Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Carbon Footprint Gedung Perpustakaan Pusat, Rektorat, dan Lab. Mipa Uii Berbasis Vegetasi Eksisting Sebagai Pereduksi Emisi Gas Rumah Kaca Yulianto Purwono Prihatmaji; Akhmad Fauzy; Syaiful Rais; Feris Firdaus
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Vol 1 No 2 (2016): May 2016
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Global warming is the increase in the average temperature of the atmosphere, ocean and land earth. Global warming can occur due to the greenhouse effect. Problems arise when the concentration of greenhouse gases in the atmosphere increases. With increasing concentrations of greenhouse gases, the more heat retained surface of the earth and will cause the earth's surface temperature to rise. Increased temperatures also happened in Yogyakarta. The air is cool before now turned into more heat. One cause of greenhouse gas emissions is carbon dioxide which is currently the biggest contributor came from the center of fossil-fueled power plants. In particular the research conducted is to calculate the carbon dioxide emissions (carbon footprint) resulting from a building to measure the adequacy of existing vegetation as reducing greenhouse gas emissions. The carbon footprint is calculated that the energy consumption of the electricity sector in the Central Library building, solids, and Lab. MIPA UII Yogyakarta. The method used in the calculation of the carbon footprint of electricity consumption of data collection, electronic instruments, and absorption of existing vegetation which then calculated the carbon footprint dioxide emissions generated by absorption of existing vegetation. The results of both calculations are then compared to determine the adequacy of the existing vegetation to absorb carbon dioxide emissions. From the results of the calculation are compared, it is known that the absorption of vegetation existing in the building of the central library is able to absorb emissions by 80% of the total carbon dioxide emissions generated at 4548 kg / year, the absorption of vegetation in rectorate building for 50% of carbon dioxide emissions by 1980 kg / year, and the absorption of vegetation in mathematics and natural sciences laboratory building at 3120 kg/year. The comparison showed that the existing vegetation in the objects of research proficiency level sufficient to absorb the carbon dioxide emissions resulting from the energy sector of the electricity consumed.
Jejak Karbon Sektor Energi D.I.Yogyakarta dan Rekomendasi Jumlah Pohon yang Harus Ditanam untuk Reduksi Emisi Gas CO2 Feris Firdaus
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Volume 04, Issue 01, January 2019
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi energi di D.I.Yogyakarta terus meningkat setiap tahunnya. Peningkatan ini tentu menyebabkan eksternalitas negatif terhadap kualitas lingkungan. Seperti diketahui sebelumnya energi listrik yang dikonsumsi tersebut dominan berasal dari bahan bakar fosil, sehingga dapat meningkatkan intensitas emisi gas rumah kaca dan memperburuk kualitas lingkungan. Selain itu, ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil ini juga berakibat buruk pada terjadinya defisit anggaran nasional dalam APBN Indonesia, melalui poin subsidi energi. Konsekwensi dari emisi karbon tersebut mengharuskan pemerintah untuk menanam pohon sebagai reduktor cemaran udara. Jumlah pohon yang harus ditanam secara linear juga meningkat seiring dengan jumlah konsumsi energi listrik khususnya di D.I.Yogyakarta dan umumnya di Indonesia. Secara umum jumlah emisi karbon (CO2) sektor energi di D.I.Yogyakarta tahun 2011-2015 adalah 1,748,849,439 Kg - 2,325,700,618 Kg adapun jumlah pohon yang harus ditanam sebagai konversi jumlah emisi tersebut tahun 2011-2015 adalah 5,829,499 - 7,752,336 pohon. Jika dilihat secara detail maka tampak bahwa setiap komponen energi, konsumsinya meningkat setiap tahunnya baik energi listrik, LPG maupun BBM sehingga jumlah pohon yang harus ditanam setiap tahunnya juga meningkat. 
Karakteristik Fisiko-Kimiawi (Morfologi, Higroskopisitas, pH dan Toksisitas) Panel Bangunan yang Dihasilkan dari Komposit Limbah Abu Terbang Batu Bara (Fly Ash), Daun-Ampas Tebu, Jerami-Sekam Padi dan Ijuk (Palm Fiber) Yulianto P. Prihatmaji; Feris Firdaus
Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan Vol. 1 No. 2 (2009): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jstl.vol1.iss2.art1

