Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PERANCANGAN RUSUNAWA PUTRI CEMPO DENGAN KONSEP BANGUNAN HEMAT ENERGI DI SURAKARTA YohanesEudes AbitabiraMahardika Putra; dody irnawan; Dwi Ely Wardani
Jurnal Arsitektur GRID Vol 3, No 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v3i1.516

Abstract

Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia yang sangat tinggi memicu meningkatnya kebutuhan pemukiman yang mampu menyediakan tempat tinggal. Akibatnya berimbas pada Kota Surakarta yang banyak dijumpai disfungsi lahan. Berdasarkan fenomena kepadatan pemukiman yang terjadi, maka pembangunan rusunawa dianggap dapat menjawab permasalahan tersebut. Selain itu kegiatan pembangunan di Indonesia mengarah kepada industrialisasi sehingga energi menjadi isu utama dan penting dalam kerangka menunjang model pembangunan.Penelitian dengan judul “Perancangan Rusunawa Putri Cempo Dengan Konsep Bangunan Hemat Energi di Surakarta” bertujuan mengetahui dan memperkaya pengetahuan tentang rusunawa dengan konsep hemat energi di Surakarta. Sedangkan metode yang digunakan adalah melalui pengumpulan sumber data, diantaranya studi literatur, wawancara, survey lapangan dan dokumentasi yang kemudian dianalisis dan diolah sehingga diperoleh hasil penelitian.Berdasarkan analisis data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa rusunawa ini menenerapkan arsitektur hemat energi, yang pada prosesnya memiliki sistem hemat energi listrik dengan menerapkan pencahayaan dan penghawaan alami yang baik, pengelolaan air dengan memanfaatkan sisa pemakaian dan pemanenan air hujan dan sistem pengolahan sampah menjadi bahan bermanfaat.
REVITALISASI BENTENG VASTENBURG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MONUMENTAL DI SURAKARTA Mega Ayu Pangestiningrum; Dwi Ely Wardani; Dody Irnawan
Jurnal Arsitektur GRID Vol 3, No 2 (2021): Desember
Publisher : Jurnal Arsitektur GRID

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v3i2.878

Abstract

Revitalisasi merupakan upaya untuk meningkatkan nilai lahan atau kawasan melalui pembangunan kembalidalam suatu kawasan yang dapat meningkatkan fungsi kawasan sebelumnya.Benteng Vastenburg merupakan satu dari sekian banyak benteng yang dibangun oleh pemerintahan kolonial Belanda. Benteng Vastenburgmerupakan benteng pertahanan yang terkait dengan posisi keraton Surakarta dan rumah Gubernur Belanda. Revitalisasi Benteng Vastenburg sebagai aset peninggalan masa lalu yang bertujuan untuk menghidupkankembali citra Benteng Vastenburg dengan pendekatan Arsitektur Monumental, dimana bangunan atau aset akan dipertahankan sebagai identitas kota dan memberi aktivitas hidup yang bermanfaat bagi masyarakat  sehinggadiperoleh nilai ekonomi yang menjamin bangunan terpelihara dan manfaat penggunaan yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Beberapa faktor-faktor dasar arsitektur yang dirumuskan dalam Revitalisasi BentengVastenburg ini dimulai dari mempertimbangkan lokasi, orientasi sinar matahari, arah angin, mereduksi kebisingan, adanya pencahayaan dan penghawaan alami, vegetasi serta mitigasi bencana. Dan pada hasilrancangan bangunan dapat terpenuhi fungsi bangunan yang maksimal, sistem struktur dan estetika desain bentuk bangunan yang beradaptasi dengan lingkungan alam sekitarnya
PERANCANGAN WATERPARK DENGAN PENDEKATAN KONSEP ARSITEKTUR RAMAH ANAK DI KECAMATAN GONDANGREJO KARANGANYAR Anas Maulana Insyani; Dwi Ely Wardani; Lidi Wilaha
Jurnal Arsitektur GRID Vol 4, No 1 (2022): Juni
Publisher : Jurnal Arsitektur GRID

