Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Keanekaragaman dan Pemanfaatan Makroalga di Perairan Pulau Rumadan Dullah Utara Kota Tual Silaban, Rosita; Josephs Souisa, Fabian Novy; Dobo, Johny; Watubun, Sarifa; Sudirjo, Fien; Thedora Silubun, Dortje
Rekayasa Vol 17, No 3: Desember, 2024
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v17i3.27255

Abstract

Macroalgae serve as the foundation of the aquatic food chain, significantly contributing to primary productivity in coastal waters, acting as indicators of aquatic ecosystem health, and can be utilized as food, traditional medicine, and industrial raw materials. This research aims to analyze density, biomass, ecological index, and vitamin C content. Macroalgae samples were collected using the square line transect method. The macroalgae found on Rumadan Island consist of 35 species classified into 3 divisions, 3 classes, 10 orders, 18 families, and 20 genera. The group of green algae (Chlorophyta) consists of 12 species, the group of brown algae (Ochrophyta) consists of 7 species, and the group of red algae (Rhodophyta) consists of 16 species. The environmental parameters on Rumadan Island can be tolerated for the survival of macroalgae. The highest density of the species Ulva lactuca is 9.3 ind/m2, while the lowest density is of the species Halimeda micronesica at 0.9 ind/m2. The highest biomass is found in the species Galaxaura fastigiata (73.3 gr/m2) and Ulva lactuca (68 gr/m2), while the lowest is in Chaetomorpa crassa (1.8 gr/m2). A diversity index of 2.87 is categorized as moderate, a uniformity index of 0.807 is categorized as high, and dominance of 0.097 is categorized as low/stable. The vitamin C content in several species of macroalgae on Rumadan Island is quite high, ranging from 1,232 to 5,280 mg/g.
Pola Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Siput Jala (Strombus luhuanus) Di Perairan Dullah Laut, Kota Tual Silaban, Rosita
Jurnal Kelautan Vol 17, No 3: Desember (2024)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v17i3.27925

Abstract

Pertumbuhan dan umur hewan adalah fenomena yang saling terkait yang menunjukkan durasi hidup yang dihabiskan oleh individu (usia) dan peningkatan volume massa (pertumbuhan) selama periode sejarah kehidupan yang sesuai. Pengukuran panjang-berat organisme bertujuan untuk mengetahui varians berat dan panjang tertentu dari organisme secara individual atau kelompok-kelompok individu sebagai suatu petunjuk tentang kegemukan, kesehatan, produktifitas dan kondisi fisiologis, termasuk perkembangan gonad. Penelitian ini akan mengkaji mengenai sebaran ukuran, pola pertumbuhan dan faktor kondisi siput jala di perairan Dullah Laut. Pengambilan sampel siput jala menggunakan metode purpossive sampling. Ukuran panjang cangkang (SL) berkisar antara 2,6-9,0 cm, lebar cangkang (SW) berkisar antara 1,2-4,1, tinggi cangkang (SpH) berkisar 1,2-3,4 cm dan berat total berkisar antara 12,3-40,2. Analisis hubungan panjang-berat diperoleh persamaan W = 2,0143x^1,0192 dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,26 dan analisis pola pertumbuhannya sebesar 1,0192 (b
Keanekaragaman Lamun dan Echinodermata Sebagai Indikator Kondisi Perairan Rumaat, Maluku Tenggara Silaban, Rosita; Dobo, Johny; Silubun, Dortje Theodora; Awayal, Dion Dollan; kilmanun, Anthon Daud
Jurnal Kelautan Vol 18, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v18i2.29587

