Articles
ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN MESIN SEMI OTOMATIS DAN PENGGUNAAN PERALATAN TRADISIONAL PADA PROSES PEMBUATAN AGAR - AGAR KERTAS (Studi Kasus Di Perusahaan Bapak Entus, Pameungpeuk)
Aris Sandi Rahayu;
Yusuf Mauluddin
Jurnal Kalibrasi Vol 14 No 1 (2016): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2006.768 KB)
|
DOI: 10.33364/kalibrasi/v.14-1.407
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan mesin semi otomatis dan penggunaan peralatan tradisional pada proses pembuatan agar – agar kertas, di perusahaan bapak entus yang beralamat di kec. Pameungpeuk. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan analisis perhitungan produktivitas dan analisis finansial, hasil yang diperoleh untuk mesin/alat semi otomatis lebih produktif dibandingkan cara penggunaan mesin/alat tradisional.
Analisis Lean Manufacturing Pada Aktivitas Proses Produksi di PT. Mandala Logam Utama
Yusuf Mauluddin;
Ibna Faizal Rahman
Jurnal Kalibrasi Vol 17 No 2 (2019): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33364/kalibrasi/v.17-2.694
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemborosan (waste) yang ada pada aktivitas proses produksi. Pendekatan yang dilakukan adalah dengan konsep Lean Manufactuirng, tools yang digunakan adalah Value Stream Mapping (VSM), Waste Relationship Matrix (WRM) dan Waste Assessment Questionaire (WAQ), Value Stream Analysis Tools (VALSAT), waste dengan persentase terbesar direkomendasikan diperbaiki sesuai tools yang terpilih di VALSAT. Setelah hasil analisa dengan VALSAT langkah selanjutnya adalah analisa dengan TOC (theory of Constraints) sebagai alat analisa pendukung. Dari hasil penelitian ini diperoleh waste yaitu waiting yang menyebabkan overproduction pada stasiun kerja proses pendinginan, setelah terdapat hasil analisa dengan VALSAT dan TOC maka dapat ditentukan usulan perbaikan yaitu dengan membuat gudang pendinginan khusus yang dilengkapi alat pendingin seperti AC (air conditioner) ataupun kipas angin, hal tersebut akan membantu perusahaan mengurangi waste pada aktivitas proses produksi.
Analisis Usaha Pengembangan Tembakau Mole Cigasti
Yusuf Mauluddin;
Mohamad Dikry
Jurnal Kalibrasi Vol 18 No 1 (2020): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33364/kalibrasi/v.18-1.720
Perusahaan tembakau mole cigasti saat ini hanya bisa memproduksi sebanyak 9.6ton/tahun atau kurang dari 1% dari jumlah kebutuhan nasional sebanyak 300.000 ton/tahun. Maka penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis usaha dalam upaya mengembangkan perusahaan tembakau mole cigasti dengan memilih berbagai skenario skenario yang dibuat berdasarkan target perusahaan dengan total produksi lebih dari 20 Ton. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2019, data dalam penelitian ini diperoleh dari data primer yang diambil dengan cara observasi dan wawancara langsung kepada pihak perusahaan dan pihak petani tembakau mole cigasti di Desa Sukakarya Kecamatan Banyuresmi. Operasional Model yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan analisis ekonomi teknik, analisis kelayakan investasi. Hasil penelitian dari berbagai skenario menunjukan bahwa skenario 3 alternatif A dengan resiko yang mungkin terjadi, skenario 3 alternatif A membutuhkan bahan baku sebanyak 192 ton/musim. Skenario 3 alternatif A menghasilkan nilai NPV Rp Rp698,000,000 dengan investasi sebesar Rp.1.150.000.000, hasil tersebut menunjukan bahwa skenario tersebut sangat layak dan menguntungkan untuk dijalankan perusahaan.
