Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Perubahan Sikap Konsumen Dalam Keputusan Pembelian Mobil Berteknologi Hybrid Di Surabaya Abner, Billy; Ferrinadewi, Erna; Kurniawan, Yulius
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5852

Abstract

Meningkatnya isu perubahan iklim dan penurunan kualitas udara di kawasan perkotaan mendorong berkembangnya adopsi kendaraan ramah lingkungan, termasuk mobil berteknologi hybrid, di Indonesia. Surabaya sebagai salah satu kota besar dengan tingkat polusi udara yang relatif tinggi menjadi konteks penting untuk memahami dinamika sikap konsumen terhadap teknologi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perubahan sikap konsumen serta perannya dalam keputusan pembelian mobil berteknologi hybrid di Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen terhadap tujuh narasumber pengguna Toyota Kijang Innova Hybrid yang berdomisili di Surabaya. Data dianalisis menggunakan teknik analisis konten untuk mengidentifikasi pola perubahan sikap dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan sikap konsumen dari negatif menjadi positif dipengaruhi oleh proses pembelajaran, peningkatan pengetahuan sebagai mediator kognitif, serta perubahan persepsi terhadap harga, efisiensi bahan bakar, dan manfaat lingkungan. Pada tahap awal, konsumen cenderung memiliki persepsi keliru dan sikap skeptis terhadap teknologi hybrid, terutama terkait kompleksitas teknologi dan biaya. Namun, paparan informasi, pengalaman langsung seperti test drive, serta pengaruh sosial mendorong terbentuknya pengetahuan yang lebih akurat sehingga sikap konsumen berubah menjadi lebih positif. Temuan ini menegaskan bahwa perubahan sikap konsumen terhadap mobil hybrid merupakan proses yang dinamis dan dipengaruhi oleh interaksi antara faktor kognitif, pengalaman, serta konteks budaya. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi produsen otomotif dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi edukasi dan komunikasi pemasaran untuk mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
CULTURAL VALUES AND BATIK PURCHASE DECISIONS: EXPLORING THE MEDIATING EFFECT OF CONSUMER EMOTIONS Widiana, Muslichah; Ferrinadewi, Erna
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 9 No. 3 (2025): Volume 9, Nomor 3, September 2025
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiituj.v9i3.45616

Abstract

Batik, as a cultural artifact, holds deep symbolic and emotional significance; however, declining consumption rates suggest a shift in consumer priorities. This study aims to analyze the mediating role of pride-based emotions both self-focused and object-focused in the relationship between cultural values and Batik purchase decisions in Surabaya, East Java. Adopting a causal quantitative design, data were collected from 207 Batik consumers through a structured survey and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM). The results show that while cultural values significantly influence both types of pride emotions, they do not directly affect purchase decisions. In contrast, self-focused and object-focused emotions have a positive and significant impact on purchase behavior and fully mediate the effect of cultural values on Batik buying decisions. These findings suggest that emotions rather than cultural values alone serve as the primary psychological mechanism connecting cultural identity to heritage product consumption. Theoretically, this research highlights the importance of integrating affective variables into cultural consumption models. Practically, Batik producers and marketers are encouraged to develop pride-based emotional branding strategies to enhance consumer engagement. This study introduces the concept of a dual affective pathway, where personal identity and social resonance jointly drive cultural consumption, offering a novel contribution to the cross-cultural consumer behavior literature.