Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PEMANFAATAN BUKU TEKS MEMBUATKU SEMAKIN BERKARAKTER SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN PENULISAN TEKS PERCAKAPAN DI KELAS VI SDN PATEBON Nuraini Saura Putri; Rizka Nur Oktaviani; Endah Wening Subekti
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 2 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.664 KB) | DOI: 10.36277/basataka.v2i2.69

Abstract

Buku teks merupakan salaha satu panduan bagi siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar. Buku teks menjadi sangat penting karena dapat membantu siswa maupun guru dalam memahami materi. Pembelajaran bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar mencangkup semua aspek keterampilan bahasa, salah satunya keterampilan menulis. Ketrampilan menulis merupakan aspek penting dalam pembelajaran bahasa Indonesia, karena melalui keterampilan bahasa ini guru dapat mengetahui seberapa faham siswa terhadap materi yang telah diajarkan. Karena melalui kegiatan menulis teks percakapan ini siswa mampu menuangkan ide-ide dan majinasi melalui bahasa tulis. Berdasarkan hasil observasi menunjukkan bahwa keterampilan menulis siswa SDN Patebon sudah cukup baik. Namun keaktifan mereka untuk maju ke depan kelas masih kurang. Salah satu penyebabnya kurang fahamnya mereka terhadap materi yang disampaikan. Sehingga membuat mereka kurang ercaya diri dengan tulisan yang telah mereka buat. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemanfaatan buku teks Membuatku Semakin Berkarakter sebagai sumber belajar dalam pembelajaran penulisan teks percakapan di kelas VI. Rancangan penelitian ini menggunakan metode deskriptif, penelitian kulitatif. Teknik dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sangat terbantu dengan adanya buku teks Membuatku Semakin Berkarakter. Dikarenakan di dalam buku ini sudah ada contoh-contoh teks percakapan yang sangat membantu untuk memberikan pemahaman terhadap siswa. Buku teks Membuatku Semakin Berkarakter juga sangat membantu bagi siswa untuk memahami bentuk teks percakapan, karena ada beberapa bentuk contoh yang dapat memberikan mereka pemahaman secara jelas. Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaran penulisan teks percakapan di SDN Patebon dengan menggunakan buku teks Membuatku Semakin Berkarekter sangat membantu berjalannya proses belajar mengajar.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENDONGENG BERBASIS HOTS GURU PPT BUNGA TERATAI Sri Nurhidayah; Dian Purnama Sari; Nur Aini Saura Putri; Rizka Nur Oktaviani
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v3i2.1933

Abstract

Literasi sangatlah penting untuk ana usia dini khususnya dalam belajar memahami cerita. Kemampuan peserta didik dapat dicapai Ketika guru mampu mengajar dengan kreatif. Kompetensi guru di lingkungan sekolah Pendidikan anak Usia Dini di PTT Bunga Teratai membutuhkan peningkatan kemampuan mendongeng. Pengabdian ini dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan kualitas mutu mendongeng bagi guru PPT Bunga Teratai dengan berbasis Higher Order Thinking Skills. Pelatihan dilaksanakan pada akhir tahun 2021 dengan memberikan workshop secara luring di PPT Bunga Teratai. Pengabdian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif yang berlangsung dalam latar ilmiah, narasumber merupakan instrument utama dan analisis data dilakukan secara kualitatif.  Hasil dari workshop ditemukan bahwa ada peningkatan pengetahuan dalam mendongeng dan bertambahnya wawasan para guru dalam pengajaran bagaimana suatu dongeng dapat diceritakan dengan kritis dan analitis yang dapat disesuaikan dengan konteks perkembangan anak pada era digital saat ini. Pengabdian ini memberikan kontribusi bagi bidang ilmu kesusastraan. Guru dapat menyusun sebuah karya melalui improvisasi dongeng berbasis HOTS dengan memberikan makna dan melihat dari sudut pandang yang lebih positif.
ANALISIS NILAI-NILAI SOSIAL DALAM NOVEL SENJA HUJAN DAN CERITA YANG TELAH USAI KARYA BOY CANDRA Nur Aini Saura Putri; Gonsianus Sugianto Vilan; Norma Diana Fitri
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 5 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v5i2.210

