Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengelompokan Mikro dan Makro dalam Kajian Linguistik Austronesia secara Diakronis Inyo Yos Fernandez
Humaniora No 1 (1995)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.038 KB) | DOI: 10.22146/jh.1986

Abstract

Pengelompokan bahasa dalam rangka kajian linguistik diakronis, biasa dikenal juga dengan istilah klasifikasi genealogis (genetis) atau subgruping bahasa. Dalam arti itu, pengelompokan bahasa seringkali dikaitkan dengan pembagian rumpun bahasa atau keluarga bahasa, seperti rumpun bahasa IndoEropa,  Afro-Asia, Austronesia atau Malayo-Polinesia, dan sebagainya.Istilah  pengelompokan mikro dimaksudkan untuk menjelaskan pengelompokan bahasa-bahasa sekerabat pada tingkat lebih rendah. Pengelompokan makro dapat diartikan pengelompokan bahasa kerabat yang cakupan penjelasan mengenai hubungan antarbahasa serumpun, diamati secara khusus pada tingkat yang lebih tinggi atau pada tingkat atas.
BEBERAPA CATATAN TENTANG BAHASA MELAYU DILI: STUDI AWAL MENGENAI BAHASA MELAYU DI TIMOR TIMUR Inyo Yos Fernandez
Humaniora No 1 (1994)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.967 KB) | DOI: 10.22146/jh.2026

Abstract

Menurul Suparlan (1978:44), ada beragam ras di antara berbagai kelompok etnik yang mendiami Propinsi Timor Timur. Dapat disebutkan antara lain Papua Melenesoid, Veda Austrotoid, Kaukasoid, Mongoloid, dan Melayu. Keberadaan ras Melayu di antara berbagai ras tersebut adalah wajar mengingat penyebaran suku Melayu hampir meliputi seluruh pelosok tanah air, dan telah menjadi kenyataan sejarah. Di berbagai daerah puak Melayu dan kebudayaannya berbaur dengan kehidupan budaya setempat, salah satu perwujudan lahir dari pembauran itu tampak anlara lain dalam eksistensi bahasa Melayu dialek daerah setempat, seperti halnya bahasa Melayu Dili (MD) yang digunakan di Dili, Timor Timur. Bahasa MD digunakn oleh sekitar 1000 penutur, yang berdiam di beberapa tempat di kota Dili, terutama di kampung Alor. Penghuni kampung Alor pada umumnya adalah kaum pedagang pendatang keturunan Arab dan yang sering identik dengan puak Melayu. Dewasa ini bahasa MD sebagai bahasa ibu merupakan alat komunikasi utama di kalangan penuturnya, di samping bahasa Tetum Dili dan bahasa Indonesia (BI). Seperti bahasa Melayu dialek daerah lainnya di Indonesia, bahasa MD berkembang dari bahasa pidgin.
STRATEGI PEMBANGUNAN BUDAYA DAERAH DALAM MEMPERSIAPKAN MASYARAKAT TIMOR TIMIUR MENYONGSONG ERA INDUSTRIALISASI Inyo Yos Fernandez
Humaniora No 3 (1991)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.153 KB) | DOI: 10.22146/jh.2082

Abstract

Pengertian strategi yang sering dikaitkan dengan kebijakan (policy) dapat mengandung arti "rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran tertentu'". Demikian informasi yang dipetik dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (1988). Objek atau sasaran yang dimaksud, jika dihubungkan dengan pokok bahasan seperti tertera pada topik ini, mengenai masalah pembangunan budaya daerah maka sasaran yang dimaksud terarah pada upaya penyusunan kebijakan (baru) di bidangbudaya daerah. Kebijakan itu, seperti diungkapkan Van Peursen (1976: 18), berupa sikap dan alam pikiran masyarakat dalam mengadakan kebertautan baru (relasi-relasi baru) terhadap segala sesuayu di lingkungannya. Lebih lanjut, menurut Van Peursen, dalam relasinya dengan pembangunan strategi budaya daerah dalam hal ini sebenarnya mengandung jangkauan masalah yang lebih luas artinya daripada yang tersurat dalam makna kebijakan strategi) budaya itu.
BAHASA JURNALISTIK DALAM ERA PEMBANGUNAN Inyo Yos Fernandez
Humaniora No 2 (1991)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1119.545 KB) | DOI: 10.22146/jh.2095

