Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENJADWALAN 20 JOB 8 MESIN DENGAN METODE GENETIC ALGORITHM (GA) Didit Damur Rochman; Rendiyatna Ferdian
Spektrum Industri Vol. 11 No. 2: Oktober 2013
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v11i2.1660

Abstract

Penelitian ini merupakan perluasan dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Iskandar (2013) dengan judul “IMPLEMENTASI PENJADWALAN MESIN JOB SHOP DENGAN METODE HEURISTIC DISPATCHING RULES DI CV BOEING TEKNIK MANDIRI”. Pada penelitian tersebut dilakukan penjadwalan mesin job shop dengan menggunakan metode Heuristic Dispatching Rules. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan penjadwalan mesin job shop dengan menggunakan metode Genetic Algorithm dan membandingkan hasil yang didapat dengan hasil penjadwalan yang dilakukan Iskandar (2013) dengan metode Heuristic Dispatching Rules. Setelah dilakukan proses pengolahan data dengan menggunakan metode Genetic Algorithm selama 27 menit 33 detik, didapatkan hasil penjadwalan untuk kriteria Cmax (Completion Time Maximum) sebesar 2391,017 menit, kriteria Fmax (Flow Time Maximum) sebesar 2391,017 menit, kriteria Lmax (Lateness Maximum) sebesar -151,05 menit dan kriteria Tmax (Tardiness Maximum) sebesar 0 menit. Dibandingkan dengan hasil penjadwalan awal yang dilakukan oleh CV Boeing Teknik Mandiri, penjadwalan dengan menggunakan metode Genetic Algorithm dapat menghasilkan efisiensi sebesar 5,25% dalam kriteria Cmax serta Fmax. Untuk kriteria Lmax metode Genetic Algorithm menghasilkan efisiensi sebesar 106,2%. Kata Kunci: Penjadwalan mesin, Job Shop, Metode Heuristic Dispatching Rules, Genetic Algorithm.
SOSIALISASI PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI BERAS ORGANIK DAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DESA CIKURUBUK SUMEDANG Ihsan, Tiaradia; Rochman, Didit Damur; Anwar, Asep; Ferdian, Rendiyatna
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v9i1.8517

Abstract

Salah satu permasalahan utama yang dihadapi oleh UMKM di Desa Cikurubuk adalah ketidaktahuan dalam menentukan harga jual yang sesuai, karena belum memahami konsep Harga Pokok Produksi (HPP). Kondisi ini menjadi tantangan, terutama ketika mitra berupa kelompok tani dan UMKM sedang mengembangkan produk beras organik serta memperbaiki kualitas, kemasan, dan strategi pemasaran. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tim dari Prodi Teknik Industri Universitas Widyatama memberikan pelatihan dan sosialisasi mengenai perhitungan HPP guna membantu mitra menentukan harga jual produk secara tepat. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dan pendampingan langsung di lokasi usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra mampu memahami dan menyusun perhitungan HPP serta mulai menerapkannya dalam penetapan harga jual produk. Simpulan dari kegiatan ini adalah sosialisasi yang dilakukan berhasil meningkatkan kemampuan mitra dalam menetapkan harga secara rasional, sehingga diharapkan dapat menunjang keberlangsungan dan daya saing usaha mereka.
Perencanaan Pemeliharaan Mesin Nitrogen Berdasarkan Repair Complexity dan Future Value: Pendekatan ISMO Ihsan, Tiaradia; Damur Rochman, Didit; Ferdian, Rendiyatna
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol. 12 No. 2 (2025): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.12.2.211-222

Abstract

Keandalan mesin memainkan peran penting dalam konsistensi layanan dan efisiensi operasional. Penelitian ini mengusulkan model perencanaan pemeliharaan jangka panjang yang terstruktur untuk unit mesin nitrogen di AHASS Delima Motor, sebuah bengkel sepeda motor skala kecil di Jawa Barat. Metode ISMO yang terdiri dari Inspection (Inspeksi), Small Repair (Perbaikan Ringan), Medium Repair (Perbaikan Sedang), dan Overhaul (Perbaikan Total) digunakan untuk menentukan frekuensi aktivitas pemeliharaan berdasarkan skor repair complexity mesin, yang dinilai pada level 8 melalui evaluasi lapangan. Skor ini menghasilkan siklus aktivitas selama 9,5 tahun, terdiri dari 9 inspeksi, 5 perbaikan ringan, 2 perbaikan sedang, dan 1 overhaul. Setiap aktivitas dijadwalkan dalam garis waktu bulanan dan dikonversi menjadi estimasi biaya tahunan menggunakan metode Future Value (FV), dengan asumsi tingkat inflasi tahunan sebesar 20,02%. Total biaya pemeliharaan yang diproyeksikan untuk seluruh siklus adalah sebesar Rp 25.552.627. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa model ini responsif terhadap variasi inflasi. Model ini menghasilkan alat perencanaan yang sederhana dan ekonomis untuk penganggaran pemeliharaan di bengkel skala kecil tanpa memerlukan sistem digital atau komputerisasi. Kata kunci: Perencanaan pemeliharaan, metode ISMO, mesin nitrogen, proyeksi biaya, future value
Penerapan Metode Root Cause Analysis dan Pendekatan Plan, Do, Check, Action pada Mesin Tin Sealer untuk Mengendalikan Kualitas Produk PT XYZ Faturahman, Firza; Ferdian, Rendiyatna
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.598 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i12.10219

