Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Lingkar : Journal of Environmental Engineering

EFEKTIVITAS ALAT PENYARING POLUTAN DENGAN ADSORBANSI ARANG AKTIF DAUN TREMBESI (SAMANEA SAMAN) Mulyadi Abdul Wahid; Al-Hafidh Rahman; Hadi Kurniawan
Lingkar : Journal of Environmental Engineering Vol 2 No 1 (2021): LINGKAR : Journal of Environmental Engineering
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.158 KB) | DOI: 10.22373/ljee.v2i1.1863

Abstract

The air existence on the surface of the earth is one of the important factors for the survival of living things on it. Indonesia’s quality of ambient air has decreased and it is categorized as not good for sensitive groups. The biggest cause of air pollution comes from motor vehicles, of which 85% is from combustion in motorized vehicle engines. Trembesi is the most effective plant in adsorbing pollutant carbon in the air. Activated charcoal is the carbon that has better absorption of cations, anions and the molecules of organic and inorganic compounds. This study aims to create a pollutant filter equipment for CO and CO2 made from Trembesi leaves activated charcoal. This research was conducted by creating an air pollutant filter with 3 different types of adsorbent, namely adsorbent made from paper pulp, trembesi leaves extract adsorbent, and trembesi leaves activated charcoal adsorbent. The data collection used 2 types of vehicles with different year of release and engines. The measurement of pollutant concentration using a Gas Analyzer instrument tester with Korean Iyasaka AET-4000Q type. The result of this study showed that the best adsorbent is activated charcoal from trembesi leaves with 100% adsorption of CO and 36,29% adsorption of CO2 using 2018 Toyota Agya car Dual VVT-I engines with eco indicator technology, and for 1988 SE 1,3 Starlet car with a carburetor type engine successfully adsorb CO by 9,65% and 7,2% for CO2.
ANALISIS KEBISINGAN DI SPBU LINGKE BANDA ACEH MENGGUNAKAN METODE MEAD UNTUK MENINGKATKAN KENYAMANAN KARYAWAN SPBU DAN PENDUDUK SEKITAR Mulyadi Abdul Wahid; Melliati; Hadi Kurniawan
Lingkar : Journal of Environmental Engineering Vol 3 No 2 (2022): LINGKAR : Journal of Environmental Engineering
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.993 KB) | DOI: 10.22373/ljee.v3i2.2139

Abstract

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) merupakan suatu tempat bagi masyarakat untuk mengisi bahan bakar kendaraan bermotor. Kegiatan di sekitar jalan raya tidaklah lepas dari kehadiran alat transportasi seperti kendaraan bermotor. Kepemilikan dari kendaraan bermotor semakin meningkat setiap harinya baik itu milik pribadi ataupun kendaraan umum sehingga menimbulkan kebisingan pada daerah tersebut. Kebisingan merupakan suatu bunyi atau suara yang tidak diharapkan dari suatu usaha maupun suatu aktivitas dengan rentang waktu pemaparan yang tertentu sehingga dapat menyebabkan berbagai gangguan pada kesehatan tubuh manusia serta terganggunya kenyamanan akan lingkungan hidup. Oleh karena itu kebisingan perlu direduksi atau dimitigasi dampaknya. Salah satu Metode yang dapat digunakan untuk mengurangi tingkat kebisingan yaitu menggunakan Metode MEAD. Metode ini berkaitan dengan menganalisis, mengevaluasi dan mendesain sistem kerja dalam organisasi sehingga dapat menjadi lebih efektif serta efisien. Dari hasil penelitian di SPBU Lingke Banda Aceh didapati bahwa persebaran tingkat intensitas kebisingan yang diuji pada titik 1 hingga 7 diperoleh dengan rata-rata masih dibawah 85 dBA. Menurut Keputusan Mentri Lingkungan Hidup No.40 tahun 2017, kebisingan dibawah 85 dBA ini masih berada di bawah ambang baku mutu.