Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RANCANG BANGUN TENDA PENANGKAL HUJAN OTOMATIS Muchammad Ali; Maria D Badjowawo; rochani rochani
Jurnal Ilmiah Flash Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.448 KB) | DOI: 10.32511/flash.v3i1.134

Abstract

Pantai atau lokasi yang digunakan sebagai tempat usaha menjemur untuk merubah bahanpangan mentah menjadi produk bahan pangan kering dan tahan lama merupakan lahan terbukadan terpapar cahaya panas matahari langsung. Beberapa macam produk bahan pangan kering,misalnya ikan asin, kopra, dan kerupuk ikan membutuhkan lahan terbuka dan terpapar cahayapanas matahari langsung untuk merubah bahan pangan mentah menjadi produk bahan pangankering tanpa menimbulkan bau yang sangat menyengat. Produk bahan pangan pokok, misalnyagabah dan jagung yang relatif tidak berbau hanya membutuhkan lahan jemur yang lebih luas.Cahaya panas matahari berlimpah pada musim panas dan tidak ada awan mendung sepanjanghari, maka bahan pangan mentah yang dijemur berjalan lancar. Tetapi pada musin hujan, dimanacahaya panas matahari kadang-kadang terhalang awan mendung, maka bahan pangan mentahyang dijemur berjalan lambat, akhir proses bisa mundur tidak terukur, berpotensi gagal, danmemboroskan aktifitas pekerjaan menjadi tidak efisien.Mengasumsikan seperti manusia yang berinisiatif sendiri melindungi diri terhadap guyuranair hujan dengan menggunakan payung atau mantel hujan, maka solusi terhadap masalahbagaimana mengamankan bahan pangan mentah yang dijemur terhadap guyuran air hujanadalah merancang bangun tenda penangkal hujan otomatis dengan anggapan bahwa langitmendung sebagai tanda akan turun hujan dan tidak ada atap tenda transparan sebagai ataptenda permanen. Tenda penangkal hujan otomatis disuplai arus searah dari baterai. Suplai arussearah dari Photo Voltaic (PV) array digunakan untuk mengisi muatan baterai. Motor DC seriatau motor universal digunakan untuk menutup atap tenda dan menghalangi guyuran air hujansetelah sensor cahaya mendeteksi langit mendung dan sensor hujan mendeteksi air hujan. Bilasensor cahaya dan sensor hujan belum diaktifkan atau sudah diaktifkan tetapi tidakmendeteksilangit mendung atau air hujan, maka atap tenda berposisi terbuka dan tidakmenghalangi cahaya panas matahari. Saklar batas mendeteksi posisi akhir atap tenda menutupdan membuka untuk menghentikan putaran motor.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan (action research),terdiri dari 3 tahap, yaitu tahap pendekatan rancangan, pembuatan alat, dan pengujian alat.Hasil perencanaan diaplikasikan di lapangan. Karenapenelitianini bersifat terapan darihasilperencanaan, maka prosedur penelitiannya meliputi perencanaan, pembuatan alat, installasi,perbaikan, produknya bersifat prototype, ada pengambilan data, dan ada uji kelayakan
RANCANG BANGUN ALAT PEMANTAU SUHU DAN KELEMBABAN UDARA YANG BERBASISKAN WIRELESS Sumartini Dana; rochani rochani; James Josias Mauta
Jurnal Ilmiah Flash Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1205.364 KB) | DOI: 10.32511/flash.v3i1.137

Abstract

Sistem komunikasi data saat ini bukan hanya secara fix cable tetapi juga secara wireless,sehingga memungkinkan kita melakukan modifikasi terhadap suatu sistem, contohnya pengontrolan.Dengan pengontrolan secara wireless, membuat sebuah instalasi sistem makin ringkas.Dalam penelitian ini melakukan pengontrolan terhadap suhu dan kelembaban udara, dimanadata suhu dan kelembaban udara akan dikirimkan ke komputer/server secara wireless. Perangkatwireless yang gunakan dari jenis zigbee yang tidak membutuhkan sumber energi yang besar, efisiendan memiliki jarak jangkauan pengiriman data cukup jauh, sampai pada jarak 1 km (line of sight),bergantung pada type zigbee tersebut. Pengiriman data menggunakan zigbee sangat baik sampaipada jarak +150 meter (line of sight) dan pada jarak diatasnya kurang baik. Pada jarak + 200meter, koordinator tidak dapat menerima data yang dikirim
Penerapan Standar Instalasi Tenaga Listrik Satu Fasa Golongan Tarif R1 pada Rumah Tinggal di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur Fransiskus Seda; Yustinus S.B Ada; Rochani Rochani; Markus Daud Letik; Zilman Syarif
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i4.7619

Abstract

Instalasi listrik yang tidak sesuai standar merupakan penyebab utama kebakaran rumah dan sengatan listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kepatuhan instalasi listrik satu fasa pada rumah tangga golongan tarif R1 (daya 450-2200 VA) di Kota Kupang terhadap standar PUIL, SPLN, dan SNI. Penelitian kuantitatif observasional ini dilakukan pada 40 sampel pelanggan yang dipilih secara purposive dari total 166.905 pelanggan di Kota Kupang. Pengumpulan data dilakukan melalui inspeksi visual komponen (kabel, sakelar, stopkontak, MCB, PHB) dan pengukuran resistansi isolasi kabel menggunakan multimeter digital serta resistansi pentanahan menggunakan earth tester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 92,5% instalasi menggunakan kabel NYM 3x2,5 mm2 dengan merek Visicom dan Eterna. Namun, 45% dari 40 instalasi memiliki resistansi pentanahan di atas standar 5, dengan nilai tertinggi mencapai 834. Selain itu, 7,5% instalasi menunjukkan resistansi isolasi yang sangat rendah (<1 M), mengindikasikan adanya kerusakan isolasi serius. Ditemukan pula ketidaksesuaian kapasitas pengaman MCB, termasuk satu instalasi dengan MCB 25A pada kabel 2,5 mm2 yang berisiko menyebabkan kebakaran akibat beban lebih. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun kualitas komponen terpasang umumnya baik, kegagalan pada teknik instalasi, khususnya sistem pentanahan dan pemilihan MCB, menciptakan risiko keselamatan yang signifikan. Implikasi praktisnya adalah perlunya inspeksi berkala wajib dan penerapan Sertifikat Laik Operasi (SLO) yang lebih ketat untuk mengurangi risiko kebakaran dan sengatan listrik di Kota Kupang.