Satriya Wahyu Firmandhani
Department Of Architecture, Faculty Of Engineering, Universitas Diponegoro

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

MAKNA KUBAH MASJID DI PULAU JAWA STUDI KASUS: MASJID AGUNG DI JAWA Shabrina Hasnadhiya Retnoasih; Satriya Wahyu Firmandhani
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2017
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.088 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v1i2.15

Abstract

bstract:.Mosque is a house of worship of Muslims and is a work of art and culture of architecture. The development of Islam is in line with the development of architecture, namely Mosque Architecture. As we often see today, the mosque is identical to the dome on its roof. In its use, the dome of the mosque is used as a structure and construction but some are only used as aesthetic ornaments. With the many uses of the dome on the building of the mosque, making some people think the dome that is used as a hallmark of this mosque is the ornament of the Islamic Architects. If noticed, the ancient mosque on the island of Java at first has no dome. Characteristic of the ancient mosque in Java, among others, the roof is in the form of overlapping two to five levels upwards. While the mosque building that we often encounter today is a mosque that has a dome roof. We need to learn more about the development of this mosque architecture in the context of roof overlap and domes. So we need to know whether the meaning of the dome applied to the mosque in Java. This study reveals that, the meaning of the dome evolved according to the needs of the mosque itself, such as political symbols, gratitude, and media of da'wah. Keyword: mosque, dome, meaning Abstrak: Masjid adalah rumah ibadah umat Islam dan merupakan suatu karya seni dan budaya dalam bidang arsitektur. Perkembangan Agama Islam sejalan dengan perkembangan arsitekturnya, yakni Arsitektur Masjid. Seperti yang sering kita lihat sekarang, Masjid sangat identik dengan kubah di bagian atapnya. Dalam penggunaannya, kubah masjid ada yang digunakan sebagai struktur dan konstruksi namun ada pula yang hanya digunakan sebagai ornamen estetika. Dengan banyaknya penggunaan kubah pada bangunan masjid, menjadikan sebagian orang beranggapan kubah yang dijadikan ciri khas masjid ini adalah ornamen dari Arsitekur Islam. Jika diperhatikan, masjid kuno di pulau Jawa pada awalnya tidak ada yang memiliki kubah. Ciri khas masjid kuno di Jawa antara lain atapnya yang berbentuk tumpang bersusun dua hingga lima tingkat keatas semakin mengecil. Sedangkan bangunan masjid yang sering kita temui saat ini adalah masjid yang memiliki atap kubah. Perkembangan arsitektur masjid ini dalam konteks atap tumpang dan kubah, perlu kita pelajari lebih lanjut. Sehingga perlu kita ketahui apakah makna kubah yang diterapkan pada masjid di Jawa. Penelitian ini mengungkap bahwa, pemaknaan kubah berkembang sesuai kebutuhan yang di capai masjid itu sendiri, seperti simbol politik, rasa syukur,dan media dakwah. Kata kunci: masjid, atap kubah, makna
Study of Public Open Space Circulation Patterns in Mall Building Putri Meka Mutya Fhadilla; Satriya Wahyu Firmandhani
Journal of Architectural Design and Urbanism Vol 5, No 1 (2022): Vol 5 No 1, 2022
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, Universitas Diponegoro, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jadu.v5i1.14455

Abstract

The lack of open space due to land competition in the area which ultimately causes a lack of gathering activities for the community, so that with the movement of people who originally gathered in open spaces are now starting to move or turn into modern malls. This certainly encourages the development of malls that can be integrated with public open spaces as a gathering place for the community. There are several malls that have been tried to be integrated into malls with the concept of public open space, including The Park Mall Solo, Kelapa Gading Mall in Jakarta and Cihampelas Walk in Bandung. The purpose of this study is to determine the role of circulation patterns that can affect or form open spaces for malls. The method used is a qualitative descriptive method with a case study approach. The analysis was carried out by analyzing and comparing the circulation patterns of the three malls in combining malls with open spaces. The results of this study indicate that the circulation pattern uses covert retail which is arranged in a linear manner, so that visitors can pass through a retail space that has a semi-open circulation form.  
Kajian Ekspresi Budaya Jawa pada Ruang Publik: Studi Kasus Taman Indonesia Kaya Semarang Nafisha, Azzahra Amalia; Firmandhani, Satriya Wahyu
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 21, No 2: Juli 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.3204