Abstract

ABSTRAKEchinodermata merupakan salah satu hewan yang sangat penting dalam ekosistem laut dan bermanfaat sebagai salah satu komponen dalam rantai makanan, pemakan sampah organik dan hewan kecil lainnya. Echinodermata merupakan hewan avertebrata yang hanya dapat hidup di perairan laut dengan berbagai tipe habitat, salah satunya adalah padang lamun. Padang lamun yang begitu luas memungkinkan banyaknya biota yang hidup berasosiasi dengan lamun seperti alga, Moluska, Crustacea, mamalia, ikan dan Echinodermata. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kerapatan lamun, kepadatan Echinodermata, indeks ekologi serta hubungan kerapatan lamun dan kepadatan Echinodermata. Komposisi jenis lamun diperoleh 8 spesies dan Echinodermata sebanyak 9 spesies di perairan Rumaat. Lamun perairan Rumaat menunjukan kondisi tumbuh sangat rapat dengan kerapatan tertinggi spesies Thalassia hemprichii. Kepadatan Echinodermata tertinggi dari spesies Holothuria atra. Keanekaragaman lamun dan Echinodermata dikategorikan sedang yang menunjukan kondisi stabil. Kesergaman lamun dan Echinodermata tergolong sedang menunjukan tidak adanya tekanan dari faktor lingkungan. Indeks dominansi yang rendah menunjukkan bahwa di lokasi ini tidak ada spesies yang mendominasi. Hasil uji regresi kerapatan lamun dan kepadatan Echinodermata tidak memiliki pengaruh yang nyata.Kata kunci:  keanekaragaman, lamun, Echinodermata, RumaatABSTRACTEchinoderms is are one of the most important animals in the marine ecosystem and is useful as one of the components in the food chain, eating organic waste and other small animals. Echinoderms and are invertebrate animal that can only live in sea waters with various types of habitats, one of which is seagrass beds. The vast seagrass beds allow many organism to live in association with seagrass including algae, Molluscs, Crustacea, mammals, fish and Echinoderms. The purpose of this study was to determine the density of seagrass, the density of Echinoderms, the ecological index and the relationship between seagrass density and Echinoderms density. The composition of seagrass species obtained 8 species and Echinoderms as many as 9 species in the Rumaat waters. Seagrass in the Rumaat waters showed very dense growth conditions with the highest density of the Thalassia hemprichii species. The highest density of Echinoderms from the Holothuria atra species. The diversity of seagrass and Echinoderms is categorized as moderate indicating a stable condition. The uniformity of seagrass and Echinoderms is classified as moderate indicating no pressure from environmental factors. The low dominance index indicates that there is no dominant species in this location. The results of the regression test of seagrass density and Echinoderms density have no significant effect.Keywords: diversity, seagrass, Echinoderms, Rumaat
Distiribusi Spasial Habitat Bentik dan Substrat di Pantai Ngurbloat Memanfaatkan Data Allen Coral Atlas Awayal, Dion Dollan; Lekatompessy, Vanela Chatrin; Silaban, Rosita; Elake, Alexander Yosep; Nanlohy, Pieldrie
Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Vol 9 No 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46252/jsai-fpik-unipa.2025.Vol.9.No.3.523

Abstract

Ngurbloat Beach, located in the Kei Islands, Maluku Province, has a varied coastal ecosystem, including benthic habitats that play an important role in ecological balance and sustainability of marine resources. This study aims to map the spatial distribution of benthic habitats including substrates in the waters of Ngurbloat Beach by utilizing Allen Coral Atlas data. The analysis was conducted through classification of high-resolution satellite images using remote sensing and geographic information system (GIS) methods. The results showed that the total mapped area was 183 ha. Benthic habitats in this area are dominated by coral reefs (18.99%), seagrasses (0.85%), microalgae (2.93%) and sand substrates (16.42%), rocks (39.44%) and dead corals (22.7%). Oceanographic factors and anthropogenic activities in the waters of Ngurbloat Beach affect the distribution of benthic habitats, especially coral reefs that have suffered serious damage and need to be rehabilitated. The utilization of Allen Coral Atlas data proved effective in providing accurate spatial data for benthic ecosystem mapping, which can support conservation efforts and sustainable management of coastal resources.
Estimasi Cadangan Karbon Lamun Di Pantai Rumaat, Pulau Kei Maluku Tenggara Silaban, Rosita; Dobo, Johny; Armin, Armin; Wakole, Marisa Rovina
Jurnal Kelautan Vol 18, No 3: Desember (2025)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v18i3.32295

