Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Jurnal Buana Informatika

Pengembangan Aplikasi Interactive Tv Pada Platform Set-Top Box Tertanam Berbasis Windows Embedded 7 Aryananda, Ferro Ferizka; Widyawan, Widyawan; Ferdiana, Ridi
Jurnal Buana Informatika Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 1 Januari 2010
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.59 KB)

Abstract

Abstract. Interactive TV Application Development on Embedded Set-Top Box Platform Based on Windows Embedded 7. With the novelty of television technology that marked by the boom of DTV,  Internet enabled Set-Top Box,  and DVR,  television users become more aware to interactive and rich experience of multimedia contents viewing on their television that later become the concept of interactive TV.Interactive TV allows viewers to take control of what they want to see something conventional TV can’t afford. In this research, there will be an application developed so that the user could enjoy extended services through their TV set. CETV is a proof of concept of interactive TV concept that enables users to access extended services. CETV is a group of 7 different application module that has their own feature and functionality. CETV delivers extended services and contents that bring interactivity and control to television users. Kata kunci: Embedded Device, . NET Framework,  interactive TV,  Set Top Box.Abstrak. Dengan kebaruan teknologi televisi yang ditandai dengan tren DTV, Internet enabled Set-Top Box, dan DVR, pengguna televisi menjadi lebih sadar akan pengalaman yang interaktif dan kaya pada konten multimedia yang tampil di televisi mereka yang kemudian menjadi konsep TV interaktif. Interaktif TV memungkinkan pemirsa untuk mengambil kendali dari apa yang mereka ingin lihat, sesesuatu yang tidak mampu disediakan oleh TV konvensional. Dalam penelitian ini, akan ada aplikasi yang dikembangkan sehingga pengguna dapat menikmati layanan tambahan melalui TV mereka. CETV adalah bukti dari konsep konsep TV interaktif yang memungkinkan pengguna untuk mengakses layanan tambahan. CETV adalah kelompok 7 modul aplikasi yang berbeda yang memiliki fitur dan fungsi mereka sendiri. CETV memberikan layanan tambahan dan konten yang membawa interaktivitas dan kontrol kepada pengguna televisi.Kata kunci: Perangkat Tertanam, .NET Framework,  TV interaktif,  Set Top Box.
Learning from the Case Studies, How Global Software Development Process is executed in an Agile Method Environment Ferdiana, Ridi; Nugroho, Lukito Edi; Santoso, Paulus Insap; Ashari, Ahmad
Jurnal Buana Informatika Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.91 KB)

