Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Research Based Learning Model in Syntactic Subjects Deden Sutrisna; Risma Khairun Nisya
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2020): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 4 Nomor 1, Juni 2020
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.133 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.040102

Abstract

The purpose of this study is to know the effectivenerss of research based learning when it applied to Syntax couse. Introduction data were obtained through interviews. The invention of this step is (1) learning achievement of syntac course are not yet reaching the target, it is because the learning activites are still lecturers theoretical centered; (2) Group discussion method cannot accommodate to distributing the group tasks, so the discussion activites are centered on a small number of students. Based on these problems, the research will take on third semester students. Statistical test result show the mean pretest and post test 21.000 with a standard deviation 4.381 and sig (2-tailed) 0,000 less than 0.05. It means there are some significant differences between before and after using this research based learning. Keywords: model, research based learning, syntax Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui efektivitas model pembelajaran berbasis riset saat diterapkan pada mata kuliah Sintaksis. Data penelitian pendahuluan diperoleh melalui wawancara. Temuan pada tahap ini diantaranya (1) capaian pembelajaran mata kuliah sintaksis belum mencapai target karena kegiatan pembelajaran masih bersifat teoretis yang berpusat pada dosen; (2) metode diskusi kelompok yang diterapkan belum bisa mengakomodasi pembagian tugas pada anggota kelompok sehingga kegiatan diskusi berpusat pada sebagian kecil mahasiswa saja. Berdasarkan permasalahan tersebut, diujicobakanlah model pembelajaran berbasis riset pada mahasiswa semester tiga. Hasil uji statistik menunjukkan nilai mean prates dan pascates 21.000 dengan standar deviasi 4.381 dan sig (2-tailed) 0,000 lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nilai signifikan baik sebelum maupun sesudah penggunaan model pembelajaran berbasis riset. Kata kunci: model, pembelajaran, riset, sintaksis
Gilligan’s Persfective Morality Toward Women in Short Stories Which Published in Kompas From 2010-2015 Aji Septiaji; Risma Khairun Nisya
AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2019): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 3 Nomor 2, Desember
Publisher : Indonesian Language and Literature Education Study Program and LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.228 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.030208

Abstract

This research focuses on Giligan’s morallity concept that relate to three aspects of woman’s attitude which include pre-conventional (individualist), conventional (willing to sacrifice), and pasca-conventional (determine of decision). This research used content analysis method. There were 23 of 130 short stories from Kompas that taken as data of this research. The result of this research indicates that individualist of woman attitude is caused by her ego, safety, and anxiety. Willing of sacrife attitude is caused by pity and carinng; determine of decision is caused by cause and effect relationship which support by guilty, happiness, doubt, tough, hopeless, and desperate. Keywords: morality, Gilligan, women, short stories, kompas Abstrak Penelitian ini berfokus pada moralitas Gilligan mengenai tiga aspek sikap perempuan yaitu prakonvensional (individualis), konv­ensional (rela berkorban), pascakonvensional (penentuan keputusan). Metode penelitian menggunakan analisis isi. Data yang dianalisis dari Kompas berjumlah 23 dari 130 cerpen tahun 2010-2015. Hasil penelitian menunjukkan sikap individualis perempuan disebabkan oleh kepentingan sendiri, rasa aman, dan khawatir. Sikap berkorban disebabkan oleh rasa iba dan kasih sayang; penentuan keputusan disebabkan oleh hubungan timbal balik dengan disertai rasa sesal, bahagia, bimbang, yakin, putus asa, dan pasrah. Kata kunci: moralitas, Gilligan, perempuan, cerita pendek, kompas
Nilai-nilai Kearifan Lokal dan Pendidikan Karakter dalam Cerita Rakyat Lutung Kasarung Ima Siti Rahmawati; Deden Sutrisna; Risma Khairun Nisya
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i2.4397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai kearifan lokal dan pendidikan karakter yang terkandung dalam cerita rakyat Lutung Kasarung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan wawancara dengan narasumber yang kompeten dalam bidang cerita rakyat dan pendidikan karakter. Analisis dilakukan secara tematik dengan mengidentifikasi dan memahami nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita Lutung Kasarung mengandung nilai-nilai kearifan lokal seperti keadilan, kebenaran, ketabahan, keberanian, empati, kebaikan hati, tanggung jawab, dan pengabdian. Selain itu, cerita ini juga dapat digunakan sebagai sumber pembelajaran karakter yang efektif dalam konteks pendidikan. Hasil penelitian ini dapat menjadi landasan untuk mengembangkan pendekatan pembelajaran karakter yang berbasis cerita rakyat dalam upaya memperkuat kearifan lokal dan pendidikan karakter dalam masyarakat.
Politeness in language in the undak usuk basa as a local wisdom of the Sundanese people Asteka, Pipik; Nisya, Risma Khairun; Rahmawati, Ima Siti
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 10 No. 2 (2024): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v10i2.36031

