Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS NILAI-NILAI SOSIAL DALAM NOVEL SENJA HUJAN DAN CERITA YANG TELAH USAI KARYA BOY CANDRA Nur Aini Saura Putri; Gonsianus Sugianto Vilan; Norma Diana Fitri
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 5 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v5i2.210

Abstract

Penelitian ini berfokus tentang nilai sosial dalam Novel Senja Hujan Dan Cerita Yang Telah Usai Karya Boy Chandra. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai sosial serta unsur intrinsik terkandung dalam Novel Senja Hujan Dan Cerita Yang Telah Usai Karya Boy Chandra. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan analisis isi novel. Penelitian ini adalah penelitian pustaka. Sumber data penelitian ini berupa dokumen tertulis hasil kesusastraan Novel Senja Hujan Dan Cerita Yang Telah Usai Karya Boy Chandra. Hasil penelitian dan pembahasan, bahwa dalam Novel Senja Hujan Dan Cerita Yang Telah Usai Karya Boy Chandra mengandung unsur-unsur intrinsik, diantaranya: tema, tokoh dan penokohan, alur, latar (tempat, waktu, suasana, dan sosial), sudut pandang, dan gaya bahasa. Sedangkan nilai sosial yang dimaksud yaitu hubungan manusia dengan sesama seperti kisah hubungan sang penulis dengan sang kekasih, diantaranya: nilai agama, musyawarah, saling memaafkan, kasih sayang, serta tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut diwujudkan dalam berbagai perilaku dan sifat tokoh pada rangkaian cerita novel. Banyak makna yang perlu diambil dalam novel ini bahwa dalam hidup tidak semua yang kita inginkan semuanya dipenuhi. Kadang kita harus melepaskan beberapa keinginan tersebut, karena mungkin merupakan bukan untuk kita. Akan tetapi ada hal yang harus patut kita perjuangkan jika itu sudah menjadi milik kita.
Penerapan Media Sosial dan Digital Sebagai Sarana E-Marketing Sekolah PAUD Ungul Rejo Norma Diana Fitri; Subaidah Subaidah; Indaria Tri Hariyani
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3: September 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v1i3.960

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan baik guru maupun tenaga kependidikan dapat melakukan kegiatan berbasis e-marketing yang diunggah dalam media sosial milik sekolah. Jadi marketing yang sebenarnya bukan dilakukan ketika mau dibukanya tahun ajaran baru namun berkelanjutan dan sifatnya kegiatan pendidik bersama peserta didik kemudian diunggah dalam media sosial. Tahapan Metode Penelitian yang digunakan kombinasi (Mixed Research) dengan mengadopsi model Kemmis dan Mc Taggart . Adapun tahapan-tahapan dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ada 5 tahapan yaitu: identifikasi masalah, perencanaan tindakan, pelaksanakan tindakan, observasi dan refleksi. Observasi dilakukan dengan dua cara, yaitu pengamatan dan test. Berdasarkan hasil yang sudah diperoleh data kreativitas pendidik dalam menggunakan media sosial digital dengan skor rata-rata sebesar 78,40. Perolehan skor tersebut dikriteriakan amat baik. Setelah melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, peneliti merefeleksi kegiatan yang telah dilaksanakan. Secara keseluruahn peneliti telah melaksanakan kegiatan dengan baik namun pendidik perlu menjadwalkan sendiri untuk disiplin mengupload pada sosial media.
Penggunaan Media Audio Visual untuk Memotivasi Belajar Siswa Kelas III MI Miftahul Ulum Surabaya Noviardani Kartika Prameswari; Ajeng Fitri Amalia; Norma Diana Fitri; Alfina Citrasukmawati
Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/ped.v3i1.1048