Abstract

Abstrak. Belajar dari Studi Kasus, Bagaimana Proses Pengembangan Perangkat Lunak Global Dieksekusi Pada Lingkungan Metode Agile. Tantangan terbesar dalam Software Development Global (GSD) adalah efisiensi waktu untuk mengembangkan. GSD menyediakan panduan untuk menggunakan proses bersama dengan muka seperti proses metode analisis terpadu atau metode air terjun. Meskipun, itu memberikan manfaat melalui dokumentasi yang komprehensif dan kejelasan, ia memberikan menghambat organisasi yang ingin menggunakan GSD tetapi dalam terburu-buru. Metode Agile mengklaim efisien dan pendekatan yang efektif untuk pengembangan perangkat lunak. Makalah ini laporan tentang bagaimana organisasi menggabungkan proses GSD dengan metode tangkas seperti eXtreme Programming (XP), Scrum, Agile Unified Process (UP Agile), Pengembangan Fitur Driven (FDD), dan Microsoft Solusi Kerangka Agile (MSF Agile). Makalah ini menggunakan studi kasus untuk mendapatkan pengalaman organisasi dan menjelaskan praktek yang berguna untuk organisasi yang ingin menerapkan GSD dengan metode tangkas. Kata Kunci: Siklus Hidup Pengembangan Perangkat Lunak, Agile, GSD Abstract. The biggest challenge in Global Software Development (GSD) is the efficiency of time to develop. GSD provides a guidance to use the process along with up-front analysis method like unified process or waterfall method. Although, it gives a benefit through comprehensive documentation and its clearness, it gives inhibits the organization which wants use GSD but in a rush. Agile methods claim an efficient and the effective approach to software development. This paper reports on how organizations combine the GSD process with agile methods like eXtreme Programming (XP), Scrum, Agile Unified Process (Agile UP), Feature Driven Development (FDD), and Microsoft Solution Framework Agile (MSF Agile). The paper uses case study to get organization experiences and describe useful practices for the organization that want to implement GSD with an agile method. Keywords: Software Development Lifecycle, Agile, GSD
Pemodelan Lingkungan Virtual untuk Interaksi Avatar Berbasis Context Pada Proyek Digital Life at Campus (DiL@C) Sajati, Haruno; Nugroho, Lukito Edi; Ferdiana, Ridi
Jurnal Buana Informatika Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Campus activities that use information technology increasing rapidly, these activities e.g. studying activity, access to information and so on. The increased activities forces instance has an "assistants" who can help the real user to complete their works and responsibilities. Virtual world allows the user to be in a different context so that it can follow a different activity at one time. Avatar requires a virtual Environment for the activity. This research build a model in virtual world (VES) that would bring together between avatars, virtual objects and context to work in a scenario in Digital Life at Campus (Dil@C). Design written in this paper to formulate a model of Context based communication, system architecture and implementation that can be applied in the virtual world.Keywords: DiL@C, avatar, context, Virtual Environment System (VES). Abstrak. Aktifitas kampus yang memanfaatkan teknologi informasi semakin banyak, Aktifitas ini contohnya perkuliahan, akses informasi dan lain-lain. Peningkatan aktifitas ini memaksa instance di dalam kampus memiliki ”asisten” yang dapat membantu real user untuk menyelesaikan pekerjaan dan tanggung jawabnya. Dunia virtual memungkinkan user dapat berada pada konteks yang berbeda sehingga dapat mengikuti aktifitas yang berbeda pada satu waktu. Pengembangan model avatar yang merepresentasikan user dalam dunia maya membutuhkan lingkungan virtual untuk beraktifitas. Penelitian ini memodelkan sebuah dunia virtual (VES) yang dapat mempertemukan antara avatar, obyek-obyek virtual dan konteks untuk bekerja dalam sebuah skenario dalam Digital Life at Campus (DiL@C). Perancangan yang ditulis dalam paper ini merumuskan model komunikasi berbasis konteks, arsitektur sistem dan implementasi yang bisa diterapkan dalam dunia virtual.Kata Kunci: DiL@C, avatar, konteks, Virtual Environment System (VES).
Learning from the Case Studies, How Global Software Development Process is executed in an Agile Method Environment Ferdiana, Ridi; Nugroho, Lukito Edi; Santoso, Paulus Insap; Ashari, Ahmad
Jurnal Buana Informatika Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.91 KB) | DOI: 10.24002/jbi.v1i2.297

