Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NO. 23 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN ZAKAT DI DOMPET DHUAFA RIAU FITRIYAH, SITI; WINARIO, MOHD.
Al-Amwal Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Volume 8, Nomor 2, Desember 2019
Publisher : STEI Iqra Annisa Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.866 KB)

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui implementasi undang-undang nomor 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat di Dompet Dhuafa Riau. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan waktu dari bulan Febuari 2019 sampai dengan Agustus 2019. Adapun teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa Dompet Dhuafa Riau telah menerapkan undang-undang nomor 23 tahun 2011 yang terdapat dipasal 6 diantaranya: (1) Pengumpulan zakat, yaitu dilakukan beberapa cara diantaranya secara langsung, tidak langsung dan event (2) Pendistribusian zakat, yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa Riau dikumpulkan dan diberikan kepada 8 golongan (3) Pendayagunaan zakat, yaitu dengan mengubah mustahik menjadi muzakki dengan cara memberikan bantuan zakat produktif untuk dilakukan sebagai modal usaha agar bisa membantu masyarakat menjadi lebih baik lagi dalam meningkatkan perekonomian keluarganya (4) Pelaporan dan pertanggung jawaban, secara Undang-Undang Dompet Dhuafa melakukan pelaporan ke Baznas dan ke Kemenag per-6 bulan diakhir tahun juga melakukan pelaporan kepada Baznas dan Kemenag. Laporan untuk muzakki dilakukan sebulan sekali. Berdasarkan hasil temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa Dompet Dhuafa Riau dalam mengimplementasikan undang-undang tersebut tidak mengalami kendala yang berarti.
STABILITAS ASAM ASCORBAT DALAM KOMBINASI DENGAN SENG SULFAT Jatmiko Susilo; Siti Fitriyah; Titis Setyowati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 4. No. 1. Tahun 2007
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.038 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.4.1.2007.%p

Abstract

Latar belakang. Asam askorbat bersifat mudah terdegradasi oleh suhu, cahalta atau logam dan dalam larutan. Pengaruh Seng sulfas dalam kombinasi dan perbedaan suhu penyimpanan akan berpengaruh terhadap stabilitas Asam askorbat. Stabilitas didasarkan atas penurunan kadar selama penyimpanan. Tajuan penelitian untuk mengetahui pengaruh suhu penyimpanan dan Seng sulfat terhadap stabilitas asam askorbat. Metode penelitian adalah eksperimental. dilakukan penetapan kadar Asam askorbat tunggal dan dalam kombinasi dengan seng sulfat yang disimpan selama 3 hari pada suhu 30 , 40, 50, 60 dan 70 "C dan lama penyimpanan 0, 5, 10, 15, 20 dan 25 hari pada suhu kamar. Hasil diuji dengan Uji-Anava. Hasil : menunjukkan adanya penurunan kadarAsam askorbat baik tunggal maupun dalam kombinasi oleh pengaruh suhu dan lama penyimpanan, namun dari uji statistik Fo=0.046<Ftab.(P;0,05;dbf:5,4)=5.l9 dan Fo=3.229<Ftab. (P:0,05;dbf:6; 5)=4.95berarti ticlak ada pengaruh suhu , Seng sulfut dan lama penyimpanan terhadap stabilitas Asam askorbat secara bermakna. Simpulan: Suhu sampai dengan 70 "C, dan atau adanya Seng sulfas disimpan selama 3 hari serta lama penyimpanan pada suhu kamar tidak berpengaruh secara signifikan terhadap stabilitas kimia Asam askorbat. Saran ; Perlu dilakukan uji stabilitas Asam askorbat dalam sediaan polifarmasi (multivitamin)Kata kunci ; stabilitas, Asam askorbat, kombinasi dengan Seng sulfat, Suhu, waktu penyimpanan
PENGEMBANGAN GIM EDUKASI BERBASIS ANDROID UNTUK PENGENALAN BANGUN DATAR Olief Ilmandira Ratu Farisi; Fitriyah, Siti; Sari, Alfi Alufiana; Akmalia, Latiful
TRANSFORMASI Vol 7 No 2 (2023): TRANSFORMASI: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika
Publisher : Pendidikan Matematika FMIPA Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/tr.v7i2.3170

Abstract

Two-dimensional shapes are one of the mathematical materials studied in grade1 of elementary school. This material requires spatial abilities. However, students still often have difficulty with this material, especially when determining the types. One solution to make it easier for students to understand two-dimensional shapematerial is to use android-based educational game learning media, so that students can learn while playing anywhere and anytime independently. The development is carried out using the Hannafin and Peck model, which consists of needs analysis, design, as well as development and implementation. The validation test was carried out by two material experts with results of 90.6% and one media expert with results of 87.5%. The trial was carried out on 21 users and obtained results of 97.5%. The results of validation tests and trials show that educational game media is very feasible and very effective for use in learning to recognize two-dimensional shapes. The development of mathematics educational games can be carried out at various levels of education and on various materials.
Implementasi Literasi Digital Di Kalangan Mahasiswa Pendidikan Biologi ITS NU Pasuruan Nanda D.A, Ema; Maisaroh, Siti; Fitriyah, Siti; Diniyah, Chikmah
Jurnal Likhitaprajna Vol 25 No 1 (2023): April 2023
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v25i1.237

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of digital literacy implementation among students. The research method used is a survey method by distributing questionnaires online through the google form platform. Based on the results of research conducted on 31 female students of the ITS NU Pasuruan biology education study program class 22d-A, it was found that 74.2% or 23 of the 31 respondents used gadgets every day, while 19.4% or 6 of the 31 respondents used gadgets every day but rarely used gadgets. And the remaining 6.5% or 2 out of 31 only use gadgets several times a week. So it can be concluded that almost all biology education students in class 22d-A stated that they use gadgets every day, with a percentage of 74.2% or 23 out of 31 respondents. All 22d-A ITSNU Pasuruan biology education study program students have access and understanding of sophisticated technology, but not all of them have an interest or preference for digital literacy. The current learning process also utilizes technology according to current needs. It is imperative that individuals are able to improve their digital literacy skills. This is because digital technology is also very supportive of a person's process in developing themselves and seeking as much knowledge as possible without any time and space limitations.