Abstract

Setiap perusahaan pernah mengalami kerugian. Salah satu kerugiannya adalah produk cacat, di mana perusahaan perlu mencari akar permasalahan yang dialami. Produk yang diamati penulis untuk penelitian ini adalah Kaleng. Penulis melakukan identifikasi masalah pada lini produksi dengan menggunakan metode Root Cause Analysis, lalu melakukan proses lanjutan dengan menggunakan pendekatan Plan, Do, Check, Action yang membantu dalam penyelesaian perusahaan menghadapi produk cacat. Penyelidikan akar masalah dari suatu proses pada mesin dapat dilakukan dengan mencatat setiap kerusakan produk yang diakibatkan oleh mesin. Mesin yang diamati adalah mesin Tin Sealer, selama beroperasi mesin ini sering muncul gejala seperti mesin macet dan menghasilkan produk cacat. Kecacatan tersebut dibagi menjadi dua bagian yaitu cacat retak dan remuk. Pengendalian produk cacat dimulai dari melihat akar permasalahan di lini produksi menggunakan Root Cause Analysis lalu merancang strategi untuk pengendalian produk cacat dan menerapkan strategi tersebut pada lini produksi. Penelitian yang dilakukan menghasilkan beberapa keluaran yaitu standar operasional dan optimasi pada operator yang dipakai oleh perusahaan. Penulis menguji hasil dari keluaran penelitian di lini produksi perusahaan. Hasilnya menjelaskan bahwa produk cacat yang dihasilkan berkurang signifikan yaitu sekitar 42% dari pemantauan sebelum perbaikan, selain itu kapasitas produksi juga meningkat 14,93% dari pemantauan sebelum perbaikan. Hasil tersebut menyatakan bahwa penelitian yang dilakukan berhasil menurunkan produk cacat dan pula meningkatkan kapasitas produksi.
Perancangan Ulang Tata Letak Pabrik untuk Minimasi Jarak Perpindahan Material Menggunakan Algoritma Genetika di PT JKL Ihsan, Tiaradia; Ferdian, Rendiyatna; Rochman, Didit Damur; Anwar, Asep
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 17, No 3 (2023): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/pasti.2023.v17i3.007

Abstract

PT JKL merupakan produsen jamu dengan berbagai jenis sediaan yang mempunyai misi untuk memproduksi dan mendistribusikan produknya secara luas di Indonesia. Dalam aktivitas produksi didapati bahwa perpindahan material yang terjadi di proses produksi PT JKL cukup panjang. Jarak perpindahan material saat ini sebesar 1902,875 meter, kondisi ini disebabkan banyaknya departemen yang saling berjauhan dan berdampak pada tidak tercapainya target produksi. Penelitian ini melakukan perancangan ulang tata letak pabrik PT JKL dengan menggunakan algoritma genetika, dengan tujuan untuk minimasi total jarak tempuh perpindahan material. Algoritma genetika bekerja dengan cara bergerak dari satu populasi ke populasi lain untuk mencari nilai optimal dengan tiga tahapan utama yaitu seleksi, crossover, dan mutasi. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan, perancangan ulang dengan menggunakan algortima genetika berhasil meningkatkan efisiensi perpindahan material sebesar 18,62% dan memberikan penambahan lokasi gudang barang jadi sebagai tempat penyimpanan barang untuk meminimalisir terjadinya kerusakan barang selama proses penyimpanan.
Fuzzy-FMECA: Right Solution for Jet Dyeing Machine Damage Prevention Ihsan, Tiaradia; Rochman, Didit Damur; Ferdian, Rendiyatna
Spektrum Industri Vol. 22 No. 2 (2024): Spektrum Industri - October 2024
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v22i2.204

Abstract

Jet dyeing machines, essential for producing high-quality and environmentally friendly textiles, face persistent issues with defects that lead to production stoppages, compromised cloth quality, and significant financial losses for companies. These challenges hinder operational efficiency and undermine the competitive edge of textile manufacturers in a rapidly evolving market. Jet Dyeing machines continue to innovate to produce high quality and environmentally friendly textiles, with the discovery of defects causing cloth production to stop, cloth quality to decline, and company losses. The Fuzzy-FMECA approach enhances accuracy and adaptability in identifying failure risks, improving maintenance for complex jet dyeing systems. This study aims to identify the root causes of jet dyeing machine damage for preventive maintenance design. Studies using robust fuzzy-FMECA can identify critical components of jet dyeing machines with a high degree of accuracy. This can improve machine reliability and reduce fabric quality failures. The dominant machine failures identified in jet dyeing components are leakage, short circuits, and installation errors. The Pareto analysis shows that leaks, tears, and short circuits are responsible for over 70% of total failures. The most critical components include the main pump and electric socket, both with an RPN score of 7.42, representing a significant 30% of overall risk. Other high-risk components such as the steam pipe packing and heat exchanger steam pipe also have an RPN of 7.25. These findings indicate that over 60% of the failures arise from just a few key components. These findings have succeeded in identifying the critical components of the jet dyeing machine (main pump and socket) which have the highest potential risk of failure. The proposed preventive maintenance design can reduce these risks, but needs to be refined with consistent, competent and monitored inspections. The preventive maintenance design significantly mitigates risks, requiring ongoing refinement through regular, skilled, and supervised inspections to ensure optimal effectiveness.