Abstract

Abstrak. Belajar dari Studi Kasus, Bagaimana Proses Pengembangan Perangkat Lunak Global Dieksekusi Pada Lingkungan Metode Agile. Tantangan terbesar dalam Software Development Global (GSD) adalah efisiensi waktu untuk mengembangkan. GSD menyediakan panduan untuk menggunakan proses bersama dengan muka seperti proses metode analisis terpadu atau metode air terjun. Meskipun, itu memberikan manfaat melalui dokumentasi yang komprehensif dan kejelasan, ia memberikan menghambat organisasi yang ingin menggunakan GSD tetapi dalam terburu-buru. Metode Agile mengklaim efisien dan pendekatan yang efektif untuk pengembangan perangkat lunak. Makalah ini laporan tentang bagaimana organisasi menggabungkan proses GSD dengan metode tangkas seperti eXtreme Programming (XP), Scrum, Agile Unified Process (UP Agile), Pengembangan Fitur Driven (FDD), dan Microsoft Solusi Kerangka Agile (MSF Agile). Makalah ini menggunakan studi kasus untuk mendapatkan pengalaman organisasi dan menjelaskan praktek yang berguna untuk organisasi yang ingin menerapkan GSD dengan metode tangkas. Kata Kunci: Siklus Hidup Pengembangan Perangkat Lunak, Agile, GSD Abstract. The biggest challenge in Global Software Development (GSD) is the efficiency of time to develop. GSD provides a guidance to use the process along with up-front analysis method like unified process or waterfall method. Although, it gives a benefit through comprehensive documentation and its clearness, it gives inhibits the organization which wants use GSD but in a rush. Agile methods claim an efficient and the effective approach to software development. This paper reports on how organizations combine the GSD process with agile methods like eXtreme Programming (XP), Scrum, Agile Unified Process (Agile UP), Feature Driven Development (FDD), and Microsoft Solution Framework Agile (MSF Agile). The paper uses case study to get organization experiences and describe useful practices for the organization that want to implement GSD with an agile method. Keywords: Software Development Lifecycle, Agile, GSD
Pengembangan Aplikasi Interactive Tv Pada Platform Set-Top Box Tertanam Berbasis Windows Embedded 7 Aryananda, Ferro Ferizka; Widyawan, Widyawan; Ferdiana, Ridi
Jurnal Buana Informatika Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 1 Januari 2010
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.59 KB) | DOI: 10.24002/jbi.v1i1.291

Abstract

Abstract. Interactive TV Application Development on Embedded Set-Top Box Platform Based on Windows Embedded 7. With the novelty of television technology that marked by the boom of DTV,  Internet enabled Set-Top Box,  and DVR,  television users become more aware to interactive and rich experience of multimedia contents viewing on their television that later become the concept of interactive TV.Interactive TV allows viewers to take control of what they want to see something conventional TV can’t afford. In this research, there will be an application developed so that the user could enjoy extended services through their TV set. CETV is a proof of concept of interactive TV concept that enables users to access extended services. CETV is a group of 7 different application module that has their own feature and functionality. CETV delivers extended services and contents that bring interactivity and control to television users. Kata kunci: Embedded Device, . NET Framework,  interactive TV,  Set Top Box.Abstrak. Dengan kebaruan teknologi televisi yang ditandai dengan tren DTV, Internet enabled Set-Top Box, dan DVR, pengguna televisi menjadi lebih sadar akan pengalaman yang interaktif dan kaya pada konten multimedia yang tampil di televisi mereka yang kemudian menjadi konsep TV interaktif. Interaktif TV memungkinkan pemirsa untuk mengambil kendali dari apa yang mereka ingin lihat, sesesuatu yang tidak mampu disediakan oleh TV konvensional. Dalam penelitian ini, akan ada aplikasi yang dikembangkan sehingga pengguna dapat menikmati layanan tambahan melalui TV mereka. CETV adalah bukti dari konsep konsep TV interaktif yang memungkinkan pengguna untuk mengakses layanan tambahan. CETV adalah kelompok 7 modul aplikasi yang berbeda yang memiliki fitur dan fungsi mereka sendiri. CETV memberikan layanan tambahan dan konten yang membawa interaktivitas dan kontrol kepada pengguna televisi.Kata kunci: Perangkat Tertanam, .NET Framework,  TV interaktif,  Set Top Box.
Pemodelan Lingkungan Virtual untuk Interaksi Avatar Berbasis Context Pada Proyek Digital Life at Campus (DiL@C) Sajati, Haruno; Nugroho, Lukito Edi; Ferdiana, Ridi
Jurnal Buana Informatika Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v3i2.321

