Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Nilai-nilai Kearifan Lokal dan Pendidikan Karakter dalam Cerita Rakyat Lutung Kasarung Ima Siti Rahmawati; Deden Sutrisna; Risma Khairun Nisya
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i2.4397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai kearifan lokal dan pendidikan karakter yang terkandung dalam cerita rakyat Lutung Kasarung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan wawancara dengan narasumber yang kompeten dalam bidang cerita rakyat dan pendidikan karakter. Analisis dilakukan secara tematik dengan mengidentifikasi dan memahami nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita Lutung Kasarung mengandung nilai-nilai kearifan lokal seperti keadilan, kebenaran, ketabahan, keberanian, empati, kebaikan hati, tanggung jawab, dan pengabdian. Selain itu, cerita ini juga dapat digunakan sebagai sumber pembelajaran karakter yang efektif dalam konteks pendidikan. Hasil penelitian ini dapat menjadi landasan untuk mengembangkan pendekatan pembelajaran karakter yang berbasis cerita rakyat dalam upaya memperkuat kearifan lokal dan pendidikan karakter dalam masyarakat.
RAGAM BAHASA DAN UNGKAPAN TRADISIONAL MELALUI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL KAMPUNG NAGA DALAM PERSPEKTIF SOSIOLINGUISTIK SEBAGAI MATERI AJAR BAHASA INDONESIA DI SMA Asteka, Pipik; Sutrisna, Deden; Lasari, Nirma
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v7i2.5314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai kearifan lokal Kampung Naga melalui ragam bahasa dan ungkapan tradisonal sebagai materi ajar Bahasa Indonesia di SMA. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif melalui wawancara dan observasi terhadap masyarakat Kampung Naga untuk mengidentifikasi ragam bahasa dan ungkapan tradisional yang mencerminkan nilai-nilai kearifan budaya lokal serta aktualisasi dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, data tersebut dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam bahasa dan ungkapan tradisional yang digunakan oleh masyarakat Kampung Naga memiliki nilai-nilai kearifan lokal dalam hal sopan santun dan menghormati orang lain, nilai keakraban dan kebersamaan. Nilai-nilai bersyukur, berbagi, solidaritas, menjaga hubungan baik, menerima takdir dengan ikhlas, dan hidup sederhana. Nilai-nilai tersebut juga tercermin dalam realitas kehidupan sehari-hari masyarakat Kampung Naga, seperti gotong royong dalam membantu satu sama lain, membagikan hasil panen dan hidup dengan sederhana. Oleh karena itu, ragam bahasa dan ungkapan tradisional yang ada di Kampung Naga dapat dijadikan materi ajar Bahasa Indonesia di SMA untuk memperkenalkan nilai-nilai kearifan budaya lokal kepada siswa. Hal ini diharapkan dapat membantu siswa memahami dan menghargai budaya lokal serta meningkatkan kesadaran mereka terhadap pentingnya melestarikan kearifan budaya lokal di Indonesia.Kata kunci : Nilai-nilai kearifan budaya lokal, ragam bahasa, ungkapan tradisional, sosiolinguistik, bahan ajar SMA.
ANALISIS PRAGMATIK KONSEP MENGHILANGKAN MUKA SERTA PELANGGARAN MAKSIM PADA GELAR WICARA DAN KOMEDI Sutrisna, Deden; Rahmawati, Ima Siti
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v7i1.4008

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai ketidaksantunan berbahasa dan pelanggaran maksim pada gelar wicara dan komedi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalis ketidaksantunan berbahasa kategori kesembronoan pada komedi Lapor Pak dan menganalisis pelanggaran maksim pada gelar wicara Mata Najwa dan Kick Andy. Hasil penelitian ini terdapat 5 subkategori kesembronoan, dimana terdapat 2 data subkategori asosiasi dengan gurauan, 1 data subkategori sinisme dengan ejekan, 1 data subkategori kesombongan dengan gurauan, 1 data subkategori pelesetan dengan gurauan dan 2 data subkategori mmenggoda dengan gurauan. Sedangkan, pelanggaran maksim pada gelar wicara adalah 2 dialog masuk pelanggaram maksim kerendahhatian, 2 dialog pelanggaran maksim penerimaan, dan 1 dialog pelanggaran maksim
E-MODUL SINTAKSIS SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN KESADARAN SINTAKSIS MAHASISWA Sutrisna, Deden; Ansori, Yoyo Zakaria
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 8, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v8i2.5445

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan diperguruan tinggi wilayah 3 Cirebon. Tujuan penelitian iniadalah mengembangkan e-modul sintaksis bahasa Indonesiauntuk menumbuhkan kesadaran sintaksis pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI)di wilayah 3 Cirebon. Penelitian ini baru sampai pemaparan urgensi dikembangkannya e-modul sintaksis dari berbagai kajian literatur serta konsepkesadaranyang mendasari dikembangkannya e-modulsintaksis ini serta hasilpenelitian berupa tahapeksplorasi.Berdasarkan hasil eksplorasi studi pustaka,pengembangan kemampuan sintaksis dalam bahasa Indonesia merupakan hal yang penting bagi mahasiswa. Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan selama satu minggu, yaitu pada bulan November 2023 di perguruan tinggi di wilayah 3 Cirebon, diperoleh fakta bahwa belum ada modul elektronik pada mada kuliah sintaksis bahasa Indonesia yang digunakan sebagai acuan dalam proses belajar mengajardi perguruan tinggisehingga perlu dikembangkan e-modul sebagai upaya menumbuhkan kesadaran sintaksis mahasiswa.Kata kunci: e-modul, sintaksis, bahasa Indonesia, kesadaran sintaksisThis research was carried out in Cirebon Region 3 universities. The aim of this research is to develop an Indonesian syntax e-module to foster syntactic awareness in students of the Indonesian Language and Literature Education Study Program (PBSI) in region 3 Cirebon. This research has only just explained the urgency of developing a syntax e-module from various literature studies as well as the concept of awareness that underlies the development of this syntax e-module as well as the results of the research in the form of an exploration stage. Based on the results of the exploration of the study literature, developing syntactic abilities in Indonesian is an important thing for students. Based on the results of a survey that was carried out for one week, namely in November 2023 at universities in region 3 Cirebon, it was found that there were no electronic modules in Indonesian syntax courses that were used as a reference in the teaching and learning process at universities, so it was necessary to develop e- module as an effort to raise students' syntactic awareness.Key words: e-module, syntax, Indonesian, syntactic awareness
Transformasi cerita anak ke dalam bentuk digital mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Nisya, Risma Khairun; Sutrisna, Deden
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v6i2.11597

