Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Psychology Science

Pengaruh Anonimitas terhadap Perilaku Cyberbullying pada Remaja Akhir di Bandung Asri Nur Samsiah; Indri Utami Sumaryanti
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i1.5362

Abstract

Abstract. Every year crime through social media has increased and currently what is happening is cyberbullying behavior due to anonymity factors that make perpetrators free to carry out their actions. The purpose of this study is to find out how anonymity affects cyberbullying behavior. This study was conducted on 100 late teenage social media users in Bandung. This research is a quantitative research with the techniques used, namely convenience sampling and simple linear regression analysis methods. The anonymity measuring tool uses a theory from Barlett & Gentille (2015) which has been adapted by Saefudin (2019) while cyberbullying uses a Measuring Tool from Willard (2007) called SAS (Student Assessment Survey) and has been adapted in a questionnaire called KISI by Febrianti (2014). The results showed a significance value of 0.000 with an R-square of 0.504 which means that 50.4% of anonymity affects cyberbullying. Abstrak. Setiap tahun kejahatan melalui media sosial mengalami peningkatan dan saat ini yang sedang marak terjadi adalah perilaku cyberbullying karena faktor anonimitas yang membuat pelaku bebas melakukan aksinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimanakah pengaruh anonimitas terhadap perilaku cyberbullying. Penelitian ini dilakukan pada 100 remaja akhir pengguna media sosial di Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik yang digunakan yaitu convenience sampling dan metode analisis regresi linear sederhana. Alat ukur anonimitas menggunakan teori dari Barlett & Gentille (2015) yang telah diadaptasi oleh Saefudin (2019) sedangkan cyberbullying menggunakan Alat Ukur dari Willard (2007) yang bernama SAS (Student Assesment Survey) dan telah diadaptasi dalam kuesioner yang bernama KISI oleh Febrianti (2014). Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi 0,000 dengan R-square 0,504 yang artinya sebesar 50,4% anonimtas mempengaruhi cyberbullying.
Intervensi Aku Anak Hebat Berbasis Body Safety Training untuk Meningkatkan Self Awareness terhadap Situasi Berpotensi Kekerasan Seksual Zebina Afnan Naila; Indri Utami Sumaryanti
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9985

Abstract

Abstract. The high rate of child sexual abuse in West Java is partly due to children's low self-awareness of their physical, mental and environmental conditions. Self awareness is the ability to understand their own relationship with their environment, with many people, and with events that interact in daily life (Waitley, 1997). One of the prevention efforts can be done through the provision of the intervention program Aku Anak Hebat based on Body Safety Training (Sumaryati and research team, 2022) adapted from Body Safety Training (Wurtele, 1986). This intervention program contains important information that children should know to keep their bodies safe from potential sexual violence situations. The approach used was quantitative, with a Quasi experimental research method and Pre experimental one group pretest-posttest design. This research was conducted at X public elementary school involving 18 research subjects. Data analysis was carried out with the Paired Sample T Test test. The results showed a significance value of 0.03 <0.05, which means that there is an effect of providing the Aku Anak Hebat intervention on increasing Self Awareness in grade 2 children at X public elementary school. Abstrak. Tingginya angka kekerasan seksual pada anak di Jawa Barat salah satunya disebabkan oleh rendahnya self awareness anak terhadap kondisi fisik, mental, dan lingkungan sekitarnya. Self awareness adalah kemampuan untuk memahami hubungan mereka sendiri dengan lingkungan mereka, dengan banyak orang, dan dengan peristiwa yang berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari (Waitley, 1997). Salah satu upaya pencegahan dapat dilakukan melalui pemberian program intervensi Aku Anak Hebat berbasis Body Safety Training (Sumaryati dan tim riset, 2022) yang diadaptasi Body Safety Training (Wurtele, 1986). Program intervensi ini berisi informasi penting yang harus anak ketahui untuk menjaga keamanan tubuhnya dari situasi berpotensi kekerasan seksual. Pendekatan yang digunakan kuantitatif, dengan metode penelitian Quasi experimental dan desain Pre experimental one group pretest-posttest. Penelitian ini dilakukan pada sekolah dasar negeri X dengan melibatkan 18 subjek penelitian. Olah data dilakukan dengan uji Paired Sample T Test. Hasil menunjukkan nilai signifikansi 0,03 < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh dari pemberian intervensi Aku Anak Hebat terhadap meningkatnya Self Awareness pada anak kelas 2 di sekolah dasar negeri X.
Gambaran Father Involvement pada Remaja di Kota Bandung Sarah Nurul Fathanah; Indri Utami Sumaryanti
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10012