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v4i1.914

Abstract

Selaras dengan adanya rencana pemerintah Kabupaten Karanganyar terhadap program dorongan pemulihanekonomi nasional dibidang pariwisata daerah, maka pemerintah daerah Kabupaten Karanganyar berencana membangun sektor wisata disetiap kecamatan yang salah satunya adalah Kecamatan Gondangrejo. Sektor wisatayang akan dikembangkan tersebut berupa wisata alami dan wisata buatan yaitu waterpark. Tujuan pembangunan waterpark bukan hanya sebagai sarana wisata dan arena bermain, tetapi juga sarana edukasi sejak dini padamasyarakat terhadap kelestarian lingkungan yang berkelanjutan dan konservasi air, mengingat Karanganyarmemiliki bentang lahan pegunungan dengan curah hujan yang tinggi. Konsep Arsitektur ramah anak dalam perancangan waterpark bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap individu dan keluargapengunjung anak-anak khususnya dan masyarakat pada umumnya. Diharapkan waterpark dengan konsep rancangan Arsitektur Ramah Anak akan mampu mendongkrak ekonomi kawasan serta memberikan edukasisesuai tumbuh kembang anak.
Tipologi Bangunan Masjid Karya Achmad Noe’man Sang Arsitek Seribu Masjid Dwi Ely Wardani; Handyka Asih Nugroho
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 1, Nomor 1 (2019): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v1i1.2

Abstract

Achmad Noe’man atau AN merupakan salah satu legenda Arsitektur masjid di Indonesia, setelah menyelesaikan studinya dengan gelar Insinyur dari Jurusan Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Tahun 1958, AN mendapatkan kesempatan melanjutkan program pendidikan Magister di Kentucky, USA. Tetapi AN lebih memilih menjadi Dosen di ITB serta berpraktik sebagai seorang Arsitek dengan mendirikan Biro Arsitektur Achmad Noe’man yang bernama Birano. Achmad Noe’man adalah putra dari seorang ulama dan pendiri organisasi kemasyarakatan Muhammadiyah di Garut, yaitu Muhammad Jamhari.AN lahir di Garut pada tanggal 10 Oktober 1925 dan meninggal di Bandung, 4 April 2016. Sejak kecil AN sering diajak ikut dan mendampingi ayahnya dalam pembangunan masjid juga madrasah yang menjadi latar belakang ketertarikan AN pada bidang Arsitektur. Titik awal karya rancangan arsitektur masjid AN adalah Masjid Salman ITB yang memberikannya pengaruh nilai spiritual dan intelektual tinggi, kesuksesan karya pertama AN diikuti dengan banyaknya karya Arsitektur Masjid yang dirancangnya, baik di Dalam maupun di Luar Negeri,Tipologi bangunan masjid karya Achmad Noe’man menjadi salah satu pendobrak perubahan, dan memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan desain Arsitektur masjid di Indonesia hingga saat ini, sekaligus mengantarkannya menjadi seorang Arsitek masjid yang populer dengan gelar Arsitek Seribu Masjid.
Inovasi Panel Komposit Limbah Serat Aren Sebagai Alternatif Material Pintu Kamar Mandi Dwi Ely Wardani; Ita Dwijayanti
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 1, Nomor 2 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v1i2.8

Abstract

Serat alam sebagai material komposit mempunyai keunggulan dibandingkan dengan material homogen seperti; kayu, logam dan beton, dikarenakan serat alam tahan korosi, rasio antara kekuatan dan densitasnya cukup tinggi (ringan), murah, kuat dan proses pembuatannya mudah. Salah satu sumber serat alami yang melimpah keberadaannya adalah kulit tangkai/pelepah daun aren (sagu) yang mempunyai struktur serat kuat menyerupai helai-helai rambut. Dengan menggunakan metode penelitian eksperimen dekstruktif, yaitu memberikan perlakuan waktu perendaman serat aren kedalam larutan NaOH 3% dengan variasi 90, 120, 150 dan 180 menit, dimana variasi rendaman pada penelitian ini sebagai variabel bebas (independent), kekuatan mekanik sebagai variabel terikat (dependent) dan resin BQTN 157, NaOH sebagai variabel kontrolnya. Sedangkan untuk pengujian impak terhadap komposit memakai metode izot mengacu pada ASTM D-5921 dengan dimensi spesimen panjang 80 mm, lebar 10 mm, tebal 4,2 mm, menunjukkan hasil dari ketangguhan impak pada perendaman 90 menit memiliki nilai 4200,34 J/m2. Hal tersebut mengindikasikan lamanya waktu perendaman alkali, akan menghilangkan lapisan lilin yang berlebihan, mengakibatkan rusaknya struktur serat sehingga menjadi keropos dan rapuh, serta menurunkan ketangguhan impak material komposit.
Uji Kelayakan Bahan Penguat Lisplang Dari Limbah Pelepah Nanas Hana Wardani Puruhita; Dwi Ely Wardani; Ita Dwijayanti
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 1, Nomor 2 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v1i2.9

