Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Mengkaji Area Genangan Banjir Pasang Terhadap Penggunaan Lahan Pesisir Tahun 2020 Menggunakan Metode Geospasial di Kabupaten Pekalongan, Provinsi Ja Maria Griselda Novita; Muhammad Helmi; Rikha Widiaratih; Hariyadi Hariyadi; Anindya Wirasatriya
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 3 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.927 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i3.11449

Abstract

Perubahan iklim menyebabkan peningkatan suhu yang mempercepat laju muka air laut. Kenaikan muka air laut mengancam wilayah pesisir yang padat penduduk dan juga daratan rendah karena akan menyebabkan banjir rob. Salah satunya adalah pesisir Kabupaten Pekalongan. Banjir rob yang diakibatkan adanya kenaikan muka air laut dan penurunan muka tanah menyebabkan bertambahnya luasan genangan banjir rob di daratan. Penelitian ini  melakukan pengolahan data untuk mengetahui karakteristik pasang surut bulan November 2020 dan laju kenaikan muka air laut, melakukan pengolahan data titik tinggi rupabumi untuk mengetahui elevasi muka tanah tahun 2020, melakukan pengolahan citra SAR Sentinel-1 untuk memetakan laju penurunan muka tanah serta mengkaji luas area genangan banjir rob pada penggunaan lahan dengan menggunakan pemodelan spasial genangan banjir pasang tahun 2020 berdasarkan data laju kenaikan muka air laut, ketinggian genangan, elevasi muka tanah, dan laju penurunan muka tanah. Metode yang digunakan pada penelitian ini untuk komponen pasang surut diolah menggunakan metode Least Square, laju kenaikan muka air laut dengan metode ROMS, laju penurunan muka tanah dengan metode DinSAR dan pemetaan genangan banjir rob dengan pemodelan geospasial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan selisih nilai HHWL dan MSL pada bulan November 2020 adalah 42,11 cm. Kenaikan muka air laut adalah 3,8 mm/tahun. Penurunan muka tanah rata-rata Kecamatan Wiradesa, Kecamatan Tirto, Kecamatan Siwalan dan Kecamatan Wonokerto adalah 20,27 cm/tahun, 20,58 cm/tahun, 21,63 cm/tahun dan 23,49 cm/ tahun. Luas daerah yang tergenang banjir rob pada bulan November 2020 adalah 783,99 hektar, tetapi dengan adanya tanggul menjadi 1,68 hektar.
Karakteristik Upwelling pada Periode Indian Ocean Dipole (IOD) Positif di Perairan Selatan Jawa Barat Dini Oktaviani; Gentur Handoyo; Muhammad Helmi; Kunarso Kunarso; Anindya Wirasatriya
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.107 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i4.12081

Abstract

Indian Ocean Dipole (IOD) merupakan suatu pola variabilitas di Samudera Hindia dengan perubahan Suhu Permukaan Laut (SPL) yang lebih rendah daripada biasanya. Secara umum perubahan variabilitas suhu permukaan laut dan persebaran klorofil-a di laut sangat dipengaruhi oleh adanya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD). Adanya fenomena IOD ini berpengaruh pada terjadinya upwelling pada perairan selatan Jawa Barat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan hubungan Indian Ocean Dipole (IOD) dengan upwelling di perairan selatan Provinsi Jawa Barat. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif,  metode ilmiah yang dianalisis menggunakan kaidah-kaidah ilmiah yang empiris, rasional dan sistematis. Penelitian ini dilakukan menggunakan data satelit tahun 2008 sampai dengan 2017 . Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah data Suhu Permukaan Laut (SPL) dan klorofil-a hasil perekaman satelit Aqua MODIS, data Dipole Mode Index (DMI). Data dari satelit diolah menggunakan SeaDas kemudian menggunakan software ArcGIS. Setelah data didapatkan kemudian diolah menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  variabilitas IOD mempengaruhi karakteristik upwelling yang terjadi di perairan selatan Jawa Barat. Ketika nilai DMI meningkat maka upwelling menguat yang ditunjukkan indikator SPL menurun dan klorofil-a meningkat. Sebaliknya ketika DMI menurun maka upwelling akan menurun yang ditunjukkan indikator SPL meningkat dan klorofil-a menurun. Upwelling dengan katagori lemah sudah mulai terjadi bulan Mei. Upwelling medium terjadi bulan Juni-Juli dan upwelling kuat umunya terjadi pada bulan Agustus-September.Bulan Oktober-November umumnya upwelling melemah lagi. 
Distribusi Material Padatan Tersuspensi di Perairan Semarang dengan Penginderaan Jauh Adzkia Pincta Milenia; Anindya Wirasatriya; Lilik Maslukah; Muh Yusuf; Muhammad Helmi
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 3 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.833 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i3.11704

