Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Pemberian Berbagai Jenis Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Dan Produktivitas Tanaman Selada Hijau Keriting (Lactuca sativa L.) Organik Suryadi Suryadi; Choirul Anam; Istiqomah Istiqomah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.11442

Abstract

Di Indonesia tanaman selada hijau keriting dibudidayakan secara luas pada dataran tinggi maupu sedang karena sistem adaptasinya yang cukup baik, tanaman ini merupakan komoditas tanaman sayuran daun yang memiliki peminat sangat tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai macam pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi selada keriting hijau organik. Metode penelitian yang digunakan berupa Rancangan Acak Kelompok (RAK) biasa dan terdiri dari satu faktor yang tersusun menjadi 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan ini terdiri dari beberapa macam jenis pupuk organik cair yang terdiri dari : tanpa pemberian pupuk, POC Nasa, POC NaturaGen, POC Bio Konversi, POC Eco Fresh, POC Biotani Plus dan POC Explant PHC. Hasil penelitian terhadap pengaruh pemberian berbagai macam pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada hjau keriting terdapat adanya perbedaan yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah tanaman dan panjang akar tanaman. Dari hasil penelitian ini diperoleh hasil terbaik yaitu terhadap pemberian perlakuan pemberian pupuk organik cair NaturaGen, dengan hal ini maka pupuk organik cair NaturaGen diyakini memberikan hasil yang terbaik dari pupuk organik yang lainnya.
Respon Penggunaan Berbagai Jenis Pupuk Organik Padat dan Varietas Terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Kangkung (Ipomoea reptans Poir.) Moh. Iid Wahiduddin; Choirul Anam; Istiqomah Istiqomah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.11444

Abstract

Kangkung merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang bernilai ekonomis dan sangat popular termasuk di Indonesia, tanaman kangkung dikenal memiliki dua jenis yaitu kangkung darat dan kangkung air. Dalam hal budidaya tanaman maka hal yang harus diutamakan untuk meningkatkan hasil produksi yang baik adalah memperhatikan cara budidaya mulai dari proses pengolahan lahan hingga panen. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian macam pupuk organik padat dan penggunaan berbagai jenis varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung. Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, yang terdiri dari dua faktor dan setiap faktor terdiri dari 3 level. Pada faktor pertama terdiri dari : Tanpa pemberian pupuk, pupuk kascing, dan pupuk kotoran kambing. Sedangkan faktor kedua terdiri dari : Varietas Nanda 88, varietas Hapsari dan varietas Bangkok LP-1. Hasil penelitian terhadap produktivitas tanaman kangkung ini di yakini dapat meningkatkan hasil produktivitasnya, dalam hal tersebut terdapat perolehan terbaik yakni pada pemberian pupuk organik padat kascing dan penggunaan varietas Nanda 88, dalam kedua perlakuan tersebut memperoleh hasil lebih baik dari perlakuan yang lainnya.
Isolat protein kacang tunggak termodifikasi melalui jenis dan konsentrasi bahan kimia Choirul Anam; Emmy Hamidah; Dian Eka Kusumawati; Istiqomah Istiqomah; Mariyatul Qibtiyah; Ana Amiroh
AGROINTEK Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v18i2.16837

Abstract

Cowpea is a type of legume that contains a lot of protein. One of the uses of cowpea as a food ingredient is protein isolate. The purpose of this study was to determine the type and concentration of chemicals suitable for cowpea protein isolate as well as its physical and chemical properties. Implementation of modified cowpea protein isolate was divided into three stages. The first stage is to determine the best results from the addition of certain types and concentrations of chemicals: a) CH3COOH (3%, 5%, 7%); b) CaSO4 (0.25%; 0.30%; 0.35%) and c) MgSO4 (0.25%; 0.30%; 0.35%). The second stage is to combine each of the best treatments. There are three treatments, namely treatment A is the addition of the best CH3COOH concentration with the best CaSO4 concentration. Treatment B is the best concentration of CH3COOH and the best concentration of MgSO4. Treatment C was the best concentration of CaSO4 and the best concentration of MgSO4. The third stage is the analysis of the physical and chemical properties of the treatment combinations formed. Each treatment was replicated three times. The data obtained were then analyzed descriptively. The results of the analysis are presented in the form of tables and histograms. The best treatment of chemically modified cowpea protein isolate was in treatment C (addition of 0.35% CaSO4 and 0.35% MgSO4), which had a gel strength texture of 13.87 gram force/0.1mm; with a water content of 81.04%; ash 6.77%; and protein 92.53%; and has the highest protein solubility at pH 8 of 22.47 mg/g.
Respons Pertumbuhan dan HasiI Kacang Tunggak (Vigna unguicuIata L. WaIp) terhadap Aplikasi Pupuk Hayati Cair dan Dosis Vermikompos Choirul Anam; Virda Nawang Sari; Emmy Hamidah; Istiqomah Istiqomah; Ana Amiroh; Aslizah Mohd-Aris
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2026): Januari-Juli 2026
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang tunggak (Vigna unguicuIata L. WaIp) merupakan tanaman Iegum semusim yang berpotensi dibudidayakan di Indonesia sebagai sumber protein nabati dengan waktu panen reIatif cepat. PeneIitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian pupuk hayati cair dan dosis vermikompos terhadap pertumbuhan dan produksi kacang tunggak. PeneIitian ini diIakukan di Desa Sukodadi, Sukodadi Lamongan dan dimuIai pada buIan maret sampai buIan juIi tahun 2025. Metode peneIitian ini menggunakan rancangan acak keIompok (RAK) faktoriaI 2 faktor dan diuIang 3 kaIi. Faktor I yaitu konsentrasi pupuk hayati 10 mI L-1, 20 mI L-1, dan 30 mI L-1. Faktor II adalah dosis vermikompos 15 t ha-1, 20 t ha-1, dan 25 t ha-1. Variabel yang diamati meIiputi panjang tanaman, jumIah daun, berat basah perpetak dan perhektar, berat kering perpetak dan perhektar, jumIah poIong persampeI, dan berat 100 biji. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam (uji F). Apabila perlakuan menunjukkan pengaruh nyata, maka dilakukan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk hayati cair konsentrasi 30 mL L⁻¹ dan vermikompos dosis 20 t ha⁻¹ merupakan perlakuan yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang tunggak dibandingkan kombinasi perlakuan lainnya.