Abstract

The accelerated progression of globalization and modernization has precipitated a decline in the significance accorded to local wisdom, a hallmark of their ancestral legacy. This phenomenon is particularly evident among high school students, who, as the younger generation, are increasingly drawn to foreign cultures, thereby exhibiting a diminution of interest in their own regional traditions and values. The erosion of local wisdom values among high school students is of particular concern, as these values represent a crucial component of the nation's cultural heritage, the preservation of which is of paramount importance. This article analyzes language politeness in Undak Usuk Basa as Local Wisdom of the Sundanese Community, with the research object being high school students who belong to the Sundanese language community in the Majalengka and Kuningan districts.This research uses a qualitative descriptive research method, and the results show that language proficiency in the usuk basa acts among high school students has been degraded. This decline is evidenced by a noticeable shift in the characteristics of Sundanese individuals, who are traditionally known for their amiable, compassionate, amicable, and courteous dispositions. This transformation is particularly concerning, as it occurs among the next generation, representing the future of local wisdom and Indonesian culture.The findings of this study reveal that high school students exhibit a decline in politeness, as evidenced by their less than courteous language use. This suggests that the use of basa steps in language politeness may serve as a reflection of a person's refinement, characterized by the qualities and characteristics of Sundanese society.
Transformasi cerita anak ke dalam bentuk digital mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Nisya, Risma Khairun; Sutrisna, Deden
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v6i2.11597

Abstract

Teknologi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari semua aspek kehidupan manusia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah pola pembelajaran menjadi lebih fleksibel dan interaktif. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh mahasiswa dalam mata kuliah Apresiasi Prosa Fiksi adalah kemampuan menulis prosa fiksi. Dalam mata kuliah ini, mahasiswa tidak hanya mengapresiasi prosa fiksi dari berbagai periode, tetapi juga mengembangkan kemampuan menulis prosa fiksi, termasuk cerita anak. Menulis cerita anak adalah seni yang memadukan kelembutan kata-kata. Cerita yang ditulis bertema keseharian untuk memudahkan dalam menemukan ide cerita yang berasal dari pengalaman sehari-hari mahasiswa. Adapun yang menjadi tema dalam menulis cerita anak yaitu permainan tradisional Jawa Barat. Cerita anak yang telah ditulis oleh mahasiswa kemudian diubah ke dalam bentuk digital. Transformasi ini bertujuan agar cerita anak yang telah ditulis dapat didokumentasikan dan dimanfaatkan sebagai alternatif media pembelajaran sastra anak.
Pelatihan Penulisan Cerpen Berbantuan Kecerdasan Buatan untuk Siswa SMK Kartika di Kota Cirebon Nisya, Risma Khairun; Sutrisna, Deden; Pamungkas, Trian
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/p3m.v9i2.785

