Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Kajian Psikologi Sastra Sigmund Freud Terhadap Kepribadian Tokoh Dalam Novel Breaking Point Karya Pretty Angelia Dan Pemanfaatannya Sebagai Bahan Ajar di SMK Maeshika Anggun Nurmalita; Uah Maspuroh; M. Januar Ibnu Adham
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.14476

Abstract

Suatu kepribadian sering muncul ketika beberapa gejolak kehidupan bertentangan dan kita harus membuat keputusan yang tepat. Novel merupakan salah satu karya sastra yang dapat menjelaskan masalah kepribadian yang dialami oleh seseorang melalui peran tokoh dalam cerita. Pada ilmu psikologi, kepribadian yang seringkali banyak ditunjukkan dalam novel ini. Karena mengeksplorasi berbagai masalah gejolak jiwa seorang tokoh. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan 1) unsur intrinsik novel Breaking Point karya Pretty Angelia; 2) kepribadian tokoh yang dialami dalam novel Breaking Point karya Pretty Angelia melalui tinjauan psikologi sastra; 3) pemanfaatannya hasil analisis unsur intrinsik dalam novel Breaking Point karya Pretty Angelia sebagai bahan ajar berupa modul di jenjang SMK kelas XII. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif, sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Subjek dalam penelitian ini adalah novel Breaking Point karya Pretty Angelia, untuk objek penelitian ini adalah unsur intrinsik dan kepribadian tokoh yang dialami dalam novel Breaking Point karya Pretty Angelia dengan menggunakan tinjauan psikologi sastra. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Teknik studi pustaka, teknik baca, dan Teknik catat dengan menggunakan kartu data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam unsur intrinsik sebagai unsur pembangun yang ada dalam karya sastra, di antaranya yaitu tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, sudut pandang, dan amanat. Psikologi sastra berdasarkan struktur kepribadian yang dialami tokoh dalam novel Breaking Point karya Pretty Angelia terdapat sebelas “Id”, enambelas “Ego”, dan sembilan “Superego”. Maka terbentuk kepribadian para tokoh dalam novel Breaking Point karya Pretty Angelia melalui Id, Ego, Superego. Hasil penelitian terhadap unsur intrinsik dapat dijadikan sebagai pedoman bahan ajar berupa modul. Bahan ajar tersebut dapat membantu proses kegiatan belajar mengajar pada materi pembelajaran novel yang berada di jenjang SMK kelas XII semester 2 KD. 3.9.
Analisis Senyapan dan Kilir Lidah Pada Acara Talkshow Indonesia Lawyers Club Episode Sah! Ibu Kota Pindah; Kenapa Menolak Indana Zulfa; Hendra Setiawan; Uah Maspuroh
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i2.4816

Abstract

Tujuan penelitian mendeskripsikan bentuk senyapan dan kilir lidah yang terdapat pada acara talkshow Indonesia Lawyers Club episode Sah! Ibu Kota Pindah; Kenapa Menolak. Penelitian ini memanfaatan teori psikolinguistik, yaitu teori yang berkaitan dengan proses mental manusia dalam membentuk suatu ujaran. Subjek penelitian yaitu narasumber dan moderator dalam acara talkshow Indonesia Lawyers Club episode Sah! Ibu Kota Pindah; Kenapa Menolak. Pada artikel ini rancangan penelitian yang dipakai yakni deskriptif kualitatif. Pada artikel ini data dikumpulkan memakai tiga teknik, yakni simak, catat, dan kartu data. Data dianalisis dengan melakukan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian terdapat dua jenis senyapan berupa senyapan terisi sebanyak 106 tuturan dan senyapan diam sebanyak 18 tuturan. Selain itu, hasil penelitian menemukan 20 kilir lidah yang terdiri atas 15 kekeliruan seleksi semantik, 1 kekeliruan campur kata, 1 kekeliruan transposisi, 1 kekeliruan antisipasi, dan 2 kekeliruan perseverasi. Adapun penyebab terjadinya senyapan yakni berbicara sambil berpikir, lupa, ketidaksiapan penutur memulai tuturan, dan adanya keraguan. Sementara penyebab terjadinya kilir lidah yakni grogi, terburu-buru, berbicara spontan, dan tidak konsentrasi.
Pelatihan Public Speaking dan Etika Komunikasi untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Perangkat Desa Tegalurung serta Pendampingan Pembuatan Video Profil Desa Uah Maspuroh; Dewi Herlina Sugiarti; Sinta Rosalina; Een Nurhasanah
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i2.407

