords: Use of PPE, Nurse Behavior, PPE SOP socialization
Sosialisasi Bahaya Narkoba di Gampong Linggong Sagoe Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie Risna, Risna; Fauzia, Neila
Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/beujroh.v1i1.17

Abstract

Bahaya narkoba bukan hanya pada perilaku dan kondisi psikis penggunanya.Narkoba juga bisa membahayakan kesehatan tubuh secara umum, bahkan bisa menimbulkan gangguan yang sifatnya permanen pada beragam organ tubuh. Berawal dari rasa penasaran dan kesenangan sesaat, banyak pengguna narkoba yang justru terjebak dalam jeratan obat-obatan terlarang ini. Rasa kecanduan tersebut seiring waktu dapat merusak kesehatan mental dan fisik atau bahkan keselamatan diri penggunanya. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk mengetahui bahaya narkoba sehingga tidak tergoda untuk mencoba atau bahkan menggunakannya. Tujuan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah setelah mendapatkan penyuluhan masyarakat gampong Linggong Sagoe mengetahui bahaya narkoba dan dapat mengawasi masyarakat agar terhindar dari narkoba. Luaran yang di harapkan dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan perilaku pencegahan narkoba. Dari hasil pelaksanaan didapatkan bahwa lebih dari 54,6 % masyarakat masih belum mengatahui secara tepat bahaya narkoba. Kesimpulan : pemahaman masyarakat mengenai bahaya narkoba masih kategori cukup.
Edukasi Perawatan Gigi dan Mulut serta Cuci Tangan 6 Langkah WHO di TKIT Al-Uswah Sigli Risna; Fauzia, Neila; Mawati, Sri
Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/beujroh.v2i1.44

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut adalah salah satu faktor yang tidak hanya berpengaruh terhadap rongga mulut serta fungsi pengunyahan, namun dapat mempengaruhi kualitas hidup secara langsung. Kesehatan gigi yang dipelihara dengan baik sejak dini dapat berpengaruh terhadap perilaku dan perkembangan di kemudian hari. Pada anak sekolah, masalah kesehatan gigi dan mulut merupakan masalah yang penting karena tidak saja menyebabkan keluhan rasa sakit, tetapi juga menyebarkan infeksi ke bagian tubuh lainnya sehingga mengakibatkan menurunnya produktivitas. Kondisi ini tentu akan mengurangi frekuensi kehadiran anak ke sekolah, mengganggu konsentrasi belajar, mempengaruhi nafsu makan dan asupan makanan sehingga dapat memengaruhi status gizi dan pada akhirnya dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan fisik. Tujuan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah setelah mendapatkan penyuluhan murid sekolah TKIT dapat mengetahui dan mempraktekkan perawatan gigi dan mulut serta mencuci tangan 6 langkah menurut WHO. Luaran yang di harapkan dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan perilaku kebersihan mulut dan tangan. Dari hasil pelaksanaan didapatkan bahwa lebih dari 76 % murid sudah mampu mempraktekkan cara sikat gigi dan cuci tangan dengan benar. Kesimpulan : pemahaman murid terhadap perawatan gigi mulut dan cuci tangan sudah baik.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Lansia Dalam Mengatasi Kekambuhan Penyakit Reumatik Di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie Risna, Risna; Fauzia, Neila; Riska, Cut
Teewan Journal Solutions Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/b54rg589

Abstract

Elderly knowledge is one of the aspects that impact the maturation of healthy attitudes. Attitude formation requires time, and consequently, developments, as they comprehend, could affect rheumatic disease recurrence. The research aimed to determine the correlation between the levels of elderly knowledge and attitudes in preventing rheumatism occurrence at the Pidie Public Health Center Area, Pidie. The type of research was analytic through a cross-sectional design. This research was conducted from July 3rd to July 19th, 2024. The population in the research was the elderly, which consisted of 326 people. 77 respondents were taken as samples by using the random sampling method. To obtain the data, the researcher used a questionnaire sheet. The result showed 43 respondents (55,8%) had negative attitudes toward the elderly in preventing rheumatism occurrence. It found 50 respondents (64,9%) with sufficient knowledge of the elderly in preventing rheumatism occurrence. In brief, there was a correlation between the levels of elderly knowledge and attitudes toward preventing rheumatism, obtaining a P-value of 0.000 ≤ 0.05. Therefore, the researcher expected that health workers should properly increase their health services for the elderly by monitoring their lifestyle to prevent rheumatism.