Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Fermentasi Dedak dengan Metode Fasa Padat untuk Produksi Belatung sebagai Pakan Unggas Masyarakat Kecamatan Konda Nohong Nohong; La Ode Ahmad Nur Ramadhan; Zainal Syam Arifin; Imran Imran; Laode Abdul Kadir
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i1.5030

Abstract

Pelatihan Solid State Fermentation (SSF) dedak untuk Menghasilkan Larva atau Belatung Lalat Tentara Hitam (Hermetia illucens) atau Black Soldier Fly (BSF) sebagai Pakan Unggas Alternatif di Desa Wonua, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia telah dilakukan. Belatung BSF ini mengandung protein tingkat tinggi untuk pakan ternak. Dan desa Wonua ini adalah desa pertama di Sulawesi Tenggara yang telah diperkenalkan untuk menyediakan pakan unggas alternatif ini. Mayoritas masyarakatnya adalah petani dan sebagian merangkap sebagai peternak sapi dan unggas. Dengan ini, diharapkan bahwa produksi belatung dari BSF dapat menjadi populer dan menyebar di Sulawesi Tenggara (setidaknya tidak terlambat jika dibandingkan dengan popularitasnya di Jawa yang telah lebih dulu menarik perhatian banyak petani). Dalam kegiatan ini, kami memberikan bantuan teknis dan pelatihan tentang cara menghasilkan belatung BSF menggunakan dedak sebagai media untuk pertumbuhannya. Target keluaran yang dicapai adalah kemampuan petani tentang cara membiakkan dan memproduksi belatung secara mandiri. Selain itu, diharapkan para petani dapat membagikan pengetahuan ini yang tidak terbatas pada petani lain dari desa ini dan tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti pelatihan ini tetapi juga kepada petani – petani dari desa-desa sekitarnya. Parameter yang digunakan untuk mengukur target output adalah jumlah peserta pelatihan dan pendampingan aktif, jumlah petani yang mampu menghasilkan belatung secara mandiri.
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Petoaha dalam Pembuatan Bio-Briket Terdoping Smart Liquid TiO2 Berkualitas Tinggi Muhammad Zakir Muzakkar; Ratna Ratna; Muhammad Nurdin; Maulidiyah Maulidiyah; Zainal Syam Arifin; Fitria Dewi; Nohong Nohong; Irwan Irwan
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v4i2.304

Abstract

Kelurahan Petoaha, Kecamatan Abeli, Kota Kendari merupakan salah satu desa yang memiliki potensi perkebunan kelapa yang cukup luas. Potensi perkebunan kelapa yang cukup luas tentunya akan menimbulkan limbah seperti batok kelapa/tempurung kelapa. Oleh karena itu, tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memanfaatkan limbah biomassa batok kelapa menjadi bio-briket terdoping smart liquid TiO2 sebagai bahan bakar alternatif ramah lingungan. Adapun tahapan pelaksanaan kegiatan bio-briket diawali dengan survey lokasi kegiatan, sosialiasi, pelatihan dan pendampingan pembuatan bio-briket batok kelapa terdoping smart liquid TiO2.pada masyarakat pesisir Petoaha. Berdasarkan hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat Desa Petoaha, Kecamatan Abeli telah memperoleh wawasan dan keterampilan terkait peluang pemanfaatan limbah biomassa batok kelapa untuk pembuatan bio-briket terdoping smart liquid TiO2 sebagai alternatif bahan bakar alternatif.
Pengurangan Kadar CO2 Menggunakan Spirulina Platensis dalam Tubular Bioreactor Zainal Syam Arifin
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 1 (2015): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v3i1.89

