Rustam Baraq Noor
Universita Widya Gama Mahakam Samarinda

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Respon Penggunaan Jenis Pupuk Organik dan Pupuk Anorganik NPK Pelangi Terhadap Pertumbuhan BIbit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Pada Pre Nursery: Response of the Use of Organic Fertilizer Types and NPK Pelangi Inorganic Fertilizer to the Growth of Oil Palm Beets (Elais guineensis Jacq.) On Pre Nursery Rustam Baraq Noor; Siti Mutmainah; Alexander Pili Ratu
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 12 No 2 (2023): Jurnal llmu Pertanian Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v12i2.2696

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan pupuk organik (sapi, ayam, kambing) terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit, mengetahui pengaruh pupuk NPK Pelangi terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit dan mengetahui interaksi pupuk kandang dan pupuk NPK Pelangi terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery. Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan, dimulai dari awal bulan maret sampai dengan juli 2022 dan bertempat di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda. Metode penelitian ini menggunakan percobaan faktorial 4 x 4 yang terdiri dari 3 ulangan yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah pupuk kandang (K) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: K0 = (kontrol), K1 (Sapi) = 250 g/polybag, K2 (Ayam) = 300 g/polybag, K3 (Kambing) = 350 g/polybag. Sedangkan faktor kedua adalah pupuk NPK Pelangi (P) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: P0 = (kontrol), P1 = 6,6 g/polybag, P2 = 10 g/polybag, P3 = 13,3 g/polybag. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pemberian berbagai jenis pupuk organik berpengaruh nyata terhadap rata-rata diameter batang. Pemberian perlakuan terbaik terdapat pada K3 yaitu pupuk kandang kambing. Selanjutnya pemberian pupuk NPK Pelangi berpengaruh nyata terhadap rata-rata tinggi tanaman, panjang daun, dan panjang akar. Pemberian perlakuan terbaik terdapat pada P2. Kemudian interaksi pemberian pupuk organik kambing K3 dengan dosis 350 g/polybag dan pupuk NPK Pelangi P2 dengan dosis 10 g/polybag sudah mencukupi kebutuhan unsur hara pada bibit kelapa sawit (Elaeis guneensis Jacq.) di pre nursery. Dari hasil penelitian dapat disarankan untuk menggabungkan pupuk kandang kambing dengan dosis 350 g/polybag dan pemberian pupuk NPK Pelangi dengan dosis 10 g/polybag karena memberikan pertumbuhan bibit kelapa sawit yang terbaik di pre nursery terhadap tinggi, diameter batang, panjang daun, dan panjang akar. Perlakuan terbaik yaitu K3P2 Kata kunci : Pre Nursery, Pupuk Kandang, Pupuk NPK Pelang
The Effect of Providing Household Waste Trichocompost and Pelangi NPK on the Growth of Oil Palm (Elaeis guineensis Jacq.) Seedlings in Pre-Nurseries: Pengaruh Pemberian Trichokompos Limbah Rumah Tangga Dan NPK Pelangi Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Di Pembibitan Pre-Nursery Hamidah Hamidah; Rustam Baraq Noor; Mikael.T
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13 No 1 (2024): Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v13i1.3080

Abstract

ABSTRACT Mikael.T, Pengaruh Pemberian Trichokompos Limbah Rumah Tangga dan NPK Pelangi Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Pembibitan Pre-Nursery, dibawah bimbingan Rustam Baraq Noor, dan Hamidah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik Trichokompos limbah rumah tangga, pupuk NPK Pelangi dan interaksi Trichokompos limbah rumah tangga dan pupuk NPK Pelangi terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di Pre-nursery. Penelitian ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Widya Gama Mahakam Samarinda, dan dilakukan selama 3 bulan, mulai dari bulan Desember 2023 sampai dengan Februari 2024. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, secara Keseluruhan terdapat 4 x 3 = 12 kombinasi perlakuan, dan setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga menjadi 36 satuan percobaan, Faktor pertama adalah Trichokompos (T) terdiri atas 4 taraf yaitu, T0= tanpa perlakuan (kontrol), T1= dosis 200 g/polybag, T2= dosis 250 g/polybag, T3= dosis 300 g/polybag. Faktor kedua adalah pupuk NPK Pelangi (N) terdiri atas 3 taraf yaitu N0= tanpa perlakuan (kontrol), N1= dosis 20 g/polybag, N2= 30 g/polybag. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahawa pemberian Trichokompos limbah rumah tangga berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 9 MST dan berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman 12 MST dan jumlah daun 12 MST, pupuk NPK Pelangi menunjukkan berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman 9 MST dan 12 MST, diameter batang 9 MST, jumlah daun 9 MST dan interaksi antara Trichokompos limbah rumah tangga dan pupuk NPK Pelangi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 9 MST dan 12 MST (T2 N1), diameter batang 6 MST dan 12 MST (T3N1), dan berpengaruh sangat nyata terhadap diameter batang 9 MST (T3N1). Kata kunci: Kelapa Sawit, NPK, Pupuk, Trichokompos