Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

CULTURAL VALUES AND BATIK PURCHASE DECISIONS: EXPLORING THE MEDIATING EFFECT OF CONSUMER EMOTIONS Widiana, Muslichah; Ferrinadewi, Erna
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 9 No. 3 (2025): Volume 9, Nomor 3, September 2025
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiituj.v9i3.45616

Abstract

Batik, as a cultural artifact, holds deep symbolic and emotional significance; however, declining consumption rates suggest a shift in consumer priorities. This study aims to analyze the mediating role of pride-based emotions both self-focused and object-focused in the relationship between cultural values and Batik purchase decisions in Surabaya, East Java. Adopting a causal quantitative design, data were collected from 207 Batik consumers through a structured survey and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM). The results show that while cultural values significantly influence both types of pride emotions, they do not directly affect purchase decisions. In contrast, self-focused and object-focused emotions have a positive and significant impact on purchase behavior and fully mediate the effect of cultural values on Batik buying decisions. These findings suggest that emotions rather than cultural values alone serve as the primary psychological mechanism connecting cultural identity to heritage product consumption. Theoretically, this research highlights the importance of integrating affective variables into cultural consumption models. Practically, Batik producers and marketers are encouraged to develop pride-based emotional branding strategies to enhance consumer engagement. This study introduces the concept of a dual affective pathway, where personal identity and social resonance jointly drive cultural consumption, offering a novel contribution to the cross-cultural consumer behavior literature.
Transformasi digital UMKM melalui adopsi QRIS di Surabaya: Resistensi penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran Hadyan, Alexander Aryasatya; Ferrinadewi, Erna; Kurniawan, Yulius; Putri, Sari Cahya
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1080

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan, serta persepsi biaya dan risiko terhadap resistensi pelaku UMKM dalam menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran non-tunai di Surabaya. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur kepada 60 pelaku UMKM yang menjalankan usaha secara onsite dengan omzet harian relatif kecil. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan kerangka Technology Acceptance Model (TAM). Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi manfaat dan persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap resistensi penggunaan QRIS, sedangkan persepsi biaya dan risiko berpengaruh positif dan signifikan. Persepsi biaya dan risiko merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi resistensi UMKM Keterbatasan penelitian – Penelitian ini terbatas pada jumlah sampel yang relatif kecil (60 UMKM). Selain itu, model penelitian hanya mengadopsi konstruk utama Technology Acceptance Model (TAM) dengan penambahan persepsi biaya dan risiko, sehingga variabel lain seperti literasi digital, kepercayaan, dan pengaruh sosial belum diakomodasi. Disarankan memperluas wilayah, jumlah sampel, serta mengembangkan model dengan variabel tambahan dan pendekatan metode campuran. Implikasi – Temuan penelitian memberikan implikasi praktis bagi pemerintah dan penyedia layanan pembayaran digital untuk meningkatkan literasi digital, transparansi biaya, serta penguatan keamanan transaksi guna menekan resistensi UMKM. Kebaruan – Penelitian ini menekankan perspektif resistensi UMKM terhadap QRIS dengan memasukkan persepsi biaya dan risiko sebagai faktor dominan dalam kerangka TAM.