Tutik Nugrahini
Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGARUH ZPT ALAMI DAN PUPUK ORGANIK TERHADAP LADA (Piper nigrum L) VARIETAS MALONAN 1: THE EFFECT OF NATURAL ZPT AND ORGANIC FERTILIZER ON PEPPER (Piper nigrum L) MALONAN VARIETY 1 Tutik Nugrahini; Asiah Wati; Natan Nael
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11 No 1 (2022): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v11i1.1208

Abstract

Lada di Indonesia sebagian besar diusahakan oleh rakyat. Hanya sebagian kecil yng diusahakan oleh negara dan perusahaan swasta besar. Luas lahan perkebuunan lada pada tahun 2012 sebesar 178.622 hektar. Naik sebanyak 0,64% dari tahun sebelumnya (2011) yang luasnya hanya 177.490 hektar. Jumlah total produksi lada pada tahun 2012 sebesar 88.160 ton. Produksi lada naik sebesar 1,23% dibandingkan di tahun lalu (2011) yang hanya berproduksi sebesar 87.089 ton. Sedangkan produktivitas nasional lada berada di angka 789 kg/ha pada tahun 2012. Produktivitas lada nasional naik tipis (0,13%) di bandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya 784 kg/ha. Kalimantan Timur, produktivitas ladanya dapat mencapai angka 1.363kg/ha/tahun. Dari data tersebut dapat di simpulkan bahwa ada kesesuaian lahan, iklim, teknis budidaya yang benar, dan pengguanaan varietas unggul yang tepat. Saat ini penelitian dengan perbanyakan menggunakan stek sudah banyak di lakukan namun masih ada kegagalan dalam perbanyakan stek hal ini diduga bahwa perlu adanya penambahan zat pengatur tumbuh dan penggunaakn pupuk organik. Maka perlu dilakukan pengaruh ekstrak bawang merah dan pupuk kompos batang pisang terhadap lada (Piper nigrum L) varietas Malonan 1. Dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan ekstrak bawang merah dan pupuk kompos batang pisang terhadap lada (Piper nigrum L) varietas Malonan 1. Ekstrak bawang merah dengan konsentrasi 80 ml / 100 ml air mampu memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap pertumbuhan bibit lada pada parameter pengamatan panjang tunas umur 2 MST, 4 MST, 6 MST, 8 MST, dan panjang akar dengan rata-rata 11,82 cm, 15,37 cm, 20,96 cm, 27,66 cm, dan 14,75 cm. pupuk kompos batang bisang dengan dosis 450 g / polibag memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap pertumbuhan bibit lada pada parameter pengamatan panjang tunas umur 2 MST, 4 MST, 6 MST, 8 MST, dan panjang akar dengan rata-rata 11,66 cm, 17,16 cm, 21,12 cm, 27,20 cm, dan 16,52 cm. Interaksi kedua perlakuan memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap pertumbuhan bibit stek lada, dengan interaksi perlakuan terbaik adalah B3K2 yaitu konsentrasi bawang merah 80 ml / 100 ml air dan dosis pupuk kompos batang pisang 250 g / polibag dengan rata-rata panjang tunas 33,66 cm. Keywords: Bawang merah, pupuk kompos, lada malonan 1
Effect of Fertilizer Manure on Growth Swallow Seed Varieties Some Rubber (Hevea brasiliensis Muell Arg): Pengaruh Pemberian Pupuk Kotoran Burung Walet Terhadap Pertumbuhan Beberapa Varietas Bibit Karet (Hevea brasiliensis Muell Arg Didi Irawan; Tutik Nugrahini; Mahdalena
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2013): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk, dosis optimum kotoran walet dan interaksi antara pupuk kotoran walet dan varietas mana yang terbaik dalam pada pertumbuhan beberapa varietas bibit tanaman karet. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan April 2011 sampai dengan September 2011 di Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Samarinda Seberang, Samarinda, Kalimantan Timur. Rancangan percobaan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial, terdiri dari 2 faktor ; faktor pertama dosis pupuk kotoran walet (p) yang terdiri 5 taraf dosis (p0 = control tanpa pupuk kotoran walet, p1 = 0,10 kg/polybag, p2 = 0,15 kg/polybag, p3 0,20 kg/polybag dan p4 = 0,25 kg/polybag) dan faktor kedua adalah varietas tanaman karet (v) yang terdiri dari 2 taraf (v1 = varietas PB 260 dan v2 = varietas RRIM) dan masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dosis pupuk kotoran walet tidak berbeda nyata terhadap jumlah daun, jumlah payung umur 45, 60, 75, 90 HST serta tidak berbeda nyata terhadap tinggi tanaman umur 45, 75, 90 HST namun berbeda nyata terhadap variabel diameter batang umur 45, 60, 75, 90 dan tinggi tanaman umur 60 HST. Perlakuan varietas tanaman karet tidak berbeda nyata terhadap parameter jumlah daun, jumlah payung, diameter batang, dan tinggi tanaman umur 45, 60,75, 90 HST. Interaksi pupuk kotoran walet dan varietas tanaman karet yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati.
