Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Revitalisasi Benteng Vastenburg Dengan Pendekatan Arsitektur Monumental di Surakarta Mega Ayu Pangestiningrum; Dwi Ely Wardani; Dody Irnawan
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 3, Nomor 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v3i2.33

Abstract

Revitalisasi merupakan upaya untuk meningkatkan nilai lahan atau kawasan melalui pembangunan kembali dalam suatu kawasan yang dapat meningkatkan fungsi kawasan sebelumnya.Benteng Vastenburg merupakan satu dari sekian banyak benteng yang dibangun oleh pemerintahan kolonial Belanda. Benteng Vastenburg merupakan benteng pertahanan yang terkait dengan posisi keraton Surakarta dan rumah Gubernur Belanda. Revitalisasi Benteng Vastenburg sebagai aset peninggalan masa lalu yang bertujuan untuk menghidupkan kembali citra Benteng Vastenburg dengan pendekatan Arsitektur Monumental, dimana bangunan atau aset akan dipertahankan sebagai identitas kota dan memberi aktivitas hidup yang bermanfaat bagi masyarakat  sehingga diperoleh nilai ekonomi yang menjamin bangunan terpelihara dan manfaat penggunaan yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Beberapa faktor-faktor dasar arsitektur yang dirumuskan dalam Revitalisasi Benteng Vastenburg ini dimulai dari mempertimbangkan lokasi, orientasi sinar matahari, arah angin, mereduksi kebisingan, adanya pencahayaan dan penghawaan alami, vegetasi serta mitigasi bencana. Dan pada hasil rancangan bangunan dapat terpenuhi fungsi bangunan yang maksimal, sistem struktur dan estetika desain bentuk bangunan yang beradaptasi dengan lingkungan alam sekitarnya
Redesain Kawasan GOR Diponegoro Dengan Konsep Pendekatan Arsitektur High Tech di Sragen Agus Widodo; Dwi Ely Wardani; Dody Irnawan
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 3, Nomor 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v3i2.34

Abstract

Redesain perancangan ini bertujuan untuk memberikan alternatif penataan Kawasan Gor Diponegoro dengan Konsep Pendekatan Arsitektur High Tech, dimana Site untuk perancangan ini berada di dalam area GOR Diponegoro yang berada di Kabupaten Sragen. Pengumpulan data dilakukan dengan survei lapangan, wawancara dan kajian literatur untuk kemudian dilakukan pengolahan dan analisis data. Analisis data yang dilakukan diantaranya adalah: (1) Analisa Peruangan yang meliputi analisa pelaku dan jenis kegiatan, analisa pengelompokan kegiatan, analisa besaran ruang dan hubungan ruang. (2) Analisa Tapak, orientasi tapak dan bangunan, analisa sirkulasi, analisa vegetasi, analisa view, analisa zonasi serta analisa terhadap matahari dan angin. (3) Analisa tampilan bangunan yang meliputi analisa bentuk dan fasad bangunan. (4) Analisa material bangunan (5) Analisa sistem struktur yang meliputi struktur bawah, super struktur dan upper struktur. (6) Analisa sistem utilitas yang meliputi jaringan listrik, sistem pemipaan, pengolahan sampah dan pengamanan kebakaran dan petir. Hasil dari analisis ini akan menjadi acuan dalam redesain kawasan GOR Diponegoro Sragen yang dituangkan dalam gambar-gambar desain dengan konsep Arsitektur High Tech.
Perancangan Cottage Panggung di Bali Dengan Pendekatan Arsitektur Tropis Alvin Baref Fauzan; Dwi Ely Wardani; Binti Karomah
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 3, Nomor 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v3i2.35

Abstract

Perancangan Cottage Panggung di Bali Dengan Pendekatan Arsitektur Tropis adalah sebuah proses merancang bangunan komersial berserta kelengkapan sarana prasarananya dan akan dibangun diatas lahan Kosong di Desa Peliatan, Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar, Bali. Tahapan yang dilakukan dalam perancangan ini adalah Pengumpulan data melalui survei lapangan, wawancara dan studi pustaka, kemudian dilanjutkan tahap analisis berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan. Hasil analisis dalam proses perancangan ini meliputi : (1) Analisis Aktivitas, terdiri dari: analisis program aktivitas, analisis pelaku aktivitas, analisis pengelompokan aktivitas, analisis pola aktivitas pelaku, analisis kebutuhan ruang, dan analisis besaran ruangan. (2) Analisis Perencanaan Tapak yang terdiri dari: orientasi matahari, orientasi sirkulasi, orientasi view, orientasi kebisingan, dan zoning site, (3) Analisis Bentuk Bangunan, (4) Analisis Bahan Bangunan, (5) Analisis Struktur terdiri dari struktur bawah-super struktur, struktur tengah-struktur utama dan struktur atas-struktur atap bangunan, serta (6) Analisis Utilitas meliputi penyediaan air bersih, pengelolaan air limbah, jaringan listrik, pemadam kebakaran, sistem keamanan, dan pengolahan limbah sampah. Desain akhir Cottage Panggung di Bali menggunakan pendekatan Arsitektur Tropis yang memanfaatkan pencahayaan alami, penghawaan alami, dan diharapkan banyak eksplorasi penggunaan material lokal atau setempat.
Perancangan Destinasi Wisata Sine Dengan Pendekatan Arsitektur Ekologis Viki Ema Sasongko; Dwi Ely Wardani; Dody Irnawan
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 3, Nomor 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v3i2.36