Abstract

This project aims to train students of SMK Kartika Kota Cirebon in using artificial intelligence to synthesize short stories, while understanding its limitations in capturing symbolic meanings and signs. The training adopts Roland Barthes' semiotic perspective to delve into the symbolic meanings in short stories. The method used is a practical approach, which includes preparation, implementation, and evaluation stages. In the preparation stage, a preliminary study was conducted through questionnaires to assess students' knowledge of artificial intelligence and their interest in short story writing. The implementation stage consisted of short lectures, demonstrations of AI usage, and workshops on short story synthesis. Students were encouraged to directly use AI in generating story ideas, plots, and characters, as well as receiving constructive feedback. The training results showed an improvement in students' understanding of artificial intelligence and Roland Barthes' semiotic theory. Students were able to use AI to synthesize short stories and understand how to integrate AI outputs with their own creativity. Additionally, they were equipped with skills to publish short stories on digital platforms such as Wattpad and Fizzo. In conclusion, this training successfully enhanced the creative writing skills students, provided a deep understanding of the role and limitations of AI in short story writing, and emphasized the importance of human involvement in the literary creative process. This training is expected to equip students with relevant skills in the Society 5.0 era and open opportunities for them to contribute to the world of digital literature. Keywords: Artificial Intelligence, short story synthesis, roland barthes semiotics, training, digital publication. --------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Abstrak Proyek ini bertujuan untuk melatih siswa SMK Kartika Kota Cirebon dalam menggunakan kecerdasan buatan untuk mensintesis cerpen, sekaligus memahami keterbatasannya dalam menangkap makna simbolik dan tanda. Pelatihan ini mengadopsi perspektif semiotika Roland Barthes untuk mendalami makna simbolik dalam cerpen. Metode yang digunakan adalah metode praktik, yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan, dilakukan studi pendahuluan melalui kuesioner untuk menilai pengetahuan siswa tentang kecerdasan buatan dan minat mereka terhadap penulisan cerpen. Praktik menggunakan teknologi Artificial intelligence (AI) seperti ChatGPT. Tahap pelaksanaan terdiri dari kuliah singkat, demonstrasi penggunaan AI, dan workshop sintesis cerpen. Siswa diajak untuk mencoba langsung menggunakan AI dalam menghasilkan ide cerita, plot, dan karakter, serta mendapatkan feedback konstruktif. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang kecerdasan buatan dan teoritis semiotika Roland Barthes. Siswa mampu menggunakan AI untuk mensintesis cerpen dan memahami bagaimana mengintegrasikan hasil AI dengan kreativitas mereka sendiri. Selain itu, mereka juga dibekali dengan keterampilan mempublikasikan cerpen di platform digital seperti Wattpad dan Fizzo. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan keterampilan menulis kreatif siswa SMK Kartika Kota Cirebon, memberikan pemahaman mendalam tentang peran dan keterbatasan AI dalam penulisan cerpen, serta menekankan pentingnya peran manusia dalam proses kreatif sastra. Pelatihan ini diharapkan dapat membekali siswa dengan keterampilan yang relevan di era Society 5.0 dan membuka peluang bagi mereka untuk berkontribusi dalam dunia sastra digital. Kata kunci: Kecerdasan buatan, sintesis cerpen, semiotika roland barthes, pelatihan, publikasi digital.
EKSISTENSI PEREMPUAN DALAM NOVEL SEMPURNA KARYA NOVANKA RAJA: KAJIAN FEMINISME EKSISTENSIALIS Khairun Nisya, Risma; Dwi Komalasari, Andina
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v5i2.89