The Respond of Growth and Yield of Three Varieties of Chili (Capsicum annuum L.) To Application of Manure Kind and Bintang Kuda Laut Liquid Organic Fertilizer: Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.) Terhadap Pemberian Berbagai Jenis Pupuk Kandang dan Pupuk Cair Bintang Kuda Laut Efri Julianto; Tutik Nugrahini; Mahdalena
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2013): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v2i1.1251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui petumbuhan dan hasil tanaman cabai besar terhadap perlakuan berbagai jenis pupuk kandang organik dan pupuk organik cair Bintang Kuda Laut. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Mei 2011 sampai dengan September 2011 di desa Mugirejo Kecamatan Sungai Pinang Samarinda. Rancangan percobaan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial, terdiri dari 2 faktor ; faktor pertama pemberian berbagai jenis pupuk kandang (P) yang terdiri 5 taraf (P0 = Tanpa pupuk kandang, P1 = Pupuk Kandang Ayam, P2 = Pupuk Kandang Kambing, P3 = Pupuk Kandang Sapi dan P4 = Pupuk kotoran walet) dan faktor kedua adalah pemberian pupuk organik cair Bintang Kuda Laut (K) yang terdiri dari 4 taraf (K0 = 0 ml/liter air, K1 = 2 ml/liter air, K2 = 4 ml/liter air dan K3 = 6 ml/liter air) diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian berbagai jenis pupuk kandang berbeda nyaa terhadap semua variabel yang diamati. Jenis pupuk kandang yang terbaik adalah P4 (pupuk kotoran walet) karena menghasilkan pertumbuhan dan hasil yang terbaik pada tanaman cabai besar. Perlakuan pemberian pupuk organik cair Bintang Kuda Laut berbeda nyata terhadap semua variabel yang diamati, kecuali pertambahan tinggi tanaman umur 14 dan 28 hspt. Perlakuan terbaik dicapai oleh K3 (6 ml/ liter air). Interaksi kedua perlakuan berbeda nyata terhadap pertambahan tinggi tanaman umur 14 hspt dan umur panen. Interaksi terbaik adalah P4K3 (pupuk kotoran walet dan POC Bintang Kuda Laut.