Abstract

Abstract. Campus activities that use information technology increasing rapidly, these activities e.g. studying activity, access to information and so on. The increased activities forces instance has an "assistants" who can help the real user to complete their works and responsibilities. Virtual world allows the user to be in a different context so that it can follow a different activity at one time. Avatar requires a virtual Environment for the activity. This research build a model in virtual world (VES) that would bring together between avatars, virtual objects and context to work in a scenario in Digital Life at Campus (Dil@C). Design written in this paper to formulate a model of Context based communication, system architecture and implementation that can be applied in the virtual world.Keywords: DiL@C, avatar, context, Virtual Environment System (VES). Abstrak. Aktifitas kampus yang memanfaatkan teknologi informasi semakin banyak, Aktifitas ini contohnya perkuliahan, akses informasi dan lain-lain. Peningkatan aktifitas ini memaksa instance di dalam kampus memiliki ”asisten” yang dapat membantu real user untuk menyelesaikan pekerjaan dan tanggung jawabnya. Dunia virtual memungkinkan user dapat berada pada konteks yang berbeda sehingga dapat mengikuti aktifitas yang berbeda pada satu waktu. Pengembangan model avatar yang merepresentasikan user dalam dunia maya membutuhkan lingkungan virtual untuk beraktifitas. Penelitian ini memodelkan sebuah dunia virtual (VES) yang dapat mempertemukan antara avatar, obyek-obyek virtual dan konteks untuk bekerja dalam sebuah skenario dalam Digital Life at Campus (DiL@C). Perancangan yang ditulis dalam paper ini merumuskan model komunikasi berbasis konteks, arsitektur sistem dan implementasi yang bisa diterapkan dalam dunia virtual.Kata Kunci: DiL@C, avatar, konteks, Virtual Environment System (VES).
Pengembangan Aplikasi Interactive Tv Pada Platform Set-Top Box Tertanam Berbasis Windows Embedded 7 Ferro Ferizka Aryananda; Widyawan Widyawan; Ridi Ferdiana
Jurnal Buana Informatika Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 1 Januari 2010
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v1i1.291

Abstract

Abstract. Interactive TV Application Development on Embedded Set-Top Box Platform Based on Windows Embedded 7. With the novelty of television technology that marked by the boom of DTV,  Internet enabled Set-Top Box,  and DVR,  television users become more aware to interactive and rich experience of multimedia contents viewing on their television that later become the concept of interactive TV.Interactive TV allows viewers to take control of what they want to see something conventional TV can’t afford. In this research, there will be an application developed so that the user could enjoy extended services through their TV set. CETV is a proof of concept of interactive TV concept that enables users to access extended services. CETV is a group of 7 different application module that has their own feature and functionality. CETV delivers extended services and contents that bring interactivity and control to television users. Kata kunci: Embedded Device, . NET Framework,  interactive TV,  Set Top Box.Abstrak. Dengan kebaruan teknologi televisi yang ditandai dengan tren DTV, Internet enabled Set-Top Box, dan DVR, pengguna televisi menjadi lebih sadar akan pengalaman yang interaktif dan kaya pada konten multimedia yang tampil di televisi mereka yang kemudian menjadi konsep TV interaktif. Interaktif TV memungkinkan pemirsa untuk mengambil kendali dari apa yang mereka ingin lihat, sesesuatu yang tidak mampu disediakan oleh TV konvensional. Dalam penelitian ini, akan ada aplikasi yang dikembangkan sehingga pengguna dapat menikmati layanan tambahan melalui TV mereka. CETV adalah bukti dari konsep konsep TV interaktif yang memungkinkan pengguna untuk mengakses layanan tambahan. CETV adalah kelompok 7 modul aplikasi yang berbeda yang memiliki fitur dan fungsi mereka sendiri. CETV memberikan layanan tambahan dan konten yang membawa interaktivitas dan kontrol kepada pengguna televisi.Kata kunci: Perangkat Tertanam, .NET Framework,  TV interaktif,  Set Top Box.
Learning from the Case Studies, How Global Software Development Process is executed in an Agile Method Environment Ridi Ferdiana; Lukito Edi Nugroho; Paulus Insap Santoso; Ahmad Ashari
Jurnal Buana Informatika Vol. 1 No. 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v1i2.297