Abstract

Teknologi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari semua aspek kehidupan manusia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah pola pembelajaran menjadi lebih fleksibel dan interaktif. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh mahasiswa dalam mata kuliah Apresiasi Prosa Fiksi adalah kemampuan menulis prosa fiksi. Dalam mata kuliah ini, mahasiswa tidak hanya mengapresiasi prosa fiksi dari berbagai periode, tetapi juga mengembangkan kemampuan menulis prosa fiksi, termasuk cerita anak. Menulis cerita anak adalah seni yang memadukan kelembutan kata-kata. Cerita yang ditulis bertema keseharian untuk memudahkan dalam menemukan ide cerita yang berasal dari pengalaman sehari-hari mahasiswa. Adapun yang menjadi tema dalam menulis cerita anak yaitu permainan tradisional Jawa Barat. Cerita anak yang telah ditulis oleh mahasiswa kemudian diubah ke dalam bentuk digital. Transformasi ini bertujuan agar cerita anak yang telah ditulis dapat didokumentasikan dan dimanfaatkan sebagai alternatif media pembelajaran sastra anak.
Analisis Warna Lokal Sunda dalam Kumpulan Cerpen “Dua Orang Dukun dan Cerita Pendek Sunda Lainnya” Karya Ajip Rosidi Pipik Asteka; Deden Sutrisna
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 2 (2020): DEIKSIS: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/deiksis.v7i2.2761

Abstract

Abstrak. Warna lokal adalah warisan leluhur yang didasarkan pada hasil pengamatan terhadap alam dan lingkungan sekitar. Warisan ini amat disayangkan jika tidak diketahui oleh generasi muda. Oleh karena itu, melalui sastra diharapkan siswa bisa mengetahui warna lokal yang ada di daerahnya bahkan warna lokal yang ada di daerah lain sehingga mereka bisa menjadi manusia yang bijak. Penelitian ini mencoba menyajikan warna lokal Sunda sebagai bahan ajar apresiasi sastra bermuatan karakter di kelas XI SMA. Pemilihan warna lokal Sunda adalah sebagai alternatif bahan ajar yang menumbuhkan kesadaran pentingnya identitas lokal dalam mempelajari sastra karena dari identitas lokal itu akan muncul karakter yang membangun mental siswa. Penelitian ini akan mendeskripsikan warna lokal Sunda yang muncul dalam kumpulan cerpen Dua Orang Dukun dan Cerita Pendek Sunda Lainnya ditinjau dari lima sikap, yaitu religius, kepribadian, sosial, kekeluargaan, dan lingkungan.Kata kunci : warna lokal sunda,  kumpulan cerpen, dua orang dukun dan cerita                      pendek sunda lainnya.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI MAHASISWA MENGGUNAKAN GOOGLE CLASSROOM Deden Sutrisna
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/4pzqp218

Abstract

Penelitian iniadalah gagasan ilmiah yang berupaya mencari pemecahan masalah literasi pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas Majalengka. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah menumbuhkan semangat literasi sehingga mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan dan mengaplikasikan pengetahuan tersebut melalui kegiatan menulis. Fokus utama kegiatan literasi yang dituju dalam penelitian ini adalah literasi daring atau pemanfaatan sumber-sumber bahan bacaan baik itu buku, jurnal, prosiding, dan sumber bacaan lainnya yang tersedia melalui daring dengan menggunakan aplikasi google classroom. Google classroom merupakan aplikasi pembelajaran virtual yang dikeluarkan oleh Google. Kemudahan yang ditawarkan aplikasi ini menjadi dasar pemikiran penulis untuk mengembangkan kegiatan literasi pada mahasiswa menggunakan aplikasi ini. Beberapa keunggulan aplikasi ini diantaranya sebagai berikut. Pertama, kemudahan untuk mengakses aplikasi, yaitu melalui gawai atau telepon pintar yang dimiliki mahasiswa. Kedua, aplikasi ini memungkinkan dosen untuk mengirim tugas baca atau bahan literasi kepada seluruh mahasiswa secara cepat dalam satu kali klik. Ketiga, dosen dapat memanfaatkan aplikasi ini sebagai ruang diskusi literasi dengan mahasiswa secara bersamaan sehingga dosen dapat memantau aktivitas literasi mahasiswa. Keempat, melalui google classroom dosen dapat menginstruksikan, menetapkan, dan membicarakan dengan mahasiswa secara daring diwaktu yang sama secara bersamaan (kelas virtual).