Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

REVIEW KERATINASE R. L. M. Satrio Ari Wibowo; Zaenal Bachruddin; Nanung Agus Fitrianto; Tomoyuki Nakagawa; Takashi Hayakawa; Ambar Pertiwiningrum
Berkala Penelitian Teknologi Kulit, Sepatu, dan Produk Kulit Vol 16 No 1 (2017): Berkala Penelitian Teknologi Kulit, Sepatu, dan Produk Kulit
Publisher : Politeknik ATK Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.899 KB)

Abstract

Proteolytic enzyme, which is able to hydrolyze keratin efficiently, is called keratinase, produced by microorganisms including fungi, bacteria and actinomycetes, and considered useful for various biotechnological approaches to waste management. Keratin is a fibrous, structural and insoluble protein, and it has high stability. Keratin is one of the main components for cell cytoskeleton, including hair and wool. Hair is difficult to degrade because it contains a lot of keratin with dense polypeptide structure, which is tightly bound by several hydrogen bonds, hydrophobic interactions, and cross-linkage of protein chain with cystine bridge. This condition makes hair have mechanical stability and resistant against degradation of proteolytic enzymes, such as pepsin, trypsin, and papain. Keratin has great strength, but it is not accumulated in nature because it can be hydrolyzed by several keratinolytic microbes. Keratinase enzyme is a part of alkaline protease group, which is active in alkaline condition. Several keratinolytic bacteria produce keratinase enzyme which remains active at pH 8 to 13. The activity of keratinase enzyme also greatly varies by temperature. Keratinase enzyme has stable activity at 20 to 70oC. Enzyme is protein which has catalytic activity and has certain molecular weight. Keratinase enzyme mostly has molecular weight which is less than 85 kDa. Enzymatic hair removal process can be used as an alternative to avoide problems caused by using sodium sulfide in tannery. The benefit of enzymatic hair removal process is perfect hair removal, so that the skin is clean and smooth; removed hair is intact; and sodium sulfide usage is minimized. Keratinase enzyme specifically degrades keratin without damaging other structural proteins, such as collagen, so it has high potential for leather industry.
Peran KKN-PPM UGM Dalam Pengembangan Kesadaran Masyarakat Untuk Penyediaan Air Bersih Dan Sanitasi Layak Di Daerah Istimewa Yogyakarta Amin Susiatmojo; Sari Handayani; Nanung Agus Fitriyanto; Djarot Heru Santosa; Rustamaji Rustamaji
TheJournalish: Social and Government Vol. 4 No. 5 (2023): Special Issue
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v4i5.602

Abstract

Indonesia sangat berkepentingan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) untuk memastikan bahwa program-program pembangunan berjalan sesuai koridor yang telah ditetapkan. Hal tersebut mengingat SDGs turut memberikan jalan bagi upaya terwujudnya target-target pembangunan, terlebih agenda didalamnya memiliki tujuan penting untuk kesejahteraan masyarakat dunia, keadilan, dan kemakmuran. Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada (DPkM UGM) turut dilibatkan oleh UGM untuk mempercepat upaya-upaya pencapaian SDGs ini. Agenda SDGs DPkM UGM antara lain menyertakan program-program SDGs pada Kuliah Kerja Nyata (KKN PPM UGM) yang hasilnya nanti disinergikan dengan konsern DPkM UGM pada kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat, hilirisasi penelitian berbasis pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kesejahteraan sosial, dan aspek-aspek keserasian lingkungan lainnya. Salah satu agenda SDGs DPkM UGM adalah mengembangkan kesadaran air bersih dan sanitasi layak bagi masyarakat dengan sebaran di beberapa lokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Agenda ini diawali dengan pembuatan nota kerjasama antara DPkM UGM dan pemerintah kabupaten yang ditetapkan sebagai lokasi kegiatan KKN PPM UGM. Selama 2 bulan berada di lapangan, mahasiswa KKN PPM UGM didampingi oleh tenaga ahli dari berbagai fakultas di lingkungan UGM agar dapat menstransfer teknologi tepat guna secara efektif dan efisien. Antusiasme, kerjasama, dan partisipasi masyarakat sangat penting untuk memperbaiki lingkungan dan mewujudkan kehidupan yang bermartabat dan berkelanjutan.