Abstract

Perancangan ini bertujuan untuk merancang serta mengetahui strategi Desa Sine dalam mengembangkan desa wisata. Objek penelitian terletak di desa wisata Sine Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen. Pengumpulan data pada penelitiann ini dilakukan dengan dua cara yaitu survey lapangan dan studi pustaka yang nantinya dilakukan analisis perancangan. Hasil penelitian berupa analisis perancangan yang meliputi a) Analisa pelaku meliputi analisa aktivitas, analisa pelaku aktivitas, analisa pola pelaku aktivitas, kebutuhan ruang; b) Analisa tapak meliputi kondisi tapak, kebisingan, aksesbilitas dan sirkulasi, utilitas, vegetasi, view, orientasi matahari, zoning site; c) Analisa bentuk bangunan; d) Analisa bahan bangunan; e) Analisa struktur; f) Analisa utilitas meliputi penyedian air bersih, penyediaan tempat pengolahan air limbah, penyediaan tempat sampah, penyediaan system kebakaran, penyediaan system keamanan, penyediaan jaringan listrik. Hasil akhir penelitian ini berupa konsep desain destinasi wisata yang menyuguhkan fasilitas wisata seperti dancing fountain, area paintball, offroad dengan pendekatan arsitektur ekologi.
Perancangan Waterpark Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Ramah Anak di Kecamatan Gondangrejo Karanganyar Anas Maulana Insyani; Dwi Ely Wardani; Lidi Wilaha
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 4, Nomor 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v4i1.39

Abstract

Selaras dengan adanya rencana pemerintah Kabupaten Karanganyar terhadap program dorongan pemulihan ekonomi nasional dibidang pariwisata daerah, maka pemerintah daerah Kabupaten Karanganyar berencana membangun sektor wisata disetiap kecamatan yang salah satunya adalah Kecamatan Gondangrejo. Sektor wisata yang akan dikembangkan tersebut berupa wisata alami dan wisata buatan yaitu waterpark. Tujuan pembangunan waterpark bukan hanya sebagai sarana wisata dan arena bermain, tetapi juga sarana edukasi sejak dini pada masyarakat terhadap kelestarian lingkungan yang berkelanjutan dan konservasi air, mengingat Karanganyar memiliki bentang lahan pegunungan dengan curah hujan yang tinggi. Konsep Arsitektur ramah anak dalam perancangan waterpark bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap individu dan keluarga pengunjung anak-anak khususnya dan masyarakat pada umumnya. Diharapkan waterpark dengan konsep rancangan Arsitektur Ramah Anak akan mampu mendongkrak ekonomi kawasan serta memberikan edukasi sesuai tumbuh kembang anak.
Dokumentasi Kerusakan Warisan Budaya Dan Cagar Budaya Rumah Ketandan No.9 Yogyakarta Dengan Metode Manual Dan Terrestrial Laser Scanner Dwi Ely Wardani
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 4, Nomor 2 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v4i2.47

Abstract

Kekayaan budaya Daerah Istimewa Yogyakarta baik yang bersifat materiil dan immateriil sudah tidak perlu diragukan lagi ragamnya, Salah satu kekayaan materiil yang harus dilestarikan dan merupakan aset milik Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Rumah Ketandan yang terletak di Jalan Ketandan Kidul No.9 Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta. Rumah Ketandan termasuk dalam ketetapan Warisan Budaya dan Cagar Budaya karena mempunyai nilai historis yang kuat sejak masa Pemerintahan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang dipimpin oleh Sri Sultan Hamengku Buwono III. Upaya pelestarian Arsitektural rumah ketandan dari kerusakan merupakan wujud tanggung jawab Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta serta seluruh Stakeholder terhadap Warisan Budaya dan Cagar Budaya (WBCB). Kategori kegiatan pelestarian yang akan dilakukan pada Rumah Ketandan yaitu; perlindungan bangunan yang merujuk pada hasil analisis kerusakannya melalui pendokumentasian dengan metode survey manual dan Terrestrial Laser Scanner (TLS) sehingga menjadi gabungan kegiatan yang saling melengkapi, dimana implementasi dari hasil dokumentasi rumah ketandan tersebut akan digunakan sebagai dasar rekomendasi terhadap perlindungan dan pemugaran bangunan tanpa mengabaikan keaslian nilai kesejarahan, arsitektural, maupun budaya yang terkandung di dalamnya.
Akademi Road Race Nasional Dengan Pendekatan Konsep Green Arsitektur di Bali Riska Bela; Dwi Ely Wardani; Dody Irnawan
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 5, Nomor 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v5i1.50

