Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Artesis

ANALISA SPASIAL TERHADAP KEBUTUHAN AIR IRIGASI DI DAS CIMANUK Restu Prabu Arifin; Dwi Ariyani
Jurnal ARTESIS Vol 1 No 1 (2021): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v1i1.2873

Abstract

Sungai Cimanuk yang berada Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu sumber daya air yang sangat bermanfaat untuk masyarakat di sekitar sungai Cimanuk salah satunya adalah dalam bidang pertanian. Dari tahun ke tahun sering terjadinya alih fungsi lahan pertanian menjadi sector non pertanian yang dapat mempengaruhi kebutuhan air irigasi dan ketersediaan irigasi di DAS Cimanuk. Seperti berdasar data tutupan lahan tersedia lahan pertanian di tahun 2009 seluas 99.440 Ha, tahun 2011 seluas 119.631 Ha dan tahun 2017 seluas 119.472 Ha. Dari data luas area tersebut didapatkan ketersediaan air debit andalan di DAS Cimanuk untuk tahun 2009 didapatkan maksimum 887,38 m3/detik dan minimum 0 m3/detik, tahun 2010 didapat maksimum 1819,14 dan minimum 0 m3/detik, tahun 2011 didapat maksimum 1819,14 m3/detik dan minimum 0 m3/detik, dan tahun 2017 didapat maksimum 1671,31 m3/detik dan minimum 0 m3/detik. Sedangkan kebutuhan air irigasi di das cimanuk untuk tahun 2009 didapat maksimum 416,97 m3/detik dan minimum 18,24 m3/detik, tahun 2011 didapat maksimum 543,26 m3/detik dan minimum 22,91 m3/detik, dan tahun 2017 didapat maksimum 493,69 m3/detik dan minimum 22,87 m3/detik. Maka neraca air yang didapatkan pada tahun 2009 terjadi defisit di bulan Januari, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November, dan Desember, Tahun 2011 terjadi defisit pada bulan Januari, Februari, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November, dan Desember dan pada tahun 2017 Febuari, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober,dan Desember.
PERENCANAAN BREAKWATER SEBAGAI PELINDUNG PANTAI DI HILIR SUNGAI CILIWUNG Rizky Faisal Azmi; Dwi Ariyani
Jurnal ARTESIS Vol 3 No 1 (2023): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v3i1.5020

Abstract

Pantai adalah batas tempat bertemunya laut dan daratan pada saat pasang tertinggi. Dari perspektif negara, pantai memainkan peran penting dalam menentukan batas laut negara dan melindungi sumber daya laut. Daerah pesisir dapat tererosi, menyebabkan garis pantai menyusut ke daratan dan menimbulkan beberapa masalah serius bagi masyarakat dan biota laut yang tinggal di sepanjang pantai. Pantai di kawasan Ancol mengalami proses erosi pantai yang sangat tinggi karena faktor alam (abrasi) dan faktor antropologis (penggarapan kembali). Keadaan akhir erosi pantai di kawasan Ancol menggunakan analisis citra Google Earth. Perubahan luas lahan dihitung melalui interpretasi visual menggunakan teknik screen digitizing. Aplikasi yang digunakan adalah Google Earth dan ArcGIS. Dalam studi ini kami meninjau struktur tahan gelombang yang ada. Salah satu cara untuk menguranginya adalah dengan membangun dinding penahan dermaga itu sendiri tujuannya untuk mengurangi tingkat keausan wilayah yang lebih tinggi. Dari hasil studi didapatkan 2 alternatif bentuk breakwater yang direncanakan yaitu tetrapod dan dinding penahan sisi miring, dari hasil analisa perhitungan didapatkan tinggi breakwater tetrapod yaitu 1.0146 m dan tinggi breakwater sisi miring 2,55 m.
PENGGUNAAN HEC-RAS DAN HIDROGRAF SATUAN SINTETIK UNTUK ANALISIS DEBIT BANJIR Fadly Ahmad Ernas; Dwi Ariyani; Fadli Kurnia
Jurnal ARTESIS Vol 3 No 1 (2023): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v3i1.5030