Abstract

Lisplang rumah selain memiliki fungsi estetis, berfungsi sebagai pelindung material atap agar tidak mudah rusak. Sehingga dibutuhkan material lisplang yang awet dan memiliki tingkat ketahanan. Saat ini sudah banyak material lisplang rumah yang ditawarkan dan kebanyakan berbahan dasar glass fibre reinforced plastic (GFRP). Namun terdapat efek samping dari GFRP ini yang bersifat polutan. Sehingga diperlukan penelitian bahan lisplang dari material serat alam. Salah satu jenis serat alam yang berpotensi untuk digunakan sebagai bahan penguat lisplang adalah pelepah serat nanas. Hal ini merupakan peluang karena material ini melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk uji kelayakan serat nanas sebagai bahan penguat lisplang. Metode penelitian yang dilakukan dengan melihat pengaruh perlakuan alkali % NaOH terhadap kekuatan tarik komposit serat nanas. Prosedur yang dilakukan dalam pengambilan data menggunakan variasi perendaman NaOH 0% - 40% terhadap serat selama 2 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (serat) pelepah nanas layak dijadikan bahan penguat lisplang dengan treatmen perendaman kadar NaOH 30% .
Revitalisasi Pasar Tradisional Cuplik Sukoharjo Astri Setya Nurani; Dwi Ely Wardani; Ita Dwijayanti
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 1, Nomor 2 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v1i2.12

Abstract

Pasar Cuplik Sukoharjo adalah salah satu pasar tradisional yang berada di Kabupaten Sukoharjo. Pasar Tradisional Cuplik Sukoharjo berada di jalur pusat perdagangan yang dekat dengan jalan arteri. Namun keberadaan Pasar Tradisional Cuplik Sukoharjo kini kian menurun seiring dengan kehadiran pasar-pasar modern dan kondisi pasar yang terkesan kumuh, kotor, becek, gelap dan kurang tertata hal tersebut merupakan stigma buruk bagi Pasar Cuplik Sukoharjo, terlebih lagi pada waktu musim hujan banyak yang bocor dan tempat parkir kendaraan yang belum mempunyai area parkir sendiri menjadi satu, memenuhi jalanan di kawasan sekitar tapak, pengunjung dan pengguna pasar harus berbagi berebut space yang sangat kecil dan tidak dapat menampung keseluruhan pedagang yang berada di pasar tersebut sehingga badan jalan juga digunakan sebagai tempat parkir maupun ajang transaksi. Tujuan perancangan ini adalah untuk menata kembali penataan zonasi atau merevitalisasi Pasar Cuplik Sukoharjo menjadi suatu pasar tradisional yang tertata dan memenuhi semua kebutuhan pengguna Pasar Tradisional Cuplik Sukoharjo. Hasil dari laporan ini adalah menyusun suatu perancangan dalam penataan pasar yang benar yang dapat menjadi panduan dalam Revitalisasi Pasar Tradisional Cuplik Sukoharjo dengan konsep semi modern yang siap ditransformasikan dalam program perancangan fisik bangunan dan tidak melupakan ciri khas kota Sukoharjo.
Konsep Perancangan City Hotel di Wonogiri Dengan Pendekatan Arsitektur Postmodern Tulus Endaryanto; Diana Kesumasari; Dwi Ely Wardani
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 2, Nomor 2 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v2i2.24