Abstract

This descriptive qualitative study investigates the utilization and challenges associated with audio-visual media in enhancing the motivation of third-grade students at MI Miftahul Ulum Surabaya. Data collection involved observations, interviews, questionnaires, and documentation. Findings demonstrate that the use of audio-visual media effectively captures students' attention, increasing their motivation to actively engage in learning and facilitating comprehension of instructional content. However, challenges arise from limited access to necessary tools and the time-consuming preparation process for audio-visual materials. Thus, careful and thorough preparation is essential to ensure the optimal use of audio-visual media, enabling more effective learning experiences for students. Addressing these constraints can contribute to the successful integration of audio-visual resources in educational settings.
PENGARUH MEDIA LOOSEPART DALAM KURIKULUM MERDEKA BELAJAR PADA ANAK USIA DINI DI RA ANANDA SURABAYA Norma Diana Fitri; Indaria Tri Hariyani; Noviardani Kartika Prameswari; Mirapradipta Aryanti; Alfina Citrasukmawati
Atthiflah: Journal of Early Childhood Islamic Education Vol. 10 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Institut Agama Islam Daruttaqwa Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The fundamental problem in this study is the low ability of children to solve a problem at RA Ananda Surabaya. Before children receive loose part learning at RA Ananda Surabaya, early childhood abilities have not been said to be successful in identifying problems and finding solutions according to their creative ideas. Therefore, researchers apply the loose part learning method at RA Ananda Surabaya so that teachers can plan lessons based on developing higher order thinking skills in children, Higher Order Thinking Skills (HOTS) in the independent learning curriculum.This study aims to understand how to apply loose part-based learning to RA Ananda Surabaya children who are still early in implementing the independent learning curriculum to solve a problem with creative ideas. This research includes quantitative description research, its implementation is carried out for 1 week, namely through observation in class learning. In this study the subjects observed were RA Ananda Surabaya children in group A, totaling 9 of them 5 boys and 4 girls. The ability to solve problems in this observation include: (a). children can think critically to solve problems in everyday life (b). arouse curiosity and find a solution to a problem. Data collection techniques are carried out through: (1) observation; (2) interviews; and (3) documentation. Data processing was carried out using percentage techniques and t-test (praired sample t-test). Based on the results of the t test calculation data, the value of tcount ? ttable (7.466 > 1.76131) is obtained. So it can be concluded that H0 is rejected and H1 is accepted, which means that there is an influence of loose parts media on children's ability to solve problems in the independent learning curriculum implemented by group A RA Ananda Surabaya, thus it can be concluded that there is a significant influence on children's ability to solve problems by using loose part learning in the independent learning curriculum.
Penerapan Media Sosial dan Digital Sebagai Sarana E-Marketing Sekolah PAUD Ungul Rejo Norma Diana Fitri; Subaidah Subaidah; Indaria Tri Hariyani
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3: September 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v1i3.960

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan baik guru maupun tenaga kependidikan dapat melakukan kegiatan berbasis e-marketing yang diunggah dalam media sosial milik sekolah. Jadi marketing yang sebenarnya bukan dilakukan ketika mau dibukanya tahun ajaran baru namun berkelanjutan dan sifatnya kegiatan pendidik bersama peserta didik kemudian diunggah dalam media sosial. Tahapan Metode Penelitian yang digunakan kombinasi (Mixed Research) dengan mengadopsi model Kemmis dan Mc Taggart . Adapun tahapan-tahapan dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ada 5 tahapan yaitu: identifikasi masalah, perencanaan tindakan, pelaksanakan tindakan, observasi dan refleksi. Observasi dilakukan dengan dua cara, yaitu pengamatan dan test. Berdasarkan hasil yang sudah diperoleh data kreativitas pendidik dalam menggunakan media sosial digital dengan skor rata-rata sebesar 78,40. Perolehan skor tersebut dikriteriakan amat baik. Setelah melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, peneliti merefeleksi kegiatan yang telah dilaksanakan. Secara keseluruahn peneliti telah melaksanakan kegiatan dengan baik namun pendidik perlu menjadwalkan sendiri untuk disiplin mengupload pada sosial media.
Penerapan Media Sosial dan Digital Sebagai Sarana E-Marketing Sekolah PAUD Ungul Rejo Norma Diana Fitri; Subaidah Subaidah; Indaria Tri Hariyani
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3: September 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v1i3.960

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan baik guru maupun tenaga kependidikan dapat melakukan kegiatan berbasis e-marketing yang diunggah dalam media sosial milik sekolah. Jadi marketing yang sebenarnya bukan dilakukan ketika mau dibukanya tahun ajaran baru namun berkelanjutan dan sifatnya kegiatan pendidik bersama peserta didik kemudian diunggah dalam media sosial. Tahapan Metode Penelitian yang digunakan kombinasi (Mixed Research) dengan mengadopsi model Kemmis dan Mc Taggart . Adapun tahapan-tahapan dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ada 5 tahapan yaitu: identifikasi masalah, perencanaan tindakan, pelaksanakan tindakan, observasi dan refleksi. Observasi dilakukan dengan dua cara, yaitu pengamatan dan test. Berdasarkan hasil yang sudah diperoleh data kreativitas pendidik dalam menggunakan media sosial digital dengan skor rata-rata sebesar 78,40. Perolehan skor tersebut dikriteriakan amat baik. Setelah melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, peneliti merefeleksi kegiatan yang telah dilaksanakan. Secara keseluruahn peneliti telah melaksanakan kegiatan dengan baik namun pendidik perlu menjadwalkan sendiri untuk disiplin mengupload pada sosial media.