Abstract

Bali merupakan salah satu pulau di Indonesia yang mengalami pertumbuhan pesat dalam pembangunan infrastruktur khususnya dalam pengembangan ruang publik dan komunitas berdasarkan Perkembangan teknologi khususnya di bidang otomotif memberi dampak positif maupun negatif bagi para generasi muda di Bali, tujuan utama pada perencanaan dan perancangan Akademi Roadrace untuk menghindari terjadinya balap liar yang mengakibatkan tingkat kecelakaan lalu lintas yang tinggi selain itu untuk mengembangkan minat bakat pada anak remaja bali, dalam penerapan pada konsep kawasan green arsitektur mengarahkan menuju suatu desain yang memberikan lingkungan positif dan memberikan manfaat terbesar dalam mengurangi biaya operasional dan pemeliharaan bangunan dibuat dengan kualitas yang baik serta berpatokan dengan kepedulian mengenai perlindungan terhadap lingkungan di dunia dengan menggunakan energy efficient (efisiensi energi), sustainable concept (konsep berkelanjutan), serta holistic application (penerapan holistik) serta menggunakan sebuah metode pengenalan yang merencanakan arsitektur dan meminimalisir dampak buruk terhadap kesehatan manusia maupun lingkungan sekitar.
Family Resort Dengan Konsep Ekowisata di Kabupaten Karanganyar Nurida Briliani Asianta; Diana Kesumasari; Dwi Ely Wardani
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 5, Nomor 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v5i1.51

Abstract

Kabupaten Karanganyar merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Tengah yang menjadi daerah tujuan wisata, yang mana daerah ini didukung dengan kondisi dan keindahan alam yang masih alami. Pada tahun 2020 jumlah wisatawannya mencapai 309.047 pengunjung dengan tingkat penghunian hotel sebesar 24,27% dengan rata-rata lama menginap 1,08 hari. Sebagai daerah tujuan wisata perlu adanya fasilitas yang mewadahi dan menunjang aktivitas wisata. Atas dasar pemikiran tersebut, penulis mengajukan konsep perencanaan dan perancangan Family Resort Dengan Konsep Ekowisata di Kabupaten Karanganyar. Tujuan dibangunnya resort ini selain sebagai fasilitas penginapan namun juga sebagai sarana reskreasi yang ramah bagi seuruh kalangan. Konsep ekowisata dipilih agar tetap melestarikan lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada.
Perancangan Sirkuit Road Race Ngawi Dengan Pendekatan Arsitektur Fungsionalisme Fendik Setyo Wibowo; Dwi Ely Wardani; Lidi Wilaha
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 5, Nomor 2 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v5i2.58

Abstract

Kabupaten Ngawi adalah sebuah kabupaten yang terletak di provinsi Jawa Timur, yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah. Isu dari Bupati Ngawi mengenai pembangunan sirkuit road race di lokasi Taman Candi. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk mewadahi dan memfasilitasi kegiatan balap motor di Kabupaten Ngawi, dan untuk mengurangi balap liar yang terjadi di Kabupaten Ngawi. Metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode primer yang berupa pengumpulan data di lapangan, dan metode sekunder yang berasal dari jurnal-jurnal di internet. Hasil dari perancangan ini adalah desain sirkuit yang menggunakan pendekatan Arsitektur Fungsionalisme yang mencakup (1) Pilotis, (2) Kebebasan merancang denah, (3) Kebebasan merancang fasad, (4) Terdapat roof garden, (5) Terdapat garis horizontal pada jendela.
Redesain Stadion Kebogiro Sebagai Landmark Kota Boyolali Supar Riyanto; Dwi Ely Wardani; Dody Irnawan
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 6, Nomor 1 (2024): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v6i1.60

Abstract

Stadion Kebogiro didirikan pada tahun 2019 oleh Pemerintah Kabupaten Boyolali dan menjadi home base tim Persebi Boyolali. Stadion Kebogiro merupakan redesain dari stadion yang sudah ada sebelumnya dan terletak di lokasi yang sama, yaitu di Desa Paras, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Indonesia. Stadion ini merupakan wadah bagi masyarakat Kota Boyolali untuk beraktivitas olahraga khususnya dibidang sepak bola. Mendesain ulang stadion Kebogiro selain untuk meningkatkan kualitas penyediaan sarana dan prasarana olahraga di Kota Boyolali, harapan ke depannya dapat terselenggara event yang berskala regional, nasional maupun internasional di Kota Boyolali, maka salah satu strategi dalam redesain stadion Kebogiro adalah kapasitas yang ditingkatkan menjadi 25.000 penonton. Dengan penekanan pada konsep perancangan Arsitektur Landmark dari suatu Kota yang merupakan bagian dari teori Image of The City oleh Kevin Lynch, diharapkan bisa menghasilkan desain bangunan yang akan menjadi identitas Kota Boyolali.