Abstract

Kabupaten Wonogiri merupakan kabupaten di Jawa Tengah dengan potensi bisnis dan wisata yang baik karena berada di daerah strategis yaitu berada di antara Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dengan potensi dan meningkatnya jumlah pengunjung Kabupaten Wonogiri maka diperlukan tambahan usaha penyediaan akomodasi seperti City Hotel. Mengingat Kabupaten Wonogiri merupakan kabupaten yang kaya akan kerajinan serta kebudayaan maka pada proses perencanaan konsep desain City Hotel perlu mempertimbangkan kesesuaian nilai tradisional dan modern sehingga konsep desain City Hotel menggunakan pendekatan Arsitektur Postmodern. Dalam proses perancangan City Hotel terdapat beberapa metode. Metode tersebut terbagi menjadi 4 bagian yaitu pengumpulan data, pengolahan data, analisis data dan konsep perancangan. Hasil yang diperoleh dalam proses perancangan konsep desain City Hotel Wonogiri dengan pendekatan Arsitektur Postmodern adalah desain City Hotel yang diharapkan dapat menjadi ikon baru di Kabupaten Wonogiri dengan mengedepankan kesesuaian nilai tradisional dan modern baik dari segi fasilitas maupun citra bangunan.
Perancangan Hotel Resort Dengan Konsep Arsitektur Organik di Pantai Sepanjang, Gunung Kidul Endar Virdiawan; Ita Dwijayanti; Dwi Ely Wardani
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 3, Nomor 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v3i1.25

Abstract

Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul menyatakan telah membuka kesempatan investor untuk berinvestasi membangun hotel. Issue ini sudah tersebar di berbagai berita lokal, bahkan menyebutkan sudah terjadi transaksi jual beli tanah seluas 20 Ha. Berdasarkan latar belakang ini, peneliti ingin memberikan rekomendasi dan solusi desain kepada masyarakat, pemerintah Kabupaten Gunung Kidul dan Investor Hotel. Metode yang yang akan digunakan dengan pengumpulan data primer dan sekunder. Baik survei lapangan, wawancara, maupun mengumpulkan kajian literasi preseden. Lokasi yang dijadikan amatan peneliti adalah kawasan Pantai Sepanjang, Gunung Kidul, Yogyakarta. Konsep yang ingin ditawarkan adalah hotel resort dengan pendekatan konsep Arsitektur Organik. Pada penulisan jurnal ilmiah ini, diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi desain berdasarkan analisis : Peruangan, Tapak, Tampilan, Bahan Bangunan, Sistem Struktur, dam Utilitas.
Perancangan Rusunawa Putri Cempo Dengan Konsep Bangunan Hemat Energi di Surakarta Yohanes Eudes Abitabira Mahardika Putra; Dody Irnawan; Dwi Ely Wardani
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 3, Nomor 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v3i1.30

Abstract

Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia yang sangat tinggi memicu meningkatnya kebutuhan pemukiman yang mampu menyediakan tempat tinggal. Akibatnya berimbas pada Kota Surakarta yang banyak dijumpai disfungsi lahan. Berdasarkan fenomena kepadatan pemukiman yang terjadi, maka pembangunan rusunawa dianggap dapat menjawab permasalahan tersebut. Kegiatan pembangunan di Indonesia mengarah kepada industrialisasi sehingga energi menjadi isu utama dan penting dalam kerangka menunjang model pembangunan. Penelitian dengan judul “Perancangan Rusunawa Putri Cempo dengan Konsep Bangunan Hemat Energi di Surakarta” bertujuan mengetahui dan memperkaya pengetahuan tentang rusunawa dengan konsep hemat energi di Surakarta. Metode yang digunakan melalui pengumpulan sumber data, di antaranya studi literatur, wawancara, survei lapangan dan dokumentasi yang akan dianalisis dan diolah, sehingga diperoleh hasil penelitian. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa rusunawa ini menerapkan arsitektur hemat energi, yang pada prosesnya memiliki sistem hemat energi listrik dengan menerapkan pencahayaan dan penghawaan alami yang baik, pengelolaan air dengan memanfaatkan sisa pemakaian dan pemanenan air hujan dan sistem pengolahan sampah menjadi bahan bermanfaat.