Abstract

Abstrak. Belajar dari Studi Kasus, Bagaimana Proses Pengembangan Perangkat Lunak Global Dieksekusi Pada Lingkungan Metode Agile. Tantangan terbesar dalam Software Development Global (GSD) adalah efisiensi waktu untuk mengembangkan. GSD menyediakan panduan untuk menggunakan proses bersama dengan muka seperti proses metode analisis terpadu atau metode air terjun. Meskipun, itu memberikan manfaat melalui dokumentasi yang komprehensif dan kejelasan, ia memberikan menghambat organisasi yang ingin menggunakan GSD tetapi dalam terburu-buru. Metode Agile mengklaim efisien dan pendekatan yang efektif untuk pengembangan perangkat lunak. Makalah ini laporan tentang bagaimana organisasi menggabungkan proses GSD dengan metode tangkas seperti eXtreme Programming (XP), Scrum, Agile Unified Process (UP Agile), Pengembangan Fitur Driven (FDD), dan Microsoft Solusi Kerangka Agile (MSF Agile). Makalah ini menggunakan studi kasus untuk mendapatkan pengalaman organisasi dan menjelaskan praktek yang berguna untuk organisasi yang ingin menerapkan GSD dengan metode tangkas. Kata Kunci: Siklus Hidup Pengembangan Perangkat Lunak, Agile, GSD Abstract. The biggest challenge in Global Software Development (GSD) is the efficiency of time to develop. GSD provides a guidance to use the process along with up-front analysis method like unified process or waterfall method. Although, it gives a benefit through comprehensive documentation and its clearness, it gives inhibits the organization which wants use GSD but in a rush. Agile methods claim an efficient and the effective approach to software development. This paper reports on how organizations combine the GSD process with agile methods like eXtreme Programming (XP), Scrum, Agile Unified Process (Agile UP), Feature Driven Development (FDD), and Microsoft Solution Framework Agile (MSF Agile). The paper uses case study to get organization experiences and describe useful practices for the organization that want to implement GSD with an agile method. Keywords: Software Development Lifecycle, Agile, GSD
Pemodelan Lingkungan Virtual untuk Interaksi Avatar Berbasis Context Pada Proyek Digital Life at Campus (DiL@C) Haruno Sajati; Lukito Edi Nugroho; Ridi Ferdiana
Jurnal Buana Informatika Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v3i2.321

Abstract

Abstract. Campus activities that use information technology increasing rapidly, these activities e.g. studying activity, access to information and so on. The increased activities forces instance has an "assistants" who can help the real user to complete their works and responsibilities. Virtual world allows the user to be in a different context so that it can follow a different activity at one time. Avatar requires a virtual Environment for the activity. This research build a model in virtual world (VES) that would bring together between avatars, virtual objects and context to work in a scenario in Digital Life at Campus (Dil@C). Design written in this paper to formulate a model of Context based communication, system architecture and implementation that can be applied in the virtual world.Keywords: DiL@C, avatar, context, Virtual Environment System (VES). Abstrak. Aktifitas kampus yang memanfaatkan teknologi informasi semakin banyak, Aktifitas ini contohnya perkuliahan, akses informasi dan lain-lain. Peningkatan aktifitas ini memaksa instance di dalam kampus memiliki ”asisten” yang dapat membantu real user untuk menyelesaikan pekerjaan dan tanggung jawabnya. Dunia virtual memungkinkan user dapat berada pada konteks yang berbeda sehingga dapat mengikuti aktifitas yang berbeda pada satu waktu. Pengembangan model avatar yang merepresentasikan user dalam dunia maya membutuhkan lingkungan virtual untuk beraktifitas. Penelitian ini memodelkan sebuah dunia virtual (VES) yang dapat mempertemukan antara avatar, obyek-obyek virtual dan konteks untuk bekerja dalam sebuah skenario dalam Digital Life at Campus (DiL@C). Perancangan yang ditulis dalam paper ini merumuskan model komunikasi berbasis konteks, arsitektur sistem dan implementasi yang bisa diterapkan dalam dunia virtual.Kata Kunci: DiL@C, avatar, konteks, Virtual Environment System (VES).