Abstract

Abstract. Late adolescence shows major problems with eating problem, school, aggression, substance use, depression and sexual relationships. Father involvement is particularly important as a mentor and protector for adolescents. The city of Bandung has shown strong interest in father involvement as evidenced by the establishment of a father's school and programs specifically aimed for fathers. This study aims to describe father involvement among late adolescents in Bandung City. The research used descriptive study method with quantitative approach. The measuring instrument used is the Perceived Father Involvement Inventory (PFII) which measures father involvement from the child's perspective. Data analysis used descriptive statistics. The results showed that most fathers in Bandung City showed high involvement (50.1%) with the highest dimension shown in paternal responsibility or the father's ability to be responsible for adolescents and their families (Mean = 72.774) and the lowest dimension was paternal engagement or direct activity/interaction with adolescents (Mean = 69.838). Abstrak. Pada masa remaja akhir menunjukkan adanya permasalahan-permasalahan utama dalam masalah makan, sekolah, agresi, penggunaan/penyalahgunaan obat-obatan, depresi dan hubungan seksual. Keterlibatan ayah (father involvement) menjadi penting khususnya sebagai pembimbing dan pelindung bagi remaja. Kota Bandung menunjukkan perhatian yang kuat dalam masalah keterlibatan ayah dilihat dari dibentuknya sekolah ayah dan program-program yang khusus ditujukan bagi ayah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan father involvement pada remaja akhir di Kota Bandung. Penelitian menggunakan metode studi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Alat ukur yang digunakan adalah Perceived Father Involvement Inventory (PFII) yang mengukur keterlibatan ayah dari perspektif anak. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar Ayah di Kota Bandung menunjukkan keterlibatan yang tinggi (50,1%) dengan dimensi tertinggi ditunjukkan pada paternal responsibility atau kemampuan ayah dalam bertanggung jawab pada remaja dan keluarganya (Mean=72,774) serta dimensi terendahnya adalah paternal engagement atau aktivitas/interaksi langsung dengan remaja (Mean=69,838).
Pengaruh Intervensi Aku Anak Hebat Berbasis Body Safety Training terhadap Kemampuan Mengenal “Good Person” sebagai Pelaku Potensial Kekerasan Seksual pada Anak Marshadina Salma Putri; Indri Utami Sumaryanti
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10375

Abstract

Abstract. Recently, cases of child sexual abuse have been on the rise. In Indonesia, according to KemenPPPA, there is an increase, namely 9,588 cases per year 2022, where in 2021 there were 8,730 cases. Therefore, there is an intervention, Aku Anak Hebat, which has been adapted from Body Safety Training, which aims to teach children to recognize situations that have the potential for sexual violence, both inside and outside the home. This is in line with the fact that many perpetrators of sexual violence are people closest to the victim, such as parents, friends, neighbors. Thus, children need the ability to recognize that people they know well can become perpetrators of sexual violence. This study aims to determine the effect of the intervention Aku Anak Hebat based on Body Safety Training on the ability to recognize "good person" as a potential perpetrator of sexual violence in children. This research is a One Group Pre-test Post-test pre-experiment research. The Pre-test and Post-test in this study used Children's Abilities to Recognize a "Good" Person as a Potential Perpetrator of Childhood Sexual Abuse by Kenny and Wurtele (2010). Meanwhile, the intervention used Sumaryanti's (2022) Aku Anak Hebat flashcard module. Data analysis using independent sample t-test with statistical test results showed that the significance value in hypothesis testing was 0.007 and it can be concluded that the Aku Anak Hebat intervention based on Body Safety Training has a significant effect on the ability to recognize "good person" as a perpetrator of sexual violence in children. Abstrak. Belakangan ini, kasus kekerasan seksual terhadap anak semakin meningkat. Di Indonesia, menurut KemenPPPA, terjadi peningkatan, yaitu 9.588 kasus per tahun 2022, di mana pada tahun 2021 terdapat 8.730 kasus. Oleh karena itu, terdapat intervensi Aku Anak Hebat yang diadaptasi dari Body Safety Training yang bertujuan untuk mengajarkan anak mengenali situasi yang berpotensi terjadinya kekerasan seksual, baik di dalam maupun di luar rumah. Hal ini sejalan dengan fakta bahwa banyak pelaku kekerasan seksual adalah orang-orang terdekat korban, seperti orang tua, teman, tetangga. Dengan demikian, anak membutuhkan kemampuan untuk mengenali bahwa orang yang dikenalnya dengan baik dapat menjadi pelaku kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi Aku Anak Hebat berbasis Body Safety Training terhadap kemampuan mengenali “good person” sebagai calon pelaku kekerasan seksual pada anak. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen One Group Pre-test Post-test. Pre-test dan Post-test pada penelitian ini menggunakan alat ukur Children's Abilities to Recognize a "Good" Person as a Potential Perpetrator of Childhood Sexual Abuse oleh Kenny dan Wurtele (2010). Sementara itu, intervensi menggunakan modul flashcard Aku Anak Hebat milik Sumaryanti (2022). Analisis data menggunakan independent sample t-test dengan hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai signifikansi pada uji hipotesis sebesar 0,007 dan dapat disimpulkan bahwa intervensi Aku Anak Hebat berbasis Body Safety Training berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengenali “good person” sebagai pelaku kekerasan seksual pada anak.