Abstract

Increasing the population impact on increasing energy demand. On the other hand, the energy generation industry has been blamed as one of the contributors of carbon dioxide about 25% of total CO2 emissions worldwide. Meanwhile, the production of biogas, which aims to address the increasing need of energy, produces carbon dioxide in the range of 25–50% by volume. To overcome this, a cheap method, optimum and efficient as well as environmentally friendly in reducing CO2 levels by using Spirulina platensis is needed. This research aims to created a mathematical models and found the optimum flow rate to reduced levels of CO2 by using Spirulina platensis. This study used a glass tubular bioreactor (D = 2.6 cm) at a temperature of 30°C and irradiated with a fluorescent lamp Philips TL 36 Watt, color temperature: 6,200K cool daylight, light output: 2,600 lm, 72 lm/W. Tubular reactor was placed in a box lined with silver foil walls on three sides. With mathematical models of tubular reactor, the reaction rate constants could be predicted. Based on calculations of data and graphs, optimum volumetric velocity could also be predicted. Variation of flowrate to observed the reduction rate of CO2 was 0.25 mL/sec, 0.35 mL/sec, 0.5 mL/sec, 0.75 mL/sec, 1 mL/sec. Carbon source was 99.99% CO2.Observations of Spirulina growth was made on the flow rate of 0.25 mL/sec at the initial levels of dry weight 2.1208 g/L. The results of this study indicated that the low flowratewas a more effective way to reduced carbon dioxide levels using Spirulina platensis (= 2.82×10-4 sec-1). The highest conversion was obtained at a volumetric flow rate of 0.25 mL/sec and optimum speeds in the range of 0.3 to 0.4 mL/sec. The rate of incoming CO2 flux should be less than 0.047 mL/cm2.detik. Specific Growth Rate (µ) of Spirulina platensis in this study was 2.56×10-2 minute-1. Keywords: Spirulina platensis, a vertical tubular bioreactor, CO2 reduction ABSTRAK Meningkatnya jumlah penduduk berdampak pada peningkatan kebutuhan energi. Di lain pihak, industri pembangkit energi dituding sebagai salah satu penyumbang karbon dioksida sekitar 25% dari total emisi CO2 di seluruh dunia. Disisi lain, produksi biogas yang bertujuan untuk mengatasi peningkatan kebutuhan energi justru menghasilkan karbon dioksida pada kisaran 25 – 50% volume. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan metode yang murah, optimum dan efisien serta ramah lingkungan dalam mengurangi kadar CO2 dengan menggunakan spirulina platensis. Penelitian ini bertujuan membuat model matematik dan menemukan kecepatan aliran yang optimum untuk menurunkan kadar CO2 dengan menggunakan Spirulina Platensis. Penelitian ini menggunakan reaktor tubularterbuat dari kaca (D = 2,6 cm) pada suhu 30°C dan disinari dengan lampu TL Philips fluoresen 36 Watt, temperatur warna: 6.200K cool daylight, light output: 2.600 lm, 72 lm/W. Reaktor tubular ditempatkan dalam kotak yang dilapisi dinding dengan kertas perak pada ketiga sisinya. Dengan model matematik reaktor tubular, dapat diprediksi konstanta kecepatan reaksinya. Berdasarkan grafik hasil perhitungan data, kecepatan volumetrik optimumnya juga dapat diprediksi. Variasi flowrate yaitu 0,25 mL/detik, 0,35 mL/detik, 0,5 mL/detik, 0,75 mL/detik, 1 mL/detik. Sumber karbon adalah CO2 99,99%. Pengamatan pertumbuhan Spirulina dilakukan pada flow rate 0,25 mL/detik dengan kadar berat kering mula – mula 2,1208 g/L. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aliran lambat (flowrate rendah) merupakan cara yang lebih efektif dalam mengurangi karbon dioksida menggunakan spirulina platensis (= 2,82×10-4 detik-1). Nilai konversi tertinggi diperoleh pada kecepatan aliran volumetrik 0,25 mL/detik dan kecepatan optimumnya pada kisaran 0,3 – 0,4 mL/detik. Laju flux CO2 masuk sebaiknya kurang dari 0,047 mL/cm2.detik. Nilai Specific Growth Rate (µ) Spirulina Platensis dalam penelitian ini yaitu 2,56×10-2 menit-1. Kata Kunci: Spirulina platensis, reaktor tubular vertikal, pengurangan kadar CO2