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang karakteristik fisiko-kimiawi (morfologi, higroskopisitas, ph dan toksisitas) panel bangunan yang dihasilkan dari komposit limbah abu terbang batu bara (fly ash), daunampas tebu, jerami-sekam padi dan ijuk (palm fiber). Berdasarkah hasil uji dan analisis fisiko-kimiawi kaitannya dengan morfologi secara makroskopis menunjukkan bahwa komposit panel bangunan dari berbagai macam jenis bahan baku tersebut tampak menyatu secara solid dengan ikatan kimia antar bahan yang terlibat. Bahan organik yang berupa limbah ampas-daun tebu, jerami-sekam padi, dan ijuk tampak menyatu padu dengan komponen anorganiknya berupa fly ash dan semen. Kaitannya dengan higroskopisitasnya, produk panel bangunan yang dihasilkan tampaknya tidak terpengaruh oleh iklim dan kelembaban di dalam maupun di luar ruang karena kadar air panel bangunan yang diuji pada hari ke-30 dan hari ke-60 relatif stabil yakni 19,65% yang berarti normal. Kaitannya dengan tingkat keasaman (pH), panel bangunan yang dihasilkan menunjukkan kondisi yang aman/tidak menyebabkan iritasi karena pH: 7-8 yang berarti tidak mengiritasi/aman. Adapun hasil uji dan analisis toksisitas fly ash dilakukan menggunakan indikator biologis; mencit menunjukkan harga LD50: 32,915 mg/kg (bb) yang berarti relatif tidak berbahaya. Kutu air menunjukkan harga LC50: 75,515 ppm (7,552%) yang berarti hampir tidak toksik dan ikan mas menunjukkan harga LC50: 121,943 ppm (12,194%) yang berarti tidak toksik. Oleh sebab itu produk panel bangunan yang dihasilkan dapat dipastikan aman dikonsumsi.
PENGEMBANGAN EKSIPIEN SEDIAAN TABLET DARI PATI SINGKONG (Manihot esculenta, Crantz.) TERMODIFIKASI SECARA FISIKOKIMIA UNTUK PENINGKATAN SIFAT FARMASETIKANYA mega octavia; Yandi Syukri; Feris Firdaus
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.361 KB) | DOI: 10.37874/ms.v3i2.54

Abstract

Pati singkong alami sangat potensial untuk dikembangkan di industri farmasi. oleh karena itu, harus memenuhi spesifikasi persyaratan farmasetika yang diinginkan oleh industri farmasi agar dapat digunakan sebagai eksipien tablet. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan eksipien sediaan tablet dari pati singkong yang dimodifikasi secara fisikokimia untuk meningkatkan sifat farmasetikanya. Penelitian ini dilakukan dalam 3 tahap, pertama, tahap ekstraksi pati singkong, kedua, tahap modifikasi pati singkong dengan panas langsung, penambahan pentanol-1 dan penambahan asam asetat, ketiga, analisis sifat farmasetika. Analisis hasil menggunakan metode deskriptif-komparatif. Hasil uji kompaktibilitas, pati termodifikasi dengan pentanol-1 memiliki kekerasan yang lebih baik (1,69±0,29) di bandingkan dengan pati alami (1,08±0,09). Sedangkan untuk hasil pengukuran partikel menunjukkan bahwa pati termodifikasi dengan asam asetat memiliki ukuran partikel lebih besar (12,5±1,9) dibandingkan dengan pati alami (11,9±1,28). Pati termodifikasi dengan pentanol mempunyai sifat alir yang lebih baik (CI=18,9%±1,52) dari pati modifikasi lain akan tetapi masih lebih baik pada pati alami (CI=13,2%±2,99). Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa karakteristik pati singkong termodifikasi potensial untuk dijadikan sebagai pengikat dan penghancur sediaan tablet dibandingkan dengan pati yang tidak di modifikasi.
PENGEMBANGAN EKSIPIEN SEDIAAN TABLET DARI PATI SINGKONG (Manihot esculenta, Crantz.) TERMODIFIKASI SECARA FISIKOKIMIA UNTUK PENINGKATAN SIFAT FARMASETIKANYA mega octavia; Yandi Syukri; Feris Firdaus
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v3i2.54

Abstract

Pati singkong alami sangat potensial untuk dikembangkan di industri farmasi. oleh karena itu, harus memenuhi spesifikasi persyaratan farmasetika yang diinginkan oleh industri farmasi agar dapat digunakan sebagai eksipien tablet. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan eksipien sediaan tablet dari pati singkong yang dimodifikasi secara fisikokimia untuk meningkatkan sifat farmasetikanya. Penelitian ini dilakukan dalam 3 tahap, pertama, tahap ekstraksi pati singkong, kedua, tahap modifikasi pati singkong dengan panas langsung, penambahan pentanol-1 dan penambahan asam asetat, ketiga, analisis sifat farmasetika. Analisis hasil menggunakan metode deskriptif-komparatif. Hasil uji kompaktibilitas, pati termodifikasi dengan pentanol-1 memiliki kekerasan yang lebih baik (1,69±0,29) di bandingkan dengan pati alami (1,08±0,09). Sedangkan untuk hasil pengukuran partikel menunjukkan bahwa pati termodifikasi dengan asam asetat memiliki ukuran partikel lebih besar (12,5±1,9) dibandingkan dengan pati alami (11,9±1,28). Pati termodifikasi dengan pentanol mempunyai sifat alir yang lebih baik (CI=18,9%±1,52) dari pati modifikasi lain akan tetapi masih lebih baik pada pati alami (CI=13,2%±2,99). Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa karakteristik pati singkong termodifikasi potensial untuk dijadikan sebagai pengikat dan penghancur sediaan tablet dibandingkan dengan pati yang tidak di modifikasi.
Pembuatan Eco-Enzyme dari Sampah Organik di Desa Wisata Berjo Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar Artiani, Listya Endang; Rochman, Yuli Agusti; Firdaus, Feris
Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Desember
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/cendekia.v6i2.5146