Abstract

Bahasa Indonesia ragam jurnalistik atau disingkat bahasa jurnalistik, adakalanya diistilahkan dengan bahasa media massa atau disebut pula dengan bahasa surat kabar. Ragam bahasa ini merupakan salah satu variasi bahasa yang digunakan di kalangan wartawan untuk menyampaikan informasi tertulis dalam berkomunikasi. Dalam era pertumbuhan masyarakat Indonesia sebegai masyarakat informasi di satu sisi dan sebagai masyarakat edukasi di sisi lain , bahasa jurnalistik mempunyai peranan yang cukup penting baik yang berhubungan dengan berbagai upaya para wartawan untuk meliput aneka ragam informasi, maupun untuk menyajikan berbagai macam gagasan yang dapat dicerna oleh masyarakat.
Fonologi Bahasa Paluqe dan Perlakuan terhadap Unsur Serapan Inyo Yos Fernandez
Humaniora No 1 (1989)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.511 KB) | DOI: 10.22146/jh.2260

Abstract

Bahasa Paluqe digunakan oleh masyarakat penutur sebuah kelompok etnis yang mendiami pulau Paluqe, yang terletak di lepas pantai Flores Tengah bagian utara, berdekatan dengan wilayah pesisir Lio Utara (di Kabupaten Ende, Propinsi Nusa Tenggara Timur). Bahasa itu lebih dikenal dengan "Sara Luqa" di kalangan penuturnya. Masyarakat Paluqe dewasa ini telah berhasil menyisihkan julukan sebgai "suku terasing" yang disandang mereka karena keterbelakangan mereka dalam hal kemajuan di berbagai segi kehidupan jika dibandingkan dengan kelompok etnis lain di daerah sekitarnya (di Flores).
KATEGORI DAN EKSPRESI LINGUISTIK DALAM BAHASA JAWA SEBAGAI CERMIN KEARIFAN LOKAL PENUTURNYA: KAJIAN ETNOLINGUISTIK PADA MASYARAKAT PETANI DAN NELAYAN Inyo Yos Fernandez
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 20, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.366 KB) | DOI: 10.23917/kls.v20i2.4966

Abstract

DIALEKTOLOGI BAHASA MELAYU DI PESISIR KABUPATEN BENGKAYANG Patriantoro .; Sumarlan .; Inyo Yos Fernandez
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 24, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.91 KB) | DOI: 10.23917/kls.v24i1.105

Abstract

This research discusses the dialectology of Malay used by the people in the coastal area of Bengkayang. Particulary those who live in the downstream area of the river. Malay has been used by a great number of people who reside in the coastal area. This research employs quantitative as well as qualitative research method. The data are collected trought the use of in-depth interview method and elicitation technique by directly showing the picture, pointing the reeal objects, or explaining the intended activities. The synchronic method is used to analyze the dialectology of Malay, and the diachronic comparative method is used to help with the analysis of the language reconstruction. The dialectometry is used to figure the percentage of lexicon differences between the reseaech area. The top down reconstruction technicque serves as the way ti analize the data to find the retention and innovation forms. The lexicon differences in different areas are calculated by applying the triangular or poligones de thiessen. The result of the data analysis area 1-2, 1-3, 2-3, 2-4, 3-4 hold under 21% lexicon differences with indicates that they share the same and not different. In the areas whwre the research is conducted, some the relic forms of the proto-language are still found, as well as the innovation forms and the borrowing.