Abstract

ABSTRAKKenaikan karbon menyebabkan terjadinya pemanasan global yang berakibat perubahan iklim berupa fluktuasi curah hujan yang tinggi dan kenaikan muka laut. Lamun menjadi salah satu tumbuhan laut berkemampuan menyerap dan memindahkan jumlah besar karbon dari atmosfir setiap harinya, dan mengendapkannya dalam jaringan atau sedimen untuk waktu yang lama, sehingga keberadaan lamun di bumi sangat diperlukan sebagai jasa dalam penyerapan karbon. Penelitian ini bertujuan mengetahui kerapatan lamun, frekuensi kehadiran, biomasa lamun, cadangan karbon dan parameter lingkungan. Pengambilan sampel menggunakan metode line transek kuadrat. Lamun sebanyak 8 spesies ditemukan pada perairan Rumaat. Kerapatan lamun tertinggi berasal dari spesies Thalassia hemprichii sebanyak 5974 ind/m2. Frekuensi kehadiran Enhalus acoroides sebanyak 93,53% lebih tinggi dibandingkan spesies lainnya. Enhalus acoroides memiliki biomassa tertinggi sebesar 75.871,2 (g/m2) dan didominasi pada bagian bawah substrat. Lamun Enhalus acoroides memiliki total kadar abu 92,38% dan total kandungan organik 220,96% lebih dibanding spesies lainnya serta cenderung tinggi pada bagian bawah substrat. Cadangan karbon lamun di lokasi penelitian cukup tinggi terutama dari spesies Enhalus acoroides sebesar 1,04 ton. Paramater lingkungan di lokasi penelitian diperoleh suhu 32°C, salinitas 30 ‰, pH 8 dan DO 8 mg/l dan dapat dikategorikan cocok bagi pertumbuhan lamun.Kata kunci:  karbon, lamun, rumaatABSTRACTThe increase in carbon causes global warming which results in climate change in the form of high rainfall fluctuations and sea level rise. Seagrass is one of the marine plants that can absorb and transfer large amounts of carbon from the atmosphere every day, and deposit it in tissues or sediments for a long time, so that the existence of seagrass on earth is very necessary as a service in carbon absorption. This research aims to determine seagrass density, frequency of presence, seagrass biomass, carbon reserves and environmental parameters. Sampling used the quadratic line transect method. As many as 8 species of seagrass are found in Rumaat waters. The highest seagrass density came from the Thalassia hemprichii species at 5974 ind/m2. The frequency of presence of Enhalus acoroides was 93.53% higher than other species. Enhalus acoroides had the highest biomass of 75,871.2 (g/m2) and was dominated at the bottom of the substrate. The seagrass Enhalus acoroides has a total ash content of 92.38% and a total organic content of 220.96% more than other species and tends to be high at the bottom of the substrate. Seagrass carbon reserves at the research location are quite high, especially from the Enhalus acoroides species, amounting to 1.04 tonnes. The environmental parameters at the research location were temperature 32°C, salinity 30‰, pH 8 and DO 8 mg/l and could be categorized as suitable for seagrass growth.Keywords: carbon, seagrass, rumaat
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN EKSTRAK KASAR MAKROALGA Ulva lactuca TERHADAP KESTABILAN PIGMEN FOTOSINTESIS Nurani Hasanela; Nelson Gaspersz; Rosita Silaban; Mario Rowan Sohilait
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Sains Vol 1 No 3 (2020): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak kandungan senyawa kimia bermanfaat dalam makroalga yang bernilai ekonomi tinggi tetapi belum diteliti secara luas, seperti pigmen fotosintesis. Peningkatan kebutuhan pigmen fotosintesis pada dunia industri menyebabkan pencarian sumber alternatif pigmen fotosintesis masih terus dilakukan diantaranya dari makroalga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh lama penyimpanan ekstrak kasar makroalga Ulva lactuca terhadap kestabilan pigmen fotosintesis. Tahapan penelitian meliputi, isolasi pigmen fotosintesis, pemurnian menggunakan kromatografi kolom silika, karakterisasi pigmen fotosintesis dengan KLT dan spektrofotometer UV–Vis. Hasil KLT dari ekstrak kasar Ulva lactuca menunjukkan perbedaan jumlah dan jenis pigmen fotosintesis yang mencolok antara ekstrak kasar Ulva lactuca yang lansung diekstrak dan yang dibiarkan kurang lebih 3 hari. Pada hasil kromarogram menunjukkan ada 7 fraksi pigmen fotosintesis dan memiliki warna yang sangat mencolok yang diekstrak secara langsung sedangkan ekstrak kasar yang dibiarkan kurang lebih 3 hari menunjukkan hanya 5 fraksi pigmen fotosintesis dengan warna yang pucat. Fraksinasi dengan kromatografi kolom silika gel menunjukkan adanya pigmen fotosintesis sebanyak 29 fraksi. Setelah diindentifikasi dengan spektofotometer UV–Vis ada 4 fraksi utama yaitu ß-karoten, fukoxantin, klorofil a,dan feofitin a. Lama penyimpanan terhadap ekstrak kasar Ulva lactuca mempengaruhi pigmen fotosintesis secara kualitatif dan kuantitatif.