Abstract

Sungai Cimanuk yang berada Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu sumber daya air yang sangat bermanfaat untuk masyarakat di sekitar Sungai Cimanuk, terkhususnya yang berada pada daerah DAS cimanuk Hulu yaitu Kota Garut. Penilitian ini ditujukan untuk mengetahui tinggi muka air dengan menggunkana program HEC-RAS dan hirdrograf satuan sintetik di Sungai Cimanuk Hulu. Dimana debit banjir rencana merupakan salah satu faktor utama dalam perencanaan bangunan air dan merupakan salah satu indikator kesehatan Daerah Aliran Sungai (DAS). Dengan perhitungan debit banjir rencana dapat membantu pembangunan sarana dan prasarana menjadi efektif dan mengurangi risiko kegagalan kontruksi akibat banjir rencana. Lokasi dalam penilitian ini yaitu sungai cimanuk hulu, Garut, Jawa Barat yang memiliki Panjang sungai yang ditinjau 182,535 km2 dengan Catment area 1186,250 km2 dengan metode empiris dengan Hidrograf Satuan Sintetik Nakayasu, Gama 1 dan Snyder dengan mengambil data hujan dengan 10 tahun yang dari Pos curah hujan Bayongbong, Leuwingtiis dan Cikajang dari tahun 2009 sampai 2010 tahun yang bersumber dari Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung dan didukung dari sistem Informasi Geografis 10.3. hasil dari curah hujan terbesar penilitian ini dengan debit banjir rencana Snyder dengan kala ulang 2 tahun 232.981 m3/detik, 5 tahun 265.454 m3/detik, 10 tahun 286.951 m3/detik,25 tahun 314.122, 50 tahun 334.275 m3/detik, 100 tahun dan 354.280 m3/detik. Dan tinggi muka air paling tebesar dengan kala ulang 2 tahun 26 m, 5 tahun 26.4 m, 10 tahun 26.33 m ,25 Tahun, 50 tahun 26.61 m, dan 100 tahun 26.75 m.
ANALISIS PERENCANAAN SISTEM DRAINASE DALAM UPAYA PENANGGULANGAN BANJIR Dwi Ariyani; Aldi Ahmad Alghazali
Jurnal ARTESIS Vol 3 No 2 (2023): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v3i2.5919

Abstract

Banjir kerap terjadi di Perumahan Villa Mutiara Cibitung, yang mana pada tahun 2016 peristiwa banjir terparah pernah terjadi di lokasi ini dengan ketinggian mencapai 80 cm. Banjir tersebut telah menyebabkan kerugian yang signifikan bagi warga yang tinggal di perumahan ini. Adapun penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab terjadinya banjir pada lokasi ini dan menemukan solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Analisis yang dilakukan berupa Analisa Hidrologi meliputi Uji Konsistensi menggunakan metode RAPS (Rescaled Adjusted Partial Sums), Analisa Curah Hujan dengan menggunakan Metode Distribusi Gumbel, Analisa Intensitas Hujan menggunakan hujan harian rencana atau Metode Mononobe dengan kala ulang 5 tahun, Analisa Debit Banjir Rencana menggunakan Metode Rasional dan Intensitas Hujan yang digunakan sesuai dengan Waktu Konsentrasi. Debit rencana yang didapat dari analisa memiliki nilai yang berbeda disetiap saluran, dimana rentang nilai dari terkecil berada pada Kuarter 34 dengan nilai sebesar 0,1378 m3/detik dan 1,1371 m3/detik pada Sekunder 1. Setelah dilakukan perbandingan antara debit banjir rencana dengan debit saluran didapat 14 saluran drainase yang tidak mampu mengatasi angka Debit Banjir yang tinggi. Maka diperlukan desain baru pada saluran-saluran tersebut dengan merubah tinggi saluran (h) dengan metode trial and error agar mampu menampung debit hujan rancangan, rentang tinggi perubahan saluran pada setiap saluran yang tidak sesuai adalah 0,05 m pada Kuarter 50 hingga 0,30 m pada Sekunder 1. Setelah mendapatkan desain saluran yang baru diharapkan akan dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi permasalahan banjir di Perumahan Villa Mutiara Cibitung.