Abstract

Penelitian ini berfokus tentang nilai sosial dalam Novel Senja Hujan Dan Cerita Yang Telah Usai Karya Boy Chandra. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai sosial serta unsur intrinsik terkandung dalam Novel Senja Hujan Dan Cerita Yang Telah Usai Karya Boy Chandra. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan analisis isi novel. Penelitian ini adalah penelitian pustaka. Sumber data penelitian ini berupa dokumen tertulis hasil kesusastraan Novel Senja Hujan Dan Cerita Yang Telah Usai Karya Boy Chandra. Hasil penelitian dan pembahasan, bahwa dalam Novel Senja Hujan Dan Cerita Yang Telah Usai Karya Boy Chandra mengandung unsur-unsur intrinsik, diantaranya: tema, tokoh dan penokohan, alur, latar (tempat, waktu, suasana, dan sosial), sudut pandang, dan gaya bahasa. Sedangkan nilai sosial yang dimaksud yaitu hubungan manusia dengan sesama seperti kisah hubungan sang penulis dengan sang kekasih, diantaranya: nilai agama, musyawarah, saling memaafkan, kasih sayang, serta tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut diwujudkan dalam berbagai perilaku dan sifat tokoh pada rangkaian cerita novel. Banyak makna yang perlu diambil dalam novel ini bahwa dalam hidup tidak semua yang kita inginkan semuanya dipenuhi. Kadang kita harus melepaskan beberapa keinginan tersebut, karena mungkin merupakan bukan untuk kita. Akan tetapi ada hal yang harus patut kita perjuangkan jika itu sudah menjadi milik kita.
Pelatihan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi di TK dan Playgroup Madina Luhur Dewi Rosaria Indah; Apsari Fajar Prihantini; Riska Nur Oktaviani; Nur Aini Saura Putri; Evi Widayanti; Alfina Citra Sukmawati; Wisnu Kristanto; Suhartini Nurul Azminah
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 06 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Educators are the key determinant of changing learning styles in the midst of a pandemic. They are required to be more creative and innovative in conducting learning. The purpose of this community service is to increase the use of IT-based learning media for Madina Luhur Kindergarten teachers. The implementation method used in this activity is the lecture method from the speakers and practicum by the teachers with the devices they have such as mobile phones and laptops for each participant as well as mentoring by the lecturers in practicing the steps for using these web tools. For teachers, the result is an increase in their understanding and skills in using web tools such as Answer Garden and Tricider for learning materials. For lecturers, the results of this community service activity are an increase in motivation to be more active and sensitive to engage in development in the community directly, especially those related to the world of education. For Higher Education, the resulting achievement is the increasing quality of sustainable academic programs, and as a manifestation of the accountability of the Higher Education in the community. With this service, it is hoped that it can improve the skills of Madina Luhur Teachers in IT-based learning, and can apply them in the teaching and learning process at Madina Luhur Kindergarten. Keywords: Increase; Instructional Media; IT based; Madina Luhur Kindergarten
IMPLEMETASI METODE BERMAIN PERAN (ROLE PLAYING) UNTUK MENUMBUHKAN LITERASI SAINS PADA ANAK USIA DINI Alfina Citrasukmawati; Nur Aini Saura Putri
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.584