Analisis Beban Angkat dan Postur Kerja dalam Pengangkutan Gallon Air 19 Kg di PT Medina
Yusuf Mauluddin;
Moch. Tegar Ramadhan
Jurnal Kalibrasi Vol 18 No 1 (2020): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33364/kalibrasi/v.18-1.728
Tujuan penelitian ini adalah mencari metode kerja yang sesuai dan beban angkat dalam proses pengangkutan gallon air 19 kg yang dilakukan di PT medina. Metode yang digunakan adalah metode Nordic body map, RULA dan RWL. Perhitungan dimulai mewawancarai pekerja,kemudian menganalisis beban angkat yang diterima pekerja. Berdasarkan penelitian pendahuluan dengan metode Nordic body map RULA digunakan untuk menganalisis aktivitas dan menganalsis beban angkat yang diterima pekerja adalah sakit bahu kiri,bahu kanan ,pinggang ,pinggul , metode nnrapid upper limb assessment RULA digunakan untuk menganalisis pengangkutan tersebut. Metode RWL digunakan menunjukan bahwa pengangkutan gallon air 19kg .hasil menunjukan bahwa bahwa gallon air 19 kg resiko tinggi yakni pada aktivitas penyimpanan ke mobil dengan nilai RWL 4,41 maka pada aktivitas ini menimbulkan cidera tinggi ,rekomendasi pada penelitian ini adalah perbaikan metode kerja yang memiliki resiko paling tinggi serta beban maksimal.kemudian perencanaan alat bant untuk menaikan gallon ke atas mobil untuk mengurangi resiko cidera.
Perancangan Alat Bantu Pemotong Kerupuk untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi UMKM Samawi
Shintya Oktaviani;
Yusuf Mauluddin
Jurnal Kalibrasi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33364/kalibrasi/v.19-1.1084
Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang alat pemotong adonan kerupuk untuk meningkatkan kapasitas produksi UMKM Samawi. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode Nigel Cross atau metode rasional. Setelah desain direalisasikan dan diimplementasikan pada produk UMKM mala terdapat beberapa temuan dalam penelitian ini diantaranya mesin pengerak beroperasi namun kecepatan putaran perlu dikurangi karena berpengaruh pada kualitas hasil potongan. Mata pisau dipasang pada piringan pisau dengan jumlah 2 buah, ketajaman mata pisau sangat baik dan dapat memotong adonan dengan baik. Material kerangka utama terbuat dari besi siku 3cmx3cm, kerangka mesin cukup kuat untuk menopang namun ketika mesin dioperasikan kaki mesin tidak cukup kuat untuk meredam getaran yang dihasilkan mesin penggerak. Tersedia tempat untuk meletakkan adonan dan sudah berfungsi dengan baik. Ring plat setebal 1 mm sudah dipasang, ketebalan hasil potong tidak seragam dan tidak rapi. Sehingga penulis merekomendasikan beberapa hal sebagai berikut: menggunakan mesin penggerak dengan kekuatan lebih besar, memasang pengatur kecepatan pada mesin dan mengolesi adonan yang akan dipotong menggunakan minyak goreng.
Pengaruh Postur Tubuh Saat Belajar Online Terhadap Keluhan Muskuloskeletal
Yusuf Mauluddin;
Chika Ajeng Maessa
Jurnal Kalibrasi Vol 19 No 2 (2021): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33364/kalibrasi/v.19-2.1097
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi postur tubuh saat belajar online yang berpengaruh terhadap keluhan muskuloskeletal dan merekomendasikan perbaikan untuk mengurangi keluhan tersebut. Identifikasi permasalahan dilakukan atas dasar postur tubuh yang sering dilakukan dan keluhan yang dialami mahasiswa itu sendiri. Metode yang digunakan dalam mengidentifikasi masalah ini yaitu metode kuesioner Nordic Body Map, dan metode REBA (Rapid Entire Body Assessment). Metode kuesioner Nordic Body Map bertujuan untuk mengetahui keluhan muskuloskeletal yang dialami, sedangkan metode REBA bertujuan untuk mengetahui tingkat bahaya dari postur tubuh yang sering dilakukan. Rekomendasi perbaikan dilakukan dengan metode pengukuran antropometri bertujuan untuk merencanakan alat bantu sebagai alternatif untuk mengurangi keluhan-keluhan tersebut. Hasil dari penelitian ini diperoleh sebanyak 34% postur tubuhnya yaitu lesehan dengan posisi punggung tegak dan tidak ada sandaran, 21% duduk dikursi dengan kaki sila dan leher yang menekuk, 10% dan dari 80 mahasiswa mengalami sakit pada bagian bawah leher, atas leher, punggung, pinggang dan bagian pantat. Hasil dari perbaikan dalam pembuatan alat bantu yaitu meja yang dapat diatur ketinggiannya dari posisi duduk lesehan, duduk dikursi dan saat berdiri. Meja tersebut harus memiliki dua dudukan, yang pertama untuk sandaran tangan dan yang kedua untuk penyimpanan laptop agar dapat mengurangi keluhan-keluhan muskuloskeletal.