Dose Effect of NPK Mutiara and Dolomite At Plant Nursery Oil Palm (Elaeis quineensis Jacq) In Main Nursery: Pengaruh Dosis Pupuk NPK Mutiara dan Dolomit Pada Pembibitan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis quineensis Jacq) Di Main Nursery Rusdi; Tutik Nugrahini; Purwati
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2013): December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Dosis Pupuk NPK Mutiara dan Dolomit Pada Pembibitan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis quineensis Jacq) Di Main Nursery. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemberian pupuk NPK Mutiara dan kapur Dolomit serta interaksi antara pupuk NPK Mutiara dan kapur Dolomit yang terbaik. Penelitian dilaksanakan selama enam bulan, terhitung mulai bulan April 2010 sampai dengan September 2012. Lokasi penelitian di Persemaian Kebun Percontohan Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan percobaan faktorial 2 x 3 jumlah ulangan sebanyak 6 kali. Faktor pertama adalah Pemberian Kapur Dolomit (D) yang terdiri, yaitu : d1 = 5 g/pokok tanaman, d2 = 10 g/pokok tanaman. Faktor kedua adalah pemberian pupuk NPK Mutiara yang terdiri dari 3 taraf, yaitu : m1 = 5 g/pokok tanaman, m2 = 10 g/pokok tanaman , m3 = 15 g/pokok tanaman. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pemberian kapur Dolomit berpengaruh nyata terhadap parameter diameter bonggol bulan 1, namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter diameter bonggol bulan 2 sampai dengan bulan ke 6, dan tidak berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah pelepah, serta tidak berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman. Pengaruh NPK Mutiara yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery dicapai oleh perlakuan m2 (NPK Mutiara 10 g/pokok tanaman). Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara Kapur Dolomit dan NPK Mutiara berpengaruh nyata terhadap jumlah pelepah, diameter bonggol dan tinggi tanaman. Interaksi dosis yang terbaik antara NPK Mutiara dan Kapur Dolomit (DxM) untuk pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery dicapai oleh perlakuan (d2m2) yaitu 10 g kapur Dolomit/pokok tanaman + 10 g NPK Mutiara/pokok tanaman.
Effect of Liquid Fertilizer on Growth Biourine Cow Seeds Lai (Durio kutejensis Hassk. Becc): Pengaruh Pemberian Pupuk Cair Biourine Sapi Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Lai (Durio kutejensis Hassk. Becc) Jumriani; Rustam Baraq Noor; Tutik Nugrahini
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 1 (2014): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Pemberian Pupuk Cair Biourine Sapi Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Lai (Durio kutejensis Hassk. Becc). Tujuan penelitian untuk mengetahui pertumbuhan bibit tanaman Lai (Durio kutejensis Hassk Becc) dengan pemberian pupuk cair biourine sapi dengan konsentrasi yang berbeda. Penelitian ini dilakukan di Jl. K. H. Wahid. Hasyim. Lahan pertanian Kampus Widya Gama Mahakam Samarinda Kalimantan Timur. Penelitian dilakukan selama 3 bulan terhitung dari bulan Juni sampai dengan Agustus 2013. Penelitian ini disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan pemberian pupuk cair biourine sapi pada bibit tanaman Lai pada 6 (enam) taraf perlakuan yaitu : kontrol atau disiram air (U0), konsentrasi pemberian pupuk cair biourine sapi 5 % (U1), konsentrasi pemberian pupuk cair biourine sapi 10 % (U2), konsentrasi pemberian pupuk cair biourine sapi 15 % (U3), konsentrasi pemberian pupuk cair biourine sapi 20 % (U4) , dan konsentrasi pemberian pupuk cair bio urine sapi 25 % (U5). Masing-masing taraf perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk cair biourine sapi pada parameter diameter batang umur 2 dan 3 bulan setelah perlakuan dengan konsentrasi 5 % (U1) dan konsentrasi 10 % (U2) berbeda nyata. Sedangkan parameter lainnya seperti tinggi tanaman , jumlah daun, luas daun dan diameter batang umur 1 bulan setelah perlakuan tidak berbeda nyata.
