Mustopa Mustopa
IAIN Syekh Nurjati

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMBENTUKAN AKHLAK ISLAMI DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF Mustopa Mustopa
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.568 KB) | DOI: 10.24235/jy.v3i1.2126

Abstract

Abstrak: Persoalan akhlak selalu saja menyedot perhatian banyak pihak, baik dari kalangan teoretisi maupun dari kalangan praktisi dan akademisi. Persoalan ini menarik untuk dibahas karena persoalan akhlak merupakan persoalan yang ada di seputar kita dan akan terus berada di sekitar kita bahkan kita sendiri menjadi bagian dari pelaku akhlak tersebut. Perdebatan tentang akhlak muncul berkaitan dengan masalah apakah akhlak bisa dibentuk ataukah akhlak tidak bisa dibentuk dalam artian bahwa kahlak manusia itu sesungguhnya bawaan sejak lahir. Terkait hal tersebut, tulisan ini hadir dengan diskursus seputur akhlak, apakah akhlak tersebut dapat dibentuk ataukah tidak ?. Kata Kunci: Akhlak, Akhlak Islami dan Pembentukan Akhlak. 
KAJIAN IMPLEMENTATIF OPTIMALISASI PENGELOLAAN WAKAF PRODUKTIF DI INDONESIA Jefik Zulfikar Hafizd; Theguh Saumantri; Mustopa Mustopa
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v8i1.8978

Abstract

Wakaf adalah harta yang dihibahkan, diwariskan, atau dibeli untuk disimpan dalam kepercayaan abadi atau sementara untuk tujuan amal umum atau khusus yang bermanfaat secara sosial. Studi pustaka ini mengkaji mengenai filosofi wakaf produktif. Secara spesifik penelitian ini mengkaji mengenai konsep wakaf produktif, proses pelaksanaan, perencanaan, pengelolaan, pelaporan dan pengawasan, tantangan pengembangan, manfaat, kedudukan, dan strategi pengembangan wakaf.  Sumber data penelitian diperoleh dari berbagai referensi yang mencakup buku, jurnal, peraturan perundang-undangan, dan referensi lain yang terkait. Adapun kesimpulan dari penelitian ini yakni wakaf produktif bisa memberikan manfaat lebih banyak dibanding wakaf biasa karena harta wakaf berkembang menjadi lebih besar. Orientasi wakaf produk adalah pada pemaksimalan harta dalam investasi yang menghasilkan keuntungan sebelum disalurkan kepada kepentingan ibadah dan sosial. Harta wakaf produktif bisa diserahkan secara penuh ataupun hanya sementara. Selain itu wakaf produktif bisa dibuat dengan benda apa saja selama memiliki nilai dan manfaat. Rekomendasi dari hasil penelitian ini adalah wakaf produktif perlu disosialisasikan kepada masyarakat secara terus menerus agar semakin banyak yang tergerak untuk berwakaf setelah memahami manfaat wakaf di dunia dan akherat serta kemudahan proses wakaf itu sendiri. Wakaf perlu menjadi budaya yang sangat mudah dilakukan sebagaimana budaya menabung yang telah lama ada di masyarakat.    
Kontribusi Filsafat Moral dalam Meningkatkan Karakter Kinerja pada Masyarakat Produktif Indra Gunawan; Mustopa Mustopa; Fuad Nawawi; Hanung Sito Rohmawati
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v5i1.42290

Abstract

Dengan befikir filsafat, kita dapat mengatasi kerumitan hidup. Hal ini dapat terjadi karena dengan memahami apa itu filsafat, maka kita dapat menggunakannya atau menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tidak mengarah kepada jalur yang tidak pernah diharapkan sebelumnya. Beragam permasalahan bisa selesai dengan sendirinya, jika setiap orang Indonesia mau berfilsafat, yakni menjadikan filsafat sebagai jalan hidup, terlepas dari profesi sehari-hari mereka. Pengetahuan itu digunakan untuk menyempurnakan kehidupannya, termasuk dalam hal ini karakter kinerjanya. Sebab konsekuensi dari pandangan filsafat itu sangat penting dan menentukan sikap orang terhadap dirinya sendiri, terhadap orang lain, dunia, dan Tuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana filsafat moral dapat diaplikasikan dalam membentuk karakter kinerja di masyarakat usia produktif. Hasil dari penelitian adalah gejala-gejala kelemahkarsaan seorang individu dapat diminimalisir bahkan dihilangkan apabila seorang individu dapat memposisikan diri sebagai filsuf moral yang mampu menemukan jawaban-jawaban atas nilai keyakinan bagi karakter diri maupun kehidupannya. Pola semacam ini akan sangat berguna bagi kualitas kehidupan seorang individu di masa yang sedang dijalani maupun di masa depan, hal tersebut dikarenakan konstruksi berpikir filsafat dapat meredam gejolak-gejolak negatif di tengah-tengah kehidupan yang selalu bergerak dinamis dan fluktuatif.
THE ROLE OF THE MEANING OF IJMĀL SURAH AL-FĀTIHAH IN FORMULATING EDUCATIONAL INTERPRETATION OF SURAH AL-BAQARAH [2]: 1-20 BASED ON TAZKIYAT AL-NAFS Itah Miftahul Ulum; Mustopa Mustopa
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v8i2.11698

Abstract

ABSTRACT: This study analyzes the meaning of ijmāl in al-Fātihah with the meaning of ifshāl in al-Baqarah [2]: 1-20. As for the research problem in this research is how formulation of educational interpretation with a transdisciplinary approach. The research method used is al-tafsīr al-tahlīli which analyzes the relevance of al-Fātihah [1]: 1-4, 5-6 with al-Baqarah [2]: 1-9; and the relevance of al-Fātihah [1]: 6-7 with al-Baqarah [2]: 1-20 as a whole until it becomes the original interpretation of researcher. The research findings show, al-Fātihah [1]: 1-6 contains the meaning of monotheism relating to the themes (1) prayer and infāq; (2) social interaction between believers, disbelievers and hypocrites; (3) science; (4) education and learning outcomes; (5) propaganda; (6) human ethics and ability to subdue nature; (7) the benefits of al-Quran for believers; and (8) dzikr. The relevance to the meaning of ijmāl al-Fātihah [1]: 6-7 with al-Baqarah [2]: 1-20 in formulating educational interpretations is related to the believers who empower their fitrah and reason until they are on the straight path. As for the disbelievers and the hypocrites who are angered by Allah and are heretical because they do not empower their fitrah and reason in understanding ayah qawliyah and ayah kawniyah.