PERENCANAAN SISTEM PERSEDIAAN BENANG POLYESTER DI PERUSAHAAN PECI RAJUT SAMARANG - GARUT
Abdul Maliki;
Yusuf Mauluddin
Jurnal Kalibrasi Vol 11 No 1 (2013): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33364/kalibrasi/v.11-1.64
Penelitian ini membahas sistem persediaan benang polyester pada produksi peci rajut. Masalah dalam sistem persediaan benang politer ini adalah jumlah pesanan tidak sesuai dengan permintaan dan tenggang waktu kedatangan pesanan yang tidak menentu. Kondisi ini berakibat terhambatnya produksi peci rajut, yang akhirnya permintaan tidak terpenuhi. Melihat masalah kekurangan benang polyester tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah menentukan jumlah pemesanan benang polyester (q), waktu pemesanan ulang (r) dan cadangan pengamanan (ss),dengan ongkos total persediaan yang minimal dengan tujuan semua permintaan dapat terpenuhi. Metode Statistical Inventory Control (SIC) dipakai untuk menyelesaikan masalah persediaan benang polyester menggunakan model Probabilistik Q dengan Lost Sale. Metode tersebut dipergunakan dalam menentukan jumlah pesanan benang polyester dengan memperhatikan waktu pemesanan yang disesuaikan dengan produksi peci rajut. Hasil pengujian model persediaan probabilistik Q dengan lost sale didapat besarnya kuantitas pemesanan (q0) benang polyester untuk dapat memenuhi permintaan yang sebelumnya mengalami kekurangan dan dapat diketahui kapan waktu melakukan pemesanan (r) benang polyester serta besarnya cadangan pengamanan (ss)benang polyester sehingga persediaan tidak mengalami kekurangan. Hasil analisa sensitifitas ongkos total persediaan benang polyester terhadap kenaikan kebutuhan rata-rata benang polyester (D), kenaikan ongkos simpan (h) dan kenaikan ongkos pesan (A) dapat ditentukan dengan tetap memperhatikan prosentase keuntungan yang ditargetkan perusahaan.
PENGENDALIAN PRODUKSI PADA PROSES PEMBUATAN BOLU JAREN DI PD. ABDI JAREN SUCINARAJA - GARUT
Muhammad Sya'ban;
Dody Chandrahadinata;
Yusuf Mauluddin
Jurnal Kalibrasi Vol 11 No 1 (2013): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33364/kalibrasi/v.11-1.89
PD. ABDI JAREN adalah perusahaan pengolahan makan ringan yang bergerak pada pembuatan bolu jaren. PD.Abdi Jaren pada saat ini ingin melakukan mutu dan perbaikan pada pengurangan jumlah cacat yang terjadi pada pembuatan bolu jaren. Hasil penelitian yang dilakukan terdapat tiga jenis ketaksesuian/kecacatan yang terdapat pada pembuatan bolu jaren. Dimana ketaksesuaian/kecacatan tersebut yaitu cacat hangus, cacat tidak mengembang, dan cacat retak. Penelitian ini ditunjukan untuk menganalisis cacat yang paling berpengaruh terhadap produk bolu jaren. Pendekatan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah Peta Kendali np, Diagram Pareto, Sebab Akibat, dan Uji Koefisien Korelasi. Dimana Peta Kendali np digunakan untuk mengetahui apakah proses pembuatan bolu jaren ini berada diluar pengendalian atau dialam pengendalian. Diagram Pareto digunakan untuk mengetahui masalah utama yang dihadapi, serta menunjukan perbandingan masing-masing maslah yang akan diselesaiakan. Diagram sebab akibat adalah untuk menunjukan faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya kecacatan dan dilakukan perbaikan. Dan Uji Koefisien Korelasi adalah untuk membandingkan mana penyebab terjadinya cacat hangus yang berpengaruh terhadap faktor manusia. Hasil dari Diagram Pareto menunjukkan bahwa produk bolu jaren yang mengalami cacat dengan jumlah lebih banyak yaitu cacat hangus dibanding dengan cacat yang lainnya, sedangkan faktor penyebab cacat hangus yaitu faktor manusia pada proses pemeriksaan pengovenan bolu jaren, salah satu upaya untuk mengurangi cacat hangus yaitu dengan cara melakukan pemeriksaan secara rutin, pengecekan suhu degan alat thermometer, dan pengaturan waktu dengan menggunakan alat stop watch pada saat pengovenan yang dilakukan oleh operator (faktor manusia).