Growth Response Three Seed Varieties Durian (Durio zibethinus Murr) Provision Against Various concentrations of Organic Liquid Fertilizer D.I Grow Green.: Respon Pertumbuhan Tiga Varietas Bibit Durian (Durio zibethinus Murr) Terhadap Pemberian Berbagai Konsentrasi Pupuk Organik Cair D.I Grow Green. Eko Jarkoni; Tutik Nugrahini; Mahdalena
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 2 (2014): December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Respon Pertumbuhan Tiga Varietas Bibit Durian (Durio zibetinus Murr) Terhadap Pemberian Berbagai Konsentarsi Pupuk Organik Cair D.I Grow Green.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pemberian POC D.I Grow Green dan konsentrasi optimum pada pertumbuhan tiga varietas bibit durian (Durio zibethinus Murr). Penelitian ini dilaksanakan kurang lebih 4 bulan, mulai dari bulan Agustus sampai dengan November 2013, tempat penelitian di lahan Jl. Thoyib Hadiwijaya Sempaja Selatan, Samarinda Utara dan Provinsi Kalimatan Timur. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok faktorial 3 x 4 dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah varietas bibit (V) durian yang terdiri dari 3 taraf, yaitu : v1 (varietas salisun), v2 (varietas kani) dan v3 (varietas otong) dan faktor kedua adalah pemberian konsentrasi POC D.I. Grow Green (D) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : d0 (kontrol), d1 (1,5 ml/ liter air), d2 (3,0 ml/ liter air) dan d3 (4,5 ml/ liter air). Perlakuan jenis varietas tidak berpengaruh nyata terhadap rata-rata pertambahan tinggi tanaman dan pertambahan diameter batang umur 21 hari setelah tanam, tetapi berpengaruh nyata terhadap rata-rata pertambahan tinggi tanaman dan pertambahan diameter batang umur 42 dan 63 hari setelah tanam, pertambahan jumlah daun dan pertambahan jumlah cabang. Perlakuan yang terbaik untuk rata-rata pertambahan tinggi tanaman dicapai pada varietas v1 (varietas salisun) yaitu 24,55 cm, sedangkan perlakuan terendah dicapai pada varietas v2 (varietas kani) yaitu 20,65 cm. Perlakuan konsentrasi pupuk organik cair D.I Grow Green tidak berpengaruh nyata terhadap rata-rata pertambahan tinggi tanaman dan pertambahan diameter batang umur 21 hari setelah tanam, tetapi berpengaruh nyata terhadap rata-rata pertambahan tinggi tanaman dan pertambahan diameter batang umur 42 dan 63 hari setelah tanam, pertambahan jumlah daun dan pertambahan jumlah cabang. Perlakuan yang terbaik untuk rata-rata pertambahan tinggi tanaman dicapai pada perlakuan d2 (3,0 ml/liter air) yaitu 24,53 cm, sedangkan perlakuan terendah dicapai pada perlakuan d0 (kontrol) yaitu 21,73 cm. Interaksi antara jenis varietas dan konsentrasi pupuk organik cair D.I Grow Green tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Kata Kunci : Varietas durian dan pupuk organik cair D.I Grow Green.
The Influence of the Concentration and the Time Interval of PGR Provision Ghost Multipurpose Exclusive to the Growth of Seedlings Lai (Durio kutejensis Hassk. Becc.): Pengaruh Konsentrasi dan Interval Waktu Pemberian ZPT Hantu Multiguna Exclusive Terhadap Pertumbuhan Bibit Lai (Durio kutejensis Hassk. Becc.) Tutik Nugrahini
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 2 (2014): December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pengaruh Konsentrasi dan Interval Waktu Pemberian ZPT Hantu Multiguna Exclusive Terhadap Pertumbuhan Bibit Lai (Durio kutejensis Hassk Becc). Tujuan penelitan ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ZPT Hantu Multiguna Exclusive dengan konsentrasi yang berbeda serta interval waktu penyemprotan terhadap pertumbuhan bibit Lai. Lokasi penelitian dilaksanakan di Jl. K. H. Wahid. Hasyim. Lahan praktek pertanian Kampus Widya Gama Mahakam Samarinda. Waktu penelitian selama 3 bulan mulai dari bulan Mei sampai dengan Agustus 2013. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial 4 x 3 dengan 4 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi ZPT (H) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : h0 (kontrol), h1 (0,25%/liter air), h2 (0,5%/ liter air) dan h3 (0,75%/liter air). Sedangkan faktor kedua adalah interval penyemprotan yang terdiri dari 3 taraf yaitu : i1(5 hari sekali), i2 (10 hari sekali) dan i3 (15 hari sekali). Perlakuan pemberian konsentrasi ZPT Hantu Multiguna Exclusive berpengaruh nyata terhadap rata-rata pertambahan tinggi tanaman umur 60 dan 90 hari setelah tanam, namun tidak berpengaruh nyata terhadap rata-rata tinggi tanaman umur 30 hari setelah tanam, rata-rata diameter batang, rata-rata jumlah daun dan rata-rata luas daun umur 30, 60 dan 90 hari setelah tanam. Perlakuan yang tertinggi untuk rata-rata pertambahan tinggi tanaman dicapai pada perlakuan h2 (0,5%/liter air) yaitu 15,17 cm sedangkan perlakuan terendah dicapai pada perlakuan h0 (kontrol) yaitu 10,50 cm. Perlakuan interval waktu pemberian ZPT Hantu Multiguna Exclusive berpengaruh nyata terhadap rata-rata pertambahan tinggi tanaman umur 30,60 dan 90 hari setelah tanam, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap,rata-rata diameter batang, rata-rata jumlah daun, dan rata-rata luas daun umur 30, 60 dan 90 hari setelah tanam. Perlakuan yang tertinggi untuk rata-rata pertambahan tinggi tanaman dicapai pada perlakuan i2 (10 hari sekali) yaitu 14,56 cm sedangkan perlakuan terendah dicapai pada perlakuan i3 (15 hari sekali) yaitu 11,31 cm. Sedangkan interaksi antara konsentrasi dan interval waktu pemberian ZPT Hantu Multiguna Exclusive tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Kombinasi perlakuan terbaik untuk tinggi tanaman pada umur 90 hari setelah tanam dicapai pada kombinasi perlakuan h2i2 yaitu 18,75 cm, sedangkan tinggi tanaman terendah dicapai pada kombinasi perlakuan h0i3 yaitu 9,00 cm. Kata kunci : ZPT Hantu Multiguna Exclusive dan bibit lai
Different Types of Organic Fertilizer Application and Dosage on Growth Seeds Lai Mahakam (D. kutejensis. Hass Becc).: Aplikasi Berbagai Jenis Pupuk Organik dan Dosis Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Lai Mahakam (D. kutejensis. Hass Becc). Muhammad Anas Sholikhin; Rustam Baraq Noor; Tutik Nugrahini
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4 No 1 (2015): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi Berbagai Jenis Pupuk Organik dan Dosis Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Lai Mahakam (D. kutejensis. Hass Becc). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan pupuk organik yang tepat, untuk mengetahui pemberian dosis pupuk yang tepat dan mengetahui interaksi penggunaan pupuk organik dan dosis pupuk yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan bibit tanaman Lai Mahakam. Lokasi penelitian ini dilaksanakan diLahan Pertanian Kampus Widya Gama Mahakam Samarinda Kalimantan Timur. Waktu penelitian dilaksanakan selama 3 bulan terhitung dari bulan September sampai dengan November 2013. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap faktorial 6 x 3 dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah penggunaan pupuk organik (P) yang terdiri dari 6 taraf yaitu : p0 (kontrol), p1 (pupuk organik kotoran kambing), p2 (pupuk organik kotoran ayam petelur), p3 (pupuk organik kotoran ayam potong), p4 (pupuk organik kotoran sapi) dan p5 (pupuk organik kotoran burung walet). Faktor kedua adalah pemberian dosis (D) yang terdiri dari 3 taraf yaitu : d0 (kontrol), d1 (5 g/polybag) dan d2 (10 g/polybag).Perlakuan penggunaan pupuk organik berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan pemberian dosis pupuk berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter pengamatan.. Interaksi antara aplikasi perlakuan berbagai jenis pupuk organik dan dosis tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Kata kunci : Pupuk organikdan bibit lai
Effect of Liquid Organic Fertilizer NPK Mutiara NASA and Seed on Growth Orange Citron (Citrus medica): Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair NASA dan Pupuk NPK Mutiara Terhadap Pertumbuhan Bibit Jeruk Sitrun (Citrus medica) Fiana Asrofah; Tutik Nugrahini; Mahdalena