Abstract

Muara sungai Banjir Kanal Barat merupakan tempat pertemuan antara sungai dan wilayah pesisir, dimana sungai Banjir Kanal Barat berpotensi sebagai media pembawa limbah, mulai dari limbah rumah tangga, hingga kegiatan-kegiatan industri. Limbah tersebut menyebabkan perairan sekitar menjadi keruh yang berkaitan pada peningkatan sedimen tersuspensi di daerah tersebut. Pendekatan citra penginderaan jauh merupakan alternatif untuk mengetahui sebaran material padatan tersuspensi (MPT). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis nilai sebaran MPT di muara Banjir Kanal Barat Semarang. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 11 Agustus 2020 di muara Sungai Banjir Kanal Barat, Kota Semarang. Pengambilan sampel  MPT di lapangan dilakukan pada 100 stasiun dengan kedalaman 1 meter. Data MPT dan reflectance remote sensing (Rrs) diperoleh dari situs sentinel copernicus rekaman pada tanggal 11 Agustus 2020 yang merupakan data citra satelit Sentinel-2 dengan resolusi 10 m. Data citra satelit Sentinel-2 diolah dengan pendekatan algoritma Syarif Budhiman (2004). Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi MPT hasil observasi lapangan didapat rentang nilai antara 32,72 – 75,46 mg/L, sedangkan berdasarkan analisis MPT dengan citra satelit sebesar 22,51 – 35,48 mg/L. Nilai akurasi bias parameter MPT sebesar  -20,43. Nilai RMSE parameter MPT sebesar 21,53.
Study of Sensitivity Index for Landslide Disaster in Gunungpati Sub-district, Semarang City Mahendra Ken Pambayun; Muhammad Helmi; Fuad Muhammad
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 21, No 1 (2024): March 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v21i1.276-289

Abstract

Sensitivity is one of the parameters of the vulnerability in a disaster. Gunungpati Sub-district is one of the sub-districts that had a high-intensity landslide in Semarang city. Assessment of the sensitivity index to disasters is necessary to reduce vulnerabilities and to become a consideration for policy-taking factors in the emergence of disasters. The sensitivity index uses the population density, building density, sex ratio, dependency ratio, poverty rate, and education level. The method used is a weighted scoring method for each sensitivity variable. The sensitivity index of the Gunungpati Sub-district on landslide ranges from 2.6 - 2.8. Sensitivity levels of the Gunungpati Sub-district are classified into three classes there are little sensitive, moderately sensitive, and sensitive classes. Five villages have high sensitivity values. Special attention from the government is needed to increase the capacity of the population in terms of social and economic aspects to reduce the high sensitivity value in the area. Mitigation that can be done by the government related to the sensitivity of this area can be through policies such as capital assistance and training for vulnerable groups, equalization of employment, making policies, and strict control of development permits in areas at risk of landslides.
Dynamics of mangrove species dominant area changes in Timbulsloko and Bedono, Demak Zahra Safira Aulia; Rudhi Pribadi; Muhammad Helmi
Depik Vol 12, No 2 (2023): AUGUST 2023
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.12.2.32538

Abstract

Mangrove forests in Timbulsloko and Bedono villages have very important benefits in minimizing abrasion, due to tidal flooding and land absorption in this area. A large number of people have planted mangroves to restore the function of mangrove forests in coastal areas which conducted by NGOs, students, government agencies, and awareness from local residents. This study aimed to determine the dynamics of mangrove area and mangrove species dominant area changes in 2016, 2018, 2020 and 2022 based on Sentinel-2 Satellite Imagery processing, and to analyze the dynamic changes based on geospatial analysis. The method used in this study is divided into two: satellite imagery data processing and field survey. The result showed that the area of mangrove species in Timbulsloko and Bedono increased from 2016 to 2022. In 2016 the area of mangroves was 140.04 ha, 159.57 ha in 2018, 171.05 ha in 2020, and 234.8 ha in 2022. The use of Sentinel 2 Satellite Imagery to map the distribution of mangrove species dominant produce overall accuracy of 84.62%. The mangrove species with the highest area are Avicennia marina followed by Avicennia alba, Rhizophora apiculata, and Rhizophora mucronate. The increase in this area of mangroves in this area is due to natural additions and artificial additions due to mangrove planting conservation by several parties and the awareness of the local residents to protect mangroves.Keywords:Mangrove SpeciesDynamicsCoastal AreaSentinel 2Remote Sensing
Prediksi Muka Air Tanah Perkotaan Menggunakan Hybrid ANFIS-PSO: Studi Kasus Kota Semarang Oasiska Nuhannaning Suharyanto; Muhammad Helmi; Jafron Wasiq Hidayat
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 5 (2025): September 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.5.1394-1403

Abstract

Prediksi muka air tanah merupakan hal krusial untuk perencanaan pengelolaan sumber daya air tanah yang berkelanjutan, khususnya di daerah urban seperti Kota Semarang yang rentan terhadap penurunan muka air tanah. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model prediksi MAT satu bulan ke depan dengan mengoptimalkan algoritma Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS) menggunakan Particle Swarm Optimization (PSO). Data sekunder dari ESDM Jawa Tengah periode Juni 2019 hingga Agustus 2024 dari tujuh sumur pantau dianalisis dengan variabel input muka air tanah bulan sebelumnya (GWL t-1), curah hujan, evapotranspirasi, dan temperatur. Evaluasi kinerja model menggunakan koefisien determinasi (R²) dan Root Mean Square Error (RMSE). Hasilnya menunjukkan akurasi yang bervariasi antar lokasi, dengan R² tertinggi 92,77% (RMSE 19,62%) di SMKN 1 Semarang dan R² terendah 62,71% (RMSE 16,27%) di PT Savana Tirta Makmur. Variasi akurasi ini diduga kuat dipengaruhi oleh karakteristik akuifer dan kondisi lingkungan setempat yang tidak seragam. Secara keseluruhan, model ANFIS-PSO terbukti robust dalam memprediksi fluktuasi muka air tanah non-linier. Model ini dapat dijadikan sebagai alat pendukung keputusan yang berharga bagi para pemangku kebijakan, misalnya untuk memitigasi risiko overdraft air tanah dan menyusun strategi konservasi yang lebih efektif di Kota Semarang.