Abstract

Penelitian ini mengkaji novel berjudul Sempurna Karya Novanka Raja dengan pendekatan feminisme eksistensialis. Pendekatan feminisme merupakan kajian yang membahas mengenai perempuan tentang bagaimana perempuan tersebut melawan adanya ketidakadilan dalam hidupnya. Feminisme eksistensial memandang peran perempuan dalam menunjukkan eksistensinya, karena sebagai perempuan tidak harus selalu bergantung kepada laki-laki. Ketika adanya ketidakadilan, perempuan berhak menentukan tindakan yang harus dia lakukan. Adapun metode dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan peneliti sebagai instrumen kunci dan analisis isi. Sumber data penelitian ini adalah novel Sempurna karya Novanka Raja dengan menganalisis eksistensi tokoh utama perempuannya, serta bagaimana pengaruh tokoh laki-laki terhadap tokoh utama perempuan. Hasil penelitian ini membahas relasi tokoh laki-laki yaitu bagaimana laki-laki tersebut mampu mengubah kehidupannya, seperti 1) cinta mempu mengubah penampilan diri; 2) cinta mampu mengubah segalanya; 3) terluka kembali; 4) cinta dan keyakinan. Sedangkan eksistensi perempuan merupakan bagaimana perempuan tersebut bisa bereksistensi, yang sadar akan dirinya dan tahu cara menempatkan dirinya, meliputi 1) perempuan yang mandiri dan pekerja keras; 2) perempuan yang kuat; 3) perempuan yang teguh pendirian; 4) perempuan yang penuh keyakinan; 5) perempuan yang percaya bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik.
Representasi Gender Dalam Cerita Anak: Kajian Sastra Feminis Nisya, Risma Khairun; Rahmawati, Ima Siti; Asteka, Pipik; Ansori, Yoyo Zakaria
Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jmrd.v1i1.621

Abstract

Sastra anak memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman anak-anak tentang dunia di sekitar mereka. Cerita anak dapat menjadi salah satu media dalam memberikan pemahaman kepada anak mengenai peran gender di masyarakat. Representasi gender dalam sastra anak adalah cara penggambaran dan penyampaian peran, karakteristik, dan identitas gender dalam buku-buku dan cerita yang ditujukan untuk anak-anak. Representasi gender dalam sastra anak memiliki dampak yang signifikan pada perkembangan pemahaman anak tentang gender, peran sosial dan konsep diri. Buku-buku cerita anak atau film anak bisa mencerminkan penilaian tentang peran gender dan memungkinkan anak-anak untuk lebih memahami keragaman identitas gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi gender dalam cerita anak melalui pendekatan feminis. Feminisme anak adalah cabang dari gerakan feminis yang fokus pada hak-hak, isu-isu, dan pengalaman anak perempuan. Dalam penelitian ini mengkaji tokoh perempuan anak dalam film anak berjudul Moana mengenai pengalaman dan peran sosialnya.
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Dasar Pendidikan Toleransi Di Sekolah Dasar Multi Etnis Ansori, Yoyo Zakaria; Risma Khairun Nisya; Rasyid, Abdur; Marsha Ayudia Salsabila
Jurnal Ilmiah Pendidik Indonesia Vol. 1 No. 1 (2022): June
Publisher : Papanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.151 KB) | DOI: 10.56916/jipi.v1i1.115

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi nilai-nilai Pancasila sebagai dasar pendidikan toleransi di sekolah dasar. Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia memiliki nilai-nilai luhur yang dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun sikap toleransi sejak dini. Pendidikan toleransi di tingkat sekolah dasar menjadi sangat penting mengingat Indonesia adalah negara multikultural dengan keberagaman suku, agama, ras, dan budaya. Pendekatan  penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran dapat membentuk karakter siswa yang menghargai perbedaan. Nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial diintegrasikan melalui pembelajaran di kelas, kegiatan ekstrakurikuler, dan pembiasaan sehari-hari di lingkungan sekolah. Guru berperan sebagai teladan dalam menerapkan sikap toleran dan menciptakan iklim sekolah yang inklusif. Kesimpulannya, Pancasila efektif sebagai dasar pendidikan toleransi yang dapat membentuk generasi penerus bangsa yang menghormati keberagaman dan menjunjung tinggi persatuan