Perancangan Alat Bantu Perakitan Axel Counter Rack (Acr) di PT Len Industri Persero Bandung
Siti Rahayu;
Yusuf Mauluddin;
Nanan Priyatna
Jurnal Kalibrasi Vol 11 No 1 (2013): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33364/kalibrasi/v.11-1.99
Penelitian ini dilakukan di PT LEN Industri bandung, penelitian yang dilakukan adalah mengidentifikasi posisi dan sikap kerja yang tidak sesuai dengan aspek keseimbangan ergonomis, mengidentifikasi alat bantu yang dapat mengurangi posisi dan sikap kerja tidak baik.Tujuan penelitian adalah mendapatkan alat bantu untuk memperbaiki posisi dan sikap kerja yang tidak baik.. Masalah yang muncul yaitu posisi dan sikap kerja yang tidak baik saat melakukan perakitan rak. Berdasarkan permasalahan tersebut, akan dilakuakan analisa perancangan alat bantu dengan menggunakan pendekatan ekonomi gerakan dan Humen Center design (HCD). Dari hasil analisa diketahui maka alat bantu yang baik yaitu tangga lipat dan kunci Shock elektrik, dengan alat bantu tersebut sikap dan posisi kerja tidak baik berkurang.
PENENTUAN SKALA USAHA YANG EKONOMIS UNTUK PENGGUNAAN MESIN ROASTER COFFEE TJ 068
Ikhwanudin Sidiq;
Yusuf Mauluddin
Jurnal Kalibrasi Vol 13 No 1 (2015): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33364/kalibrasi/v.13-1.199
Penelitian ini tentang penentuan skala usaha yang ekonomis terhadap penggunaan mesin Roaster Coffee TJ 068. Skala usaha yang dimaksud yaitu ditinjau dari modal dan omzet pendapatan perusahaan apabila dalam proses produksinya menggunakan mesin tersebut. Mesin sangrai ini merupakan mesin sangrai kopi yang dibuat oleh perusahaan North dari Cina bertenaga listrik dengan kapaistas produksi 500 gram/batch dan harga mesin tersebut sangat mahal. Dengan permasalahan tersebut maka dilakukan peninjauan dari aspek finansial terhadap beberapa perusahaan yang berada di Garut sebagai pembandingnya. Metodologi yang digunakan dalam melakukan analisa finansial dan penilaian kelayakan ini adalah model harga pokok produksi, proyeksi rugi laba, proyeksi arus kas, Break Even Point, Net Present Value, Internal Rate of Return, Payback Priod dan Analisa Sensitifitas. Berdasarkan dari hasil perhitungan analisa sensitifitas diperoleh bahwa skala usaha yang sesuai terhadap penggunaan mesin Roaster Coffee TJ 068 dalam proses produksinya dengan omzet pendapatan minimum sebesar Rp. 78.943.200 pertahun dengan modal awal sebesar Rp. 41.660.000.