Abstract

Budaya sebagai produk olah pikir manusia telah diturunkan secara turun-temurun dalam berbagai wujud. Salah satu penerapan budaya terdapat pada simbol-simbol yang muncul pada suatu objek arsitektur. Simbol-simbol ini mengandung nilai-nilai yang disampaikan kepada generasi penerusnya dengan pengungkapan makna baik secara verbal maupun nonverbal. Kota Semarang sebagai jantung Provinsi Jawa Tengah memiliki intensi dalam pengembangan budaya dalam sebuah elemen lansekap kota, salah satunya adalah Taman Indonesia Kaya. Taman Indonesia Kaya sebagai taman pusat kebudayaan memiliki berbagai elemen penerapan budaya khas Indonesia yang tercermin dari berbagai aspek. Dalam beberapa kurun waktu terakhir, penelitian mengenai kajian ekspresi kebudayaan berfokus pada kompleks bangunan yang berfungsi sebagai pusat kebudayaan. Namun belum ada penelitian yang meneliti tentang ekspresi kebudayaan pada sebuah taman dengan fungsi pusat kebudayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ekspresi nilai budaya Jawa yang terdapat pada taman dengan fungsi pusat kebudayaan. Metode kualitatif deskriptif digunakan sebagai cara menganalisis ekspresi budaya Jawa terhadap teori ekspresi dasar dalam ruang pusat kebudayaan. Penelitian ini memiliki hasil temuan berupa 7 dari 10 bentuk ekspresi ruang pusat kebudayaan pada Taman Indonesia Kaya memiliki keterkaitan dengan budaya Jawa. Bentuk ekspresi yang memiliki keterkaitan adalah ornamen, warna, aksesibilitas, visibilitas, zonasi horizontal, barrier, dan ruang tanpa sekat.
MAKNA KUBAH MASJID DI PULAU JAWA STUDI KASUS: MASJID AGUNG DI JAWA Retnoasih, Shabrina Hasnadhiya; Firmandhani, Satriya Wahyu
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2017
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

bstract:.Mosque is a house of worship of Muslims and is a work of art and culture of architecture. The development of Islam is in line with the development of architecture, namely Mosque Architecture. As we often see today, the mosque is identical to the dome on its roof. In its use, the dome of the mosque is used as a structure and construction but some are only used as aesthetic ornaments. With the many uses of the dome on the building of the mosque, making some people think the dome that is used as a hallmark of this mosque is the ornament of the Islamic Architects. If noticed, the ancient mosque on the island of Java at first has no dome. Characteristic of the ancient mosque in Java, among others, the roof is in the form of overlapping two to five levels upwards. While the mosque building that we often encounter today is a mosque that has a dome roof. We need to learn more about the development of this mosque architecture in the context of roof overlap and domes. So we need to know whether the meaning of the dome applied to the mosque in Java. This study reveals that, the meaning of the dome evolved according to the needs of the mosque itself, such as political symbols, gratitude, and media of da'wah. Keyword: mosque, dome, meaning Abstrak: Masjid adalah rumah ibadah umat Islam dan merupakan suatu karya seni dan budaya dalam bidang arsitektur. Perkembangan Agama Islam sejalan dengan perkembangan arsitekturnya, yakni Arsitektur Masjid. Seperti yang sering kita lihat sekarang, Masjid sangat identik dengan kubah di bagian atapnya. Dalam penggunaannya, kubah masjid ada yang digunakan sebagai struktur dan konstruksi namun ada pula yang hanya digunakan sebagai ornamen estetika. Dengan banyaknya penggunaan kubah pada bangunan masjid, menjadikan sebagian orang beranggapan kubah yang dijadikan ciri khas masjid ini adalah ornamen dari Arsitekur Islam. Jika diperhatikan, masjid kuno di pulau Jawa pada awalnya tidak ada yang memiliki kubah. Ciri khas masjid kuno di Jawa antara lain atapnya yang berbentuk tumpang bersusun dua hingga lima tingkat keatas semakin mengecil. Sedangkan bangunan masjid yang sering kita temui saat ini adalah masjid yang memiliki atap kubah. Perkembangan arsitektur masjid ini dalam konteks atap tumpang dan kubah, perlu kita pelajari lebih lanjut. Sehingga perlu kita ketahui apakah makna kubah yang diterapkan pada masjid di Jawa. Penelitian ini mengungkap bahwa, pemaknaan kubah berkembang sesuai kebutuhan yang di capai masjid itu sendiri, seperti simbol politik, rasa syukur,dan media dakwah. Kata kunci: masjid, atap kubah, makna