Abstract

Public speaking atau berbicara di depan umum merupakan softskill yang harus dikuasai semua orang untuk menjalin komunikasi di muka umum. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan penulis di desa Tegalurung terdapat permasalahan terkait public speaking yang belum dikuasi oleh perangkat desa. Padahal tugas utama perangkat desa adalah berkomunikasi dihadapan umum untuk memberi pelayanan kepada warga desa. Hal tersebut menjadi permasalahan yang harus dicarikan solusinya. Perangkat desa juga perlu memahami etika komunikasi agar maksud dan tujuan komunikasi tersampaikan dan dapat diterima. Penulis tergerak untuk melakukan pelatihan public speaking dan etika komunikasi di lingkungan perangkat desa Tegalurung. Pelatihan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berbicara perangkat desa sehingga berdampak dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Penulis juga melakukan pendampingan pembuatan video profil desa berbantuan aplikasi Filmora. Setelah dilakukan pelatihan, perangkat desa diberi pendampingan pembuatan video profil desa dengan penyuntingan menggunakan aplikasi filmora. Output kegiatan pengabdian diharapkan terdapat peningkatan keterampilan berbicara para perangkat desa sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat desa. Hasil akhir kegiatan pengabdian produk berupa video profil desa yang dapat digunakan oleh desa untuk memperkenalkan desa melalui jejaring sosial sehingga daya tarik dan potensi desa lebih dikenal masyarakat secara luas. Public speaking or public speaking is a soft skill that everyone must master to establish communication in public. Based on the results of observations made by the author in Tegalurung village, there are problems related to public speaking that have not been controlled by village officials. Even though the main task of village officials is to communicate in public to provide services to villagers. This is a problem that must be found a solution. Village officials also need to understand communication ethics so that the purpose and purpose of communication are conveyed and acceptable. The author was moved to conduct public speaking and communication ethics training in the Tegalurung village apparatus environment. The training is expected to improve the speaking skills of village officials so that it has an impact in providing services to the community. The author also assisted in making village profile videos with the help of the Filmora application. After the training, village officials were given assistance in making village profile videos by editing using the filmora application. The output of service activities is expected to improve the speaking skills of village officials so that they can provide better services to the village community. The final result of product service activities is in the form of a village profile video that can be used by the village to introduce the village through social networks so that the attractiveness and potential of the village are better known to the wider community.
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Animaker terhadap Keterampilan Menulis Siswa SMK Al-Fathimiyah Narinda Narinda; Uah Maspuroh; M. Januar Ibnu Adham
Jurnal Sinestesia Vol. 13 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan teknik desain eksperimen semu yang merupakan metodologi penelitian kuantitatif. Tujuannya adalah untuk mempelajari dampak media pembelajaran Animaker terhadap kemampuan menulis siswa di SMK Al-Fathimiyah menggunakan paradigma pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Subjek penelitian berasal dari kelas X TKJ 1, X TBSM, XII TKJ, dan XII TBSM. Dua kelompok dibentuk untuk implementasi penelitian ini, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen terdiri dari 18 siswa dari XII TKJ dan 27 siswa dari XII TBSM, sehingga total berjumlah 45 siswa. Sedangkan kelompok kontrol terdiri dari 54 siswa (30 siswa dari X TKJ 1 dan 24 siswa dari X TBSM). Hasil penelitian menunjukkan adanya keterkaitan yang kuat antara kemampuan menulis yang dipelajari melalui model Problem Based Learning dan media Animaker Learning. Namun, tidak terdapat perbedaan yang signifikan saat membandingkan metodologi menggunakan PBL dan media Animaker Learning.
Alih Kode dan Campur Kode Guru-Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Korpri Karawang Septa Dwi Guna; Hendra Setiawan; Uah Maspuroh
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v12i1.4615