Abstract

Desa Berjo, kecamatan Ngargoyoso, kabupaten Karanganyar merupakan desa wisata yang cukup terkenal terbukti dengan banyaknya kunjungan wisatawan yang datang ke lokasi objek wisata Desa Berjo akan dijadikan sebagai salah satu desa percontohan dalam pengelolaan sampah. Sebelumnya telah dilakukan kajian, namun pengelolaan yang dilakukan belum maksimal, bahkan tidak berlanjut, terutama penyelesaian masalah sampah organik di area wisata. Berangkat dari persoalan ini, Tim Pengabdi mengusulkan Pengelolaan Sampah Organik dengan Pendekatan Ekonomi Sirkular. Metode pelaksanaan kegiatannya dimulai dengan observasi lapangan secara langsung, dilanjutkan dengan sosialisasi dan pelatihan pengolahan sampah organik dengan pendekatan Ekonomi Sirkular, dan praktik pembuatan Eco-Enzyme, serta evaluasi program. Pada tahap awal dilakukan pengolahan sampah organik berupa sampah sayuran dan kulit buah menjadi bahan baku pembuatan Eco-Enzyme yang sangat bermanfaat sebagai sabun pembersih, pupuk cair, dan lain-lain. Hasil kegiatan sosialisasi dan pelatihan serta praktik menunjukkan bahwa peserta sangat antusias dan bersemangat untuk mengolah sampah organiknya secara sirkular dikarenakan memiliki manfaat ekonomi dan lingkungan serta sosial terlebih tidak membutuhkan biaya mahal dan teknisnya mudah dikerjakan. Produk Eco-enzyme yang sudah dibuat selanjutnya didiamkan selama proses fermentasi 3 bulan dan setelah itu baru dapat digunakan sebagai bahan pembersih/sabun, pupuk cair, dan lain-lain.
Difusi Teknologi Lubang Resapan Biopori di Musim Penghujan untuk Antisipasi Kelangkaan Air Sumur di Musim Kemarau: Indonesia Firdaus, Feris
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 05, Issue 02, September 2023
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol5.iss2.art4

Abstract

Curah hujan yang sudah mulai tinggi menyebabkan terjadinya genangan air hujan di kawasan Komplek Masjid Al-Muhajirin, Tiyasan, Kelurahan Condongcatur, Kecamatan Depok, Sleman, D.I. Yogyakarta. Selain itu, genangan air yang terjadi saat hujan di kawasan Komplek Masjid Al-Muhajirin tersebut dipicu oleh maraknya program pengecoran jalan-jalan perkampungan dan ruas-ruas halaman rumah warga yang juga dicor beton dan paving block dalam beberapa tahun terakhir yang tidak didukung dengan drainase yang memadai. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di lokasi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias dalam difusi teknologi lubang resapan biopori tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan tahapan pelatihan di serambi masjid yang diikuti oleh takmir masjid dan jama’ah masjid yang tinggal di sekitar kawasan masjid. Materi yang disampaikan berupa konsep teknis difusi teknologi lubang resapan biopori berikut peralatan dan bahan yang diperlukan yakni alat bor tanah secara manual berbentuk T dengan ukuran panjang 1 m dan pipa PVC dengan ukuran diameter 4 inci beserta penutupnya yang sudah dilubangi menggunakan alat solder listrik. Tahapan berikutnya adalah praktik pembuatan lubang resapan biopori menggunakan alat dan bahan tersebut yang dilakukan secara partisipatori yakni berdasarkan hasil pelatihan lantas masyarakat dapat mengimplementasikan pengetahuannya untuk membuat lubang resapan biopori yang didampingi pengabdi secara langsung. Pada tahapan praktik ini dihasilkan produk percontohan lubang resapan biopori dengan kedalaman 50 cm sebanyak 2 lubang resapan lengkap dengan 2 pipa PVC yang sudah dilubangi beserta tutupnya yang sudah siap meresapkan air hujan yang turun kemudian.