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4 No 1 (2015): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair NASA dan Pupuk NPK Mutiara Terhadap Pertumbuhan Bibit Jeruk Sitrun (Citrus medica). Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) NASA dan pupuk NPK Mutiara serta interaksinya terhadap pertumbuhan tanaman jeruk JC. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Nopember 2014. Tempat penelitian dilaksanakan di Balai Benih Induk Hortikultura Kalimantan Timur. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan percobaan faktorial 4 x 4 dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama yaitu perlakuan konsentrasi POC NASA (K) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : k0 (Kontrol), k1 (Konsentrasi aplikasi 1 ml POC NASA / L air / bibit), k2 (Konsentrasi aplikasi 2 ml POC NASA / L air / bibit), k3 (Konsentrasi aplikasi 3 ml POC NASA / L air / bibit). Sedangkan faktor kedua yaitu konsentrasi pupuk NPK Mutiara (B) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : b0 (Kontrol), b1 (Konsentrasi aplikasi 3 g NPK Mutiara / L air / bibit), b2 (Konsentrasi aplikasi 5 g NPK Mutiara / L air / bibit), b3 (Konsentrasi aplikasi 7 g NPK Mutiara / L air / bibit). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan konsentrasi aplikasi POC NASA sangat berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun bibit jeruk Sitrun. Perlakuan terbaik pada k2 (Konsentrasi Aplikasi 2 ml POC NASA / L air / bibit). Perlakuan konsentrasi aplikasi pupuk NPK Mutiara sangat berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun bibit jeruk Sitrun. Perlakuan terbaik pada b2 (Konsentrasi Aplikasi 5 g pupuk NPK Mutiara / L air / bibit). Kombinasi perlakuan konsentrasi aplikasi POC NASA dan pupuk NPK Mutiara sangat berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun bibit jeruk Sitrun. Kombinasi perlakuan terbaik pada k2b2 {(Konsentrasi Aplikasi 2 ml POC NASA / L air / bibit) ; (Konsentrasi Aplikasi 5 g pupuk NPK Mutiara / L air / bibit)}. Kata kunci : Pupuk organik cair NASA, NPK Mutiara dan bibit jeruk sitrun
Dose Effect of NPK Mutiara and Dolomite At Plant Nursery Oil Palm (Elaeis quineensis Jacq) In Main Nursery: Pengaruh Dosis Pupuk NPK Mutiara dan Dolomit Pada Pembibitan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis quineensis Jacq) Di Main Nursery Rusdi; Tutik Nugrahini; Purwati
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4 No 2 (2015): December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dose Effect of NPK Mutiara and Dolomite At Plant Nursery Oil Palm (Elaeis Jacq quineensis) In Main Nursery. The purpose of this study to determine the Pearl NPK fertilizer and lime Dolomite as well as interactions between NPK fertilizer and lime Dolomite Pearl the best. The study was conducted over six months, starting in April 2010 to September 2010. The location of research at Nursery Gardens Pilot Program Crops Cultivation Agricultural Polytechnic State Samarinda. Research arranged in a randomized block design (RAK) with 2 x 3 factorial experiment as much as 6 times the number of replications. The first factor is the granting Lime Dolomite (D) comprising, namely: d1 = 5 g / staple crops, d2 = 10 g / staple crops. The second factor is the Pearl of NPK fertilizer consists of three levels, namely: m1 = 5 g / staple crops, m2 = 10 g / staple crops, m3 = 15 g / staple crops. The results showed the treatment of lime Dolomite significant effect on the parameters diameter hump month 1, but does not affect the measurement of the diameter of the stump month 2 to month 6, and did not significantly affect the number of parameters midrib, and did not affect the parameters plant height. Effect of NPK Mutiara best to the growth of oil palm seedlings in the nursery play is achieved by treatment of m2 (NPK Mutiara 10 g / staple crop). The results showed the interaction between Dolomite Lime and NPK Mutiara significantly affect the number of midrib, stump diameter and plant height. Interaction between NPK best dose Pearl and Lime Dolomite (DXM) for the growth of oil palm seedlings in the nursery play is achieved by treatment (d2m2) Dolomite lime is 10 g / staple crop NPK Mutiara + 10 g / staple crops. Keywords: NPK Mutiara, Dolomite and oil palm Plant