Abstract

Metode bermain peran adalah suatu metde pembelajaran yang dilakukan guru dalam bentuk bermain untuk meniurukan suatu tingkah laku yang ada pada situasi sosial yang bertujuan untuk menyampaikan informasi baru dan memberikan pemahaman kepada peserta didik. Literasi sains untuk anak usia dini dalam hal ini anak dapat mengenal, menyadari, dan peduli terhadap lingkungannya dan yang dialami sehingga dapat memecahkan masalahnya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan implementasi metode bermain peran (role playing) untuk menunbuhkan literasi sains pada anak usia dini dan mendeskrpsikan tingkat pertumbuhan literasi sains setelah mengimplementasikan metode bermain peran (role playing). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriftif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sementara itu, untuk menganalisis data yang sudah terkumpul, menggunakan teknik dengan mengikuti langkah-langkah sesuai dengan Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi datam penyajian data yang disajikan dalam bentuk tabel dan deskriptif, dan penarikan kesimpulan.Adapun hasil penelitian diperoleh bahwa mplementasi metode bermain peran (role playing) untuk menunbuhkan literasi sains pada anak usia dini sudah dilakukan dengan baik dan pertumbuhan literasi sains setelah mengimplementasikan metode bermain peran (role playing) dalam tingkat mulai berkembang (MB).
LEGENDA TELAGA NGEBEL SEBAGAI MEDIA LITERASI BUDAYA DAN KEWARGAAN GENERASI MUDA Nuraini Saura Putri; Erma Novita Sari
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.649

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan dalam kedua legenda tersebut, melalui struktur, fungsi dan nilai budayanya. Adapun tujuan jangka panjang dalam penelitian ini yaitu, untuk memberikan pengetahuan mengenai penelitian sastra lisan terutama terhadap mahasiswa sastra yang dapat dijadikan acuan untuk kedepannya. Upaya melestarikan warisan budaya berupa legenda dan dalam rangka mencari identitas bangsa serta keberagaman suku bangsa yang ada di Indonesia, salah satu cara yang perlu dilakukan adalah mengumpulkan dan memelihara folklor. Penelitian ini sebagai sarana untuk memelihara foklor berupa legenda Telaga Ngebel. Selain itu penelitian ini juga dapat memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat umum mengenai jalan cerita, nilai-nilai budaya dan kewargaan pada legenda Telaga Ngebel. Jenis penelitian yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data analisis deskriptif dan content analisys. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik sebuah kesimpulan, yaitu: Legenda Telaga Ngebel tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagi alat pendidikan dan sarana melestarikan nilai-nilai kebudayaan lokal. Literasi Budaya yang terdapat pada legenda Telaga Ngebel meliputi nilai budaya (nilai didaktik, nilai etik, nilai religiusitas), dan fungsi nilai budaya. Sedangkan untuk literasi kewargaan terdapat hak dan kewajiban, serta tanggung jawab sosial. Legenda Telaga Ngebel dapat sebagai media literasi budaya dan kewargaan bagi generasi muda melalui sumber pembelajaran penting tentang keadilan sosial, kepedulian terhadap sesama, dan tanggung jawab sosial.
Pemanfaatan Model Pembelajaran Edutainment dalam Pemerolehan Bahasa Indonesia pada Anak Usia Dini Wisnu Kristanto; Nur Aini Saura Putri; Alfina Citra Sukmawati
MARDIBASA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jpbsi.2025.5.2.94-103

Abstract

Introducing the Indonesian language to early childhood learners involves building conceptual understanding and vocabulary through active participation and meaningful use in everyday life. Language acquisition in early childhood also requires learning experiences that are meaningful, enjoyable, and contextual. This learning model integrates educational and entertainment elements, enabling children to acquire language naturally through play activities, singing, storytelling, and social interaction. This study aims to describe early childhood Indonesian language acquisition through the implementation of an edutainment learning model. The study employs a descriptive research approach with early childhood learners in PAUD (Early Childhood Education) institutions as the subjects. Data were collected through observation, field notes, and documentation of learning activities. The results indicate that edutainment-based learning facilitates vocabulary acquisition, increases children’s confidence in oral language use, and helps them understand the meaning of utterances in everyday contexts. The findings reveal that a needs analysis shows existing Indonesian language instruction lacks a systematic instructional design and adequate digital teaching materials, highlighting the need for a model that integrates entertainment-based learning and digital applications. Expert validation confirms that the edutainment learning model is appropriate for introducing Indonesian to early childhood learners in kindergarten settings. The implementation of the edutainment model has proven effective in increasing early learners’ exposure to and use of the Indonesian language. The developed edutainment learning model, supported by digital learning applications, provides a practical reference for teachers, parents, and early childhood institutions in creating engaging, meaningful, and effective Indonesian language learning experiences.