Abstract

Pada situasi tertentu di dalam sekolah sering terjadi adanya fenomena bahasa, yaitu alih kode dan campur kode. Dalam situasi ini dapat terjadi karena guru maupun siswa memiliki kemampuan berbahasa yang berbeda-beda selain bahasa utama bahasa Indonesia. Maka masalah yang dibahas adalah bentuk alih kode dan campur kode pada percakapan guru dengan siswa di SMA Korpri Karawang beserta faktor-faktor penyebab terjadinya. Tujuan penelitian ini, yaitu mendeskripsikan bentuk alih kode dan campur kode guru-siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Korpri Karawang, serta mendeskripsikan faktor-faktor penyebab terjadinya. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan deskriptif analisis. Data dalam penelitian ini bersumber dari percakapan guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Korpri Karawang, yang kemudian ditranskripsi menjadi sebuah teks. Pengumpulan data menggunakan metode rekam dan catat, sedangkan teknik analisis data yang digunakan merupakan reduksi data, interpretasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis yang ditemukan, yaitu terdapat bentuk alih kode tag, alih kode antarkalimat, dan alih kode intrakalimat  dari bahasa Indonesia ke bahasa Sunda. Ada pun bentuk campur kode yang ditemukan, yaitu campur kode pada tataran kata, campur kode pada tataran frasa, dan campur kode pada tataran kalimat dari bahasa Indonesia ke bahasa Sunda. Dari masing-masing data tersebut disertai faktor-faktor penyebab terjadinya yang meliputi penutur, perubahan situasi tutur, kehadiran orang ketiga/hadirnya penutur ketiga, dan membangkitkan rasa humor.
Alih Kode dan Campur Kode Guru-Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Korpri Karawang Septa Dwi Guna; Hendra Setiawan; Uah Maspuroh
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v12i1.4615

Abstract

Pada situasi tertentu di dalam sekolah sering terjadi adanya fenomena bahasa, yaitu alih kode dan campur kode. Dalam situasi ini dapat terjadi karena guru maupun siswa memiliki kemampuan berbahasa yang berbeda-beda selain bahasa utama bahasa Indonesia. Maka masalah yang dibahas adalah bentuk alih kode dan campur kode pada percakapan guru dengan siswa di SMA Korpri Karawang beserta faktor-faktor penyebab terjadinya. Tujuan penelitian ini, yaitu mendeskripsikan bentuk alih kode dan campur kode guru-siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Korpri Karawang, serta mendeskripsikan faktor-faktor penyebab terjadinya. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan deskriptif analisis. Data dalam penelitian ini bersumber dari percakapan guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Korpri Karawang, yang kemudian ditranskripsi menjadi sebuah teks. Pengumpulan data menggunakan metode rekam dan catat, sedangkan teknik analisis data yang digunakan merupakan reduksi data, interpretasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis yang ditemukan, yaitu terdapat bentuk alih kode tag, alih kode antarkalimat, dan alih kode intrakalimat  dari bahasa Indonesia ke bahasa Sunda. Ada pun bentuk campur kode yang ditemukan, yaitu campur kode pada tataran kata, campur kode pada tataran frasa, dan campur kode pada tataran kalimat dari bahasa Indonesia ke bahasa Sunda. Dari masing-masing data tersebut disertai faktor-faktor penyebab terjadinya yang meliputi penutur, perubahan situasi tutur, kehadiran orang ketiga/hadirnya penutur ketiga, dan membangkitkan rasa humor.
Variasi Bahasa Sosiolek pada Tuturan Percakapan Komunitas Motor Bekasi dan Pemanfaatannya sebagai Modul Ajar Nining Nursakinah; Uah Maspuroh; M. Januar Ibnu Adham
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v12i2.5916

Abstract

Penelitian ini menelaah variasi bahasa sosiolek dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pada tuturan percakapan Komunitas Motor Bekasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan faktor pembentuk variasi bahasa sosiolek pada Komunitas Motor Bekasi serta merangkai modul ajar di jenjang SMA. Fokus penelitian ini membedah kelas kata berdasarkan percakapan penutur. Penelitian ini memanfaatkan metode kualitatif dan metode padan. Sementara pendekatan penelitian mengaplikasikan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data digarap dengan observasi, dokumentasi, teknik rekam dan teknik simak libat cakap. Hasil penelitian memperoleh lima bentuk variasi bahasa sosiolek yaitu: (1) bentuk akrolek, (2) bentuk vulgar, (3) bentuk slang, (4) bentuk kolokial, dan (5) bentuk jargon. Adapun faktor-faktor pembentuk variasi bahasa sosiolek dalam Komunitas Motor Bekasi terdapat empat faktor yang ditemukan yaitu; (1) tingkat pendidikan, (2) jenis pekerjaan, (3) latar belakang keluarga, dan (4) lingkungan masyarakat. Hasil penelitian ini dimanfaatkan sebagai penyusunan